Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Catat 5 Tips Siapkan Interview Buat Fresh Graduate!

 




Interview kerja merupakan tahap awal yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mencari kandidiat yang sesuai kualifikasi maka tahap ini menjadi sangat penting yang harus Puan siapkan sebaik-baiknya!

Ketika mendapatkan panggilan interview, jangan sampai Puan melewatkannya bahkan tidak mempersiapkan diri dengan baik. Ini karena seringkali banyak kandidat yang merasa gugup dan takut tidak siap menjawab pertanyaan saat interview. Oleh karena itu, yuk simak artikel di bawah ini agar Puan tidak gagal pada saat interview!

5 Tips Interview Kerja

Ada beberapa tips untuk mempersiapkan tahapan ini, tetapi sekarang kita akan bahas lima tipsnya dulu. Maka dari itu, siapkan catatan Puan dan catat tips berikut ini!

1. Pahami Identitas Perusahaan

Langkah pertama yang perlu Puan lakukan adalah memahami latar belakang perusahaan yang Puan lamar. Kenali fokus produk atau jasa yang ditawarkan, bagaimana bisnis tersebut berkembang, serta siapa target pasarnya. Dengan memahami informasi ini, Puan akan lebih siap menjawab pertanyaan dari perekrut terkait perusahaan tersebut.

2. Riset Lebih Dalam Posisi yang Dilamar

Ketika Puan tertarik untuk melamar pada posisi tertentu, pahami secara mendalam mengenai posisi tersebut. Cari tahu seperti apa lingkup serta tanggung jawab yang akan dikerjakan. Jangan lupa untuk membaca ulang deskripsi pekerjaan yang dilamar. Kemudian, buat list skill yang Puan miliki dan berhubungan dengan posisi tersebut.

3. Buat Catatan Singkat terkait Pengalaman

Pengalaman menjadi salah satu pertanyaan yang selalu muncul ketika menghadapi interview. Buatlah catatan singkat mengenai pengalaman yang Puan miliki terkait posisi yang dilamar. Hal tersebut dapat membantu Puan pada saat ditanya untuk menceritakan pengalaman yang dimiliki. Selain itu, hal ini juga dapat membantu Puan terlihat memahami pekerjaan yang pernah Puan kerjakan.

4. Latihan Interview

Buatlah list pertanyaan yang umum ditanyakan beserta jawabannya. Seperti, "Kenapa kamu memilih posisi ini?", "Bagaimana cara mengatasi kekuranganmu?", "Apa kelebihan dari dirimu?", "Kenapa kamu pantas diterima diposisi ini?". Ketika Puan sudah membuat list pertanyaan tersebut, Puan dapat berlatih dengan jawaban yang sudah disiapkan di depan cermin agar terbiasa sehingga ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, Puat bisa lancar menjawabnya!

5. Siapkan Pakaian Terbaik

Berikan kesan pertama yang baik dengan mengenakan pakaian terbaik Puan! Berpenampilan rapi dan profesional akan memberikan kesan yang positif, lho! Hal tersebut dapat membuat sesi interview dengan rekruter akan lebih nyaman.


Nah, itu dia lima tips yang bisa Puan ikuti ketika akan melakukan interview kerja. Dengan mempersiapkan hal-hal seperti di atas semoga dapat membantu Puan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, ya! Siapkan dirimu dalam keadaan terbaik ya, Puan. SEMANGAT!!


Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...