Langsung ke konten utama

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...

Siap Berdampak? Puan Bisa Ajak Perempuan Muda dalam Ruang Kolaborasi “Remaja Berproses Bukan Berubah!”

 

Puan Bisa - Siap Berdampak? Puan Bisa Ajak Perempuan Muda dalam Ruang Kolaborasi “Remaja Berproses Bukan Berubah!”

“Dari Puan Bisa sebagai Wadah untuk Para Perempuan Muda Tumbuh dan Berdaya”


Jakarta, 8 Februari 2026Mengusung semangat pertumbuhan yang inklusif, Puan Bisa turut hadir meramaikan gelaran “Remaja Berproses, Bukan Berubah” yang diadakan di Melting Pot, M Bloc. Gelaran yang diinisiasikan oleh komunitas Terus Berdampak ini menciptakan sebuah safe space bagi generasi muda untuk bertumbuh sesuai ritme unik mereka masing-masing. Semangat ini pun kian kuat dengan sinergi lintas komunitas, mulai dari Perempuan Masa Depan Indonesia, ASEAN Youth Disability Network, PowHerful Project, hingga Rumah Disabilitas Jakarta.

Puan Bisa hadir sebagai sebuah komunitas pemberdayaan perempuan yang mengambil peran dalam memberikan ruang bagi para perempuan muda Indonesia untuk berkembang terutama dalam 3 fokus utamanya yaitu mental health, career development, dan self-improvement. Puan Bisa memperkenalkan profil komunitasnya di hadapan audiens untuk menunjukkan pemberdayaan bukan tentang kompetisi, melainkan tentang kolaborasi dan penerimaan diri. Melalui fokus mental health, Puan Bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya mencintai diri sendiri dan menyediakan sistem pendukung agar remaja perempuan tidak merasa sendirian dalam menghadapi kecemasan masa depan. Dalam aspek career development, komunitas ini membekali para perempuan muda dengan wawasan dunia kerja dan persiapan profesional agar mampu mandiri secara finansial. Sementara itu, pada pilar self-improvement, Puan Bisa mendorong setiap individu untuk terus mengasah keterampilan unik mereka, membuktikan bahwa berproses adalah perjalanan seumur hidup untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.



Setelah menyelami dunia pemberdayaan pemuda, rangkaian acara beralih ke sesi berikutnya yang tidak kalah krusial. Sebab, kita menyadari bahwa pertumbuhan seorang remaja perempuan tidak terjadi di ruang hampa; ia tumbuh dalam sebuah ekosistem bernama keluarga. Seringkali, ambisi dan mimpi yang membumbung tinggi menemui hambatan bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena adanya jurang komunikasi yang lebar antara orang tua dan anak.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, komunitas Terus Berdampak menghadirkan narasumber pakar psikologi, Irma Gustiana M. Psi., Psikolog dalam Seminar Parenting bertajuk: "Bridge The Gap: Menyatukan Dunia Orang Tua dan Remaja”

Seminar ini menjadi pengingat kuat bahwa pemberdayaan perempuan muda akan jauh lebih akseleratif ketika ia mendapat dukungan penuh dari ekosistem keluarga. Dengan sinergi yang harmonis, rumah tidak lagi menjadi sumber tekanan, melainkan menjadi pelabuhan pertama di mana kepercayaan diri seorang perempuan muda dipupuk sebelum ia akhirnya melangkah untuk terus berdampak bagi dunia.


Author: Yasmin Nailah
Editor: Putri Audia Divayanti


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Takut Gagal? Justru Itu Jalan Awal Tumbuh, Puan!

Photo by Eva Bronzini Pernah nggak sih, Puan ngerasa jantung berdebar tiap mau ambil keputusan besar? Misalnya, daftar beasiswa ke luar negeri, apply kerjaan impian, atau berani presentasi di depan banyak orang. Sering kali pikiran seperti, “Kalau gagal gimana ya? Malu banget, semua orang pasti ngelihat aku nggak mampu,” muncul lebih dulu daripada semangat mencoba. Kalau iya, Puan nggak sendirian. Banyak perempuan muda juga ngalamin hal yang sama. Itu namanya fear of failure alias rasa takut gagal. Puan, tahu nggak? Rasa takut gagal itu sebenarnya sinyal. Artinya, Puan lagi menghadapi sesuatu yang penting dan bermakna. Kalau sesuatu nggak penting, kita biasanya santai aja, kan? Justru karena itu penting, makanya muncul rasa takut. Dan kabar baiknya: rasa takut itu bukan musuh. Ia bisa jadi titik awal pertumbuhan kalau kita berani melangkah melewatinya. Growth Mindset: Cara Melihat Gagal Sebagai Jalan Belajar Psikolog Carol Dweck ngenalin konsep growth mindset , yaitu pola pikir bah...