Langsung ke konten utama

The Worst Thing about Empathy is Losing Self-respect

Ilustrasi seseorang berempati dengan sesama. “When Im mad from my perspective but I can also see their perspective, so now Im carrying double emotional weight and being eaten away by my anger and empathy” Adakah Puan yang pernah merasa marah akan suatu keadaan, tetapi mencoba untuk mencari alasan lain untuk memahami permasalahan tersebut? Kalimat di atas adalah kalimat yang dapat menggambarkan situasi yang Puan alami.  Empathy Without Boundaries is a Self-destruction Empati adalah sikap memahami seseorang baik secara emosional maupun kondisional. Berempati kepada seseorang memang hal yang baik karena dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan. Namun, bagaimana jika berempati tidak memiliki batasan? Jika berempati secara berlebihan, Puan akan terus mencoba untuk memahami dan menyenangkan orang lain tanpa peduli apa yang sebenarnya Puan inginkan. Lama-lama, Puan akan mulai kehilangan kemampuan untuk berempati kepada diri sendiri. Tindakan mengabaikan kebutuhan emosional Puan sendiri ...

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4


Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health, Career, dan Self Improvement.

Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador

Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Puan Bisa.

1. Bootcamp 1: Mental Health

Bertema “Quarter Life Chaos: When You’re 20s and Clueless”, sesi ini dibawakan oleh Kak Niswah Azizah, S.Psi. Materi membahas fase Quarter Life Crisis (QLC) yang umum dialami di usia 20-an. QLC dijelaskan bukan sebagai gangguan mental, melainkan fase perkembangan dengan tantangan emosional, sosial, dan karier. Peserta diajak untuk mengenali diri, membangun self-awareness, serta menyikapi krisis dengan sehat.

Sesi ditutup dengan tugas video reflektif bertema “A Day in My Life – Handle The Chaos” dan “Quarter Life Crisis Compass – Tell Your Story”.

2. Bootcamp 2: Career

Bertema “Finding Your Career Path: What To Do When You Feel Stuck and Uninspired”, dipandu oleh Kak Utari Widya Ardana. Materi berfokus pada penyebab stagnasi karier dan strategi menemukan kembali arah serta motivasi, seperti membangun rutinitas kecil, memberi ruang istirahat, dan fokus pada progres dibanding kesempurnaan.

Tugas akhir berupa video storytelling bertema “My Roller Coaster Ride of Career Journey” dengan format bebas.

3. Bootcamp 3: Self Improvement

Mengusung tema “Build Your Vibe: Personal Brand & Creative Confidence”, Kak Lucyana Natasya membahas pentingnya personal branding di era digital. Peserta didorong membangun citra diri positif, mengelola media sosial sebagai ruang peluang, dan memperkuat kepercayaan diri.

Tugas akhir berupa Personal Trailer – My Vibe, My Identity, video 2–3 menit tentang karakter, nilai, dan aspirasi peserta.

Next Level Puan Bisa Ambassador

Tahap 2 berlangsung pada 3 September 2025 hingga 31 Januari 2026, diikuti oleh 41 peserta terpilih yang dibagi ke dalam 8 kelompok untuk mengerjakan Group Project bertema Social Impact Campaign.

Mengangkat isu kesehatan mental di era digital, pengembangan diri dan karier, serta personal branding, peserta menjalankan kampanye melalui Live Instagram atau Webinar Edukasi yang didukung konten promosi di media sosial masing-masing. Puan Bisa Ambassador berhasil menggaet total 86.000+ views dari kedelapan tim.

Penilaian dilakukan oleh fasilitator dan jajaran C-Level Puan Bisa berdasarkan kreativitas, kejelasan pesan, dampak audiens, dan kualitas visual. Setelah menyelesaikan proyek, peserta resmi dikukuhkan sebagai Puan Bisa Ambassador dan aktif berkontribusi selama lima bulan sebagai representasi komunitas.

Graduation Puan Bisa Ambassador

Program ditutup dengan Graduation pada 31 Januari 2026 yang diisi dengan sharing session dan apresiasi Best Ambassador, yaitu Kak Revi Riski Putri, serta sesi feedback dan dokumentasi.

Keberhasilan Puan Bisa Ambassador #4 menjadi bukti komitmen Puan Bisa dalam memberdayakan perempuan muda untuk tumbuh sebagai agen perubahan. Melalui rangkaian inspiratif dan interaktif, peserta tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi diri dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.



Author: Zahara Nur'ain Fathin Bahiyati
Editor: Putri Audia Divayanti


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

How Slowing Down Brings Connection Back to Life

  Why are we always in such a rush? Why couldn't we slow a little bit down? Di lingkungan yang serba cepat sekarang ini, slowing down menjadi hal yang terasa tidak produktif dan membuat gerak kita terasa lebih lambat dibandingkan orang lain. Mengapa bisa begitu, ya, Puan? Karena, kita hidup di mana deadlines selalu mengejar, media sosial selalu menemani dan memperlihatkan seseorang di luar sana jauh lebih baik, lebih produktif, dan lebih banyak pencapaian; membuat kita merasa tak seharusnya slowing down di saat orang lain berusaha lebih keras untuk mendapat apa yang mereka inginkan, dengan kata lain, membuat kita merasa tertinggal jika slowing down . Either way, what if all of that is just our worrying mind? what if reality presents its opposite? What if it's literally okay to just try to slow down; to have the ability in living life more fully and peacefully. Why Slowing Down Matters Seperti yang dikatakan Edward Yu (2010, p.7) dalam bukunya The Art of Slowing Down : "W...

The Worst Thing about Empathy is Losing Self-respect

Ilustrasi seseorang berempati dengan sesama. “When Im mad from my perspective but I can also see their perspective, so now Im carrying double emotional weight and being eaten away by my anger and empathy” Adakah Puan yang pernah merasa marah akan suatu keadaan, tetapi mencoba untuk mencari alasan lain untuk memahami permasalahan tersebut? Kalimat di atas adalah kalimat yang dapat menggambarkan situasi yang Puan alami.  Empathy Without Boundaries is a Self-destruction Empati adalah sikap memahami seseorang baik secara emosional maupun kondisional. Berempati kepada seseorang memang hal yang baik karena dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan. Namun, bagaimana jika berempati tidak memiliki batasan? Jika berempati secara berlebihan, Puan akan terus mencoba untuk memahami dan menyenangkan orang lain tanpa peduli apa yang sebenarnya Puan inginkan. Lama-lama, Puan akan mulai kehilangan kemampuan untuk berempati kepada diri sendiri. Tindakan mengabaikan kebutuhan emosional Puan sendiri ...

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

Keseruan Learning Space bersama Kak Azza pada Minggu (24/5) 24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborator, Learning Space kali ini memberikan pengalaman kreatif dengan merangkai bunga secara mandiri.  Mengusung tema Bloom Your Story , peserta diajak memilih sendiri bunga yang ingin dirangkai sesuai dengan karakter dan preferensi masing - masing individu. Sebelum sesi dimulai, peserta mendapatkan tutorial langsung dari Kak Azza agar dapat memahami teknik dasar merangkai bunga sebelum menciptakan karya mereka sendiri. Salah satu peserta, Kak Friska, membagikan pengalaman berkesan selama mengikuti workshop ini, “First time, aku bikin bunga buket dan tentunya disini banyak pilihannya. dan...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...