Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Mengenal FOMO dan JOMO: Insight Berharga dari Webinar Learning Space Puan Bisa Bersama Ambar Restika



[Jakarta, 16 Agustus 2024] - Learning Space 2024, Puan Bisa melakukan survei terkait bagaimana perempuan masa muda menghadapi masa quarter life crisis yang juga dibarengi dengan perasaan fear of missing out. Didapati sekitar lebih dari 57% perempuan muda merasakan fear of missing out yang memberikan dampak rasa tidak percaya diri dan mempertanyakan potensi diri sendiri.


Menjawab fenomena tersebut, Puan Bisa membuat webinar online yang bertujuan untuk memahami bagaimana suatu fenomena seperti FOMO itu memang harus kita terima dan dihindari bagi setiap individu, telah sukses pada Jumat 16 Agustus 2024. Acara ini mengundang Ambar Restika Suryandaru, S.Psi, M.Psi., Psikolog—seorang dosen dan pengajar (Universitas Borobudur Jakarta, 2017), serta psikolog online (Associate Psikolog Online Aplikasi Psikologi, 2020). Dengan tema "Understanding FOMO", acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 peserta yang antusias untuk mengetahui pentingnya menghindari kebiasaan FOMO.


FOMO : Fear Of Missing Out

Ambar Restika Suryandaru, membuka materi dengan membahas apa itu FOMO. Ia mengatakan bahwa FOMO adalah perasaan akan takut ketinggalan sesuatu, yang dirasakan oleh seseorang sehingga menimbulkan rasa khawatir atau cemas pada saat melewatkan pengalaman, acara, atau aktivitas lain yang berada disekitarnya, seperti ketinggalan informasi/berita/kegiatan/viral/kasus bullying, dan hal lainnya. Ia menegaskan bahwa perasaan khawatir dan cemas tersebut ⁠dapat menjadikan individu tersebut merasakan yang namanya sebuah tekanan, baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungan sekitarnya.  


Social Media : Boomerang dari FOMO Untuk Diri Sendiri

Fomo biasanya terjadi karena adanya paparan dari media sosial ataupun cerita dari lingkungan sekitar sehingga menimbulkan rasa ketinggalan apabila tidak ikut berpartisipasi dalam suatu hal. Ambar Restika Suryandaru memberikan keterangan bahwasanya dampak dari FOMO itu sendiri dapat mempengaruhi banyak hal, seperti : 


1. Stress Kecemasan

FOMO menciptakan tekanan psikologis yang mengarah ke stress dan kecemasan, yang dimana rasa cemas tersebut dapat mengganggu keseimbangan emosional.


2. Tidak Fokus dan Tidak Produktif

Karena pikiran terbagi-bagi untuk mengikuti banyak hal dan kegiatan, FOMO dapat menjadikan individu tidak dapat fokus pada satu kegiatan sehingga sulit bagi individu tersebut untuk produktif dan sulit untuk membuat kualitas kerja mereka jadi tidak optimal.


3. Tidak Memiliki Hubungan Yang Dalam

Cukup dangkal dalam menjalin suatu hubungan, seringkali kurang dapat memberikan perhatian khusus terhadap sesuatu.


4. Gangguan Tidur

Pikiran terus terjebak dalam kekhawatiran, bilamana gangguan tidur tidak dapat diatasi, maka akan terjadi penurunan kinerja fisik dan juga mental.


JOMO : Joy Of Missing Out

Berbeda dengan FOMO, Ambar Restika Suryandaru menyebutkan bahwa terdapat istilah lain, yaitu Joy Of Missing Out atau JOMOn yang dimana ini adalah perasaan kebahagiaan atau kepuasan yang dirasakan ketika memilih untuk tidak terlibat dalam aktivitas sosial atau acara yang ramai. JOMO menekankan pada betapa pentingnya menikmati waktu sendiri, menjalani hidup dengan lebih mindful, dan merayakan pilihan untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti bagi diri sendiri tanpa merasa tertekan oleh standar sosial.


Self Awareness : Langkah Mendapatkan Kebahagiaan dan Kualitas Diri Sendiri

“Patokannya itu bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Tiap individu punya kesempatan dan  kelebihan untuk maju, jadi fokus kepada diri kita sendiri aja. Tiap individu punya kelemahan dan kelebihan. Sehingga diri kita bisa memaksimalkan kelebihan kita untuk menutupi kekurangan/kelemahan kita” tegas Ambar. Dengan melakukan introspeksi diri serta menerima pendapat orang lain merupakan langkah yang dapat diambil untuk mendapatkan kebahagiaan dan kualitas diri sendiri.


Penutup : Fokus Terhadap Diri Sendiri

Ambar mengakhiri sesinya dengan menekankan bahwa betapa pentingnya untuk melawan rasa takut dan fokus terhadap diri sendiri untuk tidak mengikuti standar orang lain. “Semakin mengikuti orang lain jadi gampang insecure. Tiap individu punya kelebihan, Kenali lah diri sendiri dan manfaatkan kelebihan kita untuk menutupi kekurangan kita” tutup Ambar.


Dengan terselenggaranya Learning Space 2024 ini, diharapkan para peserta dapat mengambil inspirasi dan langkah konkret dalam mengikuti kegiatan atau trend yang ada, tetaplah menjadi diri sendiri dan jangan mengikuti standar orang lain, agar mendapatkan kebahagiaan dan kualitas diri sendiri.

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...