Puan ngerasa nggak sih, kalau pengkritik paling kejam dalam hidup itu justru diri kita sendiri? Kita sering banget nuntut diri buat tampil sempurna. Pas gagal sedikit atau bikin salah kecil, langsung deh: “Duh, kayaknya aku emang nggak bakat deh di sini," atau "Kenapa sih tadi aku ngomong gitu? Malu-maluin banget!"
Di sinilah pentingnya Self-Compassion. Puan, self-compassion itu bukan berarti manjain diri atau malas-malasan, ya. Tapi itu adalah keberanian untuk memperlakukan diri sendiri selayaknya memperlakukan sahabat tersayang, dengan lembut, sabar, dan pengertian.
Baca juga: Gagal? Nggak Masalah! Waktunya Belajar Sayang Sama Diri Sendiri
Seorang psikolog sekaligus guru mindfulness, Tara Brach, memperkenalkan sebuah metode meditasi ringan untuk self-compassion dalam bukunya Radical Compassion. Metode ini disebut RAIN dan ngajak kita buat berhenti perang sama emosi negatif dan mulai memeluknya.
Yuk, kita cari tahu langkah-langkah RAIN supaya Puan bisa lebih gentle sama diri sendiri.
R – Recognize (Mengenali)
Langkah pertama adalah jadi pengamat yang jujur. Saat emosi negatif datang, jangan langsung tenggelam di dalamnya. Coba tanya ke diri sendiri: "Apa yang lagi terjadi di dalam diriku sekarang?"
Kenali tanpa menghakimi. Puan nggak perlu merasa bersalah dan cukup kasih nama ke perasaan itu supaya dia nggak liar ke mana-mana.
Contohnya: Puan bisa ngomong dalam hati, "Oh, aku lagi ngerasa malu dan ada suara di kepalaku yang bilang kalau aku ini gagal karena tugasku direvisi terus." Dengan menyebut namanya, beban itu biasanya mulai terasa sedikit lebih ringan.
Setelah Puan berhasil mengenali si emosi "gagal" ini, tantangan berikutnya adalah jangan langsung buru-buru pengen ngusir dia atau langsung maksa buat positive thinking.
A – Allow (Mengizinkan)
Ini bagian yang paling menantang buat kita yang terbiasa harus selalu terlihat okay. Allowing artinya membiarkan perasaan itu ada, sesakit apa pun itu. Jangan dilawan, jangan ditekan, dan jangan coba-coba langsung cari solusinya.
Katakan dalam hati, "Ya, ini memang terjadi," atau "Nggak apa-apa kalau sekarang aku merasa begini."
Contohnya: Saat Puan merasa gagal karena dapet nilai jelek, jangan langsung bilang "Aku harus lebih rajin!". Cukup bilang, "Saat ini, aku izinkan diriku merasa sedih dan kecewa. Ini manusiawi."
Ketika Puan sudah memberi ruang, sekarang waktunya kita masuk lebih dalam untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.
I – Investigate (Menyelidiki)
Di tahap ini, Puan nggak cuma liat permukaannya, tapi juga harus cari tahu: "Kenapa ya perasaan ini muncul?" dan "Apa sih dampaknya ke tubuhku?"
Coba tanya ke diri sendiri: "Apa yang aku percayai saat ini sampai aku merasa sesedih ini?" Mungkin ada ketakutan lama yang muncul lagi, atau ada ekspektasi yang terlalu tinggi. Sambil bertanya, rasakan juga sensasi fisiknya. Apakah dada terasa sesak? Apakah perut melilit?
Contohnya: Pas Puan merasa cemas luar biasa sebelum meeting, coba selidiki: "Kenapa aku secemas ini? Oh, ternyata karena aku takut kalau aku salah bicara, orang bakal mikir aku nggak kompeten." Lalu sadari dampaknya: "Ternyata pikiran ini bikin pundakku tegang banget dan napasku jadi pendek-pendek."
Setelah Puan tahu akar masalahnya dan gimana emosi itu menyiksa perasaan dan tubuh Puan, langkah terakhir ini adalah cara mengobatinya.
N – Nurture (Merawat)
Inilah momen Puan untuk memberikan kasih sayang ke diri sendiri. Tanyakan: "Apa yang paling aku butuhkan saat ini?" Mungkin Puan butuh kata-kata penyemangat, atau sekadar pengakuan bahwa situasi ini memang berat.
Contohnya: Puan bisa meletakkan tangan di dada sambil berbisik ke diri sendiri: "Pantesan kamu cemas, ternyata kamu punya beban pikiran seberat itu ya. I'm here for you. Kamu nggak sendirian hadapi ini."
Gimana, Puan? RAIN itu memang nggak bisa menghentikan badai emosi, tapi bisa memeluk Puan agar tetap aman dan hangat. Awalnya mungkin terasa canggung, tapi kalau sering dipraktekkan, Puan bakal jadi pribadi yang lebih tangguh dan punya self-compassion yang kuat.
Sekilas tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.Edwards, K. (2022, November 30). 4 Lessons from Radical Compassion by Tara Brach. Keith Edwards PhD - Speaker Author Coach. https://keithedwards.com/2022/11/30/4-lessons-from-radical-compassion-by-tara-brach/
Merrick, J. (2020, Januari 2). Blog - RAIN: A Practice of Radical Compassion. Tara Brach. https://www.tarabrach.com/rain-practice-radical-compassion/
Author & Editor:
Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar
Posting Komentar