Langsung ke konten utama

The Fresh Start Effect: Kenapa Kita Suka Memulai di Hari Senin?

Sumber: pexels.com “Senin nanti aku mulai hidup lebih teratur, deh.” “Bulan depan harus mulai rajin olahraga.” “Kayaknya tahun depan aku harus lebih disiplin.” Pernah nggak, Puan, merasa lebih bersemangat untuk memulai sesuatu ketika memasuki waktu tertentu? Entah itu hari senin, awal bulan, ulang tahun, atau bahkan tahun baru. Seolah-olah pergantian waktu memberikan kesempatan untuk meninggalkan kebiasaan lama dan mencoba menjadi versi diri yang berbeda. Menariknya, kebiasaan ini ternyata punya penjelasan dalam psikologi, lho. Fenomena ini dikenal sebagai The Fresh Start Effect , yaitu kecenderungan seseorang untuk lebih termotivasi memulai tujuan atau kebiasaan baru setelah melewati penanda waktu tertentu. Apa Itu The Fresh Start Effect? The fresh start effect merupakan konsep psikologi yang diperkenalkan melalui penelitian Hengchen Dai, Katherine L. Milkman, dan Jason Rilis pada tahun 2014. Dalam penelitian mereka, ditemukan bahwa penanda waktu seperti awal minggu, awal bulan, tahun...

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4


Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health, Career, dan Self Improvement.

Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador

Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Puan Bisa.

1. Bootcamp 1: Mental Health

Bertema “Quarter Life Chaos: When You’re 20s and Clueless”, sesi ini dibawakan oleh Kak Niswah Azizah, S.Psi. Materi membahas fase Quarter Life Crisis (QLC) yang umum dialami di usia 20-an. QLC dijelaskan bukan sebagai gangguan mental, melainkan fase perkembangan dengan tantangan emosional, sosial, dan karier. Peserta diajak untuk mengenali diri, membangun self-awareness, serta menyikapi krisis dengan sehat.

Sesi ditutup dengan tugas video reflektif bertema “A Day in My Life – Handle The Chaos” dan “Quarter Life Crisis Compass – Tell Your Story”.

2. Bootcamp 2: Career

Bertema “Finding Your Career Path: What To Do When You Feel Stuck and Uninspired”, dipandu oleh Kak Utari Widya Ardana. Materi berfokus pada penyebab stagnasi karier dan strategi menemukan kembali arah serta motivasi, seperti membangun rutinitas kecil, memberi ruang istirahat, dan fokus pada progres dibanding kesempurnaan.

Tugas akhir berupa video storytelling bertema “My Roller Coaster Ride of Career Journey” dengan format bebas.

3. Bootcamp 3: Self Improvement

Mengusung tema “Build Your Vibe: Personal Brand & Creative Confidence”, Kak Lucyana Natasya membahas pentingnya personal branding di era digital. Peserta didorong membangun citra diri positif, mengelola media sosial sebagai ruang peluang, dan memperkuat kepercayaan diri.

Tugas akhir berupa Personal Trailer – My Vibe, My Identity, video 2–3 menit tentang karakter, nilai, dan aspirasi peserta.

Next Level Puan Bisa Ambassador

Tahap 2 berlangsung pada 3 September 2025 hingga 31 Januari 2026, diikuti oleh 41 peserta terpilih yang dibagi ke dalam 8 kelompok untuk mengerjakan Group Project bertema Social Impact Campaign.

Mengangkat isu kesehatan mental di era digital, pengembangan diri dan karier, serta personal branding, peserta menjalankan kampanye melalui Live Instagram atau Webinar Edukasi yang didukung konten promosi di media sosial masing-masing. Puan Bisa Ambassador berhasil menggaet total 86.000+ views dari kedelapan tim.

Penilaian dilakukan oleh fasilitator dan jajaran C-Level Puan Bisa berdasarkan kreativitas, kejelasan pesan, dampak audiens, dan kualitas visual. Setelah menyelesaikan proyek, peserta resmi dikukuhkan sebagai Puan Bisa Ambassador dan aktif berkontribusi selama lima bulan sebagai representasi komunitas.

Graduation Puan Bisa Ambassador

Program ditutup dengan Graduation pada 31 Januari 2026 yang diisi dengan sharing session dan apresiasi Best Ambassador, yaitu Kak Revi Riski Putri, serta sesi feedback dan dokumentasi.

Keberhasilan Puan Bisa Ambassador #4 menjadi bukti komitmen Puan Bisa dalam memberdayakan perempuan muda untuk tumbuh sebagai agen perubahan. Melalui rangkaian inspiratif dan interaktif, peserta tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi diri dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.



Author: Zahara Nur'ain Fathin Bahiyati
Editor: Putri Audia Divayanti


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Merasa Jadi Pusat Perhatian? Bisa Jadi Puan Mengalami The Spotlight Effect

  “Orang-orang bakal mikir apa ya?” Sumber: pexels.com Pertanyaan sederhana yang ternyata bisa membuat Puan ngerasa seolah-olah sedang jadi sorotan semua orang. Padahal, belum tentu. Nah dalam psikologi, kecenderungan untuk melebih-lebihkan seberapa besar orang lain memperhatikan diri kita ini dikenal sebagai “ The Spotlight Effect ” . Apa Itu The Spotlight Effect ? Istilah The Spotlight Effect diperkenalkan oleh Thomas Gilovich, Victoria Husted Medvec, dan Kenneth Savitsky melalui penelitian mereka pada tahun 2000. Mereka menjelaskan The Spotlight Effect adalah kondisi ketika seseorang mengira bahwa tindakan dan penampilannya begitu diperhatikan oleh orang lain, padahal kenyataannya tidak sebesar yang mereka bayangkan. Menurut Gilovich et al. (2000), kita cenderung melebih-lebihkan seberapa besar orang lain memperhatikan diri kita. Hal ini berkaitan dengan egocentric bias , yaitu kecenderungan melihat suatu situasi dari sudut pandang diri sendiri karena Puan paling sadar terha...

Belajar dari Roti Gosong: Mengubah Kesulitan Jadi Kesempatan

Photo by Ellie Burgin Puan, pernah nggak sih ngalamin kejadian yang bikin langsung mikir, "Duh, kok hari ini aku apes banget ya?" Misalnya, salah belok di perempatan, outfit kesayangan ketumpahan kopi, atau lupa bawa dompet. Wajar banget kok kalau jadi bad mood dan bawaannya pengen ngeluh terus, tapi jangan sampai kejadian-kejadian menyebalkan itu ngerusak sisa hari Puan ya. At the end of the day , semua kesulitan itu pasti bisa dilewati dengan baik kok. Siapa tahu itu justru membawa Puan ke hal-hal baik yang nggak terduga. Masa sih? Nah, ini yang dinamain Burnt Toast Theory. Penasaran kenapa roti gosong bisa jadi filosofi hidup? Yuk, kita bahas! Burnt Toast Theory Itu Apa Sih? Burnt Toast Theory adalah cara berpikir untuk menyikapi kejadian menyebalkan dengan santai. Intinya, teori ini mengajarkan kita kalau setiap kesulitan yang kita temui itu sebenarnya lagi membuka jalan untuk sesuatu yang lebih baik. Terus, apa hubungannya sama roti gosong? Filosofi ini berasal dari gag...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...

Growth Mindset vs Fixed Mindset: Pilihan Pola Pikir yang Menentukan Masa Depan

Image by  Source of Insight Manusia pada dasarnya diciptakan berbeda beda ya, Puan, begitu juga dengan mindset yang dibangun oleh diri kita sendiri. Menurut Carol Dweck psikologi dari Stanford University mindset terbagi menjadi dua yaitu fixed mindset dan growth mindset . Apa itu fixed mindset ? Fixed mindset merupakan pola pikir yang percaya bahwa suatu kecerdasan ataupun bakat dalam individu yang sifatnya tidak akan pernah berubah. Orang yang mempunyai fixed mindset cenderung mudah menyerah, tidak mau ambil resiko atas tantangan dalam hidup serta mudah merasa terancam atas keberhasilan orang lain. Lalu, apa itu growth mindset ? Growth mindset merupakan pola pikir yang ingin selalu berkembang dan percaya bahwa sebuah kesuksesan bisa didapatkan dengan kerja keras. Dengan kata lain seorang yang mempunyai growth mindset akan selalu tampil berani serta mencoba hal-hal baru. Perbedaan kedua mindset ini apasih? Fixed mindset Menghindari tantangan karena takut dengan kegagalan te...

The Fresh Start Effect: Kenapa Kita Suka Memulai di Hari Senin?

Sumber: pexels.com “Senin nanti aku mulai hidup lebih teratur, deh.” “Bulan depan harus mulai rajin olahraga.” “Kayaknya tahun depan aku harus lebih disiplin.” Pernah nggak, Puan, merasa lebih bersemangat untuk memulai sesuatu ketika memasuki waktu tertentu? Entah itu hari senin, awal bulan, ulang tahun, atau bahkan tahun baru. Seolah-olah pergantian waktu memberikan kesempatan untuk meninggalkan kebiasaan lama dan mencoba menjadi versi diri yang berbeda. Menariknya, kebiasaan ini ternyata punya penjelasan dalam psikologi, lho. Fenomena ini dikenal sebagai The Fresh Start Effect , yaitu kecenderungan seseorang untuk lebih termotivasi memulai tujuan atau kebiasaan baru setelah melewati penanda waktu tertentu. Apa Itu The Fresh Start Effect? The fresh start effect merupakan konsep psikologi yang diperkenalkan melalui penelitian Hengchen Dai, Katherine L. Milkman, dan Jason Rilis pada tahun 2014. Dalam penelitian mereka, ditemukan bahwa penanda waktu seperti awal minggu, awal bulan, tahun...