Langsung ke konten utama

Self-Love di Era Digital: Mencintai Diri Sendiri di Tengah Gempuran Filter Media Sosial

Ilustrasi perempuan yang menerapkan self-love (talktoangel.com) Pernah nggak sih Puan lagi santai scrolling Instagram atau TikTok, terus tiba-tiba perasaan Puan berubah jadi down ? Buka akun si A, dia baru aja keterima magang di perusahaan multinasional. Geser ke story si B, dia lagi liburan di Bali. Buka TikTok si C, dia lagi share rutinitas glow up yang badannya kelihatan sempurna. Tanpa sadar, jari Puan berhenti bergerak, lalu muncul suara kecil di kepala: "Kok hidup orang lain sempurna banget ya? Kok aku gini-gini aja?" Selamat datang di era digital, di mana membandingkan diri ( social comparison ) bisa dilakukan hanya dalam satu kedipan mata. Di sinilah kenapa self-love atau mencintai diri sendiri bukan lagi sekadar tren atau kutipan keren di Pinterest, tetapi menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup secara mental. Kenapa sih menerapkan self-love di zaman sekarang itu susahnya minta ampun? Karena kita sering lupa kalau apa yang kita lihat di media sosial adalah h...

Self-Love di Era Digital: Mencintai Diri Sendiri di Tengah Gempuran Filter Media Sosial

Ilustrasi perempuan yang menerapkan self-love (talktoangel.com)

Pernah nggak sih Puan lagi santai scrolling Instagram atau TikTok, terus tiba-tiba perasaan Puan berubah jadi down? Buka akun si A, dia baru aja keterima magang di perusahaan multinasional. Geser ke story si B, dia lagi liburan di Bali. Buka TikTok si C, dia lagi share rutinitas glow up yang badannya kelihatan sempurna.

Tanpa sadar, jari Puan berhenti bergerak, lalu muncul suara kecil di kepala: "Kok hidup orang lain sempurna banget ya? Kok aku gini-gini aja?"

Selamat datang di era digital, di mana membandingkan diri (social comparison) bisa dilakukan hanya dalam satu kedipan mata. Di sinilah kenapa self-love atau mencintai diri sendiri bukan lagi sekadar tren atau kutipan keren di Pinterest, tetapi menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup secara mental.

Kenapa sih menerapkan self-love di zaman sekarang itu susahnya minta ampun? Karena kita sering lupa kalau apa yang kita lihat di media sosial adalah highlight reels alias potongan-potongan momen terbaik dalam hidup orang lain, bukan kehidupan mereka yang sebenarnya.

Nggak ada orang yang bakal posting foto saat mereka lagi nangis karena tugas numpuk atau kerjaan yang banyak. Ketika Puan membandingkan proses internal Puan yang berantakan dengan hasil luar orang lain yang sudah dipoles filter, kita pasti bakal merasa kalah. Self-love adalah pengingat terbaik kalau Puan nggak lagi berlomba dengan siapa pun.

Baca juga: Mengatasi Perbandingan Sosial: Menggenggam Self-Acceptance di Era Media Sosial

Self-Love Bukan Cuma Soal "Bubble Bath" dan Belanja

Banyak orang salah arti berpikir kalau self-love itu bentuknya harus beli barang mahal, perawatan di salon, atau self-reward. Padahal, kalau setelah belanja Puan malah pusing mikirin biayanya, itu namanya bukan self-love.

Di era digital ini, self-love yang keren justru sering kali berbentuk ketegasan kita dalam membuat batasan (boundaries) dengan internet.

Cara Menerapkan Digital Self-Love

Kalau Puan pengen mulai belajar mencintai diri sendiri dengan lebih sehat di digital ini, coba deh beberapa langkah berikut:

Unfollow/Mute Akun Distraksi

Akun media sosial Puan adalah rumah digital Puan. Kalau ada akun yang setiap kali Puan lihat postingannya malah bikin Puan merasa minder, insecure, atau merasa "kurang", jangan ragu untuk klik tombol unfollow atau mute. Puan berhak menjaga mind peace sendiri.

Praktikkan "Digital Detox"

Coba sediakan waktu minimal 1–2 jam sebelum tidur tanpa menyentuh HP. Gunakan waktu itu untuk ngobrol sama keluarga, baca buku, atau sekadar membiarkan pikiran Puan beristirahat tanpa asupan informasi dari luar.

Ubah Kritik Jadi Evaluasi yang Ramah

Saat Puan melakukan kesalahan atau merasa tertinggal, jangan langsung memaki diri sendiri di dalam hati. Bayangkan kalau teman dekat Puan lagi curhat masalah yang sama ke Puan. Puan pasti bakal menyemangatinya, kan? Nah, perlakukan diri Puan sendiri dengan kelembutan yang sama.

Rayakan "Small Wins" Versi Puan!

Nggak usah nunggu dapet pencapaian besar baru merasa bangga. Berhasil bangun pagi tepat waktu, bisa nolak ajakan nongkrong saat lagi capek, atau sukses menyelesaikan satu tugas hari ini adalah kemenangan kecil yang layak Puan apresiasi.


Ingat ya, nilai diri Puan sebagai manusia itu nggak ditentukan oleh berapa jumlah likes di postingan, berapa banyak koneksi di LinkedIn, atau seberapa estetik feeds Instagram-mu. Puan itu berharga apa adanya, lengkap dengan segala proses dan ketidaksempurnaan Puan.

Mulai hari ini, yuk kurangi melihat ke layar orang lain dan mulai lebih banyak melihat ke dalam diri sendiri. Be kind to yourself, because you are the only 'you' you've got!


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Pentingnya Self-Love dan Cara Menerapkannya. (2024, December 30). Alodokter. https://www.alodokter.com/pentingnya-self-love-dan-cara-menerapkannya


Author & Editor: Zalfa Zahiyah


Komentar

Rubik Puan Popular

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada penerima beasiswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan jenjang menengah ata...

Kenapa Kita Sering Bertindak Tanpa Berpikir Panjang? Yuk Kenalan Sama Perilaku Impulsif!

  Image by:  Headspace.com Puan pernah nggak sih tiba-tiba beli sesuatu yang sebenernya nggak butuh-butuh amat cuma karena lagi diskon? Atau mungkin langsung nge-reply chat dengan emosi tanpa mikir dulu bakal nyakitin orang atau nggak? Nah, perilaku kayak gini namanya impulsif. Meskipun kadang terlihat spontan dan fun , kalau terlalu sering, impulsif bisa bikin hidup kita berantakan, dari keuangan sampai hubungan dengan orang lain. Baca Juga:  Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself Apa Itu Perilaku Impulsif? Menurut Verywell Mind, impulsivitas atau perilaku impulsif didefinisikan secara luas sebagai tindakan tanpa perencanaan yang kurang dipikirkan matang, diekspresikan secara prematur, terlalu berisiko, dan tidak sesuai dengan situasinya. Perilaku impulsif ini dikaitkan dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diharapkan. Jadi orang yang impulsif ini sering bertindak berdasarkan keinginan atau emosi sesaat, tanpa jeda untuk mikir konsekuensinya. Kenapa O...