Langsung ke konten utama

Belanja karena Memang Butuh, atau Cuma Lagi Healing? Sebuah Perspektif tentang Emotional Spending

Puan, pernah dengar kalimat ini? " Most people don't have a money problem, they have an emotional problem. " Sekilas, kalimat ini memang terdengar terlalu menyederhanakan masalah keuangan. Soalnya, kita nggak bisa menutup mata kalau banyak dari Puan memang lagi berjuang menghadapi biaya hidup yang makin naik, gaji yang pas-pasan, sampai kondisi ekonomi yang lagi nggak mudah. Namun... setelah dipikir-pikir, mungkin ada benarnya juga. Kadang yang Puan beli bukan barangnya Coba deh, Puan ingat-ingat. Pernah nggak Puan lagi stres terus tiba-tiba buka Online Shop ? Pernah nggak Puan menjalani hari yang melelahkan, Puan langsung pesan makanan favorit sambil bilang, "Nggak apa-apa deh, self reward ." Berapa kali Puan checkout barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhin, cuma karena pengen mood balik lagi? Kalau pernah, tenang. Puan nggak sendirian. Kadang yang Puan beli bukan barangnya, tetapi Puan lagi membeli rasa lega, rasa nyaman, rasa senang, bahkan...

850 Beauty Enthusiasts Ramaikan Glow Fest 2.0 by Geng Glowing

 



Keseruan Glow Fest 2.0 mempertemukan beauty enthusiasts, creators, dan brand

Jakarta, 8 Maret 2026 – Geng Glowing, komunitas beauty enthusiast yang aktif menghadirkan ruang berbagi seputar skincare dan kecantikan, kembali sukses menyelenggarakan Glow Fest 2.0. Bertempat di The Hub Sinarmas Land Kuningan, acara ini berhasil menarik antusiasme lebih dari 850 partisipan yang terdiri dari anggota komunitas, beauty enthusiasts, serta content creators.

Selama satu hari penuh, para pengunjung yang dikenal sebagai Glowers menikmati berbagai aktivitas menarik. Mulai dari eksplorasi booth brand, talkshow inspiratif, hingga pengalaman mencoba produk kecantikan secara langsung bersama brand-brand ternama.

Pengalaman Interaktif Bersama Berbagai Brand

Glow Fest 2.0 dibuka dengan sambutan dan penyampaian apresiasi kepada seluruh peserta, brand sponsor, partner, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Setelah pembukaan, para pengunjung langsung memadati berbagai booth brand sponsor yang hadir di area event. Brand seperti Ovale, Sanwoo, Alamin Skincare, Eudora Aesthetic Clinic, dan Skinjuve menghadirkan berbagai aktivitas menarik di booth mereka.


Booth brand sponsor di Glow Fest 2.0 ramai dikunjungi para peserta sepanjang acara.

Para pengunjung dapat mencoba produk secara langsung, mendapatkan freebies, mengikuti berbagai fun games, serta menikmati promo khusus yang hanya tersedia selama acara berlangsung. Interaksi langsung antara brand dan pengunjung menjadi salah satu daya tarik utama Glow Fest 2.0.

Rangkaian Aktivitas Seru Sepanjang Hari

Glow Fest 2.0 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan pengalaman langsung di dunia kecantikan. Sepanjang hari, para pengunjung dapat mengikuti berbagai interactive stage talkshow dan workshop yang dipersembahkan oleh brand-brand ternama.

Sesi pertama dibuka oleh WRP melalui talkshow bertema “Mulai dari Serat untuk Bisa Bergerak Bebas” bersama Citra Tanani, S.Gz selaku Nutritionist. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya keseimbangan nutrisi, asupan serat, serta gaya hidup sehat untuk mendukung kepercayaan diri perempuan modern.

Salah satu momen seru dan edukatif di Talkshow WRP, Glow Fest 2.0 2026.

Selanjutnya, Airnderm menghadirkan talkshow bertajuk “AIRNDERM – Where Healthy Skin Begins” bersama Apt. Metta Luriana, S.Farm. Sesi ini membahas pentingnya membangun fondasi kulit sehat melalui perawatan skin barrier yang tepat, serta bagaimana memulai rutinitas skincare yang lebih sederhana namun efektif.

Memasuki sesi berikutnya, Noroid x Asthin menghadirkan talkshow bertema “The Secret of 3G Beauty Formula: Glow Outside, Glow Inside, Glow Beyond” bersama dr. Sandi Perutama Gani dari SOHO. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pendekatan perawatan kulit dari dalam dan luar, termasuk peran skin barrier, antioksidan, serta konsistensi dalam menjaga kesehatan kulit.

Keseruan berlanjut dengan sesi dari OMG yang membahas lebih dalam tentang dunia serum dan ingredients skincare. Bersama Nindia Ageng selaku Brand Manager OMG dan Meti dari tim R&D Paragon, peserta mendapatkan insight tentang berbagai jenis serum, cara memilih serum yang sesuai dengan kebutuhan kulit, serta pemahaman mengenai kandungan aktif dalam skincare.

Peserta mengikuti sesi talkshow OMG tentang berbagai jenis serum.

Tidak kalah menarik, Pucelle menghadirkan sesi bertema “From Scent to Story: How to Create Perfume Content That Converts”. Dipandu oleh Annisa Rizky selaku Product Development dan Amanda Farica selaku Advertising Head Pucelle, peserta diajak mempelajari cara menggambarkan karakter parfum melalui story telling serta membuat konten parfum yang lebih engaging bagi audiens.

Sebagai penutup rangkaian interactive stage, Ovale menghadirkan sesi bertema “Slay Your Raya Look! Kenali Makeup-mu, Bersihkan & Hidrasi Kulitmu” bersama makeup artist profesional Puti Hadiwijoyo. Dalam sesi ini, peserta belajar melakukan face analysis, mengenal konsep low visual face dan high visual face, hingga praktik langsung makeup untuk tampilan Lebaran, sekaligus mempelajari cara membersihkan makeup dengan benar menggunakan micellar water.

Sesi interactive stage Ovale bersama makeup artist Puti Hadiwijoyo yang membahas makeup look Lebaran.

Selain mengikuti berbagai sesi edukatif, pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai booth brand sponsor yang menghadirkan aktivitas menarik seperti product trial, mini games, promo eksklusif, hingga kesempatan mendapatkan berbagai freebies.

Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya setiap booth sepanjang acara. Para peserta tidak hanya datang untuk mencoba produk, tetapi juga menikmati pengalaman komunitas yang hangat dan interaktif bersama sesama beauty enthusiasts.

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan membawa pulang grand prize hingga 2 juta rupiah, berupa Fragrance Hair Dryer dari Elona Mochii dan Hair Dryer dari Sanwoo. Hadiah ini dapat diperoleh melalui aktivitas belanja di booth sponsor dengan minimum transaksi yang ditentukan selama acara berlangsung.

Dukungan Brand Sponsor, Partner, dan Media Partner

Kesuksesan Glow Fest 2.0 tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai brand yang berpartisipasi dalam acara ini.

Brand sponsor yang terlibat antara lain OMG, Ovale, Airnderm, WRP, Noroid, Pucelle, Sanwoo, Alamin Skincare, Eudora Aesthetic Clinic, dan Skinjuve.

Selain itu, Glow Fest 2.0 juga didukung oleh berbagai brand partner yang menghadirkan pengalaman tambahan bagi pengunjung, yaitu Color Key, BRASOV, Herborist, Nacific, Easyday, Elona World, Exoticon, Glomore, Deorex, Geut, Na-Young Arencia, Mistku, Serasoft, Natur, Riman, Serea Beauty, Diane, Mutouch, Softymo, Suncut, Magani Fragrance, Beauty Now, Skin Theory, Skin Genius, dan OMG Bowl.

Acara ini juga mendapat dukungan publikasi dari berbagai media partner, di antaranya Lilie Agency, Sis Project, Petik Indonesia, CPFluence, BeautyChannel, TFR News, Scarf Media, Dreamher, Whiff Media, Marsha Media, Info Brand, Pretty Privilege, Sevenhub, MPN Indonesia, Rumor Media, UMN Radio, Media Indonesia, Jelita, dan Puan.

Kolaborasi antara komunitas, brand, dan media ini menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman event yang relevan, interaktif, dan berdampak bagi para beauty enthusiasts.


Tentang Geng Glowing

Geng Glowing merupakan beauty community yang berdiri sejak Juli 2021. Komunitas ini dibentuk sebagai ruang bagi para beauty enthusiast untuk saling berbagi informasi, tips, dan rekomendasi produk seputar perawatan kulit dan wajah, termasuk berbagi pengalaman serta review skincare secara jujur dan personal.

Geng Glowing beranggotakan individu dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja 18 tahun hingga para ibu berusia 40 tahun, yang semuanya memiliki ketertarikan kuat pada dunia kecantikan. Melalui Instagram dan WhatsApp Group, komunitas ini menjadi tempat bertukar insight serta ruang belajar dan berkegiatan bersama melalui program online maupun offline.

 

Untuk Informasi dan Kolaborasi Selanjutnya:

Email: busdev@bertsolution.com

WhatsApp: +6281-1567-4433

Instagram: @geng.glowing

Website: www.bertsolution.com


Komentar

Rubik Puan Popular

Belanja karena Memang Butuh, atau Cuma Lagi Healing? Sebuah Perspektif tentang Emotional Spending

Puan, pernah dengar kalimat ini? " Most people don't have a money problem, they have an emotional problem. " Sekilas, kalimat ini memang terdengar terlalu menyederhanakan masalah keuangan. Soalnya, kita nggak bisa menutup mata kalau banyak dari Puan memang lagi berjuang menghadapi biaya hidup yang makin naik, gaji yang pas-pasan, sampai kondisi ekonomi yang lagi nggak mudah. Namun... setelah dipikir-pikir, mungkin ada benarnya juga. Kadang yang Puan beli bukan barangnya Coba deh, Puan ingat-ingat. Pernah nggak Puan lagi stres terus tiba-tiba buka Online Shop ? Pernah nggak Puan menjalani hari yang melelahkan, Puan langsung pesan makanan favorit sambil bilang, "Nggak apa-apa deh, self reward ." Berapa kali Puan checkout barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhin, cuma karena pengen mood balik lagi? Kalau pernah, tenang. Puan nggak sendirian. Kadang yang Puan beli bukan barangnya, tetapi Puan lagi membeli rasa lega, rasa nyaman, rasa senang, bahkan...

Phubbing: Kebiasaan Buruk yang Menurunkan Kualitas Interaksi dengan Lawan Bicara

Ilustrasi seseorang yang merasakan phubbing. (halodoc.com) Di era digital seperti sekarang, HP telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir sepanjang waktu tangan kita tidak terlepas dari HP. Meski memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, penggunaan HP yang berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas interaksi dengan orang di sekitar.  Salah satu perilaku yang semakin sering ditemui adalah phubbing , yaitu kebiasaan lebih fokus pada smartphone daripada orang yang sedang diajak berbicara secara langsung. Apa Itu Phubbing? Sederhananya, phubbing merupakan perilaku mengabaikan lawan bicara yang sedang berada di hadapan kita dengan sibuk menyibukkan perhatian pada HP. Perilaku ini tentunya tidak mencerminkan etika berkomunikasi yang baik, loh Puan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk perilaku phubbing tidak hanya digambarkan dengan seseorang yang sibuk membalas chat . Adapun kebiasaan lainnya, seperti membuka media sosia...

The Worst Thing about Empathy is Losing Self-respect

Ilustrasi seseorang berempati dengan sesama. “When Im mad from my perspective but I can also see their perspective, so now Im carrying double emotional weight and being eaten away by my anger and empathy” Adakah Puan yang pernah merasa marah akan suatu keadaan, tetapi mencoba untuk mencari alasan lain untuk memahami permasalahan tersebut? Kalimat di atas adalah kalimat yang dapat menggambarkan situasi yang Puan alami.  Empathy Without Boundaries is a Self-destruction Empati adalah sikap memahami seseorang baik secara emosional maupun kondisional. Berempati kepada seseorang memang hal yang baik karena dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan. Namun, bagaimana jika berempati tidak memiliki batasan? Jika berempati secara berlebihan, Puan akan terus mencoba untuk memahami dan menyenangkan orang lain tanpa peduli apa yang sebenarnya Puan inginkan. Lama-lama, Puan akan mulai kehilangan kemampuan untuk berempati kepada diri sendiri. Tindakan mengabaikan kebutuhan emosional Puan sendiri ...

Bicara pada Diri Sendiri: Bermanfaat atau Berbahaya?

  Photo by Tara Winstead Tanpa sadar, kita terkadang mendapati diri sedang berbicara sendirian. Pernah tiba-tiba bergumam, "Oke, waktunya kita makan," atau bertanya seolah ada orang lain di dalam diri kita, "Eh, ini lokasinya benar gak, ya?" Entah itu bergumam saat kebingungan, memberikan motivasi saat kesulitan, atau menyuarakan isi pikiran seperti sedang berada di acara podcast , semua itu sangat wajar dan normal . Berbicara pada diri sendiri bisa menjadi alat komunikasi internal yang kuat. Kebiasaan ini juga dikenal dengan istilah self-talk dalam psikologi. Menariknya, seiring bertambah dewasa, frekuensi berbicara pada diri sendiri cenderung berkurang, tidak seintens saat kita masih kecil. Apa itu self-talk? Self-talk atau bicara sendirian adalah cara kita berkomunikasi pada diri sendiri, baik itu dalam hati atau diucapkan dengan keras. Kebiasaan ini punya pengaruh besar terhadap cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Oleh karena itu, penting sekali untu...

Kenapa Kita Sering Bertindak Tanpa Berpikir Panjang? Yuk Kenalan Sama Perilaku Impulsif!

  Image by:  Headspace.com Puan pernah nggak sih tiba-tiba beli sesuatu yang sebenernya nggak butuh-butuh amat cuma karena lagi diskon? Atau mungkin langsung nge-reply chat dengan emosi tanpa mikir dulu bakal nyakitin orang atau nggak? Nah, perilaku kayak gini namanya impulsif. Meskipun kadang terlihat spontan dan fun , kalau terlalu sering, impulsif bisa bikin hidup kita berantakan, dari keuangan sampai hubungan dengan orang lain. Baca Juga:  Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself Apa Itu Perilaku Impulsif? Menurut Verywell Mind, impulsivitas atau perilaku impulsif didefinisikan secara luas sebagai tindakan tanpa perencanaan yang kurang dipikirkan matang, diekspresikan secara prematur, terlalu berisiko, dan tidak sesuai dengan situasinya. Perilaku impulsif ini dikaitkan dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diharapkan. Jadi orang yang impulsif ini sering bertindak berdasarkan keinginan atau emosi sesaat, tanpa jeda untuk mikir konsekuensinya. Kenapa O...