Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Bamboo Theory: Proses Menuju Kesuksesan Tidak Selalu Terlihat

 

Foto: Freepik


The flower that blooms in adversity is the most rare and beautiful of all — Mulan


Saat menjalani proses dan berusaha untuk mencapai sesuatu yang  diinginkan, pasti sesekali pernah terbesit di pikiran Puan tentang, “Kapan ya usahaku membuahkan hasil yang signifikan?” 


Tentu ini adalah hal yang wajar terlebih ketika ditempatkan di ruang yang sama dengan orang lain yang  telah sukses mencapai target mereka masing-masing. Satu hal yang harus dimengerti adalah proses setiap individu untuk berkembang selalu berbeda. Bahkan seseorang yang telah sukses pun harus menjalani segala pengorbanan dan proses tertentu sebelum ia menjadi sukses.


Sebelum  berpandangan pesimis terhadap progres perkembangan untuk mencapai mimpi, Puan harus tahu tentang Bamboo Theory. Bener, Puan nggak salah dengar teori tentang Pohon Bambu mungkin bisa membuat Puan meredefinisikan ulang soal proses menuju kesuksesan. 


Bambu merupakan pohon yang dapat berdiri kuat dan tegak karena serangkaian proses yang dilalui semasa pertumbuhannya. Bambu dikatakan sebagai pohon yang cukup cepat untuk tumbuh. M. Aminuddin dan M. Abd. Latif dalam jurnal Bamboo in Malaysia: Past, Present and Future Research (2001) menyebutkan bahwa rata-rata bambu dapat tumbuh sekitar 15 hingga 18 centimeter per hari dan menumbuhkan 10 hingga 20 batang baru setiap tahunnya. Tapi tahukah Puan sebelum menjulang ke luar tanah, Pohon Bambu akan menanamkan akar dan sulur untuk menancap pada bagian dalam tanah sebagai bakal dari fondasi yang kuat.


Fase pertumbuhan Bambu adalah 3 sampai 5 tahun dan dalam rentang waktu tersebut pertumbuhan baru meliputi akar dan tunasnya saja. Setelah itu barulah pertumbuhan batang menjadi pesat. Menurut Science Focus, Bambu tumbuh dengan diameter yang konstan, dan tidak membuang energi untuk menebalkan batangnya. Tumbuhan bambu justru memfokuskan energinya pada pertumbuhan batang (tumbuh lurus ke atas) dan akarnya yang kuat dan rapat. 


Pohon Bambu tidak akan berhasil untuk tumbuh tanpa faktor pemeliharaan dari luar. Dalam proses pertumbuhannya Bambu membutuhkan tanah yang subur, air, dan sinar matahari. Seringkali Bambu tumbuh di hutan dengan pepohonan yang lebat sehingga sinar matahari susah untuk menjangkau tanah, tetapi melalui kondisi ini Bambu akan tumbuh dengan tinggi untuk mendapatkan sinar matahari. 


Melalui pengetahuan tentang bagaimana Bambu tumbuh, dapat kita simpulkan bahwa proses seseorang dalam  personal growth untuk mencapai mimpi membutuhkan pembangunan fondasi yang kuat. Terkadang dalam perjalanannya kita akan cepat menilai bahwa diri kita tidak berkembang, namun apa yang benar-benar terjadi adalah secara tidak sadar kita sedang membangun fondasi untuk akhirnya menjulang menuju kesuksesan. 


Tentu dalam berkembang Puan pun tidak bisa hanya diam menunggu kesuksesan untuk datang secara instan. Sama seperti Bambu yang memerlukan pemeliharaan, Puan harus mengusahakan segala  hal baik berupa ketekunan dan keyakinan. Lalu yang terpenting adalah kemampuan untuk bertahan dan pantang untuk menyerah. 



Puan dapat mengingat beberapa hal ini untuk menentukan tujuan:


  1. Ingat Kenapa Puan Memutuskan untuk Berjuang 


Dengan menanyakan kepada diri Puan mengenai hal ini, Puan akan mengerti alasan untuk tetap berjuang dan tidak menyerah. Karena ketika kita mempunyai tekad yang kuat akan sesuatu hal yang kita lakukan kita tidak akan menyerah. Kuncinya adalah mengingat motivasi yang kita punyai sebelum memutuskan untuk mengerjakan hal yang kita kerjakan sekarang. 


  1.  Ingat Proses Tidak Selalu Terlihat


Bahwa dalam setiap tindakan dan langkah kecil yang Puan buat merupakan progres. Bahkan disaat Puan merasa minimnya kemajuan maupun perkembangan yang dihasilkan dari diri sendiri. Semua usaha yang dilakukan pada akhirnya akan membuahkan hasil yang nyata.


  1. Lingkungan untuk Berkembang 


Lingkungan adalah tempat yang berpengaruh besar terhadap perkembangan diri, tempatkanlah diri Puan di lingkungan yang selalu siap untuk me-support Puan. Salah satu caranya adalah bergabung dengan komunitas yang memotivasi orang lain untuk terus maju sekalipun harus menghadapi rintangan yang sulit. 


    4. Istirahat


Ada kalanya Puan berjuang untuk mencapai mimpi, tetapi istirahat adalah hal yang sama-sama pentingnya dengan perjuangan. Misalnya dalam situasi yang membuat Puan stres cobalah sejenak untuk menghabiskan waktu bersama teman atau orang terdekat.


Jadi ketika Puan kembali meragukan keputusan untuk berjuang atau bertanya-tanya, “Apakah langkah yang aku ambil sudah sesuai?” ingatlah bahwa proses membutuhkan waktu, meski begitu ada saat ketika Puan akhirnya mencapai sebuah kesuksesan. Sukses bukanlah semata hal yang besar, definisi sukses bagi setiap orang merupakan hal yang berbeda. Semua akan baik pada waktunya.



Referensi:


Mattmoris.How Success Is Like a Chinese Bamboo. Diakses dari: https://www.mattmorris.com/how-success-is-like-a-chinese-bamboo-tree/


Marissa, Levin. (2017, 6 November 2017).10 Strategies to Stay Motivated And Persistent When Things Get Rough.Diakses dari:  https://www.linkedin.com/pulse/10-strategies-stay-motivated-persistent-when-things-marissa-levin


Utami, S. N., & Gischa, S. (2021, Oktober 2). Kenapa Bambu Disebut Tanaman dengan Pertumbuhan Paling Cepat?. Diakses dari: https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/02/180000169/kenapa-bambu-disebut-tanaman-dengan-pertumbuhan-paling-cepat-



Ditulis oleh: Dhia Nisrina



Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...