Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk) Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan. Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan. Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering , Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir...
Lagi Lelah Sama Hiruk Pikuk Dunia? Ini Dia 7 Aktivitas Simpel Biar Puan Tetap Waras di Tengah Kesibukan
Image by: dinkes.acehprov.go.id
Pernahkah Puan merasa lelah bahkan sebelum hari benar-benar dimulai?
Bangun pagi dengan niat ingin produktif, membuka laptop, lalu tanpa sadar berakhir pada scrolling Medsos. Waktu berjalan cepat, tugas belum tersentuh, dan rasa bersalah mulai datang perlahan. Tidak apa-apa, Puan, rasa lelah itu wajar. Hidup tidak selalu harus penuh semangat dan target. Ada masa ketika Puan hanya ingin berhenti sejenak, menarik napas, dan membiarkan diri tenang. November memang bulan transisi yang seringkali bikin burn out. Target belum kelar, tugas numpuk, tapi energi udah menipis duluan.
Sebagai seseorang yang juga pernah berada di titik itu, Priska ingin berbagi beberapa cara sederhana agar Puan tetap waras di tengah padatnya dunia. Yuk, baca artikel ini sampai akhir!
- Jalan kaki dan dengarkan lagu yang menenangkanCobalah berjalan santai di sekitar lingkungan tempat tinggal Puan. Tidak perlu lama, cukup lima belas atau dua puluh menit sambil mendengarkan lagu yang disukai. Udara segar dan gerakan tubuh ringan dapat membantu Puan meredakan stres dan menata pikiran yang kusut. Kadang, solusi dari kelelahan justru muncul saat langkah kaki bergerak perlahan.
- Luangkan waktu untuk berkreasiMelukis, menulis, atau sekadar mencoret-coret di buku catatan dapat membantu Puan menyalurkan emosi dengan cara yang sehat. Tidak harus hasilnya indah, yang penting prosesnya jujur. Melalui kegiatan sederhana itu, Puan bisa mengenali diri sendiri lebih dalam.
- Coba memasak atau memanggang sesuatuKegiatan memasak seringkali memberi rasa tenang. Dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, hingga melihat hasilnya matang, ada kepuasan kecil yang membuat hati hangat. Tidak perlu resep rumit. Roti pisang, cookies, atau sepiring mie dengan bumbu tambahan pun bisa jadi bentuk apresiasi untuk diri sendiri.
- Istirahat dari dunia digitalSesekali, lepaskan ponsel dan biarkan diri Puan terbebas dari notifikasi. Dunia tidak akan berhenti berjalan hanya karena Puan beristirahat sejenak. Terlalu sering membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial justru membuat pikiran semakin penuh. Tenangkan diri tanpa distraksi, dan rasakan perbedaan yang muncul setelahnya.
- Rawat tanaman atau bermain di alam sekitarBagi Puan yang memiliki sedikit ruang di kamar atau halaman, coba tanam satu atau dua tanaman kecil. Merawat sesuatu yang tumbuh dengan perlahan mengajarkan kesabaran dan rasa syukur. Melihat daun baru muncul bisa menghadirkan kebahagiaan sederhana yang mungkin selama ini terlupakan.
- Cerita kepada teman atau diri sendiriTidak semua hal harus disimpan sendirian. Kadang, berbagi cerita dengan teman bisa membantu Puan merasa lebih ringan. Jika sulit berbicara, Puan bisa menulis surat untuk diri sendiri. Kalimat sederhana seperti “hari ini aku sudah melakukan yang terbaik” sudah cukup berarti.
- Istirahat tanpa rasa bersalahPriska tahu, banyak dari kita merasa bersalah saat tidak produktif. Namun, istirahat juga bagian dari upaya bertahan. Rebahan, tidur siang, atau sekadar menatap langit tanpa melakukan apa pun tidak membuat Puan lemah. Justru dari jeda itulah energi baru akan muncul.
Sedikit pengingat dari Priska
Puan tidak harus selalu kuat setiap waktu. Tidak apa-apa merasa lelah, bingung, atau kehilangan arah. Hidup bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling tulus menjalaninya. Jadi, ketika dunia terasa berat, berikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat, tertawa, dan kembali menemukan makna. Karena pada akhirnya, keseimbangan bukan tentang melakukan banyak hal, tetapi tentang memahami kapan harus berhenti sejenak untuk memulai kembali dengan hati yang lebih tenang.
Referensi:
Robert Walters Australia. 2025. “How to Handle End-of-Year Burnout and Return Energised in 2026.” October 23 2025. Robert Walters Insights (blog). https://www.robertwalters.com.au/insights/career-advice/blog/how-to-handle-end-of-year-burnout-and-return-energised.html
Penulis dan Editor: Sarah Ardelia
Penulis dan Editor: Sarah Ardelia

Komentar
Posting Komentar