Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Ditolak Magang? Yuk, Bangkit dan Coba Lagi!


Puan, pernahkah menerima email seperti ini?

"Terima kasih telah melamar posisi ini. Namun, setelah pertimbangan, kami memutuskan untuk melanjutkan dengan kandidat lain. Semoga sukses untuk perjalanan karirmu!"

Membaca kalimat itu bisa terasa seperti pukulan telak, bukan? Apalagi kalau Puan sudah menunggu berhari-hari, penuh harap, dan merasa cocok dengan posisi yang dilamar. Namun, apakah penolakan ini berarti Puan kurang berbakat atau tidak cukup baik?

Belum tentu, Puan! Banyak faktor yang membuat lamaran magang ditolak, dan sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan atau potensi. Bisa jadi, perusahaan mencari kandidat dengan pengalaman spesifik yang saat ini belum Puan miliki. Atau proses seleksinya sangat kompetitif, dan Puan kalah tipis dari kandidat lain.

Namun, di balik semua itu, ada satu hal penting yang perlu Puan tahu: ditolak itu bukan akhir dari segalanya. Penolakan adalah bagian dari perjalanan menuju sukses. Nah, daripada tenggelam dalam overthinking, lebih baik gunakan kesempatan ini untuk refleksi diri dan mencoba lagi dengan strategi yang lebih matang.

Berikut ini adalah 4 langkah yang bisa membantu Puan bangkit setelah ditolak magang.

1. Take a Deep Breath
Hal pertama yang harus Puan lakukan adalah mengambil napas panjang. Rasanya memang menyakitkan ketika harapan tidak sesuai kenyataan, tapi tidak apa-apa untuk merasa kecewa. Beri diri sendiri waktu untuk menerima emosi ini. Menangis? Boleh. Menyendiri sebentar? Tidak masalah. Setelah itu, fokus pada hal-hal yang bisa Puan kendalikan. Penolakan hanyalah tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki atau peluang yang lebih baik menunggumu.

2. Ask for Feedback
Langkah berikutnya adalah mencari tahu kenapa Puan ditolak. Jika memungkinkan, hubungi HR atau pihak yang bertanggung jawab atas proses seleksi. Tanyakan dengan sopan, “Bolehkah saya tahu area yang perlu saya tingkatkan?”. Feedback ini bisa memberikan insight berharga. Misalnya, apakah CV kurang menarik, atau ada hal yang perlu ditingkatkan dari cara Puan menjawab pertanyaan wawancara? Kalau HR tidak memberikan feedback, jangan khawatir. Puan bisa meminta teman, mentor, atau dosen untuk membantu mengevaluasi CV dan persiapan wawancara.

3. Perbaiki CV dan Portofolio
CV dan portofolio adalah representasi diri Puan di mata recruiter. Jadi, pastikan keduanya benar-benar menunjukkan pengalaman dan skill terbaik. Sesuaikan isi CV dengan deskripsi pekerjaan yang dilamar. Misalnya, jika perusahaan mencari seseorang yang terampil di bidang desain grafis, pastikan Puan menonjolkan proyek-proyek desain yang pernah dikerjakan. Selain itu, jika belum punya portofolio, mulailah membangun dari sekarang. Bisa dengan mengikuti proyek kecil, lomba, atau bahkan kerja sukarela. Portofolio yang kuat akan meningkatkan peluang untuk diterima di kesempatan berikutnya.

4. Kunjungi Pusat Karir Universitas
Sebagai mahasiswa, Puan punya akses ke pusat karir kampus, yang sering kali menjadi sumber daya berharga. Mereka biasanya menawarkan berbagai layanan, seperti konsultasi karir, bantuan memperbaiki CV, hingga informasi tentang peluang magang terbaru. Jangan ragu untuk memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan, mereka bisa membantu Puan menemukan peluang magang yang mungkin belum Puan temukan di platform umum seperti LinkedIn atau Jobstreet. Siapa tahu, peluang emas ada di sana!

Puan, ditolak magang bukanlah hal yang memalukan. Justru, ini adalah bagian dari proses untuk belajar dan berkembang. Semua orang sukses pasti pernah menghadapi penolakan, tapi mereka memilih untuk bangkit dan terus mencoba. Semangat, Puan! Magang impianmu masih ada di depan mata. 🌟


REFERENSI:

Rejected in Internship? WHY?

How to deal with internship rejection

Bagaimana Menghadapi Penolakan dalam Mencari Magang dan Menemukan Peluang Lain?


Penulis: Cut Desyanti

Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...