Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Lagi Lelah Sama Hiruk Pikuk Dunia? Ini Dia 7 Aktivitas Simpel Biar Puan Tetap Waras di Tengah Kesibukan


Image by: dinkes.acehprov.go.id


Pernahkah Puan merasa lelah bahkan sebelum hari benar-benar dimulai?

Bangun pagi dengan niat ingin produktif, membuka laptop, lalu tanpa sadar berakhir pada scrolling Medsos. Waktu berjalan cepat, tugas belum tersentuh, dan rasa bersalah mulai datang perlahan. Tidak apa-apa, Puan, rasa lelah itu wajar. Hidup tidak selalu harus penuh semangat dan target. Ada masa ketika Puan hanya ingin berhenti sejenak, menarik napas, dan membiarkan diri tenang. November memang bulan transisi yang seringkali bikin burn out. Target belum kelar, tugas numpuk, tapi energi udah menipis duluan.

Sebagai seseorang yang juga pernah berada di titik itu, Priska ingin berbagi beberapa cara sederhana agar Puan tetap waras di tengah padatnya dunia. Yuk, baca artikel ini sampai akhir!
  1. Jalan kaki dan dengarkan lagu yang menenangkan
    Cobalah berjalan santai di sekitar lingkungan tempat tinggal Puan. Tidak perlu lama, cukup lima belas atau dua puluh menit sambil mendengarkan lagu yang disukai. Udara segar dan gerakan tubuh ringan dapat membantu Puan meredakan stres dan menata pikiran yang kusut. Kadang, solusi dari kelelahan justru muncul saat langkah kaki bergerak perlahan.

  2. Luangkan waktu untuk berkreasi
    Melukis, menulis, atau sekadar mencoret-coret di buku catatan dapat membantu Puan menyalurkan emosi dengan cara yang sehat. Tidak harus hasilnya indah, yang penting prosesnya jujur. Melalui kegiatan sederhana itu, Puan bisa mengenali diri sendiri lebih dalam.

  3. Coba memasak atau memanggang sesuatu
    Kegiatan memasak seringkali memberi rasa tenang. Dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, hingga melihat hasilnya matang, ada kepuasan kecil yang membuat hati hangat. Tidak perlu resep rumit. Roti pisang, cookies, atau sepiring mie dengan bumbu tambahan pun bisa jadi bentuk apresiasi untuk diri sendiri.

  4. Istirahat dari dunia digital
    Sesekali, lepaskan ponsel dan biarkan diri Puan terbebas dari notifikasi. Dunia tidak akan berhenti berjalan hanya karena Puan beristirahat sejenak. Terlalu sering membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial justru membuat pikiran semakin penuh. Tenangkan diri tanpa distraksi, dan rasakan perbedaan yang muncul setelahnya.

  5. Rawat tanaman atau bermain di alam sekitar
    Bagi Puan yang memiliki sedikit ruang di kamar atau halaman, coba tanam satu atau dua tanaman kecil. Merawat sesuatu yang tumbuh dengan perlahan mengajarkan kesabaran dan rasa syukur. Melihat daun baru muncul bisa menghadirkan kebahagiaan sederhana yang mungkin selama ini terlupakan.

  6. Cerita kepada teman atau diri sendiri
    Tidak semua hal harus disimpan sendirian. Kadang, berbagi cerita dengan teman bisa membantu Puan merasa lebih ringan. Jika sulit berbicara, Puan bisa menulis surat untuk diri sendiri. Kalimat sederhana seperti “hari ini aku sudah melakukan yang terbaik” sudah cukup berarti.

  7. Istirahat tanpa rasa bersalah
    Priska tahu, banyak dari kita merasa bersalah saat tidak produktif. Namun, istirahat juga bagian dari upaya bertahan. Rebahan, tidur siang, atau sekadar menatap langit tanpa melakukan apa pun tidak membuat Puan lemah. Justru dari jeda itulah energi baru akan muncul.
Sedikit pengingat dari Priska

Puan tidak harus selalu kuat setiap waktu. Tidak apa-apa merasa lelah, bingung, atau kehilangan arah. Hidup bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling tulus menjalaninya. Jadi, ketika dunia terasa berat, berikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat, tertawa, dan kembali menemukan makna. Karena pada akhirnya, keseimbangan bukan tentang melakukan banyak hal, tetapi tentang memahami kapan harus berhenti sejenak untuk memulai kembali dengan hati yang lebih tenang.



Referensi:

Robert Walters Australia. 2025. “How to Handle End-of-Year Burnout and Return Energised in 2026.” October 23 2025. Robert Walters Insights (blog). https://www.robertwalters.com.au/insights/career-advice/blog/how-to-handle-end-of-year-burnout-and-return-energised.html


Penulis dan Editor: Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...