Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Catat 5 Tips Siapkan Interview Buat Fresh Graduate!

 




Interview kerja merupakan tahap awal yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mencari kandidiat yang sesuai kualifikasi maka tahap ini menjadi sangat penting yang harus Puan siapkan sebaik-baiknya!

Ketika mendapatkan panggilan interview, jangan sampai Puan melewatkannya bahkan tidak mempersiapkan diri dengan baik. Ini karena seringkali banyak kandidat yang merasa gugup dan takut tidak siap menjawab pertanyaan saat interview. Oleh karena itu, yuk simak artikel di bawah ini agar Puan tidak gagal pada saat interview!

5 Tips Interview Kerja

Ada beberapa tips untuk mempersiapkan tahapan ini, tetapi sekarang kita akan bahas lima tipsnya dulu. Maka dari itu, siapkan catatan Puan dan catat tips berikut ini!

1. Pahami Identitas Perusahaan

Langkah pertama yang perlu Puan lakukan adalah memahami latar belakang perusahaan yang Puan lamar. Kenali fokus produk atau jasa yang ditawarkan, bagaimana bisnis tersebut berkembang, serta siapa target pasarnya. Dengan memahami informasi ini, Puan akan lebih siap menjawab pertanyaan dari perekrut terkait perusahaan tersebut.

2. Riset Lebih Dalam Posisi yang Dilamar

Ketika Puan tertarik untuk melamar pada posisi tertentu, pahami secara mendalam mengenai posisi tersebut. Cari tahu seperti apa lingkup serta tanggung jawab yang akan dikerjakan. Jangan lupa untuk membaca ulang deskripsi pekerjaan yang dilamar. Kemudian, buat list skill yang Puan miliki dan berhubungan dengan posisi tersebut.

3. Buat Catatan Singkat terkait Pengalaman

Pengalaman menjadi salah satu pertanyaan yang selalu muncul ketika menghadapi interview. Buatlah catatan singkat mengenai pengalaman yang Puan miliki terkait posisi yang dilamar. Hal tersebut dapat membantu Puan pada saat ditanya untuk menceritakan pengalaman yang dimiliki. Selain itu, hal ini juga dapat membantu Puan terlihat memahami pekerjaan yang pernah Puan kerjakan.

4. Latihan Interview

Buatlah list pertanyaan yang umum ditanyakan beserta jawabannya. Seperti, "Kenapa kamu memilih posisi ini?", "Bagaimana cara mengatasi kekuranganmu?", "Apa kelebihan dari dirimu?", "Kenapa kamu pantas diterima diposisi ini?". Ketika Puan sudah membuat list pertanyaan tersebut, Puan dapat berlatih dengan jawaban yang sudah disiapkan di depan cermin agar terbiasa sehingga ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, Puat bisa lancar menjawabnya!

5. Siapkan Pakaian Terbaik

Berikan kesan pertama yang baik dengan mengenakan pakaian terbaik Puan! Berpenampilan rapi dan profesional akan memberikan kesan yang positif, lho! Hal tersebut dapat membuat sesi interview dengan rekruter akan lebih nyaman.


Nah, itu dia lima tips yang bisa Puan ikuti ketika akan melakukan interview kerja. Dengan mempersiapkan hal-hal seperti di atas semoga dapat membantu Puan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, ya! Siapkan dirimu dalam keadaan terbaik ya, Puan. SEMANGAT!!


Komentar

Rubik Puan Popular

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...