Langsung ke konten utama

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Hidup Tanpa FOPO: Rahasia Menjadi Lebih Percaya Diri

 

    Image by pngtree.com

Puan pernah enggak sih saat ketika sudah rapi lalu berdiri di depan cermin sambil bertanya ke diri sendiri, seperti “Penampilan aku udah OK belum ya?”, “Make up aku berlebihan enggak ya?”, atau “Aku kelihatan aneh enggak ya pakai baju ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena Puan khawatir dengan pandangan orang lain? Kalau iya, bisa saja Puan sedang mengalami FOPO atau Fear of Other People’s Opinions.

Apa itu FOPO?

Mengutip dari laman Harvard Business Review, Fear of Other People’s Opinions atau FOPO merupakan istilah yang mengarah pada perasaan cemas yang berlebihan terhadap pandangan orang lain. Alasan timbulnya perasaan cemas, takut, atau tegang ketika akan melakukan suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang ialah karena khawatir terhadap ketidaksetujuan sosial pada diri sendiri.


Istilah FOPO dicetuskan oleh Michael Gervais, PhD seorang psikolog sekaligus penulis, yang memiliki pandangan bahwa rasa ketakutan ini merupakan bagian dari kondisi manusia karena kita beroperasi dengan otak yang kuno. Keinginan untuk selalu diterima dan mendapatkan pengakuan menyebabkan Puan menjadi menjalani kehidupan bergerak sesuai dengan pandangan atau keputusan orang lain. Puan menjadi takut untuk terlihat berbeda dari orang lain, sulit mengatakan tidak, dan menjadi sering meminta maaf walaupun tidak melakukan kesalahan.


Penyebab terjadinya FOPO

Ketakutan terhadap pandangan orang lain dapat menghambat kebebasan Puan dalam berekspresi, menjadi kurang percaya diri, bahkan bisa memengaruhi kondisi kesehatan mental. Tentunya ketakutan ini tidak muncul begitu saja, ada sejumlah penyebab yang menimbulkan FOPO.


  1. Lingkungan sosial dan budaya

Psikolog UGM, T. Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa budaya feodalisme dan konformitas yang masih cukup melekat di beberapa wilayah di Indonesia memiliki peranan penting dalam memicu terbentuknya FOPO pada masyarakat Indonesia.


Di lingkungan masyarakat masih sangat menghargai akan persetujuan sosial dan keberagaman. Sejak kecil kita sering dianggap aneh ketika memiliki pemikiran yang berbeda dan selalu diajari untuk memiliki pemikiran yang sama dengan anak yang lainnya, dengan dalih keseragaman. Ini menyebabkan seseorang menjadi tidak mengenal secara baik dirinya sendiri. Seseorang yang kurang memiliki kesadaran terhadap diri sendiri menjadi sering mengalami kecemasan terhadap pendapat orang lain dan takut ketika memiliki pemikiran yang berbeda


  1. Pendidikan

Sistem pendidikan yang cenderung lebih berfokus pada nilai dan peringkat juga dapat meningkatkan FOPO pada seseorang. Sebab siswa akan merasa bahwa harga diri mereka bergantung pada penilaian orang lain yang dilihat dari nilai atau peringkat yang diperoleh bukan dari usaha yang selama ini diupayakan, seperti perkembangan pribadi.


  1. Media sosial

Dibalik berbagai kemudahan yang ditawarkan, ternyata media sosial menjadi salah satu faktor terbesar dalam perkembangan FOPO. Melalui media sosial seseorang bisa bebas untuk mengekspresikan dirinya. Namun, ternyata ini menjadikan seseorang membandingkan diri mereka dengan orang lain. Akibatnya muncul perasaan ketakutan akan pandangan negatif dari orang lain karena merasa bahwa hidupnya tidak cukup baik dengan kehidupan orang yang ada di media sosial.


  1. Pengalaman masa kecil

Anak-anak yang sering dikritik atau dipermalukan oleh orang tua atau teman sebayanya cenderung akan memiliki ketakutan pada penilaian orang lain saat dewasa. Sebab pengalaman-pengalaman tersebut bisa membentuk pola pikir bahwa pandangan orang lain merupakan hal yang penting. Kritikan menjadi hal yang harus dihindari, sehingga seseorang akan cenderung bersikap sesuai dengan persetujuan dari orang lain.


Cara mengatasi FOPO

FOPO dapat mengakibatkan gangguan kecemasan sosial dan ini tentunya tidak baik bagi kesehatan mental Puan. Sebab Puan bisa menjadi mudah stres ketika melakukan kesalahan atau kegagalan. Selain itu, bisa saja jadi tidak mengetahui secara pasti keinginan diri sendiri karena terlalu mengikuti pemikiran orang lain. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung seperti itu. Puan bisa mencoba melakukan beberapa hal berikut untuk mengatasinya.


  1. Tumbuhkan kesadaran diri sendiri

Mulailah dengan mengenali diri sendiri lebih mendalam. Puan bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk diri sendiri, seperti apa yang membuat bahagia, hal apa yang dapat membuat kamu cemas atau takut, kapan biasanya hal itu terjadi, dan pertanyaan lainnya. Dengan begitu Puan dapat mulai mengidentifikasi apa saja yang dapat memperkuat munculnya FOPO diri.


  1. Bangun rasa percaya diri

Coba temukan filosofi pribadi sesuai dengan prinsip atau nilai hidup yang bisa menjadi pedoman hidup. Puan juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dengan mengucapkan afirmasi positif pada diri sendiri. Lakukan hal-hal tersebut dengan komitmen sehingga bisa menjadi diri sendiri dan lebih menghargai diri sendiri.


  1. Ingatlah semua orang dapat membuat kesalahan

Tidak ada makhluk yang sempurna, setiap orang pernah melakukan kesalahan, baik besar maupun kecil. Jadikan kesalahan sebagai sebuah pelajaran untuk bisa lebih baik kedepannya. Lupakan perkataan-perkataan negatif dengan fokus untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.


  1. Cari lingkungan yang positif

Berada diantara orang-orang yang bisa menerima keberadaan Puan, termasuk kekurangan ataupun kelebihan, memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan mental. Sehingga bisa mengurangi rasa takut terhadap penilaian orang lain. 


  1. Hubungi ahli profesional

Keberadaan ahli profesional, seperti psikolog, tentunya dapat membantu Puan untuk mengatasi kecemasan atau ketakutan terhadap penilaian orang lain. Bahkan mereka juga dapat membantu dalam menemukan akar masalah dari permasalahan yang sedang dihadapi.



Setiap orang mungkin pernah memiliki ketakutan terhadap penilaian orang lain pada dirinya yang membedakan ialah bagaimana mereka menyikapi hal tersebut. Cobalah untuk mencari lingkungan yang positif yang dapat membantu Puan untuk mengatasi ketakutan tersebut. Perlu diingat bahwa tidak semua kritik atau penilaian negatif merupakan hal yang tidak bermanfaat. Jangan sampai justru diri sendirilah yang terlalu menghakimi dengan keras. Jadi jangan ragu untuk meminta bantuan dari para profesional yang ahli dibidang kesehatan mental.



REFERENSI:



Penulis: Farah Unzuria S

Editor: Farah Unzuria S


Komentar

Rubik Puan Popular

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!

Image by: Roxie Nafousi Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya?  Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html   Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending -nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain. Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Pa...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Kenapa Sih Penting untuk Percaya Diri? Self development atau pengembangan diri adalah proses sadar untuk terus memperbaiki diri, baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, maupun keahlian. Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan diri adalah percaya diri. Tanpa kepercayaan diri, semua potensi yang Puan miliki bisa “terkunci”. Padahal, percaya diri bukan bawaan lahir, tapi ia bisa dilatih lewat pengalaman dan pola pikir yang tepat. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), orang yang memiliki self-confidence tinggi lebih mudah mengambil keputusan, berani mencoba hal baru, dan punya tingkat stres lebih rendah. Kenapa Perempuan Muda Masih Sering Ragu? Puan, nggak sedikit perempuan muda yang merasa “nggak cukup baik”. Apalagi di era media sosial, di mana kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai “comparison trap” dan sering jadi penghalang utama kepercayaan diri. Kabar baiknya, dengan growth mindset, rasa ragu itu bisa beru...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...