Langsung ke konten utama

Lagi Istirahat, tapi Malah Merasa Bersalah? Yuk, Kenalan Sama Rest Guilt

  Pernah nggak, Puan lagi rebahan setelah hari yang panjang, tapi bukannya merasa tenang, malah muncul rasa nggak nyaman? Rasanya seperti ada suara kecil di kepala yang bilang, “Harusnya aku lagi ngerjain sesuatu.” Atau mungkin, “Orang lain lagi produktif, kok aku malah santai?” Kalau iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai rest guilt , yaitu rasa bersalah saat beristirahat karena merasa belum cukup produktif, belum cukup bekerja keras, atau belum “layak” untuk berhenti sejenak. Di era hustle culture seperti sekarang, istirahat sering diposisikan seperti hadiah. Sesuatu yang baru boleh dinikmati setelah semua tugas selesai, target tercapai, dan checklist tercentang sempurna. Masalahnya, kapan semuanya benar-benar selesai? Baca Juga: https://puanbisa.blogspot.com/2026/03/tidak-semua-zona-nyaman-perlu.html   Kenapa Kita Merasa Bersalah Saat Istirahat? Banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa sibuk adalah indikator kesuksesan. Semakin penuh jadwal kita, se...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

 




Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers


 Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3).


Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3).

Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara.

Beberapa aktivitas adalah educative talkshow, menjelajahi berbagai booth corner, hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt. Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui sesi lucky draw serta exclusive goodie bag yang berisi produk pilihan dari berbagai brand.

Di event ini, momfluencer juga diajak ngonten bareng di semua booth sponsor dan mengunggah keseruannya di Instagram Story (IGS). Momfluencer dengan Best IG Story akan dipilih oleh brand dan berhak mendapat hadiah spesial.

“Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments hadir sebagai ruang hangat bagi para ibu untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan mendapatkan inspirasi baru di bulan Ramadan. Kami berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memberikan nilai edukatif yang bermanfaat bagi kehidupan keluarga para peserta,” ujar Nadila Dwi Analda, Project Manager acara ini.

Adrian Maulana, Brand Representative UBS Gold Bar, mengisi talkshow tentang strategi pengelolaan keuangan keluarga melalui investasi emas dalam Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments.


Ruang Belajar dan Berbagi untuk Para Ibu

Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah rangkaian talkshow yang menghadirkan pembicara inspiratif dari berbagai bidang dan mewakili berbagai brand. 

Talkshow pertama bertajuk “Tidur Tenang Demi Kesehatan Mental Keluarga” yang dibawakan oleh Firman Wijaya Kusuma, Head of Business & Operation Unitwo. Sesi ini mengangkat pentingnya kualitas tidur sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental dan keharmonisan keluarga.

Talkshow kedua menghadirkan Nurul Aulia, Product Manager Octenilin, yang membahas topik “Penanganan Cepat Luka pada Anak Tanpa Rasa Perih.” Dalam sesi ini, para ibu mendapatkan edukasi praktis mengenai langkah penanganan luka pada anak secara tepat, aman, dan minim rasa tidak nyaman.

Sesi berikutnya mengangkat tema kewirausahaan perempuan melalui talkshow “The Power of Partnership: Strategi Womanpreneur Sukses Tanpa Harus Punya Brand Sendiri.” Restiani Nazarwati, Owner Redrose Beauty (Avoskin’s Official Partner), berbagi pengalaman mengenai peluang bisnis berbasis kemitraan yang dapat dijalankan oleh para ibu tanpa harus membangun brand dari nol.

Rangkaian talkshow ditutup dengan sesi finansial bertema “Ibu Cerdas, Keluarga Kuat: Strategi Nabung Emas Tanpa Riba di Era Modern.” Adrian Maulana, Brand Representative UBS Gold Bar, membagikan wawasan mengenai strategi pengelolaan keuangan keluarga melalui investasi emas sebagai salah satu instrumen yang relatif stabil dan berkelanjutan.

Brand sponsor dan partner memberikan hadiah kepada para influencer yang memenangkan Best IG Story maupun Lucky Draw.

Kolaborasi Bersama Brand dan Partner

Terselenggaranya acara ini tidak terlepas dari dukungan berbagai brand sponsor dan partner yang turut berpartisipasi. Sponsor di event kali ini adalah UBS Gold Bar, AVO Group (bersama Redrose Beauty as Avoskin’s Official Partner), Octenilin, Unitwo, Fiesta Seafood, SKITCHEN Indonesia, serta Venta Indonesia. 

UBS Gold Bar, AVO Group (bersama Redrose Beauty as Avoskin’s Official Partner), Octenilin, Fiesta Seafood, SKITCHEN Indonesia, serta Venta Indonesia juga hadir sebagai Official Booth Sponsors. Mereka memberikan pengalaman interaktif bagi para peserta melalui berbagai aktivitas booth.

Selain itu, acara ini juga didukung oleh berbagai Official Partners, yaitu The Hub Sinar Mas Land, Sanwoo Electronics, Crystal of the Sea, KAIE, NACIFIC, Arummi Foods, Alamii Food, Apron Kitchen, Nourish, Jepangsei Premium, Momiku by Realfood, Maskit, Medikids, Yummy Bites, Natur, Kuntoem, Mood Butter, Kiddydyw, Krispy Krispy Asia, PMB Toys, Oh My Salad!, dan Bogana May-May.

Saat berbuka puasa, para peserta akan menikmati hidangan yang disediakan oleh Oh My Salad! dan Bogana May-May. Ini menjadi kesempatan bagi para ibu untuk bersantai, berbagi cerita, mempererat hubungan dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan sambil menikmati hidangan lezat penuh gizi.

Melalui Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments, komunitas Ibu2Canggih berharap dapat terus menghadirkan ruang kolaborasi yang positif bagi para ibu modern. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para perempuan untuk saling mendukung, memperluas wawasan, serta membawa inspirasi baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun aktivitas profesional mereka.

Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara.

Tentang Ibu2Canggih

Ibu2Canggih adalah komunitas yang berdedikasi untuk mendukung ibu-ibu di Indonesia supaya bisa bekerja sama dengan brand-brand ternama dan ikut terlibat dalam dunia digital marketing yang semakin canggih. Melalui berbagai kegiatan dan inisiatif, Ibu2Canggih berupaya menciptakan ruang yang positif bagi para ibu untuk saling berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Email: busdev@bertsolution.com

WhatsApp: +6281-1567-4433

Instagram: @ibu2canggih

Website: www.bertsolution.com


Komentar

Rubik Puan Popular

Lagi Istirahat, tapi Malah Merasa Bersalah? Yuk, Kenalan Sama Rest Guilt

  Pernah nggak, Puan lagi rebahan setelah hari yang panjang, tapi bukannya merasa tenang, malah muncul rasa nggak nyaman? Rasanya seperti ada suara kecil di kepala yang bilang, “Harusnya aku lagi ngerjain sesuatu.” Atau mungkin, “Orang lain lagi produktif, kok aku malah santai?” Kalau iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai rest guilt , yaitu rasa bersalah saat beristirahat karena merasa belum cukup produktif, belum cukup bekerja keras, atau belum “layak” untuk berhenti sejenak. Di era hustle culture seperti sekarang, istirahat sering diposisikan seperti hadiah. Sesuatu yang baru boleh dinikmati setelah semua tugas selesai, target tercapai, dan checklist tercentang sempurna. Masalahnya, kapan semuanya benar-benar selesai? Baca Juga: https://puanbisa.blogspot.com/2026/03/tidak-semua-zona-nyaman-perlu.html   Kenapa Kita Merasa Bersalah Saat Istirahat? Banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa sibuk adalah indikator kesuksesan. Semakin penuh jadwal kita, se...

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

The Power of Mengikhlaskan: Seni Melepaskan Tanpa Harus Kehilangan Arah

Ilustrasi Seseorang yang Melepaskan Suatu Dalam Hidupnya (tinybuddha.com) Pernah nggak sih Puan merasa capek banget, padahal seharian cuma rebahan? Bisa jadi yang capek bukan fisik Puan, tapi pikiran Puan yang lagi menggenggam sesuatu terlalu erat. Entah itu kenangan pahit, kegagalan masa lalu atau ekspektasi yang nggak kesampaian. Kita sering diajarkan untuk berjuang, bertahan, dan mengejar. Tapi jarang banget ada yang mengajarkan kita gimana caranya melepaskan. Padahal, ada kekuatan luar biasa di balik kata ikhlas atau melepaskan. The power of mengikhlaskan itu bukan soal menyerah, tapi soal memberi ruang baru untuk hal-hal yang lebih baik. Melepaskan Bukan Berarti Kalah Banyak orang salah arti, beberapa berpikir kalau Puan ikhlas, berarti Puan kalah atau lemah. Padahal, mengikhlaskan itu adalah tindakan paling berani yang bisa dilakukan manusia. Puan secara sadar memilih untuk berhenti berperang dengan kenyataan yang nggak bisa Puan ubah. Bayangkan Puan lagi memegang segenggam pasi...

Let Them Theory: Berhenti Mengejar yang Tidak Meimilih Puan

Image by: KPU KAB-NDUGA  Puan pernah nggak sih merasa sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan seseorang, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan? Atau Puan terus memikirkan sikap orang lain, mencoba memahami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali? Perasaan seperti ini sering membuat Puan lelah tanpa disadari, karena terlalu fokus pada hal yang tidak bisa diatur. Di sinilah The Let Them Theory mulai terasa relevan. Konsep ini memperkenalkan cara pandang sederhana, bahwa tidak semua hal perlu diperjuangkan mati-matian, terutama jika itu melibatkan kehendak orang lain. Baca Juga:  https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/be-of-service-ternyata-kunci-pede.html Apa sih Let Them Theory itu? Sering kali, tanpa disadari, Puan menghabiskan banyak energi untuk mencoba memahami, memperbaiki, atau bahkan mengendalikan orang lain. Padahal, tidak semua hal memang berada dalam kendali Puan. Konsep “ let them ” pada dasarnya mengajak Puan untuk be...

Saat Amarah Terasa Penuh, Bergerak Bisa Membantu

Marah adalah emosi yang sangat manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, entah karena kekecewaan, tekanan, atau hal-hal kecil yang menumpuk dalam keseharian. Seringkali kita berusaha menahan amarah dan mencoba tetap terlihat tenang atau bahkan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Akan tetapi, ketika emosi dipendam, hal itu justru bisa membuat perasaan jadi lebih berat dan memenuhi pikiran.  Baca Juga: Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi  Di saat seperti itu, bergerak atau berolahraga mungkin dapat membantu menenangkan diri.  Mengapa Bergerak Bisa Membantu?  Aktivitas fisik nggak cuma bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tapi juga berpengaruh pada kondisi mental dan emosional. Ketika Puan berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati dan membuat tubuh merasa lebih rileks. karena Olahraga dapat menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh, sehingga aktivitas fisik sering dikaitkan dengan berkura...