Langsung ke konten utama

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!

Image by: Roxie Nafousi Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya?  Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html   Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending -nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain. Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Pa...

Letting Go: Seni Melepaskan & Menerima Diri di Tengah Persepsi Negatif Orang Lain.

 

Images by: SEVENKAY Inspiration

“Everything we hear is an opinion, not a fact. Everything we see is a perspective, not the truth. - Marcus Aurelius.

Puan, pernah nggak si merasa dinilai oleh orang lain dari “luarnya” aja?...

Orang lain mungkin berkomentar tentang kehidupan kita atau bahkan mereka bertanya-tanya siapa diri kita sebenarnya. Padahal mereka tidak benar-benar mengenal, mereka hanya sebatas melihat yang kemudian menjadikan sebuah penglihatan itu sebagai persepsi mereka sendiri terhadap diri kita. 

Ada yang menilai sombong karena hanya diam, ada yang menganggap lemah hanya karena kita jarang membalas argumen, atau bahkan menyimpulkan hidup kita dari potongan atau serpihan-serpihan kecil cerita yang mereka dengar tentang kita. Rasanya menyakitkan, seolah-olah kita harus terus membuktikan siapa diri kita sebenarnya. Lama-lama hal ini bisa melelahkan baik secara mental maupun emosional. Bahkan itu bisa mengganggu aktivitas kita sehari-hari.

Di sinilah Self-acceptance memiliki peranan yang begitu besar. Melepaskan bukan berarti menyerah, melainkan memilih untuk tidak membiarkan opini orang lain masuk begitu saja ke dalam diri kita. Mulai menerima diri dan berdamai dengan diri sendiri dengan lebih mengenal “siapa kita sebenarnya”, tanpa harus menunggu validasi dari luar.

Apa sih Self-Acceptance itu?

Self-acceptance adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri sendiri secara menyeluruh mulai dari menerima segala kekurangan, kesalahan, dan sifat-sifat yang dianggap negatif tanpa adanya penolakan atau penghakiman diri yang berlebihan. 

Banyak dari kita yang masih kesulitan menerima diri sendiri karena seringkali terjebak dalam persepsi negatif orang lain. Kita takut dinilai buruk dan berusaha memenuhi standar yang tidak realistis. Padahal, persepsi atau penilaian orang lain hanyalah sebagian kecil perspektif yang belum tentu benar tentang diri kita. Jika terlalu bergantung pada persepsi negatif orang lain, kita bisa merasa low self-esteem, anxious, dan kehilangan rasa confidence dalam diri kita. Hal ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental, memicu stress, hingga depresi. 

Cara Melatih Self-Acceptance

Melepaskan diri dari persepsi negatif orang lain bukan berarti menyerah, melainkan memilih untuk tidak membiarkan hal tersebut menguasai diri. Dari sinilah pentingnya melatih Self acceptance secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari kita Puan. Lebih baik #MulaiAjaDulu daripada nggak sama sekali yang berujung penyesalan. Ini dia tips melatih self acceptance yang bisa puan lakukan!

  • Melatih mindfulness.

Dengan melatih mindfulness, kita belajar hadir sepenuhnya di momen saat ini, tanpa terbawa arus dari persepsi atau penilaian orang lain maupun pikiran negatif yang muncul di kepala kita setiap harinya. 

  • Mengembangkan self-compassion.

Cara yang satu ini juga bisa membuat kita untuk menerima kekurangan diri sebagai bagian proses menjadi manusia atau individu yang lebih baik. 

  • Menerima bahwa ketidaksempurnaan.

Hal ini bisa kita lakukan dengan memulai menuliskan afirmasi, diary, atau catatan kecil tentang keseharian kita. Dengan begitu dapat membantu menggeser fokus dari kekurangan menjadi kekuatan dan potensi diri.

  • Setting Boundaries.

Berani berkata “Tidak” pada situasi atau komentar yang merugikan kesehatan mental kita. Dengan demikian, kita tidak akan membiarkan opini atau persepsi orang lain masuk dan mendikte harga diri kita.


Dengan melatih hal-hal tersebut, kita bisa lebih berdamai dengan diri sendiri, mengenal siapa kita sebenarnya, dan tidak lagi terperangkap dalam bayang-bayang penilaian negatif orang lain. Kita tidak bisa menjadi seseorang yang disukai banyak orang. Pada akhirnya, self-acceptance akan membawa kebebasan mental dan kesejahteraan emosional.



Referensi

Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: An Alternative Conceptualization of a Healthy Attitude Toward Oneself. 

Wood, J.V., Heimpel, S.A., & Michela, J.L. (2003). Savoring versus dampening: Self-esteem differences in regulating positive affect. Journal of Personality and Social Psychology, 84(1), 22-37. 

Kabat-Zinn, J. (1990). Full Catastrophe Living. Bantam Dell.

Gilbert, P. (2009). The Compassionate Mind. Constable & Robinson.


Author & Editor: Lilian Deha

Komentar

Rubik Puan Popular

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers  Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa aktivitas adalah educative talkshow , menjelajahi berbagai booth corner , hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt . Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui ses...

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

The Power of Manifesting: Biarkan Pikiranmu Percaya dan Semesta yang Bekerja

    Image by: Pinterest                Pernah nggak sih Puan ngerasa kayak, “kok hidup aku stuck di sini-sini aja ya?” Padahal di dalam hati, Puan punya banyak banget keinginan, mimpi, bahkan goals yang pengen banget diwujudkan. Tapi di sisi lain, ngerasa semua hal itu nggak pernah jadi kenyataan dan bikin diri sendiri jadi ragu kalau mimpi yang pengen dicapai mungkin ketinggian? Nah, kalau Puan lagi ada di fase ini, coba pause sebentar deh. Mungkin, bukan Puan yang mimpinya ketinggian, tapi cara Puan ngeliat dan ngejalanin mimpi itu yang perlu diubah. Yup, di sinilah manifesting mulai punya peran penting.  Apa Sih Maksud dari “ Manifesting ” Itu? M anifesting adalah proses untuk mewujudkan apa yang Puan inginkan jadi kenyataan. Melewati pikiran, perasaan, dan tindakan. Di dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, dijelaskan bahwa apa yang Puan fokuskan secara konsisten itu bisa loh memengaruhi apa yang kita tarik ke dalam hidu...

Hidup Tanpa FOPO: Rahasia Menjadi Lebih Percaya Diri

      Image by  pngtree.com Puan pernah enggak sih saat ketika sudah rapi lalu berdiri di depan cermin sambil bertanya ke diri sendiri, seperti “Penampilan aku udah OK belum ya?”, “Make up aku berlebihan enggak ya?”, atau “Aku kelihatan aneh enggak ya pakai baju ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena Puan khawatir dengan pandangan orang lain? Kalau iya, bisa saja Puan sedang mengalami FOPO atau Fear of Other People’s Opinions. Apa itu FOPO? Mengutip dari laman Harvard Business Review , Fear of Other People’s Opinions atau FOPO merupakan istilah yang mengarah pada perasaan cemas yang berlebihan terhadap pandangan orang lain. Alasan timbulnya perasaan cemas, takut, atau tegang ketika akan melakukan suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang ialah karena khawatir terhadap ketidaksetujuan sosial pada diri sendiri. Istilah FOPO dicetuskan oleh Michael Gervais, PhD - seorang psikolog sekaligus penulis, yang memiliki pandangan bahwa rasa ketakutan ini merupa...

Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Kenapa Sih Penting untuk Percaya Diri? Self development atau pengembangan diri adalah proses sadar untuk terus memperbaiki diri, baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, maupun keahlian. Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan diri adalah percaya diri. Tanpa kepercayaan diri, semua potensi yang Puan miliki bisa “terkunci”. Padahal, percaya diri bukan bawaan lahir, tapi ia bisa dilatih lewat pengalaman dan pola pikir yang tepat. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), orang yang memiliki self-confidence tinggi lebih mudah mengambil keputusan, berani mencoba hal baru, dan punya tingkat stres lebih rendah. Kenapa Perempuan Muda Masih Sering Ragu? Puan, nggak sedikit perempuan muda yang merasa “nggak cukup baik”. Apalagi di era media sosial, di mana kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai “comparison trap” dan sering jadi penghalang utama kepercayaan diri. Kabar baiknya, dengan growth mindset, rasa ragu itu bisa beru...