Langsung ke konten utama

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri dari Drama Our Unwritten Seoul

Ilustrasi: magnific.com Puan pernah gak, merasa teman-teman lain sudah mencapai banyak goals hidup mereka, sedangkan Puan justru merasa hilang arah dan masih mencari tahu ingin mencapai hal apa? Semua perasaan itu mungkin terasa familiar bagi banyak anak muda. Kita hidup di tengah masyarakat dengan harapan atau ekspektasi yang tinggi. Tanpa kita sadari, pencapaian orang lain justru bisa menjadi standar untuk mengukur diri sendiri. Padahal, setiap orang punya waktu dan potensinya masing-masing. Our Unwritten Seoul , sebuah drama korea yang ceritanya sangat relate dengan anak muda saat ini, bisa jadi tontonan ringan yang pastinya meninggalkan kesan mendalam bagi Puan. Kisah dua saudara kembar, yaitu Yoo Mi-ji dan Yoo Mi-rae dalam drama ini mengajarkan bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah proses panjang yang butuh keberanian.  Berhenti Membandingkan Diri Drama ini menunjukkan bahwa kehidupan seseorang tidak selalu baik seperti apa yang terlihat dari luar. Seseorang yang terlihat ...

850 Beauty Enthusiasts Ramaikan Glow Fest 2.0 by Geng Glowing

 



Keseruan Glow Fest 2.0 mempertemukan beauty enthusiasts, creators, dan brand

Jakarta, 8 Maret 2026 – Geng Glowing, komunitas beauty enthusiast yang aktif menghadirkan ruang berbagi seputar skincare dan kecantikan, kembali sukses menyelenggarakan Glow Fest 2.0. Bertempat di The Hub Sinarmas Land Kuningan, acara ini berhasil menarik antusiasme lebih dari 850 partisipan yang terdiri dari anggota komunitas, beauty enthusiasts, serta content creators.

Selama satu hari penuh, para pengunjung yang dikenal sebagai Glowers menikmati berbagai aktivitas menarik. Mulai dari eksplorasi booth brand, talkshow inspiratif, hingga pengalaman mencoba produk kecantikan secara langsung bersama brand-brand ternama.

Pengalaman Interaktif Bersama Berbagai Brand

Glow Fest 2.0 dibuka dengan sambutan dan penyampaian apresiasi kepada seluruh peserta, brand sponsor, partner, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Setelah pembukaan, para pengunjung langsung memadati berbagai booth brand sponsor yang hadir di area event. Brand seperti Ovale, Sanwoo, Alamin Skincare, Eudora Aesthetic Clinic, dan Skinjuve menghadirkan berbagai aktivitas menarik di booth mereka.


Booth brand sponsor di Glow Fest 2.0 ramai dikunjungi para peserta sepanjang acara.

Para pengunjung dapat mencoba produk secara langsung, mendapatkan freebies, mengikuti berbagai fun games, serta menikmati promo khusus yang hanya tersedia selama acara berlangsung. Interaksi langsung antara brand dan pengunjung menjadi salah satu daya tarik utama Glow Fest 2.0.

Rangkaian Aktivitas Seru Sepanjang Hari

Glow Fest 2.0 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan pengalaman langsung di dunia kecantikan. Sepanjang hari, para pengunjung dapat mengikuti berbagai interactive stage talkshow dan workshop yang dipersembahkan oleh brand-brand ternama.

Sesi pertama dibuka oleh WRP melalui talkshow bertema “Mulai dari Serat untuk Bisa Bergerak Bebas” bersama Citra Tanani, S.Gz selaku Nutritionist. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya keseimbangan nutrisi, asupan serat, serta gaya hidup sehat untuk mendukung kepercayaan diri perempuan modern.

Salah satu momen seru dan edukatif di Talkshow WRP, Glow Fest 2.0 2026.

Selanjutnya, Airnderm menghadirkan talkshow bertajuk “AIRNDERM – Where Healthy Skin Begins” bersama Apt. Metta Luriana, S.Farm. Sesi ini membahas pentingnya membangun fondasi kulit sehat melalui perawatan skin barrier yang tepat, serta bagaimana memulai rutinitas skincare yang lebih sederhana namun efektif.

Memasuki sesi berikutnya, Noroid x Asthin menghadirkan talkshow bertema “The Secret of 3G Beauty Formula: Glow Outside, Glow Inside, Glow Beyond” bersama dr. Sandi Perutama Gani dari SOHO. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pendekatan perawatan kulit dari dalam dan luar, termasuk peran skin barrier, antioksidan, serta konsistensi dalam menjaga kesehatan kulit.

Keseruan berlanjut dengan sesi dari OMG yang membahas lebih dalam tentang dunia serum dan ingredients skincare. Bersama Nindia Ageng selaku Brand Manager OMG dan Meti dari tim R&D Paragon, peserta mendapatkan insight tentang berbagai jenis serum, cara memilih serum yang sesuai dengan kebutuhan kulit, serta pemahaman mengenai kandungan aktif dalam skincare.

Peserta mengikuti sesi talkshow OMG tentang berbagai jenis serum.

Tidak kalah menarik, Pucelle menghadirkan sesi bertema “From Scent to Story: How to Create Perfume Content That Converts”. Dipandu oleh Annisa Rizky selaku Product Development dan Amanda Farica selaku Advertising Head Pucelle, peserta diajak mempelajari cara menggambarkan karakter parfum melalui story telling serta membuat konten parfum yang lebih engaging bagi audiens.

Sebagai penutup rangkaian interactive stage, Ovale menghadirkan sesi bertema “Slay Your Raya Look! Kenali Makeup-mu, Bersihkan & Hidrasi Kulitmu” bersama makeup artist profesional Puti Hadiwijoyo. Dalam sesi ini, peserta belajar melakukan face analysis, mengenal konsep low visual face dan high visual face, hingga praktik langsung makeup untuk tampilan Lebaran, sekaligus mempelajari cara membersihkan makeup dengan benar menggunakan micellar water.

Sesi interactive stage Ovale bersama makeup artist Puti Hadiwijoyo yang membahas makeup look Lebaran.

Selain mengikuti berbagai sesi edukatif, pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai booth brand sponsor yang menghadirkan aktivitas menarik seperti product trial, mini games, promo eksklusif, hingga kesempatan mendapatkan berbagai freebies.

Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya setiap booth sepanjang acara. Para peserta tidak hanya datang untuk mencoba produk, tetapi juga menikmati pengalaman komunitas yang hangat dan interaktif bersama sesama beauty enthusiasts.

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan membawa pulang grand prize hingga 2 juta rupiah, berupa Fragrance Hair Dryer dari Elona Mochii dan Hair Dryer dari Sanwoo. Hadiah ini dapat diperoleh melalui aktivitas belanja di booth sponsor dengan minimum transaksi yang ditentukan selama acara berlangsung.

Dukungan Brand Sponsor, Partner, dan Media Partner

Kesuksesan Glow Fest 2.0 tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai brand yang berpartisipasi dalam acara ini.

Brand sponsor yang terlibat antara lain OMG, Ovale, Airnderm, WRP, Noroid, Pucelle, Sanwoo, Alamin Skincare, Eudora Aesthetic Clinic, dan Skinjuve.

Selain itu, Glow Fest 2.0 juga didukung oleh berbagai brand partner yang menghadirkan pengalaman tambahan bagi pengunjung, yaitu Color Key, BRASOV, Herborist, Nacific, Easyday, Elona World, Exoticon, Glomore, Deorex, Geut, Na-Young Arencia, Mistku, Serasoft, Natur, Riman, Serea Beauty, Diane, Mutouch, Softymo, Suncut, Magani Fragrance, Beauty Now, Skin Theory, Skin Genius, dan OMG Bowl.

Acara ini juga mendapat dukungan publikasi dari berbagai media partner, di antaranya Lilie Agency, Sis Project, Petik Indonesia, CPFluence, BeautyChannel, TFR News, Scarf Media, Dreamher, Whiff Media, Marsha Media, Info Brand, Pretty Privilege, Sevenhub, MPN Indonesia, Rumor Media, UMN Radio, Media Indonesia, Jelita, dan Puan.

Kolaborasi antara komunitas, brand, dan media ini menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman event yang relevan, interaktif, dan berdampak bagi para beauty enthusiasts.


Tentang Geng Glowing

Geng Glowing merupakan beauty community yang berdiri sejak Juli 2021. Komunitas ini dibentuk sebagai ruang bagi para beauty enthusiast untuk saling berbagi informasi, tips, dan rekomendasi produk seputar perawatan kulit dan wajah, termasuk berbagi pengalaman serta review skincare secara jujur dan personal.

Geng Glowing beranggotakan individu dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja 18 tahun hingga para ibu berusia 40 tahun, yang semuanya memiliki ketertarikan kuat pada dunia kecantikan. Melalui Instagram dan WhatsApp Group, komunitas ini menjadi tempat bertukar insight serta ruang belajar dan berkegiatan bersama melalui program online maupun offline.

 

Untuk Informasi dan Kolaborasi Selanjutnya:

Email: busdev@bertsolution.com

WhatsApp: +6281-1567-4433

Instagram: @geng.glowing

Website: www.bertsolution.com


Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Takut Nggak Konsisten? Perfeksionis yang Bikin Gak Mulai-Mulai

Pernah nggak sih Puan berpikir, “Nanti dulu deh, aku mulai pas bisa rutin,” lalu hari berganti minggu, dan rencana itu tetap di daftar? Kalau iya, mungkin bukan soal niat Puan yang kurang, melainkan standar Puan yang kebanyakan. Perfeksionisme sering muncul sebagai suara kecil yang bilang, “kalau nggak bisa konsisten tiap hari, mending jangan mulai sama sekali. Ironisnya, sikap itu justru bikin kita nggak pernah benar-benar jalan.”  Banyak dari kita kepikiran, “kalau nggak bisa konsisten tiap hari, mending jangan mulai.” Takut bolong atau melewatkan satu atau beberapa hari dari target yang dipasang, takut malu, takut dikatain nggak disiplin. Jadi kita menunggu kondisi ideal, mood sempurna, jadwal bersih, semua alat siap, padahal kondisi ideal itu jarang datang. Akhirnya banyak proyek, kebiasaan, atau ide baik yang mati di awal karena diperlakukan seperti syarat kelulusan, bukan proses.  Masalahnya, konsistensi itu bukan syarat yang harus dipenuhi sebelum mulai. Konsistensi dib...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect

source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect K ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu  Dunning-Kruger Effect .  Dunning-Kruger Effect  adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami  Dunning-Kruger Effect  akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri. Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya ti...