Langsung ke konten utama

Radical Compassion: Seni Memeluk Badai Emosi dengan Kasih Sayang

  Photo by: Tara Brach Puan ngerasa nggak sih, kalau pengkritik paling kejam dalam hidup itu justru diri kita sendiri? Kita sering banget nuntut diri buat tampil sempurna. Pas gagal sedikit atau bikin salah kecil, langsung deh: “ Duh, kayaknya aku emang nggak bakat deh di sini," atau "Kenapa sih tadi aku ngomong gitu? Malu-maluin banget!" Di sinilah pentingnya Self-Compassion . Puan, self-compassion itu bukan berarti manjain diri atau malas-malasan, ya. Tapi itu adalah keberanian untuk memperlakukan diri sendiri selayaknya memperlakukan sahabat tersayang, dengan lembut, sabar, dan pengertian. Baca juga: Gagal? Nggak Masalah! Waktunya Belajar Sayang Sama Diri Sendiri Seorang psikolog sekaligus guru mindfulness , Tara Brach , memperkenalkan sebuah metode meditasi ringan untuk self-compassion dalam bukunya Radical Compassion . Metode ini disebut RAIN dan ngajak kita buat berhenti perang sama emosi negatif dan mulai memeluknya. Yuk, kita cari tahu langkah-langkah RAIN su...

Radical Compassion: Seni Memeluk Badai Emosi dengan Kasih Sayang

 

Photo by: Tara Brach

Puan ngerasa nggak sih, kalau pengkritik paling kejam dalam hidup itu justru diri kita sendiri? Kita sering banget nuntut diri buat tampil sempurna. Pas gagal sedikit atau bikin salah kecil, langsung deh: “Duh, kayaknya aku emang nggak bakat deh di sini," atau "Kenapa sih tadi aku ngomong gitu? Malu-maluin banget!"

Di sinilah pentingnya Self-Compassion. Puan, self-compassion itu bukan berarti manjain diri atau malas-malasan, ya. Tapi itu adalah keberanian untuk memperlakukan diri sendiri selayaknya memperlakukan sahabat tersayang, dengan lembut, sabar, dan pengertian.

Baca juga: Gagal? Nggak Masalah! Waktunya Belajar Sayang Sama Diri Sendiri


Seorang psikolog sekaligus guru mindfulness, Tara Brach, memperkenalkan sebuah metode meditasi ringan untuk self-compassion dalam bukunya Radical Compassion. Metode ini disebut RAIN dan ngajak kita buat berhenti perang sama emosi negatif dan mulai memeluknya.

Yuk, kita cari tahu langkah-langkah RAIN supaya Puan bisa lebih gentle sama diri sendiri.

 

R – Recognize (Mengenali)

Langkah pertama adalah jadi pengamat yang jujur. Saat emosi negatif datang, jangan langsung tenggelam di dalamnya. Coba tanya ke diri sendiri: "Apa yang lagi terjadi di dalam diriku sekarang?"

Kenali tanpa menghakimi. Puan nggak perlu merasa bersalah dan cukup kasih nama ke perasaan itu supaya dia nggak liar ke mana-mana.

Contohnya: Puan bisa ngomong dalam hati, "Oh, aku lagi ngerasa malu dan ada suara di kepalaku yang bilang kalau aku ini gagal karena tugasku direvisi terus." Dengan menyebut namanya, beban itu biasanya mulai terasa sedikit lebih ringan.

Setelah Puan berhasil mengenali si emosi "gagal" ini, tantangan berikutnya adalah jangan langsung buru-buru pengen ngusir dia atau langsung maksa buat positive thinking.

 

A – Allow (Mengizinkan)

Ini bagian yang paling menantang buat kita yang terbiasa harus selalu terlihat okay. Allowing artinya membiarkan perasaan itu ada, sesakit apa pun itu. Jangan dilawan, jangan ditekan, dan jangan coba-coba langsung cari solusinya.

Katakan dalam hati, "Ya, ini memang terjadi," atau "Nggak apa-apa kalau sekarang aku merasa begini."

Contohnya: Saat Puan merasa gagal karena dapet nilai jelek, jangan langsung bilang "Aku harus lebih rajin!". Cukup bilang, "Saat ini, aku izinkan diriku merasa sedih dan kecewa. Ini manusiawi."

Ketika Puan sudah memberi ruang, sekarang waktunya kita masuk lebih dalam untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

 

I – Investigate (Menyelidiki)

Di tahap ini, Puan nggak cuma liat permukaannya, tapi juga harus cari tahu: "Kenapa ya perasaan ini muncul?" dan "Apa sih dampaknya ke tubuhku?"

Coba tanya ke diri sendiri: "Apa yang aku percayai saat ini sampai aku merasa sesedih ini?" Mungkin ada ketakutan lama yang muncul lagi, atau ada ekspektasi yang terlalu tinggi. Sambil bertanya, rasakan juga sensasi fisiknya. Apakah dada terasa sesak? Apakah perut melilit?

Contohnya: Pas Puan merasa cemas luar biasa sebelum meeting, coba selidiki: "Kenapa aku secemas ini? Oh, ternyata karena aku takut kalau aku salah bicara, orang bakal mikir aku nggak kompeten." Lalu sadari dampaknya: "Ternyata pikiran ini bikin pundakku tegang banget dan napasku jadi pendek-pendek."

Setelah Puan tahu akar masalahnya dan gimana emosi itu menyiksa perasaan dan tubuh Puan, langkah terakhir ini adalah cara mengobatinya.

 

N – Nurture (Merawat)

Inilah momen Puan untuk memberikan kasih sayang ke diri sendiri. Tanyakan: "Apa yang paling aku butuhkan saat ini?" Mungkin Puan butuh kata-kata penyemangat, atau sekadar pengakuan bahwa situasi ini memang berat.

Contohnya: Puan bisa meletakkan tangan di dada sambil berbisik ke diri sendiri: "Pantesan kamu cemas, ternyata kamu punya beban pikiran seberat itu ya. I'm here for you. Kamu nggak sendirian hadapi ini."

Gimana, Puan? RAIN itu memang nggak bisa menghentikan badai emosi, tapi bisa memeluk Puan agar tetap aman dan hangat. Awalnya mungkin terasa canggung, tapi kalau sering dipraktekkan, Puan bakal jadi pribadi yang lebih tangguh dan punya self-compassion yang kuat.


Sekilas tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Edwards, K. (2022, November 30). 4 Lessons from Radical Compassion by Tara Brach. Keith Edwards PhD - Speaker Author Coach. https://keithedwards.com/2022/11/30/4-lessons-from-radical-compassion-by-tara-brach/ 

Merrick, J. (2020, Januari 2). Blog - RAIN: A Practice of Radical Compassion. Tara Brach. https://www.tarabrach.com/rain-practice-radical-compassion/


Author & Editor:

Dwi Khumaeroh Saadah


Komentar

Rubik Puan Popular

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4

Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health , Career , dan Self Improvement . Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Pu...

Business Mindset untuk Daily Life: Cara Berpikir Strategis dalam Menjalani Hidup

image by RDNE Stock project P uan, pernah nggak sih ngerasa sibuk dan banyak ikut kegiatan, tapi ujung-ujungnya masih ngerasa ‘ what am I really building? ’ Di dunia bisnis ada yang namanya Business Mindset . Dalam mindset ini tuh nggak cuma soal target, profit, atau strategi perusahaan. Intinya, ini tentang cara berpikir yang terarah, proaktif, dan adaptif .  Prinsip-prinsip ini nggak cuma berlaku untuk perusahaan, tapi juga bisa langsung diterapin di kehidupan sehari-hari. Misalnya, supaya Puan bisa: Nggak cuma sibuk, tapi tahu prioritas dan arah. Berpikir analitis sebelum mengambil keputusan. Mengelola hidup dan tujuan seperti proyek nyata. Tetap fleksibel dan komunikatif di tengah perubahan. Baca juga: Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata Nah, supaya nggak cuma teori aja, kita langsung masuk ke beberapa mindset kunci yang bisa Puan terapkan mulai sekarang. 1. Proaktif: Jangan Cuma Nunggu Kesempatan Menurut Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, keteram...

Bamboo Theory: Proses Menuju Kesuksesan Tidak Selalu Terlihat

  Foto: Freepik The flower that blooms in adversity is the most rare and beautiful of all — Mulan Saat menjalani proses dan berusaha untuk mencapai sesuatu yang  diinginkan , pasti sesekali pernah terbesit di pikiran Puan tentang, “Kapan ya usahaku membuahkan hasil yang signifikan?”  Tentu ini adalah hal yang wajar terlebih ketika ditempatkan di ruang yang sama dengan orang lain yang  telah sukses mencapai target mereka masing-masing. Satu hal yang harus dimengerti adalah proses setiap individu untuk berkembang selalu berbeda. Bahkan seseorang yang telah sukses pun harus menjalani segala pengorbanan dan proses tertentu sebelum ia menjadi sukses. Sebelum  berpandangan pesimis terhadap progres perkembangan untuk mencapai mimpi, Puan harus tahu tentang Bamboo Theory . Bener, Puan nggak salah dengar teori tentang Pohon Bambu mungkin bisa membuat Puan meredefinisikan ulang soal proses menuju kesuksesan.  Bambu merupakan pohon yang dapat berdiri kuat dan tegak ka...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...