Pernah nggak sih Puan lagi santai scrolling Instagram atau TikTok, terus tiba-tiba perasaan Puan berubah jadi down? Buka akun si A, dia baru aja keterima magang di perusahaan multinasional. Geser ke story si B, dia lagi liburan di Bali. Buka TikTok si C, dia lagi share rutinitas glow up yang badannya kelihatan sempurna.
Tanpa sadar, jari Puan berhenti bergerak, lalu muncul suara kecil di kepala: "Kok hidup orang lain sempurna banget ya? Kok aku gini-gini aja?"
Selamat datang di era digital, di mana membandingkan diri (social comparison) bisa dilakukan hanya dalam satu kedipan mata. Di sinilah kenapa self-love atau mencintai diri sendiri bukan lagi sekadar tren atau kutipan keren di Pinterest, tetapi menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup secara mental.
Kenapa sih menerapkan self-love di zaman sekarang itu susahnya minta ampun? Karena kita sering lupa kalau apa yang kita lihat di media sosial adalah highlight reels alias potongan-potongan momen terbaik dalam hidup orang lain, bukan kehidupan mereka yang sebenarnya.
Nggak ada orang yang bakal posting foto saat mereka lagi nangis karena tugas numpuk atau kerjaan yang banyak. Ketika Puan membandingkan proses internal Puan yang berantakan dengan hasil luar orang lain yang sudah dipoles filter, kita pasti bakal merasa kalah. Self-love adalah pengingat terbaik kalau Puan nggak lagi berlomba dengan siapa pun.
Baca juga: Mengatasi Perbandingan Sosial: Menggenggam Self-Acceptance di Era Media Sosial
Self-Love Bukan Cuma Soal "Bubble Bath" dan Belanja
Banyak orang salah arti berpikir kalau self-love itu bentuknya harus beli barang mahal, perawatan di salon, atau self-reward. Padahal, kalau setelah belanja Puan malah pusing mikirin biayanya, itu namanya bukan self-love.
Di era digital ini, self-love yang keren justru sering kali berbentuk ketegasan kita dalam membuat batasan (boundaries) dengan internet.
Cara Menerapkan Digital Self-Love
Kalau Puan pengen mulai belajar mencintai diri sendiri dengan lebih sehat di digital ini, coba deh beberapa langkah berikut:
Unfollow/Mute Akun Distraksi
Akun media sosial Puan adalah rumah digital Puan. Kalau ada akun yang setiap kali Puan lihat postingannya malah bikin Puan merasa minder, insecure, atau merasa "kurang", jangan ragu untuk klik tombol unfollow atau mute. Puan berhak menjaga mind peace sendiri.
Praktikkan "Digital Detox"
Coba sediakan waktu minimal 1–2 jam sebelum tidur tanpa menyentuh HP. Gunakan waktu itu untuk ngobrol sama keluarga, baca buku, atau sekadar membiarkan pikiran Puan beristirahat tanpa asupan informasi dari luar.
Ubah Kritik Jadi Evaluasi yang Ramah
Saat Puan melakukan kesalahan atau merasa tertinggal, jangan langsung memaki diri sendiri di dalam hati. Bayangkan kalau teman dekat Puan lagi curhat masalah yang sama ke Puan. Puan pasti bakal menyemangatinya, kan? Nah, perlakukan diri Puan sendiri dengan kelembutan yang sama.
Rayakan "Small Wins" Versi Puan!
Nggak usah nunggu dapet pencapaian besar baru merasa bangga. Berhasil bangun pagi tepat waktu, bisa nolak ajakan nongkrong saat lagi capek, atau sukses menyelesaikan satu tugas hari ini adalah kemenangan kecil yang layak Puan apresiasi.
Ingat ya, nilai diri Puan sebagai manusia itu nggak ditentukan oleh berapa jumlah likes di postingan, berapa banyak koneksi di LinkedIn, atau seberapa estetik feeds Instagram-mu. Puan itu berharga apa adanya, lengkap dengan segala proses dan ketidaksempurnaan Puan.
Mulai hari ini, yuk kurangi melihat ke layar orang lain dan mulai lebih banyak melihat ke dalam diri sendiri. Be kind to yourself, because you are the only 'you' you've got!
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Referensi
Pentingnya Self-Love dan Cara Menerapkannya. (2024, December 30). Alodokter. https://www.alodokter.com/pentingnya-self-love-dan-cara-menerapkannya
Author & Editor: Zalfa Zahiyah

Komentar
Posting Komentar