Langsung ke konten utama

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Source: https://pin.it/7KvGUIMRo  Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: “ Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini? ” Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang? Mengenal Imposter Syndrome Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome . Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan t...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

 




Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers


 Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3).


Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3).

Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara.

Beberapa aktivitas adalah educative talkshow, menjelajahi berbagai booth corner, hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt. Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui sesi lucky draw serta exclusive goodie bag yang berisi produk pilihan dari berbagai brand.

Di event ini, momfluencer juga diajak ngonten bareng di semua booth sponsor dan mengunggah keseruannya di Instagram Story (IGS). Momfluencer dengan Best IG Story akan dipilih oleh brand dan berhak mendapat hadiah spesial.

“Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments hadir sebagai ruang hangat bagi para ibu untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan mendapatkan inspirasi baru di bulan Ramadan. Kami berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memberikan nilai edukatif yang bermanfaat bagi kehidupan keluarga para peserta,” ujar Nadila Dwi Analda, Project Manager acara ini.

Adrian Maulana, Brand Representative UBS Gold Bar, mengisi talkshow tentang strategi pengelolaan keuangan keluarga melalui investasi emas dalam Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments.


Ruang Belajar dan Berbagi untuk Para Ibu

Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah rangkaian talkshow yang menghadirkan pembicara inspiratif dari berbagai bidang dan mewakili berbagai brand. 

Talkshow pertama bertajuk “Tidur Tenang Demi Kesehatan Mental Keluarga” yang dibawakan oleh Firman Wijaya Kusuma, Head of Business & Operation Unitwo. Sesi ini mengangkat pentingnya kualitas tidur sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental dan keharmonisan keluarga.

Talkshow kedua menghadirkan Nurul Aulia, Product Manager Octenilin, yang membahas topik “Penanganan Cepat Luka pada Anak Tanpa Rasa Perih.” Dalam sesi ini, para ibu mendapatkan edukasi praktis mengenai langkah penanganan luka pada anak secara tepat, aman, dan minim rasa tidak nyaman.

Sesi berikutnya mengangkat tema kewirausahaan perempuan melalui talkshow “The Power of Partnership: Strategi Womanpreneur Sukses Tanpa Harus Punya Brand Sendiri.” Restiani Nazarwati, Owner Redrose Beauty (Avoskin’s Official Partner), berbagi pengalaman mengenai peluang bisnis berbasis kemitraan yang dapat dijalankan oleh para ibu tanpa harus membangun brand dari nol.

Rangkaian talkshow ditutup dengan sesi finansial bertema “Ibu Cerdas, Keluarga Kuat: Strategi Nabung Emas Tanpa Riba di Era Modern.” Adrian Maulana, Brand Representative UBS Gold Bar, membagikan wawasan mengenai strategi pengelolaan keuangan keluarga melalui investasi emas sebagai salah satu instrumen yang relatif stabil dan berkelanjutan.

Brand sponsor dan partner memberikan hadiah kepada para influencer yang memenangkan Best IG Story maupun Lucky Draw.

Kolaborasi Bersama Brand dan Partner

Terselenggaranya acara ini tidak terlepas dari dukungan berbagai brand sponsor dan partner yang turut berpartisipasi. Sponsor di event kali ini adalah UBS Gold Bar, AVO Group (bersama Redrose Beauty as Avoskin’s Official Partner), Octenilin, Unitwo, Fiesta Seafood, SKITCHEN Indonesia, serta Venta Indonesia. 

UBS Gold Bar, AVO Group (bersama Redrose Beauty as Avoskin’s Official Partner), Octenilin, Fiesta Seafood, SKITCHEN Indonesia, serta Venta Indonesia juga hadir sebagai Official Booth Sponsors. Mereka memberikan pengalaman interaktif bagi para peserta melalui berbagai aktivitas booth.

Selain itu, acara ini juga didukung oleh berbagai Official Partners, yaitu The Hub Sinar Mas Land, Sanwoo Electronics, Crystal of the Sea, KAIE, NACIFIC, Arummi Foods, Alamii Food, Apron Kitchen, Nourish, Jepangsei Premium, Momiku by Realfood, Maskit, Medikids, Yummy Bites, Natur, Kuntoem, Mood Butter, Kiddydyw, Krispy Krispy Asia, PMB Toys, Oh My Salad!, dan Bogana May-May.

Saat berbuka puasa, para peserta akan menikmati hidangan yang disediakan oleh Oh My Salad! dan Bogana May-May. Ini menjadi kesempatan bagi para ibu untuk bersantai, berbagi cerita, mempererat hubungan dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan sambil menikmati hidangan lezat penuh gizi.

Melalui Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments, komunitas Ibu2Canggih berharap dapat terus menghadirkan ruang kolaborasi yang positif bagi para ibu modern. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para perempuan untuk saling mendukung, memperluas wawasan, serta membawa inspirasi baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun aktivitas profesional mereka.

Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara.

Tentang Ibu2Canggih

Ibu2Canggih adalah komunitas yang berdedikasi untuk mendukung ibu-ibu di Indonesia supaya bisa bekerja sama dengan brand-brand ternama dan ikut terlibat dalam dunia digital marketing yang semakin canggih. Melalui berbagai kegiatan dan inisiatif, Ibu2Canggih berupaya menciptakan ruang yang positif bagi para ibu untuk saling berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Email: busdev@bertsolution.com

WhatsApp: +6281-1567-4433

Instagram: @ibu2canggih

Website: www.bertsolution.com


Komentar

Rubik Puan Popular

Takut Ditolak Orang Lain Sampai Takut dengan Diri Sendiri? Yuk, Pahami Respons Fawn

Source: Magnific Apakah Puan pernah merasa sulit menolak permintaan orang lain, meski sebenarnya sedang lelah? Atau lebih memilih mengalah agar tidak cekcok dengan orang lain? Jika iya, mungkin Puan sedang mengalami respons fawn .  Di mata orang lain, selalu mengalah sering dipandang sebagai tanda bahwa seseorang itu baik hati, penyabar, dan sering bisa diandalkan. Padahal, tidak semua sikap tersebut muncul karena keinginan sendiri.  Ada kalanya Puan terus berusaha menyenangkan orang lain karena merasa itu adalah satu-satunya cara agar diterima, disukai, atau dijauhkan dari perselisihan. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda dari respons fawn . Apa Itu Respons Fawn Respons fawn adalah kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain demi menghindari penolakan, konflik, atau kemarahan. Puan dengan respons ini biasanya rela mengesampingkan kebutuhan dan perasaannya sendiri agar tetap...

Portfolio 101: Mulai Dari Mana, Ya?

source: https://pin.it/30ORZCIja Puan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah portofolio . Namun, pernahkah Puan bertanya-tanya, mengapa portofolio menjadi salah satu hal yang hampir selalu diminta dalam proses rekrutmen? Sederhananya, portofolio adalah kumpulan pengalaman, karya, dan pencapaian yang disusun secara menarik agar orang lain dapat melihat kemampuan yang Puan miliki. Melalui portofolio, recruiter tidak hanya membaca apa yang Puan tuliskan di CV, tetapi juga dapat melihat bukti nyata dari apa yang pernah Puan kerjakan. Inilah mengapa portofolio menjadi begitu penting. Portofolio membantu recruiter menilai sejauh mana kemampuan, pengalaman, dan potensi Puan sesuai dengan posisi yang dilamar. Semakin relevan pengalaman yang ditampilkan, semakin besar pula kesempatan Puan untuk meninggalkan kesan yang baik. Jadi, bagaimana membuat portofolio Puan tampak berkesan dan valuable ? Tenang, Puan, bikin portofolio sekarang nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Bahkan, kalau belum...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Phubbing: Kebiasaan Buruk yang Menurunkan Kualitas Interaksi dengan Lawan Bicara

Ilustrasi seseorang yang merasakan phubbing. (halodoc.com) Di era digital seperti sekarang, HP telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir sepanjang waktu tangan kita tidak terlepas dari HP. Meski memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, penggunaan HP yang berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas interaksi dengan orang di sekitar.  Salah satu perilaku yang semakin sering ditemui adalah phubbing , yaitu kebiasaan lebih fokus pada smartphone daripada orang yang sedang diajak berbicara secara langsung. Apa Itu Phubbing? Sederhananya, phubbing merupakan perilaku mengabaikan lawan bicara yang sedang berada di hadapan kita dengan sibuk menyibukkan perhatian pada HP. Perilaku ini tentunya tidak mencerminkan etika berkomunikasi yang baik, loh Puan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk perilaku phubbing tidak hanya digambarkan dengan seseorang yang sibuk membalas chat . Adapun kebiasaan lainnya, seperti membuka media sosia...

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Source: https://pin.it/7KvGUIMRo  Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: “ Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini? ” Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang? Mengenal Imposter Syndrome Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome . Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan t...