Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi

 


Photo by Alexas Fotos

Tahukah Puan bahwa sebagian besar orang ingin memperbaiki setidaknya satu hal dalam hidup mereka, tapi mayoritas merasa sulit menemukan motivasi untuk mulai? Saat dorongan dari dalam diri itu datang, rasanya susah sekali untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, kita bisa terjebak dalam kondisi toxic, yaitu merasa malas melakukan sesuatu karena tidak ada motivasi, lalu kita jadi makin sedih karena tidak ada hal yang dikerjakan.

Oleh karena itu, motivasi penting untuk menyelesaikan tugas harian, memecahkan masalah, dan mendapatkan peluang. Terkadang, dorongan itu juga muncul karena Puan ingin mencapai tujuan hidup. Lalu, apa yang memengaruhi datangnya dorongan ini?

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Motivasi

Motivasi tidak datang begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh beberapa perhitungan mendasar di dalam pikiran kita. Dengan memahami faktor-faktor penentu ini, Puan bisa tahu apa yang harus dilakukan agar Puan termotivasi.

  • Seberapa besar keinginan untuk mencapai tujuan. Semakin kuat keinginan di dalam diri, semakin besar dorongan untuk bertindak.

  • Keuntungan yang akan didapatkan. Memikirkan hasil positif, manfaat, atau hadiah yang menanti, menjadi energi dan daya tarik utama.

  • Kerugian yang akan dialami jika gagal. Rasa takut akan kerugian, kegagalan, atau dampak buruk yang akan terjadi, membuat orang ragu memulai.

Oleh karena itu, Puan, motivasi muncul ketika keuntungan yang dibayangkan jauh lebih besar daripada rasa takut akan kerugian. Jika Puan masih belum merasa termotivasi setelah membayangkan keuntungan tersebut, tips-tips ini bisa Puan coba, ya.

 

Tips untuk Mendapatkan dan Meningkatkan Motivasi

Seorang terapis dari Berkshire Healthcare, Shannon, membagikan beberapa tips untuk mendapatkan dan meningkatkan motivasi.

1. Pikirkan Dulu Aksi Baru Emosi

Motivasi akan datang setelah Puan memulai. Pernahkah Puan merasa malas datang ke kelas, tapi setelah sampai di sana, malah jadi semangat karena materinya menarik? Begitu Puan memulai, Puan mungkin ingin melanjutkannya karena mood sudah naik.

2. Coba Aturan 5 Menit

Jika Puan menunda sesuatu, entah itu mandi atau mengerjakan tugas, coba katakan pada diri sendiri, "Aku bakal ngelakuin itu selama 5 menit aja." Ini akan membuat tugas terasa lebih ringan. Beberapa menit pertama memang yang tersulit, tetapi begitu mulai, Puan akan menemukan lebih banyak energi untuk meneruskannya.

3. Luangkan Waktu Bersama Orang Lain

Ketika sedang tidak bersemangat, bersosialisasi mungkin terasa seperti hal terakhir yang ingin Puan lakukan. Padahal, menghabiskan waktu, bahkan sekadar mengobrol dengan orang lain dapat meningkatkan wellbeing dan motivasi.

4. Mulai Berolahraga

Olahraga tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental. Olahraga dapat mengurangi stres, menaikkan mood, dan membuat Puan lebih mudah fokus. Puan tidak perlu gym mahal karena perubahan sederhana pun berdampak, seperti parkir lebih jauh agar bisa berjalan kaki atau berjalan santai di sekitar rumah.

Jadi, Puan, ingatlah bahwa kunci untuk termotivasi adalah dengan bertindak, bukan menunggu. Motivasi tercipta ketika Puan berani mengambil langkah awal. Dengan menerapkan tips-tips sederhana tadi, Puan akan mampu menyalakan kembali semangat dari dalam diri dan meraih setiap tujuan yang sudah Puan tetapkan. Selamat mencoba, Puan!


Referensi:

Australia, H. (2025). Motivation: How to get started and staying motivated. Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/motivation-how-to-get-started-and-staying-motivated

Berkshire Healthcare. (2025). Five ways to boost your motivation. NHS Talking Therapies Berkshire. https://talkingtherapies.berkshirehealthcare.nhs.uk/therapy-in-focus-blogs/five-ways-to-boost-your-motivation


Author & Editor:
Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...