Langsung ke konten utama

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?



(Gambar: Lemon 8)

Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru.

Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup (lifestyle) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016. 

Selain itu, dilansir dari Bazzar, ada alasan mengapa 2016 adalah tahun yang spesial sampai diberikan istilah "the last good year." Pertama, karena ketika memainkan sosial media konten yang disajikan tampak lebih ringan dan  menghibur. Untuk mengunggah foto atau video pun kita tidak perlu berpikir terlalu panjang tentang unsur public image dan perasaan terbebani. Kedua, masa terakhir sebelum terjadinya pandemi yang berdampak dan merubah banyak hal. Ketiga, AI minim dipergunakan dan mendistraksi banyak aspek kehidupan. 

Perasaan Nostalgia 

Sumber dari keinginan banyak orang untuk kembali ke tahun 2016 atau mengaplikasikan tren dari tahun tersebut adalah nostalgia.  Nostalgia adalah perasaan yang dapat dipancing oleh banyak hal salah satunya adalah kecemasan karena melalui masa-masa yang sulit. Nostalgia memberikan rasa aman yang dapat memicu emosi positif dengan kembali mengingat kenangan baik tentang satu waktu. 

Contohnya seperti saat kita berada pada masa lockdown, ketika kita menggulirkan layar dan melihat memori dari masa sebelum lockdown dimulai, dan kita ingin untuk kembali ke masa tersebut karena semuanya tampak lebih baik. Sama hal nya ketika kita di tahun 2026 yang sudah lebih dewasa dan menginginkan masa 2016 di mana kita masih menjadi

anak-anak atau remaja tanpa beban pikiran. 

Baca Juga: 

DIGITAL ANXIETY dan KELELAHAN MENTAL di Dunia yang Serba "MENUNTUT"


Nostalgia membangun ruang kolektivitas 

Nostalgia adalah cara kita dapat terhubung dengan orang lain melalui pengalaman "shared memory," darinya kita dapat membangun kedekatan dengan orang yang sependapat karena pengalaman tersebut relevan dengan  beberapa kelompok orang.

Memaintain Perasaan Nostalgia 

Meski menumbuhkan perasaan aman Puan juga harus tau kapan waktunya untuk menyeimbangkan realita dan nostalgia.

Caranya:

1. Dengan fokus pada hal yang ada di masa sekarang dan hindari nostalgia berlebihan sebagai sarana untuk eskapisme. 

2. Jadikan nostalgia sebagai pembelajaran.

3. Daripada mencoba untuk mengembalikan masa lalu (Restorative). Sebaliknya, lakukan (Reflective) dan nikmati memori.

Jadi pertanyaannya, kita merindukan tahun 2016 atau siapa diri kita di tahun tersebut? 

Perasaan nostalgia adalah hal yang lazim, tapi  jangan sampai terjebak terlalu lama di dalamnya sehingga lupa dengan apa yang harus dijalankan oleh Puan di "Present Time."

Sekilas tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Referensi:

Wondermind (n.d.) Why We Get So Nostalgic, Wondermind. Diakses dari: https://www.wondermind.com/article/nostalgic/

USA Today (2026) Why 2016 nostalgia is hitting so hard a decade later in 2026, USA Today, 6 Januari. Diakses dari: https://www.usatoday.com/story/news/nation/2026/01/06/2016-nostalgia-decade-later-2026/87957911007/


Ditulis dan Diedit oleh: Dhia Nisrina


Komentar

Rubik Puan Popular

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers  Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa aktivitas adalah educative talkshow , menjelajahi berbagai booth corner , hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt . Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui ses...

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Mengenal Impulsive Buying: Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

  Ilustrasi seseorang yang melakukan impulsive buying (beyondfinance.com) Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang , masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?" Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying . Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa. Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba? Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau ...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...