Langsung ke konten utama

FOBO dalam Karier: Takut Salah Pilih atau Takut Kehilangan Pilihan Karier yang Lebih Baik?

Pict by: Monse Pernahkah Puan berada pada situasi harus memilih, seperti melanjutkan kerja atau studi, berpindah karier atau bertahan, mengambil peluang saat ini atau menunggu kesempatan yang lebih baik, tetapi justru semakin ragu? Alih-alih mengambil keputusan, Puan justru menunda hal tersebut, bukan karena tidak memiliki pilihan, melainkan karena terlalu banyaknya pilihan yang dihadapkan oleh Puan. Kondisi ini dapat dikenal sebagai FOBO (Fear of Better Options) dalam karier.  Apa Itu FOBO? FOBO (Fear of Better Options) merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan mengambilkeputusan karena khawatir terdapat pilihan lain yang lebih baik diluar sana. Istilah ini diperkenalkan oleh Patrick J. McGinnis, yang menjelaskan bahwa individu dengan FOBO cenderung empertahankan semua opsi agar tetap terbuka. Secara psikologis, FOBO berkaitan dengan kecenderungan maximizing , yaitu dorongan untuk selalu mendapatkan hasil terbaik, bukan sekadar hasil yang memadai.  Penelitian oleh Sheena...

850 Beauty Enthusiasts Ramaikan Glow Fest 2.0 by Geng Glowing

 



Keseruan Glow Fest 2.0 mempertemukan beauty enthusiasts, creators, dan brand

Jakarta, 8 Maret 2026 – Geng Glowing, komunitas beauty enthusiast yang aktif menghadirkan ruang berbagi seputar skincare dan kecantikan, kembali sukses menyelenggarakan Glow Fest 2.0. Bertempat di The Hub Sinarmas Land Kuningan, acara ini berhasil menarik antusiasme lebih dari 850 partisipan yang terdiri dari anggota komunitas, beauty enthusiasts, serta content creators.

Selama satu hari penuh, para pengunjung yang dikenal sebagai Glowers menikmati berbagai aktivitas menarik. Mulai dari eksplorasi booth brand, talkshow inspiratif, hingga pengalaman mencoba produk kecantikan secara langsung bersama brand-brand ternama.

Pengalaman Interaktif Bersama Berbagai Brand

Glow Fest 2.0 dibuka dengan sambutan dan penyampaian apresiasi kepada seluruh peserta, brand sponsor, partner, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Setelah pembukaan, para pengunjung langsung memadati berbagai booth brand sponsor yang hadir di area event. Brand seperti Ovale, Sanwoo, Alamin Skincare, Eudora Aesthetic Clinic, dan Skinjuve menghadirkan berbagai aktivitas menarik di booth mereka.


Booth brand sponsor di Glow Fest 2.0 ramai dikunjungi para peserta sepanjang acara.

Para pengunjung dapat mencoba produk secara langsung, mendapatkan freebies, mengikuti berbagai fun games, serta menikmati promo khusus yang hanya tersedia selama acara berlangsung. Interaksi langsung antara brand dan pengunjung menjadi salah satu daya tarik utama Glow Fest 2.0.

Rangkaian Aktivitas Seru Sepanjang Hari

Glow Fest 2.0 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan pengalaman langsung di dunia kecantikan. Sepanjang hari, para pengunjung dapat mengikuti berbagai interactive stage talkshow dan workshop yang dipersembahkan oleh brand-brand ternama.

Sesi pertama dibuka oleh WRP melalui talkshow bertema “Mulai dari Serat untuk Bisa Bergerak Bebas” bersama Citra Tanani, S.Gz selaku Nutritionist. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya keseimbangan nutrisi, asupan serat, serta gaya hidup sehat untuk mendukung kepercayaan diri perempuan modern.

Salah satu momen seru dan edukatif di Talkshow WRP, Glow Fest 2.0 2026.

Selanjutnya, Airnderm menghadirkan talkshow bertajuk “AIRNDERM – Where Healthy Skin Begins” bersama Apt. Metta Luriana, S.Farm. Sesi ini membahas pentingnya membangun fondasi kulit sehat melalui perawatan skin barrier yang tepat, serta bagaimana memulai rutinitas skincare yang lebih sederhana namun efektif.

Memasuki sesi berikutnya, Noroid x Asthin menghadirkan talkshow bertema “The Secret of 3G Beauty Formula: Glow Outside, Glow Inside, Glow Beyond” bersama dr. Sandi Perutama Gani dari SOHO. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pendekatan perawatan kulit dari dalam dan luar, termasuk peran skin barrier, antioksidan, serta konsistensi dalam menjaga kesehatan kulit.

Keseruan berlanjut dengan sesi dari OMG yang membahas lebih dalam tentang dunia serum dan ingredients skincare. Bersama Nindia Ageng selaku Brand Manager OMG dan Meti dari tim R&D Paragon, peserta mendapatkan insight tentang berbagai jenis serum, cara memilih serum yang sesuai dengan kebutuhan kulit, serta pemahaman mengenai kandungan aktif dalam skincare.

Peserta mengikuti sesi talkshow OMG tentang berbagai jenis serum.

Tidak kalah menarik, Pucelle menghadirkan sesi bertema “From Scent to Story: How to Create Perfume Content That Converts”. Dipandu oleh Annisa Rizky selaku Product Development dan Amanda Farica selaku Advertising Head Pucelle, peserta diajak mempelajari cara menggambarkan karakter parfum melalui story telling serta membuat konten parfum yang lebih engaging bagi audiens.

Sebagai penutup rangkaian interactive stage, Ovale menghadirkan sesi bertema “Slay Your Raya Look! Kenali Makeup-mu, Bersihkan & Hidrasi Kulitmu” bersama makeup artist profesional Puti Hadiwijoyo. Dalam sesi ini, peserta belajar melakukan face analysis, mengenal konsep low visual face dan high visual face, hingga praktik langsung makeup untuk tampilan Lebaran, sekaligus mempelajari cara membersihkan makeup dengan benar menggunakan micellar water.

Sesi interactive stage Ovale bersama makeup artist Puti Hadiwijoyo yang membahas makeup look Lebaran.

Selain mengikuti berbagai sesi edukatif, pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai booth brand sponsor yang menghadirkan aktivitas menarik seperti product trial, mini games, promo eksklusif, hingga kesempatan mendapatkan berbagai freebies.

Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya setiap booth sepanjang acara. Para peserta tidak hanya datang untuk mencoba produk, tetapi juga menikmati pengalaman komunitas yang hangat dan interaktif bersama sesama beauty enthusiasts.

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan membawa pulang grand prize hingga 2 juta rupiah, berupa Fragrance Hair Dryer dari Elona Mochii dan Hair Dryer dari Sanwoo. Hadiah ini dapat diperoleh melalui aktivitas belanja di booth sponsor dengan minimum transaksi yang ditentukan selama acara berlangsung.

Dukungan Brand Sponsor, Partner, dan Media Partner

Kesuksesan Glow Fest 2.0 tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai brand yang berpartisipasi dalam acara ini.

Brand sponsor yang terlibat antara lain OMG, Ovale, Airnderm, WRP, Noroid, Pucelle, Sanwoo, Alamin Skincare, Eudora Aesthetic Clinic, dan Skinjuve.

Selain itu, Glow Fest 2.0 juga didukung oleh berbagai brand partner yang menghadirkan pengalaman tambahan bagi pengunjung, yaitu Color Key, BRASOV, Herborist, Nacific, Easyday, Elona World, Exoticon, Glomore, Deorex, Geut, Na-Young Arencia, Mistku, Serasoft, Natur, Riman, Serea Beauty, Diane, Mutouch, Softymo, Suncut, Magani Fragrance, Beauty Now, Skin Theory, Skin Genius, dan OMG Bowl.

Acara ini juga mendapat dukungan publikasi dari berbagai media partner, di antaranya Lilie Agency, Sis Project, Petik Indonesia, CPFluence, BeautyChannel, TFR News, Scarf Media, Dreamher, Whiff Media, Marsha Media, Info Brand, Pretty Privilege, Sevenhub, MPN Indonesia, Rumor Media, UMN Radio, Media Indonesia, Jelita, dan Puan.

Kolaborasi antara komunitas, brand, dan media ini menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman event yang relevan, interaktif, dan berdampak bagi para beauty enthusiasts.


Tentang Geng Glowing

Geng Glowing merupakan beauty community yang berdiri sejak Juli 2021. Komunitas ini dibentuk sebagai ruang bagi para beauty enthusiast untuk saling berbagi informasi, tips, dan rekomendasi produk seputar perawatan kulit dan wajah, termasuk berbagi pengalaman serta review skincare secara jujur dan personal.

Geng Glowing beranggotakan individu dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja 18 tahun hingga para ibu berusia 40 tahun, yang semuanya memiliki ketertarikan kuat pada dunia kecantikan. Melalui Instagram dan WhatsApp Group, komunitas ini menjadi tempat bertukar insight serta ruang belajar dan berkegiatan bersama melalui program online maupun offline.

 

Untuk Informasi dan Kolaborasi Selanjutnya:

Email: busdev@bertsolution.com

WhatsApp: +6281-1567-4433

Instagram: @geng.glowing

Website: www.bertsolution.com


Komentar

Rubik Puan Popular

Friendship Break-Up: Putus dalam Hubungan Pertemanan!

Puan pasti sering denger atau ngalamin yang namanya putus cinta. Perihal putus cinta biasanya berkaitan dengan pasangan atau pacar, tapi pernah nggak sih Puan ngalamin atau tahu kalau hubungan pertemanan juga bisa kandas? Hal ini diberi istilah “Friendship Break Up” .  Gimana Sih Hubungan Pertemanan Itu? Sama kayak pasangan dan keluarga,  percaya nggak sih kalau hubungan pertemanan juga membawa sisi emosional?  Kita bisa berkembang di lingkungan tertentu karena pengaruh dari orang-orang yang ada disekitar termasuk teman.  Menurut Kaitlyn Flannery salah satu profesor psikologi dari State University of New York College, sebagai makhluk sosial kita menginginkan validasi selain dari lingkungan rumah yang berasal dari  individu lain yang seumuran dengan diri kita, makanya hubungan pertemanan bisa  menjadi sumber dukungan sosial maupun emosional .  Kita menjalin hubungan persahabatan dengan teman pasti kita akan diajak untuk mengenali satu sama lain. Mulai d...

FOBO dalam Karier: Takut Salah Pilih atau Takut Kehilangan Pilihan Karier yang Lebih Baik?

Pict by: Monse Pernahkah Puan berada pada situasi harus memilih, seperti melanjutkan kerja atau studi, berpindah karier atau bertahan, mengambil peluang saat ini atau menunggu kesempatan yang lebih baik, tetapi justru semakin ragu? Alih-alih mengambil keputusan, Puan justru menunda hal tersebut, bukan karena tidak memiliki pilihan, melainkan karena terlalu banyaknya pilihan yang dihadapkan oleh Puan. Kondisi ini dapat dikenal sebagai FOBO (Fear of Better Options) dalam karier.  Apa Itu FOBO? FOBO (Fear of Better Options) merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan mengambilkeputusan karena khawatir terdapat pilihan lain yang lebih baik diluar sana. Istilah ini diperkenalkan oleh Patrick J. McGinnis, yang menjelaskan bahwa individu dengan FOBO cenderung empertahankan semua opsi agar tetap terbuka. Secara psikologis, FOBO berkaitan dengan kecenderungan maximizing , yaitu dorongan untuk selalu mendapatkan hasil terbaik, bukan sekadar hasil yang memadai.  Penelitian oleh Sheena...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Backhanded Compliment: Pujian Palsu Menusuk dari Belakang

  Ilustrasi oleh brightside.me Siapa sih di sini yang tidak senang kalau mendapatkan pujian dari orang-orang sekitarnya atau mungkin orang terdekat mereka? Tentu sudah pasti senang, dong. Namun, pernah nggak sih, Puan mendengar kalimat pujian yang ternyata bukanlah kalimat pujian alias merupakan sindiran yang dikemas dalam bahasa halus? Nah, hal ini disebut pula sebagai backhanded compliment. Apa itu Backhanded Compliment? Backhanded compliment merupakan kalimat yang awalnya adalah mengangkat, tetapi ujungnya membanting. Tujuan dari pujian palsu ini adalah untuk menyindir dengan cara yang halus. Biasanya, mereka yang terkena backhanded compliment tidak selalu merasakan adanya siratan sindiran pada pujian halus ini. Mengapa begitu? hal ini dikarenakan backhanded compliment atau ‘ateisme’ ini memiliki perbedaan dengan sarkasme, dimana umumnya sarkasme bentuk menyindir yang kasar. Nah, kira-kira seperti apakah kalimat backhanded compliment ini? “Selamat, ya! Enggak nyangka kamu bak...

AI Bisa Bikin Video dari Prompt, Apa Kabar Karier Kita?

Image by:  perfectcorp.com     Puan, pernah lihat video buatan AI tapi tampilannya realistis banget? Belakangan ini, dunia maya diramaikan oleh video-video dari AI seperti Google Veo 3. Menariknya, video itu nggak diambil pakai kamera atau difilmkan oleh kru profesional, tapi cukup dengan satu hal: prompt. Cukup tulis prompt seperti: “Seorang perempuan duduk di taman kota sambil membaca buku, matahari sore bersinar hangat, suasana tenang dan syahdu.” Lalu… voilĂ  ! AI akan membuat video bergerak dengan visual yang sesuai, lengkap dengan pencahayaan, ekspresi wajah, bahkan suara dan atmosfer yang begitu nyata. Kita yang nonton bisa saja langsung percaya bahwa itu adalah cuplikan dari film atau iklan sungguhan.       Berangkat dari fenomena tersebut, muncul pertanyaan yang mungkin juga sempat terlintas di benak kita: "Kalau AI sudah bisa bikin konten seperti ini hanya dari prompt, apakah kita, manusia, masih dibutuhkan?" Ketika AI Makin Canggih, Apa yang Mas...