Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Empowering Future Leaders at Bloominar 2024 - A Journey of Career Mastery

[Jakarta, 11 Agustus 2024] – Bloominar 2024, sebuah webinar dari Bloomin Area yang bertujuan menginspirasi generasi muda untuk mempersiapkan masa depan karir mereka, telah sukses dilaksanakan pada Minggu, 11 Agustus 2024. Acara ini mengundang Amanda Nur Fadhillah—seorang ahli marketing dan content creator yang juga merupakan KOL (Key Opinion Leader) di Glints sejak Januari 2024—sebagai pembicara utama. Dengan tema "Career Mastery: Kuasai Kesempatan Karir Sejak Kuliah", acara ini dihadiri oleh lebih dari 15 peserta yang antusias untuk mendalami langkah-langkah mempersiapkan karir sejak dini.

Menyiapkan Karir dari Awal: Mengapa Lebih Cepat Lebih Baik

Amanda Nur Fadhillah membuka diskusi dengan menekankan pentingnya memulai persiapan karir sedini mungkin. Ia menggambarkan bahwa perjalanan karir tidak seharusnya dimulai setelah lulus, tetapi sejak awal masa perkuliahan, bahkan saat menjadi mahasiswa baru. “Persiapan karir itu adalah perjalanan, bukan sesuatu yang bisa disiapkan mendadak setelah lulus. Semakin cepat kita memulai, semakin besar peluang kita untuk sukses,” tegas Amanda.

'Golden Ticket' untuk Masa Depan: Privilege yang Diciptakan Sendiri

Salah satu konsep penting yang dibahas Amanda adalah persiapan karir sebagai ‘golden ticket’—sebuah istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan keistimewaan yang bisa didapatkan melalui usaha yang dilakukan sejak awal. Amanda menjelaskan bahwa privilege tidak hanya berasal dari latar belakang keluarga atau kekayaan, tetapi juga bisa dibangun melalui personal branding yang kuat. “Dengan mengikuti organisasi, magang, dan internship, kita sebenarnya sedang menciptakan privilege kita sendiri. Ini adalah tiket emas yang membuat kita lebih menonjol di dunia kerja,” ungkapnya.

Mengembangkan Soft Skills dan Hard Skills: Langkah Penting dalam Karir

Dalam sesi tersebut, Amanda juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara soft skills, hard skills, dan pengalaman (experience). Ia menggunakan analogi tangga, di mana setiap langkah melambangkan pengembangan keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan. Soft skills, seperti komunikasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan, harus dikembangkan terlebih dahulu. “Setelah soft skills terbentuk, kita bisa mulai fokus pada hard skills yang spesifik sesuai dengan bidang yang kita minati. Semua ini harus dilakukan secara bertahap dan terus-menerus,” jelas Amanda.

CV dan Portofolio: Identitas Anda dalam Dunia Kerja

Amanda juga berbagi tips penting mengenai CV dan portofolio. Menurutnya, CV adalah pondasi yang menunjukkan riwayat pekerjaan, pendidikan, dan pencapaian seseorang, sementara portofolio lebih penting bagi mereka yang bekerja di industri kreatif. “Portofolio adalah bukti visual dari apa yang telah kita capai, dan ini sangat penting untuk menarik perhatian HR dalam proses rekrutmen,” kata Amanda.

Kiat Memasuki Industri Kreatif: Praktik dan Dokumentasi adalah Kunci

Pada sesi tanya jawab, Amanda memberikan panduan praktis untuk memasuki industri kreatif. Ia menyarankan peserta untuk tidak hanya belajar teori tetapi juga langsung mempraktikkan apa yang dipelajari dan mendokumentasikan hasilnya dalam bentuk portofolio. Amanda juga mengingatkan pentingnya memiliki mindset yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh pencapaian orang lain. “Bandingkan diri kalian dengan diri kalian di masa lalu, bukan dengan orang lain. Fokus pada progres kalian sendiri,” pesannya.

Menemukan Jalan Karir yang Tepat: Mengelola Waktu dengan Bijak

Amanda juga menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana mengatur waktu antara kuliah dan kegiatan organisasi. Ia menekankan pentingnya mengenali batasan diri dan fokus pada kegiatan yang memberikan kontribusi maksimal pada pengembangan diri. “Lebih baik ikut di beberapa kegiatan tapi totalitas, daripada banyak kegiatan tapi tidak maksimal,” ujarnya.

Penutup: Keluar dari Zona Nyaman

Amanda mengakhiri sesinya dengan menekankan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Menurutnya, zona nyaman bisa menjadi jebakan yang menghambat perkembangan diri. “Hidup yang terasa santai mungkin nyaman, tetapi itu tanda bahwa kita perlu mencari tantangan baru dan terus berkembang,” tutup Amanda.

Dengan terselenggaranya Bloominar 2024 ini, diharapkan para peserta dapat mengambil inspirasi dan langkah konkret dalam mempersiapkan karir mereka sejak dini, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...

Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Image by : Grasindo Puan, pernah nggak sih ngerasa kalo hidup lagi di titik terendah? Nggak tau arah tujuan, motivasi hilang, overthinking berlebihan, dan rasanya pengen nyerah aja? Kalo Puan pernah atau lagi ada di posisi itu, tenang aja ya, Puan nggak sendirian kok. Apa yang Puan hadapi, persis banget kaya tokoh utama di buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna ini.  Pengertian Demotivasi Demotivasi yaitu suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa kehilangan semangat, antusias, dan minat untuk melakukan aktivitas apa pun di dalam hidupnya. Pemicunya ada beberapa hal, seperti mental yang lelah, masalah hidup yang berat, keberadaan yang kurang dihargai, tekanan dari sekitar, atau merasa tidak percaya diri.   Hanya buku, tapi bisa jadi alasan bertahan hidup Dalam buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" ini bukan cuma cerita biasa, tokoh utama justru menemukan kembali alasan bertahan hidupny...