Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?



(Gambar: Lemon 8)

Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru.

Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup (lifestyle) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016. 

Selain itu, dilansir dari Bazzar, ada alasan mengapa 2016 adalah tahun yang spesial sampai diberikan istilah "the last good year." Pertama, karena ketika memainkan sosial media konten yang disajikan tampak lebih ringan dan  menghibur. Untuk mengunggah foto atau video pun kita tidak perlu berpikir terlalu panjang tentang unsur public image dan perasaan terbebani. Kedua, masa terakhir sebelum terjadinya pandemi yang berdampak dan merubah banyak hal. Ketiga, AI minim dipergunakan dan mendistraksi banyak aspek kehidupan. 

Perasaan Nostalgia 

Sumber dari keinginan banyak orang untuk kembali ke tahun 2016 atau mengaplikasikan tren dari tahun tersebut adalah nostalgia.  Nostalgia adalah perasaan yang dapat dipancing oleh banyak hal salah satunya adalah kecemasan karena melalui masa-masa yang sulit. Nostalgia memberikan rasa aman yang dapat memicu emosi positif dengan kembali mengingat kenangan baik tentang satu waktu. 

Contohnya seperti saat kita berada pada masa lockdown, ketika kita menggulirkan layar dan melihat memori dari masa sebelum lockdown dimulai, dan kita ingin untuk kembali ke masa tersebut karena semuanya tampak lebih baik. Sama hal nya ketika kita di tahun 2026 yang sudah lebih dewasa dan menginginkan masa 2016 di mana kita masih menjadi

anak-anak atau remaja tanpa beban pikiran. 

Baca Juga: 

DIGITAL ANXIETY dan KELELAHAN MENTAL di Dunia yang Serba "MENUNTUT"


Nostalgia membangun ruang kolektivitas 

Nostalgia adalah cara kita dapat terhubung dengan orang lain melalui pengalaman "shared memory," darinya kita dapat membangun kedekatan dengan orang yang sependapat karena pengalaman tersebut relevan dengan  beberapa kelompok orang.

Memaintain Perasaan Nostalgia 

Meski menumbuhkan perasaan aman Puan juga harus tau kapan waktunya untuk menyeimbangkan realita dan nostalgia.

Caranya:

1. Dengan fokus pada hal yang ada di masa sekarang dan hindari nostalgia berlebihan sebagai sarana untuk eskapisme. 

2. Jadikan nostalgia sebagai pembelajaran.

3. Daripada mencoba untuk mengembalikan masa lalu (Restorative). Sebaliknya, lakukan (Reflective) dan nikmati memori.

Jadi pertanyaannya, kita merindukan tahun 2016 atau siapa diri kita di tahun tersebut? 

Perasaan nostalgia adalah hal yang lazim, tapi  jangan sampai terjebak terlalu lama di dalamnya sehingga lupa dengan apa yang harus dijalankan oleh Puan di "Present Time."

Sekilas tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Referensi:

Wondermind (n.d.) Why We Get So Nostalgic, Wondermind. Diakses dari: https://www.wondermind.com/article/nostalgic/

USA Today (2026) Why 2016 nostalgia is hitting so hard a decade later in 2026, USA Today, 6 Januari. Diakses dari: https://www.usatoday.com/story/news/nation/2026/01/06/2016-nostalgia-decade-later-2026/87957911007/


Ditulis dan Diedit oleh: Dhia Nisrina


Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Kenali Machiavellianism: Red Flag yang Sulit Banget Dideteksi

  Image by: WikiHow Pernah nggak sih ketemu orang yang bikin Puan selalu mikir dua kali? Yang di permukaan keliatan baik, supportive , bahkan charming , tapi entah kenapa ada yang terasa aneh. Puan nggak bisa jelasin kenapa, tapi setelah berinteraksi sama mereka, Puan sering merasa lelah, bingung, atau malah meragukan keputusan sendiri. Nah, kemungkinan Puan baru aja ketemu sama orang yang punya sifat Machiavellianism . Ini adalah salah satu red flag paling susah dideteksi karena mereka pandai banget menyamarkannya. Machiavellianism Itu Apa Sih? Istilah ini berasal dari buku Machiavelli , " The Prince" , ia berpendapat bahwa “tidak masalah melakukan apa pun untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh.” Orang dengan kepribadian Machiavellian dapat memahami situasi sosial dan memanipulasinya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, meskipun tidak etis atau tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Dalam keseharian, mereka selalu punya agenda tersembunyi dan pandai...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...