Langsung ke konten utama

The Power of Mengikhlaskan: Seni Melepaskan Tanpa Harus Kehilangan Arah

Ilustrasi Seseorang yang Melepaskan Suatu Dalam Hidupnya (tinybuddha.com) Pernah nggak sih Puan merasa capek banget, padahal seharian cuma rebahan? Bisa jadi yang capek bukan fisik Puan, tapi pikiran Puan yang lagi menggenggam sesuatu terlalu erat. Entah itu kenangan pahit, kegagalan masa lalu atau ekspektasi yang nggak kesampaian. Kita sering diajarkan untuk berjuang, bertahan, dan mengejar. Tapi jarang banget ada yang mengajarkan kita gimana caranya melepaskan. Padahal, ada kekuatan luar biasa di balik kata ikhlas atau melepaskan. The power of mengikhlaskan itu bukan soal menyerah, tapi soal memberi ruang baru untuk hal-hal yang lebih baik. Melepaskan Bukan Berarti Kalah Banyak orang salah arti, beberapa berpikir kalau Puan ikhlas, berarti Puan kalah atau lemah. Padahal, mengikhlaskan itu adalah tindakan paling berani yang bisa dilakukan manusia. Puan secara sadar memilih untuk berhenti berperang dengan kenyataan yang nggak bisa Puan ubah. Bayangkan Puan lagi memegang segenggam pasi...

The Power of Mengikhlaskan: Seni Melepaskan Tanpa Harus Kehilangan Arah

Ilustrasi Seseorang yang Melepaskan Suatu Dalam Hidupnya (tinybuddha.com)

Pernah nggak sih Puan merasa capek banget, padahal seharian cuma rebahan? Bisa jadi yang capek bukan fisik Puan, tapi pikiran Puan yang lagi menggenggam sesuatu terlalu erat. Entah itu kenangan pahit, kegagalan masa lalu atau ekspektasi yang nggak kesampaian.

Kita sering diajarkan untuk berjuang, bertahan, dan mengejar. Tapi jarang banget ada yang mengajarkan kita gimana caranya melepaskan. Padahal, ada kekuatan luar biasa di balik kata ikhlas atau melepaskan. The power of mengikhlaskan itu bukan soal menyerah, tapi soal memberi ruang baru untuk hal-hal yang lebih baik.


Melepaskan Bukan Berarti Kalah

Banyak orang salah arti, beberapa berpikir kalau Puan ikhlas, berarti Puan kalah atau lemah. Padahal, mengikhlaskan itu adalah tindakan paling berani yang bisa dilakukan manusia. Puan secara sadar memilih untuk berhenti berperang dengan kenyataan yang nggak bisa Puan ubah.

Bayangkan Puan lagi memegang segenggam pasir sekuat tenaga. Semakin keras Puan genggam, tangan makin sakit, dan pasirnya malah makin banyak yang keluar lewat celah jari. Tapi kalau Puan buka tangan Puan, pasir itu tetap ada di sana, dan tangan nggak lagi sakit. Itulah analogi sederhana dari mengikhlaskan.

Baca juga: Letting Go: Seni Melepaskan & Menerima Diri di Tengah Persepsi Negatif Orang Lain.

Tapi, kenapa sih, melepaskan sesuatu itu susah banget? Biasanya karena kita terjebak dalam situasi "What If" atau "Seandainya".

"Seandainya dulu aku nggak ngomong gitu..."

"What if aku ambil kesempatan itu ya?"

Terus-terusan melihat ke belakang itu kayak nyetir mobil sambil melototin spion sepanjang jalan. Ya, sekali-kali boleh lah lihat spion buat belajar, tapi kalau terus-terusan, Puan bakal nabrak apa yang ada di depan Puan. Masa lalu itu tempat belajar, bukan tempat tinggal.


Gimana Caranya Mulai Melepaskan?

Ikhlas itu proses, bukan sakelar lampu yang sekali klik langsung terang. Berikut beberapa langkah kecil yang bisa Puan bisa coba:

  1. Validasi Perasaanmu

Jangan pura-pura kuat. Kalau sedih, ya sedih saja. Kalau kecewa, akui. Puan nggak bisa melepaskan sesuatu yang keberadaannya saja kamu sangkal.

  1. Berhenti Mencari "Closing" dari Orang Lain

Kadang Puan nggak bisa ikhlas karena nunggu permintaan maaf atau penjelasan dari orang lain. Masalahnya, kadang penjelasan itu nggak akan pernah datang. Belajarlah untuk menciptakan closure-mu sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

  1. Fokus pada Hal yang Bisa Dikontrol

Puan nggak bisa kontrol perasaan orang atau takdir, tapi Puan bisa kontrol gimana Puan bereaksi hari ini. Fokuslah pada apa yang bisa Puan lakukan sekarang.

  1. Beri Maaf buat Diri Sendiri

Seringkali yang paling susah dimaafkan bukan orang lain, tapi diri sendiri yang dianggap bodoh karena sudah gagal. Hey, you did your best with the knowledge you had back then. Maafkan diri Puan yang dulu, ya?


Ingat, mengikhlaskan atau melepaskan itu ibarat mengosongkan gelas yang isinya sudah keruh. Kalau gelas itu nggak Puan tuang isinya, Puan nggak akan pernah bisa mencicipi kopi atau teh yang baru.

Ketika Puan mulai belajar mengikhlaskan, hidup terasa lebih ringan. Bukan karena masalahnya hilang, tapi karena Puan nggak lagi memikul beban itu di pundak Puan. Jadi, apa nih satu hal yang mau Puan coba ikhlaskan hari ini? Percayalah, setelah Puan  lepas, bakal ada hal keren yang datang mengisi kekosongan itu.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

https://www.facebook.com/CNNIndonesia. (2023, January 27). 7 Cara Mengikhlaskan Seseorang biar Bisa Segera Move On. Gaya Hidup. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230118162033-289-902112/7-cara-mengikhlaskan-seseorang-biar-bisa-segera-move-on

Naim, R. (2024, November 19). The art of letting go. Thought Catalog. https://thoughtcatalog.com/rania-naim/2015/10/the-art-of-letting-go-2/
Author & Editor: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Komentar

Rubik Puan Popular

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

Shadow Work: Memahami Bagian dari Diri yang Sering Ditutupi

(Sumber foto: Pexels) Puan pernah mendengar istilah shadow work ?  Mungkin ada beberapa dari Puan yang melihat  kata-kata ini di beranda sosial media terlebih jika sering mencari topik yang berhubungan dengan self-development.  Shadow work sendiri adalah sebuah teknik yang dikenalkan oleh Carl Jung, dimana kita sebagai individu tidak hanya mengenali bagian positif yang ada di dalam diri tetapi juga mengenali bagian negatifnya.    Dalam hal ini mengenali bagian negatif dari diri memiliki tujuan untuk memahami alasan dibalik mengapa kita bisa merasa emosi, cemburu, dan lainnya.   Tujuan utama dari praktik ini sebenarnya terletak pada penerimaan diri secara keseluruhan, dan untuk menerima kita harus berani untuk melihat sisi yang kurang baik dari diri sendiri. Bukan untuk dikritik tapi untuk dipahami. "The most terrifying thing is to accept oneself completely."- Carl Jung  Pengertian Shadow  Shadow ternyata nggak melulu tentang hal negatif nih Puan. ...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Merasa Dipahami, atau Hanya Divalidasi? Fenomena Baru Kesehatan Mental

Sumber: Pinterest Pernah nggak sih, Puan lagi ngerasa capek, overthinking , atau sekadar butuh didenger… terus akhirnya buka media sosial? Scroll bentar, lihat story orang lain, posting sesuatu, nungguin like masuk. Atau mungkin, Puan malah buka chat dan mulai curhat panjang dan yang jawab bukan manusia, tapi AI. Aneh nggak sih? Kita bisa ngerasa lega, walaupun yang “dengerin” bukan orang beneran. Kalau Puan pernah ngerasain itu, tenang… Puan nggak sendirian. Tapi, mungkin tanpa sadar, Puan lagi ada di tengah fenomena yang lebih besar: mencari validasi secara online —baik dari manusia di sosial media, maupun dari teknologi seperti ChatGPT. Yuk, kita bedah pelan-pelan, kenapa ini bisa terjadi dan apa dampaknya ke kesehatan mental Puan. Kenapa Kita Butuh Banget Validasi? Secara dasar, manusia itu memang butuh merasa: didengar, dipahami, dan diterima. Namun, Itu bukan kelemahan, melainkan kebutuhan psikologis. Masalahnya, di era digital, cara kita memenuhi kebutuhan itu jadi berubah. Set...

The Power of Manifesting: Biarkan Pikiranmu Percaya dan Semesta yang Bekerja

    Image by: Pinterest                Pernah nggak sih Puan ngerasa kayak, “kok hidup aku stuck di sini-sini aja ya?” Padahal di dalam hati, Puan punya banyak banget keinginan, mimpi, bahkan goals yang pengen banget diwujudkan. Tapi di sisi lain, ngerasa semua hal itu nggak pernah jadi kenyataan dan bikin diri sendiri jadi ragu kalau mimpi yang pengen dicapai mungkin ketinggian? Nah, kalau Puan lagi ada di fase ini, coba pause sebentar deh. Mungkin, bukan Puan yang mimpinya ketinggian, tapi cara Puan ngeliat dan ngejalanin mimpi itu yang perlu diubah. Yup, di sinilah manifesting mulai punya peran penting.  Apa Sih Maksud dari “ Manifesting ” Itu? M anifesting adalah proses untuk mewujudkan apa yang Puan inginkan jadi kenyataan. Melewati pikiran, perasaan, dan tindakan. Di dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, dijelaskan bahwa apa yang Puan fokuskan secara konsisten itu bisa loh memengaruhi apa yang kita tarik ke dalam hidu...