Langsung ke konten utama

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4


Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health, Career, dan Self Improvement.

Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador

Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Puan Bisa.

1. Bootcamp 1: Mental Health

Bertema “Quarter Life Chaos: When You’re 20s and Clueless”, sesi ini dibawakan oleh Kak Niswah Azizah, S.Psi. Materi membahas fase Quarter Life Crisis (QLC) yang umum dialami di usia 20-an. QLC dijelaskan bukan sebagai gangguan mental, melainkan fase perkembangan dengan tantangan emosional, sosial, dan karier. Peserta diajak untuk mengenali diri, membangun self-awareness, serta menyikapi krisis dengan sehat.

Sesi ditutup dengan tugas video reflektif bertema “A Day in My Life – Handle The Chaos” dan “Quarter Life Crisis Compass – Tell Your Story”.

2. Bootcamp 2: Career

Bertema “Finding Your Career Path: What To Do When You Feel Stuck and Uninspired”, dipandu oleh Kak Utari Widya Ardana. Materi berfokus pada penyebab stagnasi karier dan strategi menemukan kembali arah serta motivasi, seperti membangun rutinitas kecil, memberi ruang istirahat, dan fokus pada progres dibanding kesempurnaan.

Tugas akhir berupa video storytelling bertema “My Roller Coaster Ride of Career Journey” dengan format bebas.

3. Bootcamp 3: Self Improvement

Mengusung tema “Build Your Vibe: Personal Brand & Creative Confidence”, Kak Lucyana Natasya membahas pentingnya personal branding di era digital. Peserta didorong membangun citra diri positif, mengelola media sosial sebagai ruang peluang, dan memperkuat kepercayaan diri.

Tugas akhir berupa Personal Trailer – My Vibe, My Identity, video 2–3 menit tentang karakter, nilai, dan aspirasi peserta.

Next Level Puan Bisa Ambassador

Tahap 2 berlangsung pada 3 September 2025 hingga 31 Januari 2026, diikuti oleh 41 peserta terpilih yang dibagi ke dalam 8 kelompok untuk mengerjakan Group Project bertema Social Impact Campaign.

Mengangkat isu kesehatan mental di era digital, pengembangan diri dan karier, serta personal branding, peserta menjalankan kampanye melalui Live Instagram atau Webinar Edukasi yang didukung konten promosi di media sosial masing-masing. Puan Bisa Ambassador berhasil menggaet total 86.000+ views dari kedelapan tim.

Penilaian dilakukan oleh fasilitator dan jajaran C-Level Puan Bisa berdasarkan kreativitas, kejelasan pesan, dampak audiens, dan kualitas visual. Setelah menyelesaikan proyek, peserta resmi dikukuhkan sebagai Puan Bisa Ambassador dan aktif berkontribusi selama lima bulan sebagai representasi komunitas.

Graduation Puan Bisa Ambassador

Program ditutup dengan Graduation pada 31 Januari 2026 yang diisi dengan sharing session dan apresiasi Best Ambassador, yaitu Kak Revi Riski Putri, serta sesi feedback dan dokumentasi.

Keberhasilan Puan Bisa Ambassador #4 menjadi bukti komitmen Puan Bisa dalam memberdayakan perempuan muda untuk tumbuh sebagai agen perubahan. Melalui rangkaian inspiratif dan interaktif, peserta tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi diri dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.



Author: Zahara Nur'ain Fathin Bahiyati
Editor: Putri Audia Divayanti


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Takut Gagal? Justru Itu Jalan Awal Tumbuh, Puan!

Photo by Eva Bronzini Pernah nggak sih, Puan ngerasa jantung berdebar tiap mau ambil keputusan besar? Misalnya, daftar beasiswa ke luar negeri, apply kerjaan impian, atau berani presentasi di depan banyak orang. Sering kali pikiran seperti, “Kalau gagal gimana ya? Malu banget, semua orang pasti ngelihat aku nggak mampu,” muncul lebih dulu daripada semangat mencoba. Kalau iya, Puan nggak sendirian. Banyak perempuan muda juga ngalamin hal yang sama. Itu namanya fear of failure alias rasa takut gagal. Puan, tahu nggak? Rasa takut gagal itu sebenarnya sinyal. Artinya, Puan lagi menghadapi sesuatu yang penting dan bermakna. Kalau sesuatu nggak penting, kita biasanya santai aja, kan? Justru karena itu penting, makanya muncul rasa takut. Dan kabar baiknya: rasa takut itu bukan musuh. Ia bisa jadi titik awal pertumbuhan kalau kita berani melangkah melewatinya. Growth Mindset: Cara Melihat Gagal Sebagai Jalan Belajar Psikolog Carol Dweck ngenalin konsep growth mindset , yaitu pola pikir bah...