Puan pasti sering denger atau ngalamin yang namanya putus cinta. Perihal putus cinta biasanya berkaitan dengan pasangan atau pacar, tapi pernah nggak sih Puan ngalamin atau tahu kalau hubungan pertemanan juga bisa kandas? Hal ini diberi istilah “Friendship Break Up”.
Gimana Sih Hubungan Pertemanan Itu?
Sama kayak pasangan dan keluarga, percaya nggak sih kalau hubungan pertemanan juga membawa sisi emosional? Kita bisa berkembang di lingkungan tertentu karena pengaruh dari orang-orang yang ada disekitar termasuk teman.
Menurut Kaitlyn Flannery salah satu profesor psikologi dari State University of New York College, sebagai makhluk sosial kita menginginkan validasi selain dari lingkungan rumah yang berasal dari individu lain yang seumuran dengan diri kita, makanya hubungan pertemanan bisa menjadi sumber dukungan sosial maupun emosional.
Kita menjalin hubungan persahabatan dengan teman pasti kita akan diajak untuk mengenali satu sama lain. Mulai dari pribadi sampai kebiasaan yang berbeda, dalam hal ini bisa jadi kita saling memaklumi atau malah memicu pertengkaran antara kedua pihak. Menjalin hubungan pertemanan berarti melatih bagaimana cara menjalin hubungan dan komunikasi yang baik.
Kenapa Friendship Break Up Bisa Muncul?
Hubungan pertemanan yang baik adalah ketika hubungan tersebut dibangun di atas rasa kasih sayang, rasa saling menghargai, kejujuran, dan rasa kepercayaan antara satu dan lainnya.
Jadi ketika hubungan persahabatan dibangun di atas hal yang bertentangan seperti sikap posesif, manipulasi, tidak menghargai satu sama lain dan hal lainnya yang membuat Puan tidak nyaman untuk menjalin pertemanan dengan seorang individu, maka hubungan tersebut tidak seharusnya terus berjalan.
Berdasarkan keterkaitan emosional yang sebelumnya kita bangun bersama teman mulai dari berbagi cerita bersama atau bahkan yang dulunya saling memahami mungkin bakal jadi hal yang menyakitkan. Tetapi, satu hal yang perlu Puan ketahui, teman bukan sekadar kuantitas tapi kualitas.
Baca Juga:
Letting Go Seni Melepaskan Menerima
Beberapa hal ini bisa menjadi alasan kenapa bisa terjadi friendship break up, teman yang memperlakukan diri kita dengan tidak baik, perbedaan pendapat, ketidakcocokan visi dan misi, atau kita harus berhadapan dengan teman yang berkepribadian toxic.
Cara Menghadapi Friendship Break Up Gimana Sih?
Beri waktu untuk memproses emosi
Grieving atau berduka atas sesuatu hal yang tidak menyenangkan itu normal banget kok Puan! Jadi pastikan untuk memberi dirimu ruang aman ya.
Ekspresikan Perasaan
Kalau Puan masih ngerasa nggak nyaman dengan perasaan yang ada coba untuk ekspresikan daripada dipendam. Seperti melakukan journaling, curhat kepada orang terdekat, atau melakukan hobi Puan.
Jaga jarak
Nggak langsung closure atau pemecahan masalah itu bukan hal yang buruk kok, kalau Puan coba menjaga jarak dengan mantan teman Puan sebagai tahapan penyelesaian emosi itu hal yang normal.
Fokus kepada diri sendiri
Puan ada di situasi friendship break up yang bikin stres, salah satu coping mechanism yang bisa dilakukan adalah fokus kepada pengelolaan emosi diri sendiri dan perhatian kepada diri sendiri.
Friendship break up itu bukanlah akhir dari segalanya, yang terpenting adalah menjalin hubungan dan komunikasi yang baik antar individu.
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.

Komentar
Posting Komentar