Puan pernah nggak sih ketemu sama orang yang kalau lagi kesel, bukannya ngomong langsung malah ngeledek halus, ngasih silent treatment, atau bilang "gapapa kok" padahal jelas-jelas ada apa-apa? Atau Puan sendiri juga kadang begitu? Nah, perilaku kayak gini namanya passive-aggressive. Meskipun kelihatan sepele, passive-aggressive bisa bikin hubungan jadi toxic dan penuh salah paham kalau nggak ditangani dengan baik.
Apa Itu Passive-aggressive?
Passive-aggressive adalah perilaku yang terlihat biasa aja, bahkan seperti nggak disengaja atau netral, tapi sebenarnya menunjukkan sikap agresif secara tidak langsung. Menurut Verywell Mind, orang yang passive-aggressive cenderung menampilkan sifat agresif mereka secara tidak langsung daripada terang-terangan. Misalnya, mereka bisa nunjukin ketidaksetujuan dengan cara menunda-nunda pekerjaan, dingin, atau dengan sengaja jadi keras kepala. Jadi, ketika mereka punya masalah atau perasaan negatif, mereka nggak mau ngomong secara langsung dan lebih memilih cara-cara halus yang bikin orang lain bingung dan frustasi.
Contoh Perilaku Passive-Aggressive
Passive-aggressive bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan kadang kita nggak sadar kalau kita lagi ngalamin atau bahkan ngelakuin hal ini.
Bayangin situasi ini: Puan tanya temen, "Mau makan di mana?" dia jawab "Terserah deh,” tapi begitu Puan pilih tempat, dia malah bilang "Oh... disitu? Ya udah deh" dengan muka cemberut dan sepanjang jalan diem aja. Ini contoh klasik passive-aggressive. Temen Puan sebenernya punya preferensi dan nggak setuju sama pilihan Puan, tapi dia nggak mau ngomong langsung. Alih-alih bilang "Aku maunya ke tempat lain nih,” dia malah bilang "terserah,” lalu nunjukin ketidakpuasannya lewat sikap dan body language. Ini yang bikin Puan jadi bingung, Puan disuruh milih sendiri tapi ujung-ujungnya malah dibikin ngerasa salah.
Cara Deal dengan Orang Passive-Aggressive
Dealing dengan orang passive-aggressive emang challenging, tapi bukan berarti nggak mungkin. Ini beberapa cara yang bisa Puan coba:
- Tetap tenang dan jangan ikutan emosi
Kalau Puan ikutan kesel atau balas dengan passive-aggressive juga, situasinya bakal makin ribet.
Set boundaries yang jelas
- Kasih tau kalau Puan lebih menghargai komunikasi yang jujur dan langsung.
Bilang juga kalau perilaku passive-aggressive itu bikin Puan kurang nyaman.
- Kalau perlu, keep your distance
Kalau orang tersebut nggak mau berubah dan hubungannya bikin Puan mentally exhausted, nggak apa-apa kok untuk kasih jarak.
Passive-aggressive mungkin terlihat sebagai cara yang "aman" untuk menghindari konflik, tapi sebenernya malah bikin masalah jadi makin rumit dan hubungan jadi nggak sehat. Komunikasi yang jujur, terbuka, dan asertif itu jauh lebih baik daripada nyimpen perasaan terus ngeluarinnya lewat cara-cara yang bikin orang lain bingung dan sakit hati.
Remember, everyone deserves to be heard. Jadi mulai sekarang, yuk practice untuk lebih direct dan jujur dalam berkomunikasi. It's okay to express your feelings, as long as you do it respectfully
Author & Editor: Anisa Zahara
Referensi:
Cherry, K. (2025, January 30). How to recognize passive-aggressive behavior. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-passive-aggressive-behavior-2795481
Adrian, K. (2024, November 13). Berkenalan dengan perilaku pasif-agresif. Alodokter. https://www.alodokter.com/berkenalan-dengan-perilaku-pasif-agresif

Komentar
Posting Komentar