Langsung ke konten utama

Kenali Decluttering, Aktivitas Merapikan Ruangan Serta Pikiran

Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk) Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan. Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan. Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering , Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

 

Image by: Psychological Science


Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang.


Apa Itu Prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk.


Kenapa Puan Suka Menunda?

Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk:

  • Takut gagal atau tidak sempurna
Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali.

  • Tugas terasa terlalu besar dan menakutkan
Ketika Puan melihat sebuah proyek besar, otak Puan langsung kewalahan dan tidak tahu harus mulai dari mana, jadi akhirnya memilih untuk tidak dimulai.

  • Terlalu banyak pilihan dan bingung prioritas
Ketika Puan punya banyak tugas sekaligus, Puan malah bingung mana yang harus dikerjakan duluan dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa.

  • Terdistraksi oleh hal-hal yang kurang penting
Menyelesaikan tugas menjadi lebih sulit ketika Puan merasa terganggu, misalnya suara-suara berisik atau Puan memilih melakukan aktivitas pengganti, seperti membersihkan kamar atau dapur sebagai penundaan yang disamarkan.


Lalu, gimana cara Puan mengatasi prokrastinasi?

Ada beberapa hal yang bisa Puan coba untuk dapat mengatasi kebiasaan menunda-nunda atau prokrastinasi:

  • Pecah tugas besar jadi bagian kecil
Alih-alih berpikir harus menyelesaikan makalah atau laporan, pikirkan hari ini Puan hanya perlu menulis satu paragraf awal. Tugas kecil lebih mudah dimulai.

  • Berhenti berpikir dan mulai bertindak
Terkadang, semakin Puan memikirkan suatu tugas, Puan semakin merasa terbebani oleh tugas tersebut. Puan juga bisa terjebak dalam pemikiran bahwa Puan perlu merasa "cukup termotivasi" sebelum melakukan sesuatu. Tetapi sebenarnya, ketika Puan bertindak lebih dulu, motivasi akan mengikuti.

  • Mulai dari yang termudah
Tidak harus dimulai dari awal atau dari yang paling sulit. Mulai dari bagian yang paling mudah untuk membangun momentum dan kepercayaan diri Puan.

  • Hilangkan distraksi
Matikan notifikasi ponsel, blokir media sosial dengan aplikasi, atau kerjakan di tempat yang tidak ada gangguan agar fokus Puan tidak terpecah.


Prokrastinasi bukan berarti Puan malas atau tidak mampu. Ini adalah respons psikologis yang bisa diatasi dengan strategi yang tepat. Ingat, yang penting bukan kesempurnaan, tapi progres. Mulai dari langkah kecil hari ini lebih baik daripada menunggu momen sempurna yang mungkin tidak pernah datang.



Referensi: 

Johns Hopkins University Academic Support. (n.d.). Overcoming procrastination. Johns Hopkins University. Retrieved November 24, 2025, from https://academicsupport.jhu.edu/resources/study-aids/overcoming-procrastination/

Solving Procrastination. (n.d.). Why people procrastinate: The psychology and causes of procrastination. Retrieved November 24, 2025, from https://solvingprocrastination.com/why-people-procrastinate/

University of Melbourne. (n.d.). Procrastination. Counselling and Psychological Services. Retrieved November 24, 2025, from https://services.unimelb.edu.au/counsel/resources/study-related-issues/procrastination

Author & Editor: Anisa Zahara

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Kenali Decluttering, Aktivitas Merapikan Ruangan Serta Pikiran

Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk) Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan. Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan. Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering , Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...