Sumber: pexels.com
Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif.
Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause.
Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak.
Intentional pause dapat membantu Puan mengurangi kelelahan mental dan emosional, hingga akhirnya dapat mendukung produktivitas. Selain itu, ketika berada di bawah tekanan, intentional pause dapat memberi Puan kesempatan untuk tidak langsung bereaksi secara otomatis dan emosional, melainkan memilih respons secara lebih sadar. Mengambil jeda bukan berarti menghindari tanggung jawab atau kehilangan ambisi. Justru, jeda itu bisa membantu Puan memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar sejalan dengan goals dan value Puan.
Baca juga: Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions
Why Slowing Down Can Actually Help You Grow
Slowing down bisa membantu Puan untuk lebih mindful dalam menjalani keseharian. Dengan memperlambat ritme, Puan punya kesempatan untuk lebih menyadari pikiran, perasaan, dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Mulai dari menikmati makanan tanpa distraksi, berjalan santai, hingga meluangkan waktu untuk memahami emosi sebelum merespons suatu situasi.
How to Practice
Nah, Puan bisa langsung mulai menerapkan intentional pause lewat kebiasaan sederhana loh! Berikut beberapa cara yang bisa Puan coba:
1. Create a little space
Puan bisa menyisihkan waktu untuk berjalan santai, menikmati suasana tanpa distraksi, journaling, dll.
2. Pause before responding
Saat menghadapi situasi yang memancing emosi, berikan waktu kepada diri sendiri sebelum mengambil keputusan atau memberikan respons.
3. Reflect on your priorities
Tanyakan kepada diri sendiri, "Apakah hal yang sedang aku kejar ini benar-benar sesuatu yang aku inginkan, atau hanya karena merasa tertinggal dari orang lain?"
4. Embrace small progress
Hargailah setiap langkah dan proses yang sedang Puan jalani, sekecil apa pun itu
5. Be present
Ketika Puan sedang beraktivitas, belajar, atau menikmati waktu luang, cobalah untuk hadir sepenuhnya tanpa terus-menerus memikirkan hal berikutnya.
Pada akhirnya, intentional pause mengingatkan kita bahwa hidup bukanlah perlombaan untuk melihat siapa yang paling cepat mencapai garis akhir. Ada saatnya Puan perlu melangkah maju dan ada juga saatnya Puan perlu memperlambat langkah dan berhenti sejenak. So, give yourself permission to pause. You are allowed to slow down without giving up on your dreams, Puan!
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Referensi
Athena Alliance. (n.d.). How and why you should take an intentional pause. https://athenaalliance.com/blog/how-and-why-you-should-take-an-intentional-pause/
Psychology Today. (2026). The power of the intentional pause. https://www.psychologytoday.com/us/blog/science-of-choice/202602/the-power-of-the-intentional-pause

Komentar
Posting Komentar