Langsung ke konten utama

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Ditolak Magang? Yuk, Bangkit dan Coba Lagi!


Puan, pernahkah menerima email seperti ini?

"Terima kasih telah melamar posisi ini. Namun, setelah pertimbangan, kami memutuskan untuk melanjutkan dengan kandidat lain. Semoga sukses untuk perjalanan karirmu!"

Membaca kalimat itu bisa terasa seperti pukulan telak, bukan? Apalagi kalau Puan sudah menunggu berhari-hari, penuh harap, dan merasa cocok dengan posisi yang dilamar. Namun, apakah penolakan ini berarti Puan kurang berbakat atau tidak cukup baik?

Belum tentu, Puan! Banyak faktor yang membuat lamaran magang ditolak, dan sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan atau potensi. Bisa jadi, perusahaan mencari kandidat dengan pengalaman spesifik yang saat ini belum Puan miliki. Atau proses seleksinya sangat kompetitif, dan Puan kalah tipis dari kandidat lain.

Namun, di balik semua itu, ada satu hal penting yang perlu Puan tahu: ditolak itu bukan akhir dari segalanya. Penolakan adalah bagian dari perjalanan menuju sukses. Nah, daripada tenggelam dalam overthinking, lebih baik gunakan kesempatan ini untuk refleksi diri dan mencoba lagi dengan strategi yang lebih matang.

Berikut ini adalah 4 langkah yang bisa membantu Puan bangkit setelah ditolak magang.

1. Take a Deep Breath
Hal pertama yang harus Puan lakukan adalah mengambil napas panjang. Rasanya memang menyakitkan ketika harapan tidak sesuai kenyataan, tapi tidak apa-apa untuk merasa kecewa. Beri diri sendiri waktu untuk menerima emosi ini. Menangis? Boleh. Menyendiri sebentar? Tidak masalah. Setelah itu, fokus pada hal-hal yang bisa Puan kendalikan. Penolakan hanyalah tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki atau peluang yang lebih baik menunggumu.

2. Ask for Feedback
Langkah berikutnya adalah mencari tahu kenapa Puan ditolak. Jika memungkinkan, hubungi HR atau pihak yang bertanggung jawab atas proses seleksi. Tanyakan dengan sopan, “Bolehkah saya tahu area yang perlu saya tingkatkan?”. Feedback ini bisa memberikan insight berharga. Misalnya, apakah CV kurang menarik, atau ada hal yang perlu ditingkatkan dari cara Puan menjawab pertanyaan wawancara? Kalau HR tidak memberikan feedback, jangan khawatir. Puan bisa meminta teman, mentor, atau dosen untuk membantu mengevaluasi CV dan persiapan wawancara.

3. Perbaiki CV dan Portofolio
CV dan portofolio adalah representasi diri Puan di mata recruiter. Jadi, pastikan keduanya benar-benar menunjukkan pengalaman dan skill terbaik. Sesuaikan isi CV dengan deskripsi pekerjaan yang dilamar. Misalnya, jika perusahaan mencari seseorang yang terampil di bidang desain grafis, pastikan Puan menonjolkan proyek-proyek desain yang pernah dikerjakan. Selain itu, jika belum punya portofolio, mulailah membangun dari sekarang. Bisa dengan mengikuti proyek kecil, lomba, atau bahkan kerja sukarela. Portofolio yang kuat akan meningkatkan peluang untuk diterima di kesempatan berikutnya.

4. Kunjungi Pusat Karir Universitas
Sebagai mahasiswa, Puan punya akses ke pusat karir kampus, yang sering kali menjadi sumber daya berharga. Mereka biasanya menawarkan berbagai layanan, seperti konsultasi karir, bantuan memperbaiki CV, hingga informasi tentang peluang magang terbaru. Jangan ragu untuk memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan, mereka bisa membantu Puan menemukan peluang magang yang mungkin belum Puan temukan di platform umum seperti LinkedIn atau Jobstreet. Siapa tahu, peluang emas ada di sana!

Puan, ditolak magang bukanlah hal yang memalukan. Justru, ini adalah bagian dari proses untuk belajar dan berkembang. Semua orang sukses pasti pernah menghadapi penolakan, tapi mereka memilih untuk bangkit dan terus mencoba. Semangat, Puan! Magang impianmu masih ada di depan mata. 🌟


REFERENSI:

Rejected in Internship? WHY?

How to deal with internship rejection

Bagaimana Menghadapi Penolakan dalam Mencari Magang dan Menemukan Peluang Lain?


Penulis: Cut Desyanti

Editor: Cut Desyanti

Komentar