Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!


Image by: Pinterest


Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya? 

Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran.


Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri.


Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?” 


Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri.


Apa Sih Maksudnya “Detox Pikiran”?

Detox pikiran itu ngajarin buat nahan dorongan membandingkan diri sendiri. Seperti:

  • Stop ngukur value diri dari pencapaian orang lain

  • Stop cari validasi di angka like dan views

  • Stop overthinking berlebihan

Karena realitanya hidup itu bukan lomba lari. Nggak ada yang telat atau ketinggalan. Setiap orang punya jalur masing-masing. Kadang yang perlu dibersihin itu isi kepala diri sendiri dengan pemikiran negatifnya yang beragam.

Baca Juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/11/selalu-menunda-pekerjaan-hati-hati.html

Gimana Cara Stop Comparing & Start Reflecting?

Nggak perlu berubah drastis. Nggak harus langsung jadi versi paling “mindful”. Cukup mulai pelan-pelan dan bisa lakuin cara di bawah ini:

1. Kurangi Scroll, Tambah Kontrol

Nggak harus delete apps atau nonaktifin akun. Cukup sadar kapan Puan berhenti scrolling tanpa tujuan. Coba tuker 15–30 menit scroll jadi:

- Journaling habis sahur

- uduk tenang sebelum buka puasa

- Baca 1–2 halaman buku

Karena penelitian dari American Psychological Association juga menunjukkan bahwa overuse media sosial berkaitan dengan peningkatan kecemasan dan perasaan tidak cukup. Jadi ya, kalau kamu pernah merasa makin insecure setelah scrolling, itu bukan lebay. Itu valid ya, Puan.

2. Kenali Trigger diri sendiri

Setiap orang punya trigger masing-masing yang berbeda. Ada yang langsung down kalau lihat karier orang lain. Ada yang soal relationship. Ada juga yang sensitif banget kalau bahas finansial. Sadari dulu. Bukan untuk menyalahkan diri, tapi supaya Puan bisa mengontrol respon, bukan dikontrol emosi.

3. Ganti Pertanyaan di Kepala

Daripada bilang "Kenapa dia lebih cepat dari Puan?” Coba diganti menjadi “Hari ini Puan berkembang di bagian mana?”

Nah, Refleksi kecil tiap malam juga bisa banget buat bantu: 

  • Apa yang bikin Puan bersyukur hari ini?

  • Satu hal kecil yang bisa Puan improve untuk besok?

  • Pelajaran apa yang Puan dapat hari ini? 

That’s simple, but powerful.

4. Fokus ke Progress Versi Puan

Nggak semua orang start dari titik yang sama. Nggak semua orang punya jalur yang sama. Ramadhan ngajarin kita soal kesabaran. Dan sabar itu bukan pasrah, tapi konsisten untuk fokus ke progres dan hasil diri Puan sendiri. 

5. Selalu Hadir di Semua Momen 

Waktu sahur, nikmati. Waktu buka, rasakan. Waktu ibadah, fokus. Karena kadang kita terlalu sibuk lihat hidup orang lain sampai lupa menikmati hidup sendiri. Karena Nggak semua orang start dari titik yang sama, punya privilege yang sama, maupun timeline yang sama. Latihan mindfulness kaya gini juga bisa membantu Puan mengurangi stres dan overthinking, loh! 


Puan, Ramadhan bukan tentang terlihat berubah. Tapi tentang benar-benar berubah. Nggak harus dramatis. Nggak harus langsung perfect. Cukup mulai dari berhenti membandingkan. Stop comparing. Start reflecting. Karena ketenangan itu nggak datang saat kamu jadi “lebih dari orang lain”, tapi saat kamu cukup dengan versi dirimu sendiri.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Author & Editor: Citra Sofia Virnanda


Sumber Referensi:

Ismail, M. (2026). Memulihkan Fokus, Menjemput Kekhusyukan: Digital Detox di Ambang Ramadhan. uin alaudin. https://uin-alauddin.ac.id/opini/detail/memulihkan-fokus-menjemput-kekhusyukan--digital-detox-di-ambang-ramadhan-h-3

Arlinta, D. (2016). Puasa Jadi Sarana Detoksifikasi Jiwa. Kompas.https://www.kompas.id/artikel/puasa-jadi-sarana-detoksifikasi-jiwa

Kenbaran, L. Puasa Jadi Sarana Detoksifikasi Jiwa. RS Marzoeki. https://rsmmbogor.com/puasa-sebagai-sarana-detoksifikasi

Masyitoh, N. (2025). Puasa di Era Digital Mindfulness dan Digital Detox. https://kotayogya.baznas.go.id/berita/news-show/puasa-di-era-digital-mindfulness-dan-


Author 7 Editor: Citra Sofia Virnandadigital-detox/

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...