Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Kenali Decluttering, Aktivitas Merapikan Ruangan Serta Pikiran


Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk)


Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan.

Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan.

Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering, Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir lebih jernih.

Manfaat Nyata dari Decluttering

Merapikan ruangan bukan sekedar ngebuat rumah jadi terlihat seperti di katalog majalah. Berikut adalah beberaepa manfaat yang bisa langsung Puan rasakan:

  • Mengurangi Kadar Kortisol: Studi menunjukkan bahwa orang yang tinggal di rumah yang rapi cenderung memiliki kadar hormon stres (kortisol) yang lebih rendah.

  • Meningkatkan Produktivitas: Tanpa distraksi visual, Puan bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan efisien.

  • Membantu Pengambilan Keputusan: Proses memilah barang itu ngelatih kemampuan Puan dalam menentukan prioritas.

  • Menciptakan Rasa Bahagia (Spark Joy): Mengelilingi diri dengan barang yang benar-benar Puan cintai akan memberikan energi positif setiap harinya.

Baca juga: Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Langkah Memulai Tanpa Merasa Terbebani

Banyak orang gagal ngelakuin decluttering karena ngerasa kewalahan di awal. Kuncinya adalah mulai dari yang kecil. Berikut tips dari Priska:

  1. Jangan langsung coba buat ngerapihin seluruh  sudut rumah dalam satu hari. Cukup luangkan 15 menit setiap hari untuk satu sudut kecil, misalnya laci meja atau rak sepatu.

  2. Metode Empat Kotak: Siapkan empat wadah dengan label: Simpan, Donasikan, Jual, dan Buang. Ini akan mempercepat proses pengambilan keputusan Puan

  3. Pertanyaan "90/90": Jika Puan belum memakainya dalam 90 hari terakhir dan tidak akan memakainya dalam 90 hari ke depan, kemungkinan besar Puan tidak membutuhkannya.

  4. Sering kali Puan ngerasa sulit membuang barang karena nilai barang itu. Tapi, ingatlah bahwa kenangan ada di hati, bukan pada benda yang berdebu di gudang.

Ingat ya, Puan! Decluttering adalah perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan mengurangi beban fisik di sekitar, Puan secara nggak langsung ngasih ruang bagi ide-ide baru, kedamaian, dan kebahagiaan untuk masuk ke dalam hidup Puan. Jadi, area mana yang ingin Puan rapikan hari ini?



Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Author & Editor: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa


Sumber Referensi:

Apa Itu Decluttering? Ini Arti, Manfaat, dan Cara Mulainya. (n.d.). Pos Indonesia. 

Corona, L. (2026, February 3). 8 Decluttering rules I live by as someone who writes about organizing for a living. Real Simple. 

Decluttering Mind: Cara Membersihkan Pikiran dari Kekhawatiran dan Meningkatkan Kesejahteraan. (n.d.). Guruinovatif.id. 

Komentar