Langsung ke konten utama

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

 

sumber: magnific.com

Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain?


Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya.


Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa.


Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi.


Mindfulness Itu Apa, Sih?

Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul.


Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (2023), mindfulness membantu seseorang memusatkan perhatian pada saat ini dengan lebih sadar, sehingga kita dapat memahami pikiran, perasaan, dan lingkungan sekitar tanpa terbawa oleh berbagai distraksi.


Jadi, mindfulness bukan berarti harus meditasi berjam-jam atau meninggalkan teknologi sepenuhnya. Justru, mindfulness bisa dimulai dari hal kecil: be aware of what we are doing in the moment.

Kesadaran kecil seperti ini bisa membantu Puan mengenali kebiasaan digital yang sering dilakukan secara otomatis.


When Scrolling Becomes Mindless

Teknologi memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakannya untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, bahkan mencari hiburan.


Jadi, masalahnya bukan terletak pada teknologi-nya, melainkan yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita menggunakan teknologi itu sendiri.


Beberapa kebiasaan digital seperti excessive screen time, notification overload, information overload, endless scrolling, sampai kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial dapat membuat penggunaan teknologi terasa melelahkan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dapat muncul ketika kita mulai kehilangan batas dan kontrol terhadap penggunaan perangkat digital (Meegasdeniya & Dulnath, 2023).


Puan mungkin awalnya hanya ingin mencari hiburan, tetapi akhirnya malah merasa overwhelmed karena terlalu banyak informasi yang masuk. Atau tadinya hanya ingin melihat satu update dari teman, tetapi berakhir membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.


Maka dari itu, mindfulness di sini membantu Puan berhenti sejenak dari mode autopilot tersebut. Bukan untuk menyalahkan diri sendiri karena terlalu lama scrolling, tetapi untuk menyadari pola yang sedang terjadi.


So, How Can We Practice Mindfulness in a Digital World?

  1. Pause Before You Scroll

Sebelum membuka aplikasi, coba berhenti sebentar dan tanyakan: “Aku buka ini untuk apa?” Sesederhana itu, untuk dapat mengontrol tindakan Puan berikutnya. Kalau memang ingin membalas pesan, ya buka untuk membalas pesan. Kalau ingin mencari informasi, cari informasi yang dibutuhkan.


Menurut Alper Y. (2024), membiasakan diri berhenti sejenak sebelum membuka aplikasi dan mempertanyakan apakah aktivitas tersebut memang diperlukan dapat membantu mengurangi mindless scrolling dan membuat penggunaan teknologi menjadi lebih intentional.


Dengan punya tujuan sebelum membuka aplikasi, Puan bisa jadi lebih sadar dan nggak mudah terbawa ke endless scrolling.

  1. Give Your Notifications a Break

Nggak semua notifikasi harus mendapatkan perhatian saat itu juga. Puan bisa coba matikan notifikasi yang sebenarnya nggak terlalu penting ketika sedang belajar, bekerja, makan, atau ingin beristirahat.


Alper Y. (2024) juga membagikan pengalamannya melakukan notification cleanse dengan mematikan notifikasi yang tidak esensial. Dengan begitu, ia bisa memilih kapan ingin mengecek perangkatnya, alih-alih terus-menerus terdorong oleh bunyi notifikasi.


Puan nggak harus langsung mematikan semuanya. Mulai dari aplikasi yang paling sering mengganggu fokus Puan saja.

  1. Create a Little Tech-Free Moments

Puan nggak harus langsung melakukan digital detox seharian. Bisa dimulai dari momen kecil dulu aja, kok. Misalnya, coba makan tanpa HP, menikmati perjalanan tanpa terus melihat layar, atau memberikan beberapa menit pertama setelah bangun tidur tanpa langsung membuka media sosial.


Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (2023), mengambil jeda dari teknologi dan memberikan perhatian pada diri sendiri serta lingkungan sekitar merupakan bagian dari penggunaan teknologi yang lebih mindful.

  1. Practice Mindful Scrolling

Yes, scrolling can still be mindful, Puan.


Ketika membuka media sosial, Puan bisa coba lebih sadar dengan apa yang kita konsumsi. Perhatikan bagaimana perasaan kita setelah melihat konten tertentu. 


Apakah kita merasa terhibur? Mendapat informasi baru? Atau justru merasa anxious, insecure, atau overwhelmed?


Puan juga bisa mulai memilih akun dan konten yang memang memberikan value bagi kita. Kalau ada konten yang terus membuat Puan merasa buruk terhadap diri sendiri, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali konten apa yang Puan biarkan memenuhi timeline kita.


Mindfulness bukan berarti kita harus berhenti menggunakan media sosial, tetapi lebih kepada membangun kesadaran terhadap bagaimana kita berinteraksi dengan teknologi dan informasi yang kita konsumsi (Meegasdeniya & Dulnath, 2023).



It’s Not About Leaving the Digital World

Mindfulness in digital era bukan tentang siapa yang paling sedikit menggunakan gadget atau siapa yang berhasil melakukan digital detox paling lama.


Kita hidup di dunia yang memang membutuhkan teknologi. Maka yang bisa kita lakukan adalah membangun hubungan yang lebih sadar dengan teknologi tersebut. Karena mungkin, yang kita butuhkan bukan lebih sedikit teknologi, tetapi lebih banyak kesadaran tentang bagaimana kita menggunakannya.


Because sometimes, being present is more alive than consumed by doomscrolling.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.



Referensi:


Meegasdeniya, S., & Dulnath, V. (2023). Mindfulness Techniques For Digital Wellbeing. This was a research paper our team did as research assignment we have submitted to lecturer and medium only. 


Alper Y. (2024). Mindfulness in the digital age: Strategies for staying present amidst digital distractions. Medium. https://medium.com/@alperyildirim/mindfulness-in-the-digital-age-strategies-for-staying-present-amidst-digital-distractions-1e003f388222



Author & Editor: Lilis Fadilah

Komentar

Rubik Puan Popular

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Image by : Grasindo Puan, pernah nggak sih ngerasa kalo hidup lagi di titik terendah? Nggak tau arah tujuan, motivasi hilang, overthinking berlebihan, dan rasanya pengen nyerah aja? Kalo Puan pernah atau lagi ada di posisi itu, tenang aja ya, Puan nggak sendirian kok. Apa yang Puan hadapi, persis banget kaya tokoh utama di buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna ini.  Pengertian Demotivasi Demotivasi yaitu suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa kehilangan semangat, antusias, dan minat untuk melakukan aktivitas apa pun di dalam hidupnya. Pemicunya ada beberapa hal, seperti mental yang lelah, masalah hidup yang berat, keberadaan yang kurang dihargai, tekanan dari sekitar, atau merasa tidak percaya diri.   Hanya buku, tapi bisa jadi alasan bertahan hidup Dalam buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" ini bukan cuma cerita biasa, tokoh utama justru menemukan kembali alasan bertahan hidupny...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...

Bukan Digital Detox, Yuk Kenali Konsep Digital Minimalism!

  Sampul buku Digital Minimalism oleh Cal Newport (penguinrandomhouse.com) Hai Puan! Pernah gak sih cuma mau buka Instagram lima menit, tapi ternyata satu jam sudah berlalu? Atau Puan tanpa sadar mengecek ponsel setiap kali ada waktu luang? Kebiasaan ini mungkin terasa normal, tetapi bisa membuat kita kehilangan fokus, waktu, bahkan ketenangan.  Digital minimalism merupakan salah satu strategi yang membantu kita untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dan menggunakan teknologi secara lebih sadar. Intinya, kita hanya fokus pada aplikasi atau aktivitas digital yang benar-benar bermanfaat dan sejalan dengan nilai atau tujuan hidup. Sementara itu, hal-hal yang tidak memberi manfaat nyata bisa dikurangi atau bahkan ditinggalkan agar waktu dan perhatian tidak terkuras sia-sia.  Baca juga: Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Digital minimalism melibatkan peninjauan kembali waktu yang dihabiskan pada perangkat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pri...