Langsung ke konten utama

Decision Fatigue: Kenapa Memilih Menu Makan Malam Bisa Terasa Sangat Berat?

  Ilustrasi seseorang yang mengalami decision fatigue (brainfacts.org) Pernah nggak, Puan ngerasa kalau semakin sore, Puan jadi semakin ceroboh atau malah makin nggak bisa milih sesuatu? Puan sanggup menyelesaikan revisi tugas yang sulit di pagi hari, tapi begitu malam tiba, memilih film di Netflix saja butuh waktu satu jam dan berakhir nggak jadi nonton apa-apa karena bingung. Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Sederhananya, otak Puan memiliki kapasitas terbatas untuk membuat pilihan setiap hari. Setiap keputusan yang diambil, mulai dari memilih pakaian, menentukan menu sarapan, memilih rute perjalanan, hingga membalas pesan penting, sedikit demi sedikit menguras energi mental Puan sendiri. Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi? Ibaratnya, otak Puan seperti baterai HP. Setiap pilihan yang Puan buat, sekecil apa pun, memakan daya baterai tersebut. Masalahnya, pendidikan sampai pekerjaan memaksa Puan mengambil ribuan keputusan kecil setiap ...

Bamboo Theory: Proses Menuju Kesuksesan Tidak Selalu Terlihat

 

Foto: Freepik


The flower that blooms in adversity is the most rare and beautiful of all — Mulan


Saat menjalani proses dan berusaha untuk mencapai sesuatu yang  diinginkan, pasti sesekali pernah terbesit di pikiran Puan tentang, “Kapan ya usahaku membuahkan hasil yang signifikan?” 


Tentu ini adalah hal yang wajar terlebih ketika ditempatkan di ruang yang sama dengan orang lain yang  telah sukses mencapai target mereka masing-masing. Satu hal yang harus dimengerti adalah proses setiap individu untuk berkembang selalu berbeda. Bahkan seseorang yang telah sukses pun harus menjalani segala pengorbanan dan proses tertentu sebelum ia menjadi sukses.


Sebelum  berpandangan pesimis terhadap progres perkembangan untuk mencapai mimpi, Puan harus tahu tentang Bamboo Theory. Bener, Puan nggak salah dengar teori tentang Pohon Bambu mungkin bisa membuat Puan meredefinisikan ulang soal proses menuju kesuksesan. 


Bambu merupakan pohon yang dapat berdiri kuat dan tegak karena serangkaian proses yang dilalui semasa pertumbuhannya. Bambu dikatakan sebagai pohon yang cukup cepat untuk tumbuh. M. Aminuddin dan M. Abd. Latif dalam jurnal Bamboo in Malaysia: Past, Present and Future Research (2001) menyebutkan bahwa rata-rata bambu dapat tumbuh sekitar 15 hingga 18 centimeter per hari dan menumbuhkan 10 hingga 20 batang baru setiap tahunnya. Tapi tahukah Puan sebelum menjulang ke luar tanah, Pohon Bambu akan menanamkan akar dan sulur untuk menancap pada bagian dalam tanah sebagai bakal dari fondasi yang kuat.


Fase pertumbuhan Bambu adalah 3 sampai 5 tahun dan dalam rentang waktu tersebut pertumbuhan baru meliputi akar dan tunasnya saja. Setelah itu barulah pertumbuhan batang menjadi pesat. Menurut Science Focus, Bambu tumbuh dengan diameter yang konstan, dan tidak membuang energi untuk menebalkan batangnya. Tumbuhan bambu justru memfokuskan energinya pada pertumbuhan batang (tumbuh lurus ke atas) dan akarnya yang kuat dan rapat. 


Pohon Bambu tidak akan berhasil untuk tumbuh tanpa faktor pemeliharaan dari luar. Dalam proses pertumbuhannya Bambu membutuhkan tanah yang subur, air, dan sinar matahari. Seringkali Bambu tumbuh di hutan dengan pepohonan yang lebat sehingga sinar matahari susah untuk menjangkau tanah, tetapi melalui kondisi ini Bambu akan tumbuh dengan tinggi untuk mendapatkan sinar matahari. 


Melalui pengetahuan tentang bagaimana Bambu tumbuh, dapat kita simpulkan bahwa proses seseorang dalam  personal growth untuk mencapai mimpi membutuhkan pembangunan fondasi yang kuat. Terkadang dalam perjalanannya kita akan cepat menilai bahwa diri kita tidak berkembang, namun apa yang benar-benar terjadi adalah secara tidak sadar kita sedang membangun fondasi untuk akhirnya menjulang menuju kesuksesan. 


Tentu dalam berkembang Puan pun tidak bisa hanya diam menunggu kesuksesan untuk datang secara instan. Sama seperti Bambu yang memerlukan pemeliharaan, Puan harus mengusahakan segala  hal baik berupa ketekunan dan keyakinan. Lalu yang terpenting adalah kemampuan untuk bertahan dan pantang untuk menyerah



Puan dapat mengingat beberapa hal ini untuk menentukan tujuan:


  1. Ingat Kenapa Puan Memutuskan untuk Berjuang 


Dengan menanyakan kepada diri Puan mengenai hal ini, Puan akan mengerti alasan untuk tetap berjuang dan tidak menyerah. Karena ketika kita mempunyai tekad yang kuat akan sesuatu hal yang kita lakukan kita tidak akan menyerah. Kuncinya adalah mengingat motivasi yang kita punyai sebelum memutuskan untuk mengerjakan hal yang kita kerjakan sekarang. 


  1.  Ingat Proses Tidak Selalu Terlihat


Bahwa dalam setiap tindakan dan langkah kecil yang Puan buat merupakan progres. Bahkan disaat Puan merasa minimnya kemajuan maupun perkembangan yang dihasilkan dari diri sendiri. Semua usaha yang dilakukan pada akhirnya akan membuahkan hasil yang nyata.


  1. Lingkungan untuk Berkembang 


Lingkungan adalah tempat yang berpengaruh besar terhadap perkembangan diri, tempatkanlah diri Puan di lingkungan yang selalu siap untuk me-support Puan. Salah satu caranya adalah bergabung dengan komunitas yang memotivasi orang lain untuk terus maju sekalipun harus menghadapi rintangan yang sulit. 


    4. Istirahat


Ada kalanya Puan berjuang untuk mencapai mimpi, tetapi istirahat adalah hal yang sama-sama pentingnya dengan perjuangan. Misalnya dalam situasi yang membuat Puan stres cobalah sejenak untuk menghabiskan waktu bersama teman atau orang terdekat.


Jadi ketika Puan kembali meragukan keputusan untuk berjuang atau bertanya-tanya, “Apakah langkah yang aku ambil sudah sesuai?” ingatlah bahwa proses membutuhkan waktu, meski begitu ada saat ketika Puan akhirnya mencapai sebuah kesuksesan. Sukses bukanlah semata hal yang besar, definisi sukses bagi setiap orang merupakan hal yang berbeda. Semua akan baik pada waktunya.



Referensi:


Mattmoris.How Success Is Like a Chinese Bamboo. Diakses dari: https://www.mattmorris.com/how-success-is-like-a-chinese-bamboo-tree/


Marissa, Levin. (2017, 6 November 2017).10 Strategies to Stay Motivated And Persistent When Things Get Rough.Diakses dari:  https://www.linkedin.com/pulse/10-strategies-stay-motivated-persistent-when-things-marissa-levin


Utami, S. N., & Gischa, S. (2021, Oktober 2). Kenapa Bambu Disebut Tanaman dengan Pertumbuhan Paling Cepat?. Diakses dari: https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/02/180000169/kenapa-bambu-disebut-tanaman-dengan-pertumbuhan-paling-cepat-



Ditulis oleh: Dhia Nisrina



Komentar

Rubik Puan Popular

Decision Fatigue: Kenapa Memilih Menu Makan Malam Bisa Terasa Sangat Berat?

  Ilustrasi seseorang yang mengalami decision fatigue (brainfacts.org) Pernah nggak, Puan ngerasa kalau semakin sore, Puan jadi semakin ceroboh atau malah makin nggak bisa milih sesuatu? Puan sanggup menyelesaikan revisi tugas yang sulit di pagi hari, tapi begitu malam tiba, memilih film di Netflix saja butuh waktu satu jam dan berakhir nggak jadi nonton apa-apa karena bingung. Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Sederhananya, otak Puan memiliki kapasitas terbatas untuk membuat pilihan setiap hari. Setiap keputusan yang diambil, mulai dari memilih pakaian, menentukan menu sarapan, memilih rute perjalanan, hingga membalas pesan penting, sedikit demi sedikit menguras energi mental Puan sendiri. Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi? Ibaratnya, otak Puan seperti baterai HP. Setiap pilihan yang Puan buat, sekecil apa pun, memakan daya baterai tersebut. Masalahnya, pendidikan sampai pekerjaan memaksa Puan mengambil ribuan keputusan kecil setiap ...

Merasa Dipahami, atau Hanya Divalidasi? Fenomena Baru Kesehatan Mental

Sumber: Pinterest Pernah nggak sih, Puan lagi ngerasa capek, overthinking , atau sekadar butuh didenger… terus akhirnya buka media sosial? Scroll bentar, lihat story orang lain, posting sesuatu, nungguin like masuk. Atau mungkin, Puan malah buka chat dan mulai curhat panjang dan yang jawab bukan manusia, tapi AI. Aneh nggak sih? Kita bisa ngerasa lega, walaupun yang “dengerin” bukan orang beneran. Kalau Puan pernah ngerasain itu, tenang… Puan nggak sendirian. Tapi, mungkin tanpa sadar, Puan lagi ada di tengah fenomena yang lebih besar: mencari validasi secara online —baik dari manusia di sosial media, maupun dari teknologi seperti ChatGPT. Yuk, kita bedah pelan-pelan, kenapa ini bisa terjadi dan apa dampaknya ke kesehatan mental Puan. Kenapa Kita Butuh Banget Validasi? Secara dasar, manusia itu memang butuh merasa: didengar, dipahami, dan diterima. Namun, Itu bukan kelemahan, melainkan kebutuhan psikologis. Masalahnya, di era digital, cara kita memenuhi kebutuhan itu jadi berubah. Set...

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

Business Mindset untuk Daily Life: Cara Berpikir Strategis dalam Menjalani Hidup

image by RDNE Stock project P uan, pernah nggak sih ngerasa sibuk dan banyak ikut kegiatan, tapi ujung-ujungnya masih ngerasa ‘ what am I really building? ’ Di dunia bisnis ada yang namanya Business Mindset . Dalam mindset ini tuh nggak cuma soal target, profit, atau strategi perusahaan. Intinya, ini tentang cara berpikir yang terarah, proaktif, dan adaptif .  Prinsip-prinsip ini nggak cuma berlaku untuk perusahaan, tapi juga bisa langsung diterapin di kehidupan sehari-hari. Misalnya, supaya Puan bisa: Nggak cuma sibuk, tapi tahu prioritas dan arah. Berpikir analitis sebelum mengambil keputusan. Mengelola hidup dan tujuan seperti proyek nyata. Tetap fleksibel dan komunikatif di tengah perubahan. Baca juga: Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata Nah, supaya nggak cuma teori aja, kita langsung masuk ke beberapa mindset kunci yang bisa Puan terapkan mulai sekarang. 1. Proaktif: Jangan Cuma Nunggu Kesempatan Menurut Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, keteram...

Menerapkan Stoicism dalam Bermedia Sosial: Mau Upload Sesuatu tapi Malu? Tenang, Orang-Orang Nggak Se-Peduli Itu Kok!

Image by  www.socialmediae.com         Pernah nggak sih, Puan merasa ragu untuk posting sesuatu di media sosial? Misalnya, takut dibilang nggak produktif atau dianggap nggak ada kerjaan. Banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk membangun personal branding di Instagram, LinkedIn, atau media sosial lainnya. Mulai dari upload berbagai pencapaian, pengalaman di organisasi, hingga kegiatan volunteer yang kelihatannya asik dan keren banget. Nggak sedikit juga yang update hal-hal tersebut bahkan di akun kedua atau second account mereka.           Nggak ada yang salah dengan hal itu. Namun, di sisi lain, banyak juga yang akhirnya jadi minder . "Duh, kalau gue cuma upload foto kopi doang, kelihatan nggak produktif banget, nggak, sih?" atau "Mau post selfie aja kok jadi mikir-mikir, takut dikira nggak ada kerjaan." Pernah merasa begitu? Yuk, baca artikel ini sampai selesai! Pahami Fungsi Media Sosial yang Berbeda-beda ...