Langsung ke konten utama

Let Them Theory: Berhenti Mengejar yang Tidak Meimilih Puan

Image by: KPU KAB-NDUGA  Puan pernah nggak sih merasa sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan seseorang, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan? Atau Puan terus memikirkan sikap orang lain, mencoba memahami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali? Perasaan seperti ini sering membuat Puan lelah tanpa disadari, karena terlalu fokus pada hal yang tidak bisa diatur. Di sinilah The Let Them Theory mulai terasa relevan. Konsep ini memperkenalkan cara pandang sederhana, bahwa tidak semua hal perlu diperjuangkan mati-matian, terutama jika itu melibatkan kehendak orang lain. Baca Juga:  https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/be-of-service-ternyata-kunci-pede.html Apa sih Let Them Theory itu? Sering kali, tanpa disadari, Puan menghabiskan banyak energi untuk mencoba memahami, memperbaiki, atau bahkan mengendalikan orang lain. Padahal, tidak semua hal memang berada dalam kendali Puan. Konsep “ let them ” pada dasarnya mengajak Puan untuk be...

Let Them Theory: Berhenti Mengejar yang Tidak Meimilih Puan



Image by: KPU KAB-NDUGA


 Puan pernah nggak sih merasa sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan seseorang, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan? Atau Puan terus memikirkan sikap orang lain, mencoba memahami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali? Perasaan seperti ini sering membuat Puan lelah tanpa disadari, karena terlalu fokus pada hal yang tidak bisa diatur.

Di sinilah The Let Them Theory mulai terasa relevan. Konsep ini memperkenalkan cara pandang sederhana, bahwa tidak semua hal perlu diperjuangkan mati-matian, terutama jika itu melibatkan kehendak orang lain.

Baca Juga: https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/be-of-service-ternyata-kunci-pede.html


Apa sih Let Them Theory itu?

Sering kali, tanpa disadari, Puan menghabiskan banyak energi untuk mencoba memahami, memperbaiki, atau bahkan mengendalikan orang lain. Padahal, tidak semua hal memang berada dalam kendali Puan. Konsep “let them” pada dasarnya mengajak Puan untuk berhenti mencoba mengontrol orang lain. Jika seseorang ingin pergi, biarkan. Jika mereka bersikap tidak peduli, biarkan. Jika mereka tidak memilih Puan, biarkan. Bukan berarti Puan tidak berharga, tapi karena memang setiap orang punya pilihan masing-masing dan itu diluar kendali Puan. Daripada menghabiskan energi untuk mengubah orang lain, prinsip ini mengarahkan Puan untuk kembali fokus pada diri sendiri, bagaimana Puan merespons, menjaga batasan, dan tetap menghargai diri sendiri.

Dengan begitu, Puan tidak lagi terjebak dalam kelelahan emosional yang sama. Justru di saat Puan berhenti memaksa, Puan mulai memberi ruang bagi ketenangan dan hal-hal yang benar-benar memilih untuk tetap tinggal.


Kapan Puan Perlu Menerapkan Theory Ini?

  • Saat Overthinking Soal Orang Lain

Teori “Let them” ini membantu Puan menyadari bahwa tidak semua hal perlu dipikirkan sedalam itu, apalagi jika di luar kendali.

  • Puan ingin lebih tenang secara emosional

Dengan tidak bergantung pada sikap orang lain, Puan bisa menemukan ketenangan dari dalam diri.

  • Puan butuh belajar menerima

Tidak semua hal bisa diperbaiki, dan penerimaan sering kali lebih menyembuhkan daripada perlawanan.

  • Puan lelah mencoba mengontrol keadaan

Puan akan belajar bahwa melepas kontrol justru bisa membuat hidup terasa lebih ringan.

  • Puan ingin menghargai diri sendiri lebih baik

Teori ini mengingatkan bahwa nilai Puan tidak ditentukan oleh siapa yang memilih atau meninggalkan.


Pada akhirnya, “let them” bukan sekadar tentang membiarkan orang lain pergi atau bersikap semaunya, tetapi tentang memilih untuk tidak lagi kehilangan diri sendiri dalam prosesnya. Ada banyak hal dalam hidup yang tidak akan berjalan sesuai harapan Puan, dan sering kali itu terasa menyakitkan. Namun, dengan memahami bahwa tidak semua hal berada dalam kendali, Puan bisa mulai melepaskan beban yang selama ini diam-diam dipikul.

Ketika Puan berhenti memaksa, Puan sebenarnya sedang memberi ruang-ruang untuk bernafas, untuk mengenali kembali apa yang benar-benar penting. Perlahan, Puan akan menyadari bahwa tidak semua yang pergi perlu dikejar, dan tidak semua yang berubah perlu diperbaiki. “Let them go, let yourself grow.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Author & Editor: Anisa Zahara

Referensi: 

Fielding, S. (2025, April 12). Mel Robbins on the 1 thing people get wrong about the “Let Them Theory”. TODAY.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nduga. (2025, December 8). Let them theory: Prinsip kecil untuk hidup yang lebih tenang.

Komentar

Rubik Puan Popular

FOBO dalam Karier: Takut Salah Pilih atau Takut Kehilangan Pilihan Karier yang Lebih Baik?

Pict by: Monse Pernahkah Puan berada pada situasi harus memilih, seperti melanjutkan kerja atau studi, berpindah karier atau bertahan, mengambil peluang saat ini atau menunggu kesempatan yang lebih baik, tetapi justru semakin ragu? Alih-alih mengambil keputusan, Puan justru menunda hal tersebut, bukan karena tidak memiliki pilihan, melainkan karena terlalu banyaknya pilihan yang dihadapkan oleh Puan. Kondisi ini dapat dikenal sebagai FOBO (Fear of Better Options) dalam karier.  Apa Itu FOBO? FOBO (Fear of Better Options) merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan mengambilkeputusan karena khawatir terdapat pilihan lain yang lebih baik diluar sana. Istilah ini diperkenalkan oleh Patrick J. McGinnis, yang menjelaskan bahwa individu dengan FOBO cenderung empertahankan semua opsi agar tetap terbuka. Secara psikologis, FOBO berkaitan dengan kecenderungan maximizing , yaitu dorongan untuk selalu mendapatkan hasil terbaik, bukan sekadar hasil yang memadai.  Penelitian oleh Sheena...

Friendship Break-Up: Putus dalam Hubungan Pertemanan!

Puan pasti sering denger atau ngalamin yang namanya putus cinta. Perihal putus cinta biasanya berkaitan dengan pasangan atau pacar, tapi pernah nggak sih Puan ngalamin atau tahu kalau hubungan pertemanan juga bisa kandas? Hal ini diberi istilah “Friendship Break Up” .  Gimana Sih Hubungan Pertemanan Itu? Sama kayak pasangan dan keluarga,  percaya nggak sih kalau hubungan pertemanan juga membawa sisi emosional?  Kita bisa berkembang di lingkungan tertentu karena pengaruh dari orang-orang yang ada disekitar termasuk teman.  Menurut Kaitlyn Flannery salah satu profesor psikologi dari State University of New York College, sebagai makhluk sosial kita menginginkan validasi selain dari lingkungan rumah yang berasal dari  individu lain yang seumuran dengan diri kita, makanya hubungan pertemanan bisa  menjadi sumber dukungan sosial maupun emosional .  Kita menjalin hubungan persahabatan dengan teman pasti kita akan diajak untuk mengenali satu sama lain. Mulai d...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Kesal Punya Teman Suka Ikut-Ikutan? Yuk, kenali Istilah Copy Cat Behavior!

Image by Entrepreneurship Compass   “Aku beli ini dia beli juga, aku ngelakuin ini dia juga ikut-ikutan, ih nyebelin dah!” Hai Puan! Siapa yang di sini pernah ngomel-ngomel karena merasa kesal ditiru oleh teman atau orang di sekitar Puan? Hm, memang sih memiliki tindakan, perilaku, hingga  style  yang serupa bisa saja terjadi dikarenakan memang produk-produk yang kamu pakai sedang  best seller  atau  trend  sehingga teman kamu pun juga tak sengaja membeli produk yang sama seperti kamu. Mungkin Puan cenderung merasa senang ataupun biasa saja ketika mengetahui orang terdekat Puan memiliki barang yang sama dengan kamu. Namun, bagaimana jadinya jika “persamaan” tersebut terjadi berkali-kali dan orang terdekat kamu terus menerus meniru kamu? Tentu kamu akan merasa tidak nyaman. Nah, perilaku tersebut disebut sebagai  copycat behaviour .  Copycat behaviour  merupakan perilaku menyalin atau meniru seseorang. Banyak alasan-alasan kenapa pelaku ...

Malas atau Burn Out? Jangan Sampai Salah Mengartikannya!

  Puan, pernah nggak sih dalam sehari kerjaan Puan cuman rebahan sambil doom scrolling , nggak mood melakukan sesuatu, dan capek banget sehingga benar-benar hanya ingin beristirahat? Hal tersebut bisa terjadi karena dua hal. Yang pertama, Puan bisa jadi mengalami burn out , atau yang kedua Puan memang lagi malas aja. Nah, kedua hal ini sering disalahartikan loh! Jadi, Puan harus lebih berhati-hati lagi! Kita harus bisa membedakan kondisi yang sedang dialami oleh tubuh kita. Sehingga, Puan pun tidak salah dalam menyikapi sikap tersebut.  Apa sih Burn Out itu? Menurut WHO, burn out adalah s uatu kondisi kelelahan fisik dan mental yang dialami seseorang akibat kehidupan profesionalnya. Hal ini bisa jadi karena kerjaan yang menumpuk, atau bisa jadi karena lembur tanpa liburan yang tak kunjung datang. Efek dari burn out ini tidak bisa kita anggap remeh, Puan. Burn out bisa membuat kita susah fokus, kesulitan untuk berpikir jernih, hingga kelelahan fisik. Nah, apa sih perbeda...