Langsung ke konten utama

Mengenal Impulsive Buying: Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

  Ilustrasi seseorang yang melakukan impulsive buying (beyondfinance.com) Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang , masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?" Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying . Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa. Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba? Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau ...

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4


Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health, Career, dan Self Improvement.

Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador

Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Puan Bisa.

1. Bootcamp 1: Mental Health

Bertema “Quarter Life Chaos: When You’re 20s and Clueless”, sesi ini dibawakan oleh Kak Niswah Azizah, S.Psi. Materi membahas fase Quarter Life Crisis (QLC) yang umum dialami di usia 20-an. QLC dijelaskan bukan sebagai gangguan mental, melainkan fase perkembangan dengan tantangan emosional, sosial, dan karier. Peserta diajak untuk mengenali diri, membangun self-awareness, serta menyikapi krisis dengan sehat.

Sesi ditutup dengan tugas video reflektif bertema “A Day in My Life – Handle The Chaos” dan “Quarter Life Crisis Compass – Tell Your Story”.

2. Bootcamp 2: Career

Bertema “Finding Your Career Path: What To Do When You Feel Stuck and Uninspired”, dipandu oleh Kak Utari Widya Ardana. Materi berfokus pada penyebab stagnasi karier dan strategi menemukan kembali arah serta motivasi, seperti membangun rutinitas kecil, memberi ruang istirahat, dan fokus pada progres dibanding kesempurnaan.

Tugas akhir berupa video storytelling bertema “My Roller Coaster Ride of Career Journey” dengan format bebas.

3. Bootcamp 3: Self Improvement

Mengusung tema “Build Your Vibe: Personal Brand & Creative Confidence”, Kak Lucyana Natasya membahas pentingnya personal branding di era digital. Peserta didorong membangun citra diri positif, mengelola media sosial sebagai ruang peluang, dan memperkuat kepercayaan diri.

Tugas akhir berupa Personal Trailer – My Vibe, My Identity, video 2–3 menit tentang karakter, nilai, dan aspirasi peserta.

Next Level Puan Bisa Ambassador

Tahap 2 berlangsung pada 3 September 2025 hingga 31 Januari 2026, diikuti oleh 41 peserta terpilih yang dibagi ke dalam 8 kelompok untuk mengerjakan Group Project bertema Social Impact Campaign.

Mengangkat isu kesehatan mental di era digital, pengembangan diri dan karier, serta personal branding, peserta menjalankan kampanye melalui Live Instagram atau Webinar Edukasi yang didukung konten promosi di media sosial masing-masing. Puan Bisa Ambassador berhasil menggaet total 86.000+ views dari kedelapan tim.

Penilaian dilakukan oleh fasilitator dan jajaran C-Level Puan Bisa berdasarkan kreativitas, kejelasan pesan, dampak audiens, dan kualitas visual. Setelah menyelesaikan proyek, peserta resmi dikukuhkan sebagai Puan Bisa Ambassador dan aktif berkontribusi selama lima bulan sebagai representasi komunitas.

Graduation Puan Bisa Ambassador

Program ditutup dengan Graduation pada 31 Januari 2026 yang diisi dengan sharing session dan apresiasi Best Ambassador, yaitu Kak Revi Riski Putri, serta sesi feedback dan dokumentasi.

Keberhasilan Puan Bisa Ambassador #4 menjadi bukti komitmen Puan Bisa dalam memberdayakan perempuan muda untuk tumbuh sebagai agen perubahan. Melalui rangkaian inspiratif dan interaktif, peserta tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi diri dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.



Author: Zahara Nur'ain Fathin Bahiyati
Editor: Putri Audia Divayanti


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...

The Power of Manifesting: Biarkan Pikiranmu Percaya dan Semesta yang Bekerja

    Image by: Pinterest                Pernah nggak sih Puan ngerasa kayak, “kok hidup aku stuck di sini-sini aja ya?” Padahal di dalam hati, Puan punya banyak banget keinginan, mimpi, bahkan goals yang pengen banget diwujudkan. Tapi di sisi lain, ngerasa semua hal itu nggak pernah jadi kenyataan dan bikin diri sendiri jadi ragu kalau mimpi yang pengen dicapai mungkin ketinggian? Nah, kalau Puan lagi ada di fase ini, coba pause sebentar deh. Mungkin, bukan Puan yang mimpinya ketinggian, tapi cara Puan ngeliat dan ngejalanin mimpi itu yang perlu diubah. Yup, di sinilah manifesting mulai punya peran penting.  Apa Sih Maksud dari “ Manifesting ” Itu? M anifesting adalah proses untuk mewujudkan apa yang Puan inginkan jadi kenyataan. Melewati pikiran, perasaan, dan tindakan. Di dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, dijelaskan bahwa apa yang Puan fokuskan secara konsisten itu bisa loh memengaruhi apa yang kita tarik ke dalam hidu...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect

source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect K ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu  Dunning-Kruger Effect .  Dunning-Kruger Effect  adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami  Dunning-Kruger Effect  akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri. Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya ti...

Present to Impress: Learning Space Puan Bisa Bekali Anak Muda Tampil Profesional dan Autentik - PRESS RELEASE LEARNING SPACE

Jakarta , 14 Desember 2025 — Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan yang berfokus pada pilar mental health , self improvement , dan career menyelenggarakan Learning Space secara online bertajuk “ Present to Impress: Crafting a Professional Image Through Color, Style, and Grooming ”. Acara tersebut diadakan pada hari Minggu, 14 Desember 2025 pukul 13.00 WIB melalui platform zoom . Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dan ditujukan bagi anak muda khususnya perempuan yang ingin membangun citra dan penampilan yang lebih profesional serta autentik. Di tengah dinamika dunia professional yang semakin kompetitif, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Penampilan, cara membawa diri, serta visual menjadi bagian penting sebagai komunikasi non-verbal yang membentuk persepsi mengenai kesiapan, karier, bahkan kredibilitas seseorang. Namun, masih banyak anak muda yang kebingungan dalam menentukan gaya personal, memilih warna yang sesuai, serta memahami standar grooming yang mendu...