Langsung ke konten utama

Decision Fatigue: Kenapa Memilih Menu Makan Malam Bisa Terasa Sangat Berat?

  Ilustrasi seseorang yang mengalami decision fatigue (brainfacts.org) Pernah nggak, Puan ngerasa kalau semakin sore, Puan jadi semakin ceroboh atau malah makin nggak bisa milih sesuatu? Puan sanggup menyelesaikan revisi tugas yang sulit di pagi hari, tapi begitu malam tiba, memilih film di Netflix saja butuh waktu satu jam dan berakhir nggak jadi nonton apa-apa karena bingung. Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Sederhananya, otak Puan memiliki kapasitas terbatas untuk membuat pilihan setiap hari. Setiap keputusan yang diambil, mulai dari memilih pakaian, menentukan menu sarapan, memilih rute perjalanan, hingga membalas pesan penting, sedikit demi sedikit menguras energi mental Puan sendiri. Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi? Ibaratnya, otak Puan seperti baterai HP. Setiap pilihan yang Puan buat, sekecil apa pun, memakan daya baterai tersebut. Masalahnya, pendidikan sampai pekerjaan memaksa Puan mengambil ribuan keputusan kecil setiap ...

Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi

 


Photo by Alexas Fotos

Tahukah Puan bahwa sebagian besar orang ingin memperbaiki setidaknya satu hal dalam hidup mereka, tapi mayoritas merasa sulit menemukan motivasi untuk mulai? Saat dorongan dari dalam diri itu datang, rasanya susah sekali untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, kita bisa terjebak dalam kondisi toxic, yaitu merasa malas melakukan sesuatu karena tidak ada motivasi, lalu kita jadi makin sedih karena tidak ada hal yang dikerjakan.

Oleh karena itu, motivasi penting untuk menyelesaikan tugas harian, memecahkan masalah, dan mendapatkan peluang. Terkadang, dorongan itu juga muncul karena Puan ingin mencapai tujuan hidup. Lalu, apa yang memengaruhi datangnya dorongan ini?

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Motivasi

Motivasi tidak datang begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh beberapa perhitungan mendasar di dalam pikiran kita. Dengan memahami faktor-faktor penentu ini, Puan bisa tahu apa yang harus dilakukan agar Puan termotivasi.

  • Seberapa besar keinginan untuk mencapai tujuan. Semakin kuat keinginan di dalam diri, semakin besar dorongan untuk bertindak.

  • Keuntungan yang akan didapatkan. Memikirkan hasil positif, manfaat, atau hadiah yang menanti, menjadi energi dan daya tarik utama.

  • Kerugian yang akan dialami jika gagal. Rasa takut akan kerugian, kegagalan, atau dampak buruk yang akan terjadi, membuat orang ragu memulai.

Oleh karena itu, Puan, motivasi muncul ketika keuntungan yang dibayangkan jauh lebih besar daripada rasa takut akan kerugian. Jika Puan masih belum merasa termotivasi setelah membayangkan keuntungan tersebut, tips-tips ini bisa Puan coba, ya.

 

Tips untuk Mendapatkan dan Meningkatkan Motivasi

Seorang terapis dari Berkshire Healthcare, Shannon, membagikan beberapa tips untuk mendapatkan dan meningkatkan motivasi.

1. Pikirkan Dulu Aksi Baru Emosi

Motivasi akan datang setelah Puan memulai. Pernahkah Puan merasa malas datang ke kelas, tapi setelah sampai di sana, malah jadi semangat karena materinya menarik? Begitu Puan memulai, Puan mungkin ingin melanjutkannya karena mood sudah naik.

2. Coba Aturan 5 Menit

Jika Puan menunda sesuatu, entah itu mandi atau mengerjakan tugas, coba katakan pada diri sendiri, "Aku bakal ngelakuin itu selama 5 menit aja." Ini akan membuat tugas terasa lebih ringan. Beberapa menit pertama memang yang tersulit, tetapi begitu mulai, Puan akan menemukan lebih banyak energi untuk meneruskannya.

3. Luangkan Waktu Bersama Orang Lain

Ketika sedang tidak bersemangat, bersosialisasi mungkin terasa seperti hal terakhir yang ingin Puan lakukan. Padahal, menghabiskan waktu, bahkan sekadar mengobrol dengan orang lain dapat meningkatkan wellbeing dan motivasi.

4. Mulai Berolahraga

Olahraga tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental. Olahraga dapat mengurangi stres, menaikkan mood, dan membuat Puan lebih mudah fokus. Puan tidak perlu gym mahal karena perubahan sederhana pun berdampak, seperti parkir lebih jauh agar bisa berjalan kaki atau berjalan santai di sekitar rumah.

Jadi, Puan, ingatlah bahwa kunci untuk termotivasi adalah dengan bertindak, bukan menunggu. Motivasi tercipta ketika Puan berani mengambil langkah awal. Dengan menerapkan tips-tips sederhana tadi, Puan akan mampu menyalakan kembali semangat dari dalam diri dan meraih setiap tujuan yang sudah Puan tetapkan. Selamat mencoba, Puan!


Referensi:

Australia, H. (2025). Motivation: How to get started and staying motivated. Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/motivation-how-to-get-started-and-staying-motivated

Berkshire Healthcare. (2025). Five ways to boost your motivation. NHS Talking Therapies Berkshire. https://talkingtherapies.berkshirehealthcare.nhs.uk/therapy-in-focus-blogs/five-ways-to-boost-your-motivation


Author & Editor:
Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Decision Fatigue: Kenapa Memilih Menu Makan Malam Bisa Terasa Sangat Berat?

  Ilustrasi seseorang yang mengalami decision fatigue (brainfacts.org) Pernah nggak, Puan ngerasa kalau semakin sore, Puan jadi semakin ceroboh atau malah makin nggak bisa milih sesuatu? Puan sanggup menyelesaikan revisi tugas yang sulit di pagi hari, tapi begitu malam tiba, memilih film di Netflix saja butuh waktu satu jam dan berakhir nggak jadi nonton apa-apa karena bingung. Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Sederhananya, otak Puan memiliki kapasitas terbatas untuk membuat pilihan setiap hari. Setiap keputusan yang diambil, mulai dari memilih pakaian, menentukan menu sarapan, memilih rute perjalanan, hingga membalas pesan penting, sedikit demi sedikit menguras energi mental Puan sendiri. Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi? Ibaratnya, otak Puan seperti baterai HP. Setiap pilihan yang Puan buat, sekecil apa pun, memakan daya baterai tersebut. Masalahnya, pendidikan sampai pekerjaan memaksa Puan mengambil ribuan keputusan kecil setiap ...

Merasa Dipahami, atau Hanya Divalidasi? Fenomena Baru Kesehatan Mental

Sumber: Pinterest Pernah nggak sih, Puan lagi ngerasa capek, overthinking , atau sekadar butuh didenger… terus akhirnya buka media sosial? Scroll bentar, lihat story orang lain, posting sesuatu, nungguin like masuk. Atau mungkin, Puan malah buka chat dan mulai curhat panjang dan yang jawab bukan manusia, tapi AI. Aneh nggak sih? Kita bisa ngerasa lega, walaupun yang “dengerin” bukan orang beneran. Kalau Puan pernah ngerasain itu, tenang… Puan nggak sendirian. Tapi, mungkin tanpa sadar, Puan lagi ada di tengah fenomena yang lebih besar: mencari validasi secara online —baik dari manusia di sosial media, maupun dari teknologi seperti ChatGPT. Yuk, kita bedah pelan-pelan, kenapa ini bisa terjadi dan apa dampaknya ke kesehatan mental Puan. Kenapa Kita Butuh Banget Validasi? Secara dasar, manusia itu memang butuh merasa: didengar, dipahami, dan diterima. Namun, Itu bukan kelemahan, melainkan kebutuhan psikologis. Masalahnya, di era digital, cara kita memenuhi kebutuhan itu jadi berubah. Set...

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

Business Mindset untuk Daily Life: Cara Berpikir Strategis dalam Menjalani Hidup

image by RDNE Stock project P uan, pernah nggak sih ngerasa sibuk dan banyak ikut kegiatan, tapi ujung-ujungnya masih ngerasa ‘ what am I really building? ’ Di dunia bisnis ada yang namanya Business Mindset . Dalam mindset ini tuh nggak cuma soal target, profit, atau strategi perusahaan. Intinya, ini tentang cara berpikir yang terarah, proaktif, dan adaptif .  Prinsip-prinsip ini nggak cuma berlaku untuk perusahaan, tapi juga bisa langsung diterapin di kehidupan sehari-hari. Misalnya, supaya Puan bisa: Nggak cuma sibuk, tapi tahu prioritas dan arah. Berpikir analitis sebelum mengambil keputusan. Mengelola hidup dan tujuan seperti proyek nyata. Tetap fleksibel dan komunikatif di tengah perubahan. Baca juga: Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata Nah, supaya nggak cuma teori aja, kita langsung masuk ke beberapa mindset kunci yang bisa Puan terapkan mulai sekarang. 1. Proaktif: Jangan Cuma Nunggu Kesempatan Menurut Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, keteram...

Menerapkan Stoicism dalam Bermedia Sosial: Mau Upload Sesuatu tapi Malu? Tenang, Orang-Orang Nggak Se-Peduli Itu Kok!

Image by  www.socialmediae.com         Pernah nggak sih, Puan merasa ragu untuk posting sesuatu di media sosial? Misalnya, takut dibilang nggak produktif atau dianggap nggak ada kerjaan. Banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk membangun personal branding di Instagram, LinkedIn, atau media sosial lainnya. Mulai dari upload berbagai pencapaian, pengalaman di organisasi, hingga kegiatan volunteer yang kelihatannya asik dan keren banget. Nggak sedikit juga yang update hal-hal tersebut bahkan di akun kedua atau second account mereka.           Nggak ada yang salah dengan hal itu. Namun, di sisi lain, banyak juga yang akhirnya jadi minder . "Duh, kalau gue cuma upload foto kopi doang, kelihatan nggak produktif banget, nggak, sih?" atau "Mau post selfie aja kok jadi mikir-mikir, takut dikira nggak ada kerjaan." Pernah merasa begitu? Yuk, baca artikel ini sampai selesai! Pahami Fungsi Media Sosial yang Berbeda-beda ...