Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

 

Image by: Psychological Science


Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang.


Apa Itu Prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk.


Kenapa Puan Suka Menunda?

Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk:

  • Takut gagal atau tidak sempurna
Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali.

  • Tugas terasa terlalu besar dan menakutkan
Ketika Puan melihat sebuah proyek besar, otak Puan langsung kewalahan dan tidak tahu harus mulai dari mana, jadi akhirnya memilih untuk tidak dimulai.

  • Terlalu banyak pilihan dan bingung prioritas
Ketika Puan punya banyak tugas sekaligus, Puan malah bingung mana yang harus dikerjakan duluan dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa.

  • Terdistraksi oleh hal-hal yang kurang penting
Menyelesaikan tugas menjadi lebih sulit ketika Puan merasa terganggu, misalnya suara-suara berisik atau Puan memilih melakukan aktivitas pengganti, seperti membersihkan kamar atau dapur sebagai penundaan yang disamarkan.


Lalu, gimana cara Puan mengatasi prokrastinasi?

Ada beberapa hal yang bisa Puan coba untuk dapat mengatasi kebiasaan menunda-nunda atau prokrastinasi:

  • Pecah tugas besar jadi bagian kecil
Alih-alih berpikir harus menyelesaikan makalah atau laporan, pikirkan hari ini Puan hanya perlu menulis satu paragraf awal. Tugas kecil lebih mudah dimulai.

  • Berhenti berpikir dan mulai bertindak
Terkadang, semakin Puan memikirkan suatu tugas, Puan semakin merasa terbebani oleh tugas tersebut. Puan juga bisa terjebak dalam pemikiran bahwa Puan perlu merasa "cukup termotivasi" sebelum melakukan sesuatu. Tetapi sebenarnya, ketika Puan bertindak lebih dulu, motivasi akan mengikuti.

  • Mulai dari yang termudah
Tidak harus dimulai dari awal atau dari yang paling sulit. Mulai dari bagian yang paling mudah untuk membangun momentum dan kepercayaan diri Puan.

  • Hilangkan distraksi
Matikan notifikasi ponsel, blokir media sosial dengan aplikasi, atau kerjakan di tempat yang tidak ada gangguan agar fokus Puan tidak terpecah.


Prokrastinasi bukan berarti Puan malas atau tidak mampu. Ini adalah respons psikologis yang bisa diatasi dengan strategi yang tepat. Ingat, yang penting bukan kesempurnaan, tapi progres. Mulai dari langkah kecil hari ini lebih baik daripada menunggu momen sempurna yang mungkin tidak pernah datang.



Referensi: 

Johns Hopkins University Academic Support. (n.d.). Overcoming procrastination. Johns Hopkins University. Retrieved November 24, 2025, from https://academicsupport.jhu.edu/resources/study-aids/overcoming-procrastination/

Solving Procrastination. (n.d.). Why people procrastinate: The psychology and causes of procrastination. Retrieved November 24, 2025, from https://solvingprocrastination.com/why-people-procrastinate/

University of Melbourne. (n.d.). Procrastination. Counselling and Psychological Services. Retrieved November 24, 2025, from https://services.unimelb.edu.au/counsel/resources/study-related-issues/procrastination

Author & Editor: Anisa Zahara

Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

  Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 Jakarta, 15 Oktober 2026  Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah. Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi,...

Let Them Theory: Berhenti Mengejar yang Tidak Meimilih Puan

Image by: KPU KAB-NDUGA  Puan pernah nggak sih merasa sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan seseorang, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan? Atau Puan terus memikirkan sikap orang lain, mencoba memahami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali? Perasaan seperti ini sering membuat Puan lelah tanpa disadari, karena terlalu fokus pada hal yang tidak bisa diatur. Di sinilah The Let Them Theory mulai terasa relevan. Konsep ini memperkenalkan cara pandang sederhana, bahwa tidak semua hal perlu diperjuangkan mati-matian, terutama jika itu melibatkan kehendak orang lain. Baca Juga:  https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/be-of-service-ternyata-kunci-pede.html Apa sih Let Them Theory itu? Sering kali, tanpa disadari, Puan menghabiskan banyak energi untuk mencoba memahami, memperbaiki, atau bahkan mengendalikan orang lain. Padahal, tidak semua hal memang berada dalam kendali Puan. Konsep “ let them ” pada dasarnya mengajak Puan untuk be...

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...