Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

 

Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (infinumgrowth.com)

Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung.

Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya!

Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight. Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar harimau dengan ancaman ditatap oleh 50 orang audiens. Akibatnya, tubuh ngelepas adrenalin secara besar-besaran yang bikin Puan jadi waspada dan gelisah.

Rasa takut ini biasanya muncul karena Puan terlalu fokus pada penilaian orang lain. Puan takut salah, takut diketawain, atau takut jadi kayak nggak kompeten. Padahal, seringkali audiens sebenarnya nggak terlalu memperhatikan detail kesalahan kecil Puan, lho.

Tips Dari Priska Buat Ngusir Grogi!

Kalau Puan harus tampil dalam waktu dekat, coba deh lakukan beberapa trik ini:

  1. Kuasai Materi, Bukan Hafalan 

Jangan menghafal kata per kata, karena kalau satu kata hilang, buyar semua. Cukup pahami poin-poin besarnya. Kalau Puan paham konsepnya, Puan bisa menjelaskan dengan bahasa yang lebih mengalir dan santai.

  1. Teknik Pernapasan 4-7-8 

Sebelum naik panggung, coba tarik napas dalam 4 detik, tahan 7 detik, dan buang pelan-pelan selama 8 detik. Ini adalah cara instan buat ngasih tahu sistem saraf Puan kalau semuanya aman.

  1. Gerakkan Tubuh 

Jangan berdiri kaku kayak patung. Gunakan gerakan tangan atau jalan sedikit ke kiri dan kanan. Gerakan fisik membantu menyalurkan energi adrenalin yang meluap-luap supaya nggak menumpuk di dada atau tangan yang gemetar.

Daripada bilang ke diri sendiri, "Duh, aku gugup banget," coba ganti kalimatnya jadi, "Aku semangat banget!". Secara fisiologis, gejala gugup dan semangat itu hampir sama dengan: jantung berdebar dan napas cepat. Dengan mengubah labelnya, Puan mengubah rasa takut jadi energi positif untuk tampil lebih powerful.

Ingat, audiens sebenarnya ada di pihak Puan. Mereka datang buat dengerin apa yang Puan sampaikan, bukan buat nungguin Puan salah. Jadi, tarik napas dalam, senyum, dan langsung gas aja!


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 


Author & Editor: Zalfa Zahiyah Putri WIbawa


Referensi

Demam panggung, Inilah 6 tips ampuh Mengatasinya. (2025, July 29). Alodokter. https://www.alodokter.com/demam-panggung-inilah-6-tips-ampuh-mengatasinya 

Tino. (2025, June 22). Apakah demam panggung termasuk anxiety? yuk cari tahu faktanya! Primaya Hospital. https://primayahospital.com/kejiwaan/demam-panggung/

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...