Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!




Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja?

Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output, attitude, kemampuan bekerja sama, dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata.

Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill.

Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi, lho!

Apa Itu Hard Skill?

Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik.

Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini:

  • Microsoft Office & Google Workspace: Minimal bisa Excel dasar, Word, dan PPT. Ini basic banget, Puan.

  • Digital Literacy: Mampu menggunakan platform digital untuk kerja: email profesional, cloud, sistem kolaborasi.

  • Data Handling & Research Skill: Dunia kerja saat ini semakin berbasis data, dapat membaca, memahami, dan mengambil keputusan dari data itu merupakan aset besar.

  • Content Creation & Marketing Tools (Opsional Tapi Bernilai Tambah): Canva, CapCut, atau basic media plan: berguna banget terutama untuk pekerjaan kreatif atau marketing.

  • Language Skill (English Minimal Passive Use): Banyak perusahaan butuh komunikasi internasional yaitu email, meeting, atau laporan.

  • Software sesuai industri
    Contoh:

    • HR: HRIS / payroll tools

    • Finance: Accurate, SAP

    • Creative: Adobe, Figma

    • IT: Python, SQL

Hard skill ini akan terus berkembang seiring posisi dan industri yang Puan jalani.

Lalu, Apa Itu Soft Skill?

Soft skill adalah kemampuan personal dan interpersonal yaitu bagaimana Puan berpikir, bersikap, berkomunikasi, dan bekerja dengan orang lain, dan kabar pentingnya soft skill hampir selalu menentukan siapa yang dapat kesempatan, bukan hanya hard skill.

Menurut LinkedIn Learning Report, 80% rekruter menyatakan bahwa soft skill lebih sulit diajarkan dibandingkan hard skill, karena itu kandidat dengan soft skill yang kuat lebih dihargai.

Soft Skill Wajib untuk Dunia Kerja:

  • Communication Skill: Cara Puan menyampaikan ide dengan jelas dan profesional baik verbal maupun tulisan.

  • Time Management & Work Discipline: Mengatur prioritas, deadline, dan konsistensi.

  • Critical Thinking & Problem Solving: Tidak hanya bertanya, tapi juga bisa memberi solusi.

  • Teamwork & Collaboration: Karena tempat kerja bukan perlombaan tapi sistem kerja bersama.

  • Growth Mindset: Mau belajar, terbuka dengan feedback, dan nggak mudah menyerah.

  • Emotional Intelligence: Paham perasaan diri, menghargai orang lain, dan tetap tenang ketika tekanan datang.

Jadi, Mana yang Lebih Penting: Soft Skill atau Hard Skill?

Keduanya penting dan saling melengkapi, Puan. Bayangkan seperti ini:
Hard skill adalah “alat”. Soft skill adalah “cara menggunakan alat itu untuk memberikan hasil terbaik.”

Contohnya:

  • Bisa desain (hard skill)
    tapi nggak bisa komunikasi dengan klien (soft skill), maka pekerjaannya bisa salah arah.

  • Bisa analisis data (hard skill)
    tapi nggak bisa presentasi hasilnya (soft skill), maka skill-nya nggak terbaca.

Kombinasi keduanya yang membuat Puan unggul.

Bagaimana Mulai Membangun Skill Ini?

Mulailah dari langkah kecil:

  • Ikut event workshop atau pelatihan profesional

  • Belajar lewat platform online (gratis atau berbayar)

  • Minta feedback dari mentor atau atasan

  • Latihan lewat pengalaman kecil: organisasi, freelance, magang

Semakin Puan berlatih, skill ini akan semakin terasa manfaatnya.

Puan, dunia kerja bukan tentang siapa yang paling cepat masuk tapi siapa yang masuk dengan bekal terbaik. Soft skill akan membentuk cara Puan bekerja. Hard skill akan membuat pekerjaan Puan bermakna dan berkualitas.

Dan kombinasi keduanya?
Itulah yang membawa Puan bukan cuma bekerja tapi bertumbuh.

Jadi, mulai hari ini, yuk siapkan diri Puan.
Karena masa depan tidak hanya menunggu, tetapi bisa Puan kejar, bangun, dan miliki.



Referensi:


Author & Editor: Irda Adelina Dalimunthe

Komentar

Rubik Puan Popular

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...