Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

Empowering Future Leaders at Bloominar 2024 - A Journey of Career Mastery

[Jakarta, 11 Agustus 2024] – Bloominar 2024, sebuah webinar dari Bloomin Area yang bertujuan menginspirasi generasi muda untuk mempersiapkan masa depan karir mereka, telah sukses dilaksanakan pada Minggu, 11 Agustus 2024. Acara ini mengundang Amanda Nur Fadhillah—seorang ahli marketing dan content creator yang juga merupakan KOL (Key Opinion Leader) di Glints sejak Januari 2024—sebagai pembicara utama. Dengan tema "Career Mastery: Kuasai Kesempatan Karir Sejak Kuliah", acara ini dihadiri oleh lebih dari 15 peserta yang antusias untuk mendalami langkah-langkah mempersiapkan karir sejak dini.

Menyiapkan Karir dari Awal: Mengapa Lebih Cepat Lebih Baik

Amanda Nur Fadhillah membuka diskusi dengan menekankan pentingnya memulai persiapan karir sedini mungkin. Ia menggambarkan bahwa perjalanan karir tidak seharusnya dimulai setelah lulus, tetapi sejak awal masa perkuliahan, bahkan saat menjadi mahasiswa baru. “Persiapan karir itu adalah perjalanan, bukan sesuatu yang bisa disiapkan mendadak setelah lulus. Semakin cepat kita memulai, semakin besar peluang kita untuk sukses,” tegas Amanda.

'Golden Ticket' untuk Masa Depan: Privilege yang Diciptakan Sendiri

Salah satu konsep penting yang dibahas Amanda adalah persiapan karir sebagai ‘golden ticket’—sebuah istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan keistimewaan yang bisa didapatkan melalui usaha yang dilakukan sejak awal. Amanda menjelaskan bahwa privilege tidak hanya berasal dari latar belakang keluarga atau kekayaan, tetapi juga bisa dibangun melalui personal branding yang kuat. “Dengan mengikuti organisasi, magang, dan internship, kita sebenarnya sedang menciptakan privilege kita sendiri. Ini adalah tiket emas yang membuat kita lebih menonjol di dunia kerja,” ungkapnya.

Mengembangkan Soft Skills dan Hard Skills: Langkah Penting dalam Karir

Dalam sesi tersebut, Amanda juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara soft skills, hard skills, dan pengalaman (experience). Ia menggunakan analogi tangga, di mana setiap langkah melambangkan pengembangan keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan. Soft skills, seperti komunikasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan, harus dikembangkan terlebih dahulu. “Setelah soft skills terbentuk, kita bisa mulai fokus pada hard skills yang spesifik sesuai dengan bidang yang kita minati. Semua ini harus dilakukan secara bertahap dan terus-menerus,” jelas Amanda.

CV dan Portofolio: Identitas Anda dalam Dunia Kerja

Amanda juga berbagi tips penting mengenai CV dan portofolio. Menurutnya, CV adalah pondasi yang menunjukkan riwayat pekerjaan, pendidikan, dan pencapaian seseorang, sementara portofolio lebih penting bagi mereka yang bekerja di industri kreatif. “Portofolio adalah bukti visual dari apa yang telah kita capai, dan ini sangat penting untuk menarik perhatian HR dalam proses rekrutmen,” kata Amanda.

Kiat Memasuki Industri Kreatif: Praktik dan Dokumentasi adalah Kunci

Pada sesi tanya jawab, Amanda memberikan panduan praktis untuk memasuki industri kreatif. Ia menyarankan peserta untuk tidak hanya belajar teori tetapi juga langsung mempraktikkan apa yang dipelajari dan mendokumentasikan hasilnya dalam bentuk portofolio. Amanda juga mengingatkan pentingnya memiliki mindset yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh pencapaian orang lain. “Bandingkan diri kalian dengan diri kalian di masa lalu, bukan dengan orang lain. Fokus pada progres kalian sendiri,” pesannya.

Menemukan Jalan Karir yang Tepat: Mengelola Waktu dengan Bijak

Amanda juga menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana mengatur waktu antara kuliah dan kegiatan organisasi. Ia menekankan pentingnya mengenali batasan diri dan fokus pada kegiatan yang memberikan kontribusi maksimal pada pengembangan diri. “Lebih baik ikut di beberapa kegiatan tapi totalitas, daripada banyak kegiatan tapi tidak maksimal,” ujarnya.

Penutup: Keluar dari Zona Nyaman

Amanda mengakhiri sesinya dengan menekankan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Menurutnya, zona nyaman bisa menjadi jebakan yang menghambat perkembangan diri. “Hidup yang terasa santai mungkin nyaman, tetapi itu tanda bahwa kita perlu mencari tantangan baru dan terus berkembang,” tutup Amanda.

Dengan terselenggaranya Bloominar 2024 ini, diharapkan para peserta dapat mengambil inspirasi dan langkah konkret dalam mempersiapkan karir mereka sejak dini, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Komentar

Rubik Puan Popular

Let Them Theory: Berhenti Mengejar yang Tidak Meimilih Puan

Image by: KPU KAB-NDUGA  Puan pernah nggak sih merasa sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan seseorang, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan? Atau Puan terus memikirkan sikap orang lain, mencoba memahami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali? Perasaan seperti ini sering membuat Puan lelah tanpa disadari, karena terlalu fokus pada hal yang tidak bisa diatur. Di sinilah The Let Them Theory mulai terasa relevan. Konsep ini memperkenalkan cara pandang sederhana, bahwa tidak semua hal perlu diperjuangkan mati-matian, terutama jika itu melibatkan kehendak orang lain. Baca Juga:  https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/be-of-service-ternyata-kunci-pede.html Apa sih Let Them Theory itu? Sering kali, tanpa disadari, Puan menghabiskan banyak energi untuk mencoba memahami, memperbaiki, atau bahkan mengendalikan orang lain. Padahal, tidak semua hal memang berada dalam kendali Puan. Konsep “ let them ” pada dasarnya mengajak Puan untuk be...

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

  Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 Jakarta, 15 Oktober 2026  Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah. Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi,...

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...