Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!




Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja?

Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output, attitude, kemampuan bekerja sama, dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata.

Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill.

Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi, lho!

Apa Itu Hard Skill?

Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik.

Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini:

  • Microsoft Office & Google Workspace: Minimal bisa Excel dasar, Word, dan PPT. Ini basic banget, Puan.

  • Digital Literacy: Mampu menggunakan platform digital untuk kerja: email profesional, cloud, sistem kolaborasi.

  • Data Handling & Research Skill: Dunia kerja saat ini semakin berbasis data, dapat membaca, memahami, dan mengambil keputusan dari data itu merupakan aset besar.

  • Content Creation & Marketing Tools (Opsional Tapi Bernilai Tambah): Canva, CapCut, atau basic media plan: berguna banget terutama untuk pekerjaan kreatif atau marketing.

  • Language Skill (English Minimal Passive Use): Banyak perusahaan butuh komunikasi internasional yaitu email, meeting, atau laporan.

  • Software sesuai industri
    Contoh:

    • HR: HRIS / payroll tools

    • Finance: Accurate, SAP

    • Creative: Adobe, Figma

    • IT: Python, SQL

Hard skill ini akan terus berkembang seiring posisi dan industri yang Puan jalani.

Lalu, Apa Itu Soft Skill?

Soft skill adalah kemampuan personal dan interpersonal yaitu bagaimana Puan berpikir, bersikap, berkomunikasi, dan bekerja dengan orang lain, dan kabar pentingnya soft skill hampir selalu menentukan siapa yang dapat kesempatan, bukan hanya hard skill.

Menurut LinkedIn Learning Report, 80% rekruter menyatakan bahwa soft skill lebih sulit diajarkan dibandingkan hard skill, karena itu kandidat dengan soft skill yang kuat lebih dihargai.

Soft Skill Wajib untuk Dunia Kerja:

  • Communication Skill: Cara Puan menyampaikan ide dengan jelas dan profesional baik verbal maupun tulisan.

  • Time Management & Work Discipline: Mengatur prioritas, deadline, dan konsistensi.

  • Critical Thinking & Problem Solving: Tidak hanya bertanya, tapi juga bisa memberi solusi.

  • Teamwork & Collaboration: Karena tempat kerja bukan perlombaan tapi sistem kerja bersama.

  • Growth Mindset: Mau belajar, terbuka dengan feedback, dan nggak mudah menyerah.

  • Emotional Intelligence: Paham perasaan diri, menghargai orang lain, dan tetap tenang ketika tekanan datang.

Jadi, Mana yang Lebih Penting: Soft Skill atau Hard Skill?

Keduanya penting dan saling melengkapi, Puan. Bayangkan seperti ini:
Hard skill adalah “alat”. Soft skill adalah “cara menggunakan alat itu untuk memberikan hasil terbaik.”

Contohnya:

  • Bisa desain (hard skill)
    tapi nggak bisa komunikasi dengan klien (soft skill), maka pekerjaannya bisa salah arah.

  • Bisa analisis data (hard skill)
    tapi nggak bisa presentasi hasilnya (soft skill), maka skill-nya nggak terbaca.

Kombinasi keduanya yang membuat Puan unggul.

Bagaimana Mulai Membangun Skill Ini?

Mulailah dari langkah kecil:

  • Ikut event workshop atau pelatihan profesional

  • Belajar lewat platform online (gratis atau berbayar)

  • Minta feedback dari mentor atau atasan

  • Latihan lewat pengalaman kecil: organisasi, freelance, magang

Semakin Puan berlatih, skill ini akan semakin terasa manfaatnya.

Puan, dunia kerja bukan tentang siapa yang paling cepat masuk tapi siapa yang masuk dengan bekal terbaik. Soft skill akan membentuk cara Puan bekerja. Hard skill akan membuat pekerjaan Puan bermakna dan berkualitas.

Dan kombinasi keduanya?
Itulah yang membawa Puan bukan cuma bekerja tapi bertumbuh.

Jadi, mulai hari ini, yuk siapkan diri Puan.
Karena masa depan tidak hanya menunggu, tetapi bisa Puan kejar, bangun, dan miliki.



Referensi:


Author & Editor: Irda Adelina Dalimunthe

Komentar

Rubik Puan Popular

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...