Langsung ke konten utama

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself



Ada fase dalam hidup ketika Puan gak lagi gagal, tetapi juga belum ngerasa benar-benar ‘sampai’. Hidup berjalan seperti biasanya, rutinitas tetap dilakukan, tanggung jawab tetap dilaksanakan, namun di dalam diri muncul rasa gelisah yang sulit dijelaskan. Bukan karena hidup berantakan, melainkan karena Puan mulai mempertanyakan hal-hal yang dulu masih terasa pasti.

Fase ini sering kali gak disadari sebagai bagian penting dari pengembangan diri. Ia datang tanpa tanda dramatis, tanpa perubahan besar, namun pelan-pelan menggeser cara Puan memandang diri sendiri dan arah hidup. Feeling lost in the process of finding yourself, proses menjadi diri sendiri yang berjalan perlahan, namun membentuk fondasi yang kuat.

Dalam proses ini, ada beberapa pengalaman yang kerap dirasakan banyak orang, dan kemungkinan besar juga dirasakan oleh Puan.

• Muncul dorongan untuk mempertanyakan jati diri

Puan mulai bertanya tentang siapa diri Puan sebenarnya, bukan berdasarkan peran atau ekspektasi, tetapi berdasarkan apa yang rasanya selaras. Pertanyaan ini gak selalu menghasilkan jawaban cepat, namun kehadirannya itu menandakan kesadaran Puan yang semakin matang.

• Hidup terasa berjalan, tapi arah belum sepenuhnya jelas

Puan tetap ngejalanin hari, tetap produktif, namun ada perasaan seperti berjalan tanpa peta. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai tersesat, padahal justru menunjukkan bahwa Puan tidak lagi hidup secara otomatis.

Muncul rasa gak nyaman terhadap definisi sukses yang lama

Hal-hal yang dulu kita kejar mulai terasa hambar. Puan mungkin mulai menyadari bahwa standar keberhasilan yang selama ini dipegang gak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan batin.

Feeling lost dalam proses menemukan diri sendiri bukan tentang berhenti untuk nunggu jawaban, melainkan tentang tetap bergerak di tengah ketidak pastian. Proses ini mengajarkan bahwa hidup gak harus selalu dipahami sepenuhnya untuk bisa kita jalani.

Puan tetap bisa melangkah meski belum yakin

Keyakinan gak selalu hadir di awal. Dalam banyak kasus, ia justru terbentuk setelah Puan berani menjalani pilihan-pilihan kecil dengan sadar.


Baca juga: Mindfulness Ketika Puan Belajar Hadir


• Identitas tidak harus dikunci terlalu cepat

Jati diri bukan sesuatu yang harus ditentukan sekali seumur hidup. Ia berkembang seiring pengalaman, refleksi, dan perubahan nilai.

• Kebingungan bukan tanda kegagalan

Kebingungan sering kali muncul ketika Puan sedang berada di titik transisi. Ia menandakan bahwa ada proses evaluasi yang sedang berlangsung, bukan kemunduran.

Dalam konteks self development, fase ini justru yang sangat krusial. Tanpa proses pelan ini, banyak orang membangun hidup di atas arah yang gak pernah benar-benar mereka pilih sendiri. The slow burn of feeling lost memberi ruang bagi Puan untuk membangun arah hidup yang lebih autentik, meski membutuhkan waktu lebih lama.

• Makna sering terbentuk setelah dijalani, bukan sebelum

Puan gak perlu memahami seluruh rencana hidup sekarang. Cukup hadir, jalani, dan biarkan pengalaman membentuk pemahaman secara bertahap.

• Pertumbuhan yang pelan sering kali lebih tahan lama

Karena gak dibangun dari impuls atau tekanan, tetapi dari kesadaran dan penerimaan diri.

Pada akhirnya, Feeling lost dalam proses menemukan diri sendiri adalah tentang keberanian untuk tetap hidup secara penuh, bahkan ketika gak semua hal bisa kita jelaskan. Tentang menerima bahwa gak tahu adalah bagian dari perjalanan. Dan tentang percaya bahwa selama Puan terus bergerak dengan sadar, arah itu sedang dibentuk secara perlahan, tapi nyata.


Referensi:




Author & Editor: Irda Adelina Dalimunthe


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self- Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

The Worst Thing about Empathy is Losing Self-respect

Ilustrasi seseorang berempati dengan sesama. “When Im mad from my perspective but I can also see their perspective, so now Im carrying double emotional weight and being eaten away by my anger and empathy” Adakah Puan yang pernah merasa marah akan suatu keadaan, tetapi mencoba untuk mencari alasan lain untuk memahami permasalahan tersebut? Kalimat di atas adalah kalimat yang dapat menggambarkan situasi yang Puan alami.  Empathy Without Boundaries is a Self-destruction Empati adalah sikap memahami seseorang baik secara emosional maupun kondisional. Berempati kepada seseorang memang hal yang baik karena dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan. Namun, bagaimana jika berempati tidak memiliki batasan? Jika berempati secara berlebihan, Puan akan terus mencoba untuk memahami dan menyenangkan orang lain tanpa peduli apa yang sebenarnya Puan inginkan. Lama-lama, Puan akan mulai kehilangan kemampuan untuk berempati kepada diri sendiri. Tindakan mengabaikan kebutuhan emosional Puan sendiri ...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

Keseruan Learning Space bersama Kak Azza pada Minggu (24/5) 24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborator, Learning Space kali ini memberikan pengalaman kreatif dengan merangkai bunga secara mandiri.  Mengusung tema Bloom Your Story , peserta diajak memilih sendiri bunga yang ingin dirangkai sesuai dengan karakter dan preferensi masing - masing individu. Sebelum sesi dimulai, peserta mendapatkan tutorial langsung dari Kak Azza agar dapat memahami teknik dasar merangkai bunga sebelum menciptakan karya mereka sendiri. Salah satu peserta, Kak Friska, membagikan pengalaman berkesan selama mengikuti workshop ini, “First time, aku bikin bunga buket dan tentunya disini banyak pilihannya. dan...

How Slowing Down Brings Connection Back to Life

  Why are we always in such a rush? Why couldn't we slow a little bit down? Di lingkungan yang serba cepat sekarang ini, slowing down menjadi hal yang terasa tidak produktif dan membuat gerak kita terasa lebih lambat dibandingkan orang lain. Mengapa bisa begitu, ya, Puan? Karena, kita hidup di mana deadlines selalu mengejar, media sosial selalu menemani dan memperlihatkan seseorang di luar sana jauh lebih baik, lebih produktif, dan lebih banyak pencapaian; membuat kita merasa tak seharusnya slowing down di saat orang lain berusaha lebih keras untuk mendapat apa yang mereka inginkan, dengan kata lain, membuat kita merasa tertinggal jika slowing down . Either way, what if all of that is just our worrying mind? what if reality presents its opposite? What if it's literally okay to just try to slow down; to have the ability in living life more fully and peacefully. Why Slowing Down Matters Seperti yang dikatakan Edward Yu (2010, p.7) dalam bukunya The Art of Slowing Down : "W...