Langsung ke konten utama

Katanya Harus Cari Passion, Tapi Kok Malah Makin Bingung?

 " Cari passion dulu, baru cari kerja.” Kalimat itu mungkin sering Puan dengar. Dari dosen, orang tua, sampai konten di media sosial. Tapi bukannya merasa tercerahkan, banyak dari kita justru jadi bertanya-tanya, “Kalau aku belum tahu passion-ku, berarti aku belum siap memulai karier?” Kalau Puan pernah berpikir seperti itu, tenang. Puan nggak sendirian. Faktanya, membangun karier nggak selalu dimulai dengan menemukan passion. Justru, banyak orang baru benar-benar menemukan apa yang mereka sukai setelah berani mencoba berbagai pengalaman. Passion Nggak Selalu Datang di Awal Belakangan, topik tentang passion dan karier semakin sering dibahas, terutama oleh Gen Z. Namun, menurut Kompas.com, memilih karier bukan hanya soal mengikuti passion , tetapi juga mempertimbangkan peluang berkembang, kondisi finansial, dan tujuan hidup.   Artinya, nggak ada satu rumus yang berlaku untuk semua orang. Kalau hari ini Puan masih bingung menentukan arah, itu bukan berarti Puan tertinggal....

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

 




Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers


 Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3).


Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3).

Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara.

Beberapa aktivitas adalah educative talkshow, menjelajahi berbagai booth corner, hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt. Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui sesi lucky draw serta exclusive goodie bag yang berisi produk pilihan dari berbagai brand.

Di event ini, momfluencer juga diajak ngonten bareng di semua booth sponsor dan mengunggah keseruannya di Instagram Story (IGS). Momfluencer dengan Best IG Story akan dipilih oleh brand dan berhak mendapat hadiah spesial.

“Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments hadir sebagai ruang hangat bagi para ibu untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan mendapatkan inspirasi baru di bulan Ramadan. Kami berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memberikan nilai edukatif yang bermanfaat bagi kehidupan keluarga para peserta,” ujar Nadila Dwi Analda, Project Manager acara ini.

Adrian Maulana, Brand Representative UBS Gold Bar, mengisi talkshow tentang strategi pengelolaan keuangan keluarga melalui investasi emas dalam Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments.


Ruang Belajar dan Berbagi untuk Para Ibu

Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah rangkaian talkshow yang menghadirkan pembicara inspiratif dari berbagai bidang dan mewakili berbagai brand. 

Talkshow pertama bertajuk “Tidur Tenang Demi Kesehatan Mental Keluarga” yang dibawakan oleh Firman Wijaya Kusuma, Head of Business & Operation Unitwo. Sesi ini mengangkat pentingnya kualitas tidur sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental dan keharmonisan keluarga.

Talkshow kedua menghadirkan Nurul Aulia, Product Manager Octenilin, yang membahas topik “Penanganan Cepat Luka pada Anak Tanpa Rasa Perih.” Dalam sesi ini, para ibu mendapatkan edukasi praktis mengenai langkah penanganan luka pada anak secara tepat, aman, dan minim rasa tidak nyaman.

Sesi berikutnya mengangkat tema kewirausahaan perempuan melalui talkshow “The Power of Partnership: Strategi Womanpreneur Sukses Tanpa Harus Punya Brand Sendiri.” Restiani Nazarwati, Owner Redrose Beauty (Avoskin’s Official Partner), berbagi pengalaman mengenai peluang bisnis berbasis kemitraan yang dapat dijalankan oleh para ibu tanpa harus membangun brand dari nol.

Rangkaian talkshow ditutup dengan sesi finansial bertema “Ibu Cerdas, Keluarga Kuat: Strategi Nabung Emas Tanpa Riba di Era Modern.” Adrian Maulana, Brand Representative UBS Gold Bar, membagikan wawasan mengenai strategi pengelolaan keuangan keluarga melalui investasi emas sebagai salah satu instrumen yang relatif stabil dan berkelanjutan.

Brand sponsor dan partner memberikan hadiah kepada para influencer yang memenangkan Best IG Story maupun Lucky Draw.

Kolaborasi Bersama Brand dan Partner

Terselenggaranya acara ini tidak terlepas dari dukungan berbagai brand sponsor dan partner yang turut berpartisipasi. Sponsor di event kali ini adalah UBS Gold Bar, AVO Group (bersama Redrose Beauty as Avoskin’s Official Partner), Octenilin, Unitwo, Fiesta Seafood, SKITCHEN Indonesia, serta Venta Indonesia. 

UBS Gold Bar, AVO Group (bersama Redrose Beauty as Avoskin’s Official Partner), Octenilin, Fiesta Seafood, SKITCHEN Indonesia, serta Venta Indonesia juga hadir sebagai Official Booth Sponsors. Mereka memberikan pengalaman interaktif bagi para peserta melalui berbagai aktivitas booth.

Selain itu, acara ini juga didukung oleh berbagai Official Partners, yaitu The Hub Sinar Mas Land, Sanwoo Electronics, Crystal of the Sea, KAIE, NACIFIC, Arummi Foods, Alamii Food, Apron Kitchen, Nourish, Jepangsei Premium, Momiku by Realfood, Maskit, Medikids, Yummy Bites, Natur, Kuntoem, Mood Butter, Kiddydyw, Krispy Krispy Asia, PMB Toys, Oh My Salad!, dan Bogana May-May.

Saat berbuka puasa, para peserta akan menikmati hidangan yang disediakan oleh Oh My Salad! dan Bogana May-May. Ini menjadi kesempatan bagi para ibu untuk bersantai, berbagi cerita, mempererat hubungan dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan sambil menikmati hidangan lezat penuh gizi.

Melalui Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments, komunitas Ibu2Canggih berharap dapat terus menghadirkan ruang kolaborasi yang positif bagi para ibu modern. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para perempuan untuk saling mendukung, memperluas wawasan, serta membawa inspirasi baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun aktivitas profesional mereka.

Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara.

Tentang Ibu2Canggih

Ibu2Canggih adalah komunitas yang berdedikasi untuk mendukung ibu-ibu di Indonesia supaya bisa bekerja sama dengan brand-brand ternama dan ikut terlibat dalam dunia digital marketing yang semakin canggih. Melalui berbagai kegiatan dan inisiatif, Ibu2Canggih berupaya menciptakan ruang yang positif bagi para ibu untuk saling berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Email: busdev@bertsolution.com

WhatsApp: +6281-1567-4433

Instagram: @ibu2canggih

Website: www.bertsolution.com


Komentar

Rubik Puan Popular

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Katanya Harus Cari Passion, Tapi Kok Malah Makin Bingung?

 " Cari passion dulu, baru cari kerja.” Kalimat itu mungkin sering Puan dengar. Dari dosen, orang tua, sampai konten di media sosial. Tapi bukannya merasa tercerahkan, banyak dari kita justru jadi bertanya-tanya, “Kalau aku belum tahu passion-ku, berarti aku belum siap memulai karier?” Kalau Puan pernah berpikir seperti itu, tenang. Puan nggak sendirian. Faktanya, membangun karier nggak selalu dimulai dengan menemukan passion. Justru, banyak orang baru benar-benar menemukan apa yang mereka sukai setelah berani mencoba berbagai pengalaman. Passion Nggak Selalu Datang di Awal Belakangan, topik tentang passion dan karier semakin sering dibahas, terutama oleh Gen Z. Namun, menurut Kompas.com, memilih karier bukan hanya soal mengikuti passion , tetapi juga mempertimbangkan peluang berkembang, kondisi finansial, dan tujuan hidup.   Artinya, nggak ada satu rumus yang berlaku untuk semua orang. Kalau hari ini Puan masih bingung menentukan arah, itu bukan berarti Puan tertinggal....

When Your Brain Says “Enough”: Mengenal Overstimulation dan Penyebabnya

Pernah nggak, Puan merasa lelah dengan aktivitas sekitar? Merasa energi terkuras oleh hal-hal yang telah Puan lakukan? Bisa jadi, Puan mengalami overstimulation : suatu kondisi ketika seseorang merasa terlalu lelah akibat banyaknya interaksi sekitar. Ibarat gelas yang terus dituangi air sampai tumpah, kita juga bisa merasa kewalahan. Kondisi ini biasanya dapat membuat seseorang merasa lelah secara emosi maupun fisik, mudah marah, sulit fokus, hingga merasa ingin menjauh sejenak dari keadaan sekitar yang menunjukkan bahwa diri sudah melebihi batas energi. Apa yang menjadi pemicu overstimulation ? Social Media yang Berlebihan Di era sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari hidup layaknya makanan yang harus dikonsumsi setiap waktunya. Bo Han (2018), menunjukkan kondisi media burn-out , dimana seseorang merasa lelah dan terputus dari lingkungan sekitarnya secara daring maupun luring. Banyaknya Tekanan Deadlines , ekspektasi, hingga tekanan emosi yang menumpuk dan menjadi cemas, st...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...