Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Kenali Machiavellianism: Red Flag yang Sulit Banget Dideteksi

 


Image by: WikiHow


Pernah nggak sih ketemu orang yang bikin Puan selalu mikir dua kali? Yang di permukaan keliatan baik, supportive, bahkan charming, tapi entah kenapa ada yang terasa aneh. Puan nggak bisa jelasin kenapa, tapi setelah berinteraksi sama mereka, Puan sering merasa lelah, bingung, atau malah meragukan keputusan sendiri.

Nah, kemungkinan Puan baru aja ketemu sama orang yang punya sifat Machiavellianism. Ini adalah salah satu red flag paling susah dideteksi karena mereka pandai banget menyamarkannya.

Machiavellianism Itu Apa Sih?

Istilah ini berasal dari buku Machiavelli, "The Prince", ia berpendapat bahwa “tidak masalah melakukan apa pun untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh.” Orang dengan kepribadian Machiavellian dapat memahami situasi sosial dan memanipulasinya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, meskipun tidak etis atau tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.

Dalam keseharian, mereka selalu punya agenda tersembunyi dan pandai sekali membaca situasi untuk keuntungan pribadi. Yang bikin sulit dikenali? Mereka nggak seperti manipulator toxic pada umumnya yang obvious. Mereka halus, menarik, dan sering kali memang helpful, selama itu menguntungkan mereka.

Red Flags yang Sering Nggak Disadari:

1. Timing yang Selalu Pas

Mereka selalu tahu kapan waktu tepat untuk mendekati Puan. Lagi down? Mereka hadir dengan dukungan. Lagi butuh bantuan? Mereka tawarkan solusi. Tapi entah gimana, Puan malah selalu merasa "berhutang budi" karena sikap mereka secara nggak langsung.

2. Kolektor Informasi

Mereka pandai bertanya tentang hidup Puan, tapi Puan nggak banyak tahu tentang mereka. Mereka mengumpulkan informasi layaknya investasi untuk dipakai nanti. Contohnya, setelah cerita ke mereka, info pribadi Puan entah gimana bisa "bocor" ke orang lain.

3. Empati dengan Batas Waktu

Empati mereka terasa tulus tapi ada time limit-nya. Mereka supportive selama itu menguntungkan image mereka. Contohnya, mereka akan bersikap baik dan hangat sama Puan cuma di depan orang lain.

4. Senang Jadi Penghubung

Mereka suka jadi perantara antara dua pihak karena itu memberi mereka power dan informasi yang bisa mereka gunakan untuk kepentingan pribadi mereka nanti.


Terus, Kenapa Susah Banget Dideteksi?

1. Mereka Nggak Toxic Secara Obvious

Berbeda dengan narcissist yang suka cari perhatian, orang Machiavellian bisa sangat menyenangkan dan membantu.

2. Pandai Membaca Situasi

Mereka sangat baik dalam membaca suasana dan tahu persis gimana cara mendekati setiap orang untuk kepentingan mereka sendiri.

Dampak pada Mental Health Kita

Setelah berinteraksi dengan orang Machiavellian dalam waktu lama, Puan mungkin akan mengalami:

  • Terus meragukan diri sendiri
  • Kelelahan emosional setelah berinteraksi
  • Overthinking setiap interaksi sosial
  • Susah percaya pada kebaikan tulus dari orang lain

Yang paling tricky: mereka bikin kita merasa bersalah karena curiga. "Dia kan baik sama kamu, kok kamu malah curiga?"


Tips Mengenali dan Melindungi Diri

1. Perhatikan Polanya

Apakah mereka membantu cuma saat ada yang melihat? Apakah percakapan selalu menguntungkan mereka? Atau apakah Puan merasa "berhutang" setelah mereka membantu?

2. Percaya Intuisi

Kalau setelah berinteraksi Puan merasa aneh tanpa alasan jelas, itu perasaan yang valid. Jangan abaikan intuisi Puan.

3. Tetapkan Batasan

Orang Machiavellian menghormati batasan yang tegas dan konsisten. Mereka lebih suka target yang predictable.

4. Jangan Oversharing

Informasi adalah kekuatan buat mereka. Simpan hal-hal pribadi untuk diri sendiri sampai Puan yakin dengan motif mereka.

Bukan Soal Paranoid

Mengenali sifat Machiavellian bukan berarti kita harus paranoid atau nggak percaya semua orang. Kebanyakan orang memang baik dengan motif yang jelas. Namun, awareness tentang red flags ini penting untuk melindungi mental health kita dan memastikan hubungan yang kita bangun adalah yang sehat dan tulus.

Karena Puan pantas mendapat hubungan yang nggak bikin Puan terus meragukan diri sendiri.

Referensi:

Author & Editor: Anisa Zahara

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...