Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Bamboo Theory: Proses Menuju Kesuksesan Tidak Selalu Terlihat

 

Foto: Freepik


The flower that blooms in adversity is the most rare and beautiful of all — Mulan


Saat menjalani proses dan berusaha untuk mencapai sesuatu yang  diinginkan, pasti sesekali pernah terbesit di pikiran Puan tentang, “Kapan ya usahaku membuahkan hasil yang signifikan?” 


Tentu ini adalah hal yang wajar terlebih ketika ditempatkan di ruang yang sama dengan orang lain yang  telah sukses mencapai target mereka masing-masing. Satu hal yang harus dimengerti adalah proses setiap individu untuk berkembang selalu berbeda. Bahkan seseorang yang telah sukses pun harus menjalani segala pengorbanan dan proses tertentu sebelum ia menjadi sukses.


Sebelum  berpandangan pesimis terhadap progres perkembangan untuk mencapai mimpi, Puan harus tahu tentang Bamboo Theory. Bener, Puan nggak salah dengar teori tentang Pohon Bambu mungkin bisa membuat Puan meredefinisikan ulang soal proses menuju kesuksesan. 


Bambu merupakan pohon yang dapat berdiri kuat dan tegak karena serangkaian proses yang dilalui semasa pertumbuhannya. Bambu dikatakan sebagai pohon yang cukup cepat untuk tumbuh. M. Aminuddin dan M. Abd. Latif dalam jurnal Bamboo in Malaysia: Past, Present and Future Research (2001) menyebutkan bahwa rata-rata bambu dapat tumbuh sekitar 15 hingga 18 centimeter per hari dan menumbuhkan 10 hingga 20 batang baru setiap tahunnya. Tapi tahukah Puan sebelum menjulang ke luar tanah, Pohon Bambu akan menanamkan akar dan sulur untuk menancap pada bagian dalam tanah sebagai bakal dari fondasi yang kuat.


Fase pertumbuhan Bambu adalah 3 sampai 5 tahun dan dalam rentang waktu tersebut pertumbuhan baru meliputi akar dan tunasnya saja. Setelah itu barulah pertumbuhan batang menjadi pesat. Menurut Science Focus, Bambu tumbuh dengan diameter yang konstan, dan tidak membuang energi untuk menebalkan batangnya. Tumbuhan bambu justru memfokuskan energinya pada pertumbuhan batang (tumbuh lurus ke atas) dan akarnya yang kuat dan rapat. 


Pohon Bambu tidak akan berhasil untuk tumbuh tanpa faktor pemeliharaan dari luar. Dalam proses pertumbuhannya Bambu membutuhkan tanah yang subur, air, dan sinar matahari. Seringkali Bambu tumbuh di hutan dengan pepohonan yang lebat sehingga sinar matahari susah untuk menjangkau tanah, tetapi melalui kondisi ini Bambu akan tumbuh dengan tinggi untuk mendapatkan sinar matahari. 


Melalui pengetahuan tentang bagaimana Bambu tumbuh, dapat kita simpulkan bahwa proses seseorang dalam  personal growth untuk mencapai mimpi membutuhkan pembangunan fondasi yang kuat. Terkadang dalam perjalanannya kita akan cepat menilai bahwa diri kita tidak berkembang, namun apa yang benar-benar terjadi adalah secara tidak sadar kita sedang membangun fondasi untuk akhirnya menjulang menuju kesuksesan. 


Tentu dalam berkembang Puan pun tidak bisa hanya diam menunggu kesuksesan untuk datang secara instan. Sama seperti Bambu yang memerlukan pemeliharaan, Puan harus mengusahakan segala  hal baik berupa ketekunan dan keyakinan. Lalu yang terpenting adalah kemampuan untuk bertahan dan pantang untuk menyerah



Puan dapat mengingat beberapa hal ini untuk menentukan tujuan:


  1. Ingat Kenapa Puan Memutuskan untuk Berjuang 


Dengan menanyakan kepada diri Puan mengenai hal ini, Puan akan mengerti alasan untuk tetap berjuang dan tidak menyerah. Karena ketika kita mempunyai tekad yang kuat akan sesuatu hal yang kita lakukan kita tidak akan menyerah. Kuncinya adalah mengingat motivasi yang kita punyai sebelum memutuskan untuk mengerjakan hal yang kita kerjakan sekarang. 


  1.  Ingat Proses Tidak Selalu Terlihat


Bahwa dalam setiap tindakan dan langkah kecil yang Puan buat merupakan progres. Bahkan disaat Puan merasa minimnya kemajuan maupun perkembangan yang dihasilkan dari diri sendiri. Semua usaha yang dilakukan pada akhirnya akan membuahkan hasil yang nyata.


  1. Lingkungan untuk Berkembang 


Lingkungan adalah tempat yang berpengaruh besar terhadap perkembangan diri, tempatkanlah diri Puan di lingkungan yang selalu siap untuk me-support Puan. Salah satu caranya adalah bergabung dengan komunitas yang memotivasi orang lain untuk terus maju sekalipun harus menghadapi rintangan yang sulit. 


    4. Istirahat


Ada kalanya Puan berjuang untuk mencapai mimpi, tetapi istirahat adalah hal yang sama-sama pentingnya dengan perjuangan. Misalnya dalam situasi yang membuat Puan stres cobalah sejenak untuk menghabiskan waktu bersama teman atau orang terdekat.


Jadi ketika Puan kembali meragukan keputusan untuk berjuang atau bertanya-tanya, “Apakah langkah yang aku ambil sudah sesuai?” ingatlah bahwa proses membutuhkan waktu, meski begitu ada saat ketika Puan akhirnya mencapai sebuah kesuksesan. Sukses bukanlah semata hal yang besar, definisi sukses bagi setiap orang merupakan hal yang berbeda. Semua akan baik pada waktunya.



Referensi:


Mattmoris.How Success Is Like a Chinese Bamboo. Diakses dari: https://www.mattmorris.com/how-success-is-like-a-chinese-bamboo-tree/


Marissa, Levin. (2017, 6 November 2017).10 Strategies to Stay Motivated And Persistent When Things Get Rough.Diakses dari:  https://www.linkedin.com/pulse/10-strategies-stay-motivated-persistent-when-things-marissa-levin


Utami, S. N., & Gischa, S. (2021, Oktober 2). Kenapa Bambu Disebut Tanaman dengan Pertumbuhan Paling Cepat?. Diakses dari: https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/02/180000169/kenapa-bambu-disebut-tanaman-dengan-pertumbuhan-paling-cepat-



Ditulis oleh: Dhia Nisrina



Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...