Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang, masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?"
Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying. Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa.
Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba?
Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau "Stok Terbatas!"
Rasa takut ketinggalan alias FOMO (Fear of Missing Out) sering kali jadi pemicu. Puan merasa kalau nggak beli sekarang, nanti bakal rugi besar. Padahal, seringnya itu cuma trik marketing yang bikin Puan merasa harus banget beli, padahal sebenarnya nggak butuh banget.
Baca juga: Saving to Stay Sane: Hidup Hemat di Era Tekanan Konsumtif
Dampaknya? Bukan Cuma Soal Uang
Banyak orang mikir kalau impulsive buying cuma masalah saldo ATM yang berkurang. Padahal dampaknya lebih dari itu. Pernah dengar istilah buyer’s remorse? Itu adalah rasa bersalah atau menyesal yang muncul setelah Puan belanja barang yang nggak berguna.
Selain itu, rumah jadi penuh sama barang-barang yang cuma bikin debu menumpuk. Secara mental, kebiasaan ini juga bikin Puan sulit membedakan mana yang merupakan kebutuhan (needs) dan mana yang cuma keinginan (wants).
Tips Ampuh Dari Priska!
Nah, supaya keuangan Puan tetap stabil dan hati tetap tenang, coba deh terapkan beberapa langkah simpel ini:
Terapkan Aturan 24 Jam
Kalau Puan lihat barang yang Puan pengen banget, jangan langsung dibayar. Masukin dulu ke keranjang atau wishlist, lalu tunggu selama 24 jam. Biasanya, paginya keinginan itu sudah hilang atau berkurang drastis.
Unsubscribe Newsletter & Hapus Notifikasi
Kalau Puan sering dapat email promo atau notifikasi flash sale, mending dimatikan saja. Apa yang mata nggak lihat, pasti hati nggak bakal pengen.
Tanya 3 Pertanyaan ke Diri Sendiri
Sebelum klik check out, tanya ke diri sendiri dulu: “Aku butuh ini sekarang atau cuma ingin?” “Aku punya uangnya nggak ya (tanpa pakai paylater)?” “Minggu depan aku masih bakal pakai barang ini nggak ya?” Ini ngebantu banget buat liat prioritas Puan.
Bikin Budget Buat Self-Reward
Ingat ya, Puan, jangan terlalu pelit sama diri sendiri. Alokasikan dana khusus untuk belanja senang-senang tiap bulan. Kalau jatahnya sudah habis, ya sudah, nggak boleh nambah lagi sampai bulan depan.
Belanja itu boleh banget, apalagi kalau itu hasil kerja keras Puan. Tapi, jadilah pembeli yang cerdas. Jangan biarkan euforia sesaat yang pegang kendali atas dompet Puan. Dengan lebih sadar saat belanja, Puan bakal belajar untuk lebih menghargai apa yang sudah Puan punya.
Jadi, barang apa nih yang masih ada di keranjang belanja Puan? Coba dipikirin lagi, beneran butuh atau cuma FOMO?
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.

Komentar
Posting Komentar