Langsung ke konten utama

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

The Power of Mengikhlaskan: Seni Melepaskan Tanpa Harus Kehilangan Arah

Ilustrasi Seseorang yang Melepaskan Suatu Dalam Hidupnya (tinybuddha.com)

Pernah nggak sih Puan merasa capek banget, padahal seharian cuma rebahan? Bisa jadi yang capek bukan fisik Puan, tapi pikiran Puan yang lagi menggenggam sesuatu terlalu erat. Entah itu kenangan pahit, kegagalan masa lalu atau ekspektasi yang nggak kesampaian.

Kita sering diajarkan untuk berjuang, bertahan, dan mengejar. Tapi jarang banget ada yang mengajarkan kita gimana caranya melepaskan. Padahal, ada kekuatan luar biasa di balik kata ikhlas atau melepaskan. The power of mengikhlaskan itu bukan soal menyerah, tapi soal memberi ruang baru untuk hal-hal yang lebih baik.


Melepaskan Bukan Berarti Kalah

Banyak orang salah arti, beberapa berpikir kalau Puan ikhlas, berarti Puan kalah atau lemah. Padahal, mengikhlaskan itu adalah tindakan paling berani yang bisa dilakukan manusia. Puan secara sadar memilih untuk berhenti berperang dengan kenyataan yang nggak bisa Puan ubah.

Bayangkan Puan lagi memegang segenggam pasir sekuat tenaga. Semakin keras Puan genggam, tangan makin sakit, dan pasirnya malah makin banyak yang keluar lewat celah jari. Tapi kalau Puan buka tangan Puan, pasir itu tetap ada di sana, dan tangan nggak lagi sakit. Itulah analogi sederhana dari mengikhlaskan.

Baca juga: Letting Go: Seni Melepaskan & Menerima Diri di Tengah Persepsi Negatif Orang Lain.

Tapi, kenapa sih, melepaskan sesuatu itu susah banget? Biasanya karena kita terjebak dalam situasi "What If" atau "Seandainya".

"Seandainya dulu aku nggak ngomong gitu..."

"What if aku ambil kesempatan itu ya?"

Terus-terusan melihat ke belakang itu kayak nyetir mobil sambil melototin spion sepanjang jalan. Ya, sekali-kali boleh lah lihat spion buat belajar, tapi kalau terus-terusan, Puan bakal nabrak apa yang ada di depan Puan. Masa lalu itu tempat belajar, bukan tempat tinggal.


Gimana Caranya Mulai Melepaskan?

Ikhlas itu proses, bukan sakelar lampu yang sekali klik langsung terang. Berikut beberapa langkah kecil yang bisa Puan bisa coba:

  1. Validasi Perasaanmu

Jangan pura-pura kuat. Kalau sedih, ya sedih saja. Kalau kecewa, akui. Puan nggak bisa melepaskan sesuatu yang keberadaannya saja kamu sangkal.

  1. Berhenti Mencari "Closing" dari Orang Lain

Kadang Puan nggak bisa ikhlas karena nunggu permintaan maaf atau penjelasan dari orang lain. Masalahnya, kadang penjelasan itu nggak akan pernah datang. Belajarlah untuk menciptakan closure-mu sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

  1. Fokus pada Hal yang Bisa Dikontrol

Puan nggak bisa kontrol perasaan orang atau takdir, tapi Puan bisa kontrol gimana Puan bereaksi hari ini. Fokuslah pada apa yang bisa Puan lakukan sekarang.

  1. Beri Maaf buat Diri Sendiri

Seringkali yang paling susah dimaafkan bukan orang lain, tapi diri sendiri yang dianggap bodoh karena sudah gagal. Hey, you did your best with the knowledge you had back then. Maafkan diri Puan yang dulu, ya?


Ingat, mengikhlaskan atau melepaskan itu ibarat mengosongkan gelas yang isinya sudah keruh. Kalau gelas itu nggak Puan tuang isinya, Puan nggak akan pernah bisa mencicipi kopi atau teh yang baru.

Ketika Puan mulai belajar mengikhlaskan, hidup terasa lebih ringan. Bukan karena masalahnya hilang, tapi karena Puan nggak lagi memikul beban itu di pundak Puan. Jadi, apa nih satu hal yang mau Puan coba ikhlaskan hari ini? Percayalah, setelah Puan  lepas, bakal ada hal keren yang datang mengisi kekosongan itu.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

https://www.facebook.com/CNNIndonesia. (2023, January 27). 7 Cara Mengikhlaskan Seseorang biar Bisa Segera Move On. Gaya Hidup. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230118162033-289-902112/7-cara-mengikhlaskan-seseorang-biar-bisa-segera-move-on

Naim, R. (2024, November 19). The art of letting go. Thought Catalog. https://thoughtcatalog.com/rania-naim/2015/10/the-art-of-letting-go-2/
Author & Editor: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Komentar

Rubik Puan Popular

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Bukan Digital Detox, Yuk Kenali Konsep Digital Minimalism!

  Sampul buku Digital Minimalism oleh Cal Newport (penguinrandomhouse.com) Hai Puan! Pernah gak sih cuma mau buka Instagram lima menit, tapi ternyata satu jam sudah berlalu? Atau Puan tanpa sadar mengecek ponsel setiap kali ada waktu luang? Kebiasaan ini mungkin terasa normal, tetapi bisa membuat kita kehilangan fokus, waktu, bahkan ketenangan.  Digital minimalism merupakan salah satu strategi yang membantu kita untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dan menggunakan teknologi secara lebih sadar. Intinya, kita hanya fokus pada aplikasi atau aktivitas digital yang benar-benar bermanfaat dan sejalan dengan nilai atau tujuan hidup. Sementara itu, hal-hal yang tidak memberi manfaat nyata bisa dikurangi atau bahkan ditinggalkan agar waktu dan perhatian tidak terkuras sia-sia.  Baca juga: Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Digital minimalism melibatkan peninjauan kembali waktu yang dihabiskan pada perangkat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pri...