Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Mengenal FOMO dan JOMO: Insight Berharga dari Webinar Learning Space Puan Bisa Bersama Ambar Restika



[Jakarta, 16 Agustus 2024] - Learning Space 2024, Puan Bisa melakukan survei terkait bagaimana perempuan masa muda menghadapi masa quarter life crisis yang juga dibarengi dengan perasaan fear of missing out. Didapati sekitar lebih dari 57% perempuan muda merasakan fear of missing out yang memberikan dampak rasa tidak percaya diri dan mempertanyakan potensi diri sendiri.


Menjawab fenomena tersebut, Puan Bisa membuat webinar online yang bertujuan untuk memahami bagaimana suatu fenomena seperti FOMO itu memang harus kita terima dan dihindari bagi setiap individu, telah sukses pada Jumat 16 Agustus 2024. Acara ini mengundang Ambar Restika Suryandaru, S.Psi, M.Psi., Psikolog—seorang dosen dan pengajar (Universitas Borobudur Jakarta, 2017), serta psikolog online (Associate Psikolog Online Aplikasi Psikologi, 2020). Dengan tema "Understanding FOMO", acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 peserta yang antusias untuk mengetahui pentingnya menghindari kebiasaan FOMO.


FOMO : Fear Of Missing Out

Ambar Restika Suryandaru, membuka materi dengan membahas apa itu FOMO. Ia mengatakan bahwa FOMO adalah perasaan akan takut ketinggalan sesuatu, yang dirasakan oleh seseorang sehingga menimbulkan rasa khawatir atau cemas pada saat melewatkan pengalaman, acara, atau aktivitas lain yang berada disekitarnya, seperti ketinggalan informasi/berita/kegiatan/viral/kasus bullying, dan hal lainnya. Ia menegaskan bahwa perasaan khawatir dan cemas tersebut ⁠dapat menjadikan individu tersebut merasakan yang namanya sebuah tekanan, baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungan sekitarnya.  


Social Media : Boomerang dari FOMO Untuk Diri Sendiri

Fomo biasanya terjadi karena adanya paparan dari media sosial ataupun cerita dari lingkungan sekitar sehingga menimbulkan rasa ketinggalan apabila tidak ikut berpartisipasi dalam suatu hal. Ambar Restika Suryandaru memberikan keterangan bahwasanya dampak dari FOMO itu sendiri dapat mempengaruhi banyak hal, seperti : 


1. Stress Kecemasan

FOMO menciptakan tekanan psikologis yang mengarah ke stress dan kecemasan, yang dimana rasa cemas tersebut dapat mengganggu keseimbangan emosional.


2. Tidak Fokus dan Tidak Produktif

Karena pikiran terbagi-bagi untuk mengikuti banyak hal dan kegiatan, FOMO dapat menjadikan individu tidak dapat fokus pada satu kegiatan sehingga sulit bagi individu tersebut untuk produktif dan sulit untuk membuat kualitas kerja mereka jadi tidak optimal.


3. Tidak Memiliki Hubungan Yang Dalam

Cukup dangkal dalam menjalin suatu hubungan, seringkali kurang dapat memberikan perhatian khusus terhadap sesuatu.


4. Gangguan Tidur

Pikiran terus terjebak dalam kekhawatiran, bilamana gangguan tidur tidak dapat diatasi, maka akan terjadi penurunan kinerja fisik dan juga mental.


JOMO : Joy Of Missing Out

Berbeda dengan FOMO, Ambar Restika Suryandaru menyebutkan bahwa terdapat istilah lain, yaitu Joy Of Missing Out atau JOMOn yang dimana ini adalah perasaan kebahagiaan atau kepuasan yang dirasakan ketika memilih untuk tidak terlibat dalam aktivitas sosial atau acara yang ramai. JOMO menekankan pada betapa pentingnya menikmati waktu sendiri, menjalani hidup dengan lebih mindful, dan merayakan pilihan untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti bagi diri sendiri tanpa merasa tertekan oleh standar sosial.


Self Awareness : Langkah Mendapatkan Kebahagiaan dan Kualitas Diri Sendiri

“Patokannya itu bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Tiap individu punya kesempatan dan  kelebihan untuk maju, jadi fokus kepada diri kita sendiri aja. Tiap individu punya kelemahan dan kelebihan. Sehingga diri kita bisa memaksimalkan kelebihan kita untuk menutupi kekurangan/kelemahan kita” tegas Ambar. Dengan melakukan introspeksi diri serta menerima pendapat orang lain merupakan langkah yang dapat diambil untuk mendapatkan kebahagiaan dan kualitas diri sendiri.


Penutup : Fokus Terhadap Diri Sendiri

Ambar mengakhiri sesinya dengan menekankan bahwa betapa pentingnya untuk melawan rasa takut dan fokus terhadap diri sendiri untuk tidak mengikuti standar orang lain. “Semakin mengikuti orang lain jadi gampang insecure. Tiap individu punya kelebihan, Kenali lah diri sendiri dan manfaatkan kelebihan kita untuk menutupi kekurangan kita” tutup Ambar.


Dengan terselenggaranya Learning Space 2024 ini, diharapkan para peserta dapat mengambil inspirasi dan langkah konkret dalam mengikuti kegiatan atau trend yang ada, tetaplah menjadi diri sendiri dan jangan mengikuti standar orang lain, agar mendapatkan kebahagiaan dan kualitas diri sendiri.

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...