Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi

 


Photo by Alexas Fotos

Tahukah Puan bahwa sebagian besar orang ingin memperbaiki setidaknya satu hal dalam hidup mereka, tapi mayoritas merasa sulit menemukan motivasi untuk mulai? Saat dorongan dari dalam diri itu datang, rasanya susah sekali untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, kita bisa terjebak dalam kondisi toxic, yaitu merasa malas melakukan sesuatu karena tidak ada motivasi, lalu kita jadi makin sedih karena tidak ada hal yang dikerjakan.

Oleh karena itu, motivasi penting untuk menyelesaikan tugas harian, memecahkan masalah, dan mendapatkan peluang. Terkadang, dorongan itu juga muncul karena Puan ingin mencapai tujuan hidup. Lalu, apa yang memengaruhi datangnya dorongan ini?

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Motivasi

Motivasi tidak datang begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh beberapa perhitungan mendasar di dalam pikiran kita. Dengan memahami faktor-faktor penentu ini, Puan bisa tahu apa yang harus dilakukan agar Puan termotivasi.

  • Seberapa besar keinginan untuk mencapai tujuan. Semakin kuat keinginan di dalam diri, semakin besar dorongan untuk bertindak.

  • Keuntungan yang akan didapatkan. Memikirkan hasil positif, manfaat, atau hadiah yang menanti, menjadi energi dan daya tarik utama.

  • Kerugian yang akan dialami jika gagal. Rasa takut akan kerugian, kegagalan, atau dampak buruk yang akan terjadi, membuat orang ragu memulai.

Oleh karena itu, Puan, motivasi muncul ketika keuntungan yang dibayangkan jauh lebih besar daripada rasa takut akan kerugian. Jika Puan masih belum merasa termotivasi setelah membayangkan keuntungan tersebut, tips-tips ini bisa Puan coba, ya.

 

Tips untuk Mendapatkan dan Meningkatkan Motivasi

Seorang terapis dari Berkshire Healthcare, Shannon, membagikan beberapa tips untuk mendapatkan dan meningkatkan motivasi.

1. Pikirkan Dulu Aksi Baru Emosi

Motivasi akan datang setelah Puan memulai. Pernahkah Puan merasa malas datang ke kelas, tapi setelah sampai di sana, malah jadi semangat karena materinya menarik? Begitu Puan memulai, Puan mungkin ingin melanjutkannya karena mood sudah naik.

2. Coba Aturan 5 Menit

Jika Puan menunda sesuatu, entah itu mandi atau mengerjakan tugas, coba katakan pada diri sendiri, "Aku bakal ngelakuin itu selama 5 menit aja." Ini akan membuat tugas terasa lebih ringan. Beberapa menit pertama memang yang tersulit, tetapi begitu mulai, Puan akan menemukan lebih banyak energi untuk meneruskannya.

3. Luangkan Waktu Bersama Orang Lain

Ketika sedang tidak bersemangat, bersosialisasi mungkin terasa seperti hal terakhir yang ingin Puan lakukan. Padahal, menghabiskan waktu, bahkan sekadar mengobrol dengan orang lain dapat meningkatkan wellbeing dan motivasi.

4. Mulai Berolahraga

Olahraga tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental. Olahraga dapat mengurangi stres, menaikkan mood, dan membuat Puan lebih mudah fokus. Puan tidak perlu gym mahal karena perubahan sederhana pun berdampak, seperti parkir lebih jauh agar bisa berjalan kaki atau berjalan santai di sekitar rumah.

Jadi, Puan, ingatlah bahwa kunci untuk termotivasi adalah dengan bertindak, bukan menunggu. Motivasi tercipta ketika Puan berani mengambil langkah awal. Dengan menerapkan tips-tips sederhana tadi, Puan akan mampu menyalakan kembali semangat dari dalam diri dan meraih setiap tujuan yang sudah Puan tetapkan. Selamat mencoba, Puan!


Referensi:

Australia, H. (2025). Motivation: How to get started and staying motivated. Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/motivation-how-to-get-started-and-staying-motivated

Berkshire Healthcare. (2025). Five ways to boost your motivation. NHS Talking Therapies Berkshire. https://talkingtherapies.berkshirehealthcare.nhs.uk/therapy-in-focus-blogs/five-ways-to-boost-your-motivation


Author & Editor:
Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...