Image by: Headspace.com
Puan pernah nggak sih tiba-tiba beli sesuatu yang sebenernya nggak butuh-butuh amat cuma karena lagi diskon? Atau mungkin langsung nge-reply chat dengan emosi tanpa mikir dulu bakal nyakitin orang atau nggak? Nah, perilaku kayak gini namanya impulsif. Meskipun kadang terlihat spontan dan fun, kalau terlalu sering, impulsif bisa bikin hidup kita berantakan, dari keuangan sampai hubungan dengan orang lain.
Baca Juga: Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself
Apa Itu Perilaku Impulsif?
Menurut Verywell Mind, impulsivitas atau perilaku impulsif didefinisikan secara luas sebagai tindakan tanpa perencanaan yang kurang dipikirkan matang, diekspresikan secara prematur, terlalu berisiko, dan tidak sesuai dengan situasinya. Perilaku impulsif ini dikaitkan dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diharapkan. Jadi orang yang impulsif ini sering bertindak berdasarkan keinginan atau emosi sesaat, tanpa jeda untuk mikir konsekuensinya.
Kenapa Orang Jadi Impulsif?
Impulsivitas merupakan karakteristik dari sejumlah kondisi kesehatan mental, termasuk borderline personality disorder (BPD), bipolar disorder, dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Orang yang mengalami impulsivitas mungkin membuat keputusan terburu-buru, terlibat dalam argumen, dan terlibat dalam perilaku berisiko. Selain itu, perilaku impulsif juga bisa merusak hubungan dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.
Selain kondisi mental, ada beberapa faktor lain yang bisa bikin seseorang cenderung impulsif:
- Kurang kontrol diri
- Emosi yang intense
- Mencari sensasi atau hal-hal baru
- Tekanan sosial atau FOMO
- Kurang tidur atau stress
- Merusak hubungan dengan orang terdekat
- Menyebabkan penyesalan berkepanjangan
- Membahayakan kesehatan fisik
- Menurunkan produktivitas
- Pause sebelum bertindak: Hitung sampai 10 atau ambil napas dalam-dalam sebelum membuat keputusan
- Identifikasi trigger: Perhatikan situasi atau emosi apa yang bikin Puan jadi impulsif
- Buat aturan untuk diri sendiri: Misalnya, tunggu 24 jam sebelum beli barang mahal
- Practice mindfulness: Meditasi bisa membantu Puan lebih aware dan kontrol diri
- Konsultasi profesional: Jika impulsif sangat mengganggu, Puan bisa konsultasi ke psikolog

Komentar
Posting Komentar