Langsung ke konten utama

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Gagal? Nggak Masalah! Waktunya Belajar Sayang Sama Diri Sendiri


 

sumber: mindful.org

Pernah nggak sih Puan merasa jadi terlalu keras sama diri sendiri? Misalnya, waktu Puan sedang gagal, Puan malah nyalahin diri sendiri terus-terusan.

Padahal ada cara yang lebih baik buat mengahadapi itu semua lho, Puan. Self Compassion namanya.

Apa sih sebenernya Self Compassion itu?

Self compassion, atau mudahnya, sayang sama diri sendiri, adalah sikap di mana Puan bisa mengerti dan peduli sama diri sendiri saat sedang terkena masalah, gagal, atau sedih.

Menurut Kristin Neff, Psikolog yang sering bahas soal ini, self compassion punya tiga poin penting yaitu self kindness (berbuat baik sama diri sendiri), common humanity (ingat kalau semua orang juga punya masalah), dan mindfulness (sadar sama apa yang Puan rasakan tanpa men-judge perasaan itu sendiri).

Kenapa self compassion itu penting buat Puaners?

Puan pasti pernah kan merasa kurang cukup buat diri sendiri? Saat gagal atau bikin salah, bukannya kasih semangat, Puan malah marah ke diri sendiri. Padahal, kalau itu sahabat Puan, pasti Puan akan bilang, “Nggak apa-apa kok, ini kan bagian dari proses kita untuk berkembang.” Jadi, kenapa nggak gitu juga ke diri sendiri?

Self compassion itu penting banget karena bisa bantu Puan berhenti jadi terlalu kritis terhadap diri sendiri. Kalau Puan lebih sering memberikan afirmasi positif, otomatis stress juga akan berkurang, perasaan pun jadi lebih tenang.

Nggak cuma itu, self compassion bikin kamu lebih “manusiawi” juga. Kita jadi sadar kalau bukan Kita saja  yang mengalami kesulitan. Semua orang punya masalahnya masing-masing. Dengan pemahaman ini, Kita bisa lebih empati sama diri sendiri dan orang lain, yang akhirnya membuat hubungan dengan orang-orang di sekitar menjadi lebih baik.

Nah gimana sih cara untuk menerapkan self compassion itu? Yuk, simak beberapa cara yang Priska punya!

Cara Praktis Latihan Self-Compassion

·       Ingat, Puan Nggak Sendiri
Pas lagi ngerasa down, inget aja kalau semua orang punya masalah. Puan nggak sendirian kok. Hidup emang ada naik-turunnya, dan itu wajar banget.

·       Praktikan Mindfulness
Puan bisa meluangkan waktu sebentar untuk sadar dengan apa yang Puan rasakan. Nggak usah judge perasaan itu, cukup dipahami saja. Puan bisa mencoba meditasi, tarik napas dalam, atau sekadar merenung sebentar agar pikiran lebih tenang.

·       Menulis Jurnal
Yuk, ambil waktu buat catat hal-hal baik tentang diri sendiri. Misalnya, “Hari ini aku udah berusaha keras, dan itu cukup.” Atau tulis pesan penyemangat buat diri sendiri. Kadang, Kita butuh diingatkan kalau kita layak dicintai, termasuk sama diri sendiri.

Saat Puan menghadapi masa sulit, jangan lupa untuk ingat kalau Puan pantas mendapatkan cinta, bukan hanya dari orang lain tapi juga dari diri sendiri. Dengan menerapkan self compassion, Puan tidak hanya akan merasa lebih tenang, tetapi juga jadi pribadi yang lebih kuat dan penuh empati. Karena, kalau bukan Puan yang sayang sama diri sendiri, siapa lagi?



REFERENSI:

Self-Compassion, Ketahui Manfaat dan Cara Melakukannya

Self Compassion: Seni Merangkul Diri di Masa Sulit



Penulis: Diinaar F. Berlian

Editor: Diinaar F. Berlian

 



Komentar