Langsung ke konten utama

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

Kenali Decluttering, Aktivitas Merapikan Ruangan Serta Pikiran


Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk)


Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan.

Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan.

Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering, Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir lebih jernih.

Manfaat Nyata dari Decluttering

Merapikan ruangan bukan sekedar ngebuat rumah jadi terlihat seperti di katalog majalah. Berikut adalah beberaepa manfaat yang bisa langsung Puan rasakan:

  • Mengurangi Kadar Kortisol: Studi menunjukkan bahwa orang yang tinggal di rumah yang rapi cenderung memiliki kadar hormon stres (kortisol) yang lebih rendah.

  • Meningkatkan Produktivitas: Tanpa distraksi visual, Puan bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan efisien.

  • Membantu Pengambilan Keputusan: Proses memilah barang itu ngelatih kemampuan Puan dalam menentukan prioritas.

  • Menciptakan Rasa Bahagia (Spark Joy): Mengelilingi diri dengan barang yang benar-benar Puan cintai akan memberikan energi positif setiap harinya.

Baca juga: Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Langkah Memulai Tanpa Merasa Terbebani

Banyak orang gagal ngelakuin decluttering karena ngerasa kewalahan di awal. Kuncinya adalah mulai dari yang kecil. Berikut tips dari Priska:

  1. Jangan langsung coba buat ngerapihin seluruh  sudut rumah dalam satu hari. Cukup luangkan 15 menit setiap hari untuk satu sudut kecil, misalnya laci meja atau rak sepatu.

  2. Metode Empat Kotak: Siapkan empat wadah dengan label: Simpan, Donasikan, Jual, dan Buang. Ini akan mempercepat proses pengambilan keputusan Puan

  3. Pertanyaan "90/90": Jika Puan belum memakainya dalam 90 hari terakhir dan tidak akan memakainya dalam 90 hari ke depan, kemungkinan besar Puan tidak membutuhkannya.

  4. Sering kali Puan ngerasa sulit membuang barang karena nilai barang itu. Tapi, ingatlah bahwa kenangan ada di hati, bukan pada benda yang berdebu di gudang.

Ingat ya, Puan! Decluttering adalah perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan mengurangi beban fisik di sekitar, Puan secara nggak langsung ngasih ruang bagi ide-ide baru, kedamaian, dan kebahagiaan untuk masuk ke dalam hidup Puan. Jadi, area mana yang ingin Puan rapikan hari ini?



Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Author & Editor: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa


Sumber Referensi:

Apa Itu Decluttering? Ini Arti, Manfaat, dan Cara Mulainya. (n.d.). Pos Indonesia. 

Corona, L. (2026, February 3). 8 Decluttering rules I live by as someone who writes about organizing for a living. Real Simple. 

Decluttering Mind: Cara Membersihkan Pikiran dari Kekhawatiran dan Meningkatkan Kesejahteraan. (n.d.). Guruinovatif.id. 

Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

Apakah Kamu Punya Cinderella Syndrom? Ini Tandanya!

  Illustrasi oleh Green Maggot Puan pasti tahu film Cinderella kan? Tentunya Puan udah nggak asing lagi sama kisah dongeng klasik ini. Selain di film, istilah Cinderella  juga dikenal di dunia nyata loh, yaitu sindrom Cinderella Complex. Yuk! Kita cari tahu lebih lanjut tentang Cinderella Complex  dan tanda-tandanya! Apa itu Cinderella Complex ? Cinderella Complex  pertama kali diperkenalkan oleh Colette Dowling, seorang terapus dalam bukunya " The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence ". Cinderella Complex  adalah sikap dan rasa takut (tertekan) yang dialami perempuan, sehingga perempuan tidak berani memanfaatkan sepenuhnya kemampuan otak dan kreativitasnya (Dowling, 1995). Sindrom Cinderella Complex  tanpa sadar membuat perempuan ingin diurus oleh orang lain sehingga sangat ketergantungan dan nyaris tidak bisa hidup mandiri. Meskipun belum bisa dikategorikan sebagai gangguan secara psikologis, sindrom Cinderella Complex  ada kaitann...