Langsung ke konten utama

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if , Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan?  Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri? Sumber: Magnific.com Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan.  Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju. Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan.  Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memb...

Let Them Theory: Berhenti Mengejar yang Tidak Meimilih Puan



Image by: KPU KAB-NDUGA


 Puan pernah nggak sih merasa sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan seseorang, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan? Atau Puan terus memikirkan sikap orang lain, mencoba memahami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali? Perasaan seperti ini sering membuat Puan lelah tanpa disadari, karena terlalu fokus pada hal yang tidak bisa diatur.

Di sinilah The Let Them Theory mulai terasa relevan. Konsep ini memperkenalkan cara pandang sederhana, bahwa tidak semua hal perlu diperjuangkan mati-matian, terutama jika itu melibatkan kehendak orang lain.

Baca Juga: https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/be-of-service-ternyata-kunci-pede.html


Apa sih Let Them Theory itu?

Sering kali, tanpa disadari, Puan menghabiskan banyak energi untuk mencoba memahami, memperbaiki, atau bahkan mengendalikan orang lain. Padahal, tidak semua hal memang berada dalam kendali Puan. Konsep “let them” pada dasarnya mengajak Puan untuk berhenti mencoba mengontrol orang lain. Jika seseorang ingin pergi, biarkan. Jika mereka bersikap tidak peduli, biarkan. Jika mereka tidak memilih Puan, biarkan. Bukan berarti Puan tidak berharga, tapi karena memang setiap orang punya pilihan masing-masing dan itu diluar kendali Puan. Daripada menghabiskan energi untuk mengubah orang lain, prinsip ini mengarahkan Puan untuk kembali fokus pada diri sendiri, bagaimana Puan merespons, menjaga batasan, dan tetap menghargai diri sendiri.

Dengan begitu, Puan tidak lagi terjebak dalam kelelahan emosional yang sama. Justru di saat Puan berhenti memaksa, Puan mulai memberi ruang bagi ketenangan dan hal-hal yang benar-benar memilih untuk tetap tinggal.


Kapan Puan Perlu Menerapkan Theory Ini?

  • Saat Overthinking Soal Orang Lain

Teori “Let them” ini membantu Puan menyadari bahwa tidak semua hal perlu dipikirkan sedalam itu, apalagi jika di luar kendali.

  • Puan ingin lebih tenang secara emosional

Dengan tidak bergantung pada sikap orang lain, Puan bisa menemukan ketenangan dari dalam diri.

  • Puan butuh belajar menerima

Tidak semua hal bisa diperbaiki, dan penerimaan sering kali lebih menyembuhkan daripada perlawanan.

  • Puan lelah mencoba mengontrol keadaan

Puan akan belajar bahwa melepas kontrol justru bisa membuat hidup terasa lebih ringan.

  • Puan ingin menghargai diri sendiri lebih baik

Teori ini mengingatkan bahwa nilai Puan tidak ditentukan oleh siapa yang memilih atau meninggalkan.


Pada akhirnya, “let them” bukan sekadar tentang membiarkan orang lain pergi atau bersikap semaunya, tetapi tentang memilih untuk tidak lagi kehilangan diri sendiri dalam prosesnya. Ada banyak hal dalam hidup yang tidak akan berjalan sesuai harapan Puan, dan sering kali itu terasa menyakitkan. Namun, dengan memahami bahwa tidak semua hal berada dalam kendali, Puan bisa mulai melepaskan beban yang selama ini diam-diam dipikul.

Ketika Puan berhenti memaksa, Puan sebenarnya sedang memberi ruang-ruang untuk bernafas, untuk mengenali kembali apa yang benar-benar penting. Perlahan, Puan akan menyadari bahwa tidak semua yang pergi perlu dikejar, dan tidak semua yang berubah perlu diperbaiki. “Let them go, let yourself grow.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Author & Editor: Anisa Zahara

Referensi: 

Fielding, S. (2025, April 12). Mel Robbins on the 1 thing people get wrong about the “Let Them Theory”. TODAY.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nduga. (2025, December 8). Let them theory: Prinsip kecil untuk hidup yang lebih tenang.

Komentar

Rubik Puan Popular

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if , Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan?  Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri? Sumber: Magnific.com Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan.  Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju. Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan.  Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memb...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Lebih dari Sekedar Musik: Intip Pesan Harapan di Balik Lagu "1–800–273–8255"

  Image by @LinesofLogic ( https://x.com/LinesofLogic) Halo, Puan! Ada nggak nih dari kamu yang merupakan penikmat musik? Sini-sini, Priska mau kasih tahu kamu tentang satu lagu yang bukan sekedar lagu, tapi ada pesan harapan dan makna mendalam, lho! Lagu berjudul  “1–800–273–8255” merupakan sebuah lagu yang di populerkan oleh rapper logic dan berkolaborasi dengan penyanyi  Alessia Cara dan Khalid. Pastinya Puan udah nggak asing lagi kan dengan nama-nama musisi diatas? Menariknya, lagu ini dinamakan  berdasarkan nomor telepon untuk American National Suicide Prevention Lifeline (NSPL).  Logic memilih judul ini agar mudah diingat dan dihubungi oleh orang-orang yang membutuhkan bantuan.  Lagu ini dimulai dari perspektif seseorang yang memanggil nomor National Suicide Prevention Lifeline dan memberi tahu bahwa mereka tidak ingin hidup lagi. Berikut beberapa liriknya:  I don’t wanna be alive, I don’t wanna be alive I just wanna die And let me tell yo...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

Puan Bisa Ciptakan Ruang Bersuara Untuk Generasi Perempuan Muda yang Menginspirasi

Jakarta, 20 Oktober 2024 – Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi fase quarter life crisis. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated , overthinking , resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Puan Bisa Festival 2024 dengan tema “ Bright Minds, Bold Voices: Nurturing the Next Generation of Inspirational Women ” dengan rangkaian acara dimulai tanggal 7 hingga 20 Oktober 2024 sebagai hari peringatan ulang tahun Puan Bisa yang ke-4 yang dihadiri total lebih dari 65 perempuan muda.  Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan dengan gerakan penyampaian pesan positif mengenai self- improvement , career serta mental health sehingga para perempuan muda dapat melewati masa mudanya dengan kegiatan yang positif dan terarah. Sesuai dengan...