Siap Berdampak? Puan Bisa Ajak Perempuan Muda dalam Ruang Kolaborasi “Remaja Berproses Bukan Berubah!”
“Dari Puan Bisa sebagai Wadah untuk Para Perempuan Muda Tumbuh dan Berdaya”
Jakarta, 8 Februari 2026 —Mengusung semangat pertumbuhan yang inklusif, Puan Bisa turut hadir meramaikan gelaran “Remaja Berproses, Bukan Berubah” yang diadakan di Melting Pot, M Bloc. Gelaran yang diinisiasikan oleh komunitas Terus Berdampak ini menciptakan sebuah safe space bagi generasi muda untuk bertumbuh sesuai ritme unik mereka masing-masing. Semangat ini pun kian kuat dengan sinergi lintas komunitas, mulai dari Perempuan Masa Depan Indonesia, ASEAN Youth Disability Network, PowHerful Project, hingga Rumah Disabilitas Jakarta.
Puan Bisa hadir sebagai sebuah komunitas pemberdayaan perempuan yang mengambil peran dalam memberikan ruang bagi para perempuan muda Indonesia untuk berkembang terutama dalam 3 fokus utamanya yaitu mental health, career development, dan self-improvement. Puan Bisa memperkenalkan profil komunitasnya di hadapan audiens untuk menunjukkan pemberdayaan bukan tentang kompetisi, melainkan tentang kolaborasi dan penerimaan diri. Melalui fokus mental health, Puan Bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya mencintai diri sendiri dan menyediakan sistem pendukung agar remaja perempuan tidak merasa sendirian dalam menghadapi kecemasan masa depan. Dalam aspek career development, komunitas ini membekali para perempuan muda dengan wawasan dunia kerja dan persiapan profesional agar mampu mandiri secara finansial. Sementara itu, pada pilar self-improvement, Puan Bisa mendorong setiap individu untuk terus mengasah keterampilan unik mereka, membuktikan bahwa berproses adalah perjalanan seumur hidup untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Setelah menyelami dunia pemberdayaan pemuda, rangkaian acara beralih ke sesi berikutnya yang tidak kalah krusial. Sebab, kita menyadari bahwa pertumbuhan seorang remaja perempuan tidak terjadi di ruang hampa; ia tumbuh dalam sebuah ekosistem bernama keluarga. Seringkali, ambisi dan mimpi yang membumbung tinggi menemui hambatan bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena adanya jurang komunikasi yang lebar antara orang tua dan anak.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, komunitas Terus Berdampak menghadirkan narasumber pakar psikologi, Irma Gustiana M. Psi., Psikolog dalam Seminar Parenting bertajuk: "Bridge The Gap: Menyatukan Dunia Orang Tua dan Remaja”.
Seminar ini menjadi pengingat kuat bahwa pemberdayaan perempuan muda akan jauh lebih akseleratif ketika ia mendapat dukungan penuh dari ekosistem keluarga. Dengan sinergi yang harmonis, rumah tidak lagi menjadi sumber tekanan, melainkan menjadi pelabuhan pertama di mana kepercayaan diri seorang perempuan muda dipupuk sebelum ia akhirnya melangkah untuk terus berdampak bagi dunia.


Komentar
Posting Komentar