Langsung ke konten utama

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!


Image by: Pinterest


Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya? 

Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran.


Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri.


Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?” 


Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri.


Apa Sih Maksudnya “Detox Pikiran”?

Detox pikiran itu ngajarin buat nahan dorongan membandingkan diri sendiri. Seperti:

  • Stop ngukur value diri dari pencapaian orang lain

  • Stop cari validasi di angka like dan views

  • Stop overthinking berlebihan

Karena realitanya hidup itu bukan lomba lari. Nggak ada yang telat atau ketinggalan. Setiap orang punya jalur masing-masing. Kadang yang perlu dibersihin itu isi kepala diri sendiri dengan pemikiran negatifnya yang beragam.

Baca Juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/11/selalu-menunda-pekerjaan-hati-hati.html

Gimana Cara Stop Comparing & Start Reflecting?

Nggak perlu berubah drastis. Nggak harus langsung jadi versi paling “mindful”. Cukup mulai pelan-pelan dan bisa lakuin cara di bawah ini:

1. Kurangi Scroll, Tambah Kontrol

Nggak harus delete apps atau nonaktifin akun. Cukup sadar kapan Puan berhenti scrolling tanpa tujuan. Coba tuker 15–30 menit scroll jadi:

- Journaling habis sahur

- uduk tenang sebelum buka puasa

- Baca 1–2 halaman buku

Karena penelitian dari American Psychological Association juga menunjukkan bahwa overuse media sosial berkaitan dengan peningkatan kecemasan dan perasaan tidak cukup. Jadi ya, kalau kamu pernah merasa makin insecure setelah scrolling, itu bukan lebay. Itu valid ya, Puan.

2. Kenali Trigger diri sendiri

Setiap orang punya trigger masing-masing yang berbeda. Ada yang langsung down kalau lihat karier orang lain. Ada yang soal relationship. Ada juga yang sensitif banget kalau bahas finansial. Sadari dulu. Bukan untuk menyalahkan diri, tapi supaya Puan bisa mengontrol respon, bukan dikontrol emosi.

3. Ganti Pertanyaan di Kepala

Daripada bilang "Kenapa dia lebih cepat dari Puan?” Coba diganti menjadi “Hari ini Puan berkembang di bagian mana?”

Nah, Refleksi kecil tiap malam juga bisa banget buat bantu: 

  • Apa yang bikin Puan bersyukur hari ini?

  • Satu hal kecil yang bisa Puan improve untuk besok?

  • Pelajaran apa yang Puan dapat hari ini? 

That’s simple, but powerful.

4. Fokus ke Progress Versi Puan

Nggak semua orang start dari titik yang sama. Nggak semua orang punya jalur yang sama. Ramadhan ngajarin kita soal kesabaran. Dan sabar itu bukan pasrah, tapi konsisten untuk fokus ke progres dan hasil diri Puan sendiri. 

5. Selalu Hadir di Semua Momen 

Waktu sahur, nikmati. Waktu buka, rasakan. Waktu ibadah, fokus. Karena kadang kita terlalu sibuk lihat hidup orang lain sampai lupa menikmati hidup sendiri. Karena Nggak semua orang start dari titik yang sama, punya privilege yang sama, maupun timeline yang sama. Latihan mindfulness kaya gini juga bisa membantu Puan mengurangi stres dan overthinking, loh! 


Puan, Ramadhan bukan tentang terlihat berubah. Tapi tentang benar-benar berubah. Nggak harus dramatis. Nggak harus langsung perfect. Cukup mulai dari berhenti membandingkan. Stop comparing. Start reflecting. Karena ketenangan itu nggak datang saat kamu jadi “lebih dari orang lain”, tapi saat kamu cukup dengan versi dirimu sendiri.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Author & Editor: Citra Sofia Virnanda


Sumber Referensi:

Ismail, M. (2026). Memulihkan Fokus, Menjemput Kekhusyukan: Digital Detox di Ambang Ramadhan. uin alaudin. https://uin-alauddin.ac.id/opini/detail/memulihkan-fokus-menjemput-kekhusyukan--digital-detox-di-ambang-ramadhan-h-3

Arlinta, D. (2016). Puasa Jadi Sarana Detoksifikasi Jiwa. Kompas.https://www.kompas.id/artikel/puasa-jadi-sarana-detoksifikasi-jiwa

Kenbaran, L. Puasa Jadi Sarana Detoksifikasi Jiwa. RS Marzoeki. https://rsmmbogor.com/puasa-sebagai-sarana-detoksifikasi

Masyitoh, N. (2025). Puasa di Era Digital Mindfulness dan Digital Detox. https://kotayogya.baznas.go.id/berita/news-show/puasa-di-era-digital-mindfulness-dan-


Author 7 Editor: Citra Sofia Virnandadigital-detox/

Komentar

Rubik Puan Popular

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!

Image by: Roxie Nafousi Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya?  Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html   Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending -nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain. Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Pa...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Kenapa Sih Penting untuk Percaya Diri? Self development atau pengembangan diri adalah proses sadar untuk terus memperbaiki diri, baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, maupun keahlian. Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan diri adalah percaya diri. Tanpa kepercayaan diri, semua potensi yang Puan miliki bisa “terkunci”. Padahal, percaya diri bukan bawaan lahir, tapi ia bisa dilatih lewat pengalaman dan pola pikir yang tepat. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), orang yang memiliki self-confidence tinggi lebih mudah mengambil keputusan, berani mencoba hal baru, dan punya tingkat stres lebih rendah. Kenapa Perempuan Muda Masih Sering Ragu? Puan, nggak sedikit perempuan muda yang merasa “nggak cukup baik”. Apalagi di era media sosial, di mana kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai “comparison trap” dan sering jadi penghalang utama kepercayaan diri. Kabar baiknya, dengan growth mindset, rasa ragu itu bisa beru...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers  Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa aktivitas adalah educative talkshow , menjelajahi berbagai booth corner , hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt . Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui ses...

Hidup Tanpa FOPO: Rahasia Menjadi Lebih Percaya Diri

      Image by  pngtree.com Puan pernah enggak sih saat ketika sudah rapi lalu berdiri di depan cermin sambil bertanya ke diri sendiri, seperti “Penampilan aku udah OK belum ya?”, “Make up aku berlebihan enggak ya?”, atau “Aku kelihatan aneh enggak ya pakai baju ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena Puan khawatir dengan pandangan orang lain? Kalau iya, bisa saja Puan sedang mengalami FOPO atau Fear of Other People’s Opinions. Apa itu FOPO? Mengutip dari laman Harvard Business Review , Fear of Other People’s Opinions atau FOPO merupakan istilah yang mengarah pada perasaan cemas yang berlebihan terhadap pandangan orang lain. Alasan timbulnya perasaan cemas, takut, atau tegang ketika akan melakukan suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang ialah karena khawatir terhadap ketidaksetujuan sosial pada diri sendiri. Istilah FOPO dicetuskan oleh Michael Gervais, PhD - seorang psikolog sekaligus penulis, yang memiliki pandangan bahwa rasa ketakutan ini merupa...