Langsung ke konten utama

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

Self-Discipline di Era Distraksi: Gimana Bisa Fokus Saat Dunia Menuntut Kita Multitasking Terus?

Image by: lishawnsconsulting.com

Di era digital ini, hampir semua hal bisa mengalihkan perhatian kita. Pekerjaan harus cepat, informasi terus berdatangan, dan media sosial seperti tidak pernah tidur. Tidak heran jika banyak dari kita merasa susah sekali untuk fokus dan konsisten. Padahal, justru di tengah dunia yang sibuk dan bising ini, self-discipline bukan lagi sekadar teori yang hanya kita ketahui, melainkan sesuatu yang kita butuhkan.


Apa Itu Self-Discipline?


Self-discipline adalah kemampuan untuk mengontrol diri, tetap berkomitmen pada tujuan, dan menunda kesenangan sesaat demi hasil jangka panjang. Namun, jangan bayangkan ini sebagai sesuatu yang keras atau kaku. Disiplin bukan berarti Puan harus selalu “produktif”, melainkan tahu kapan harus mulai dan kapan harus berhenti.


Kenapa Kita Gampang Terdistraksi?


Di era yang serba digital, otak kita secara alami lebih tertarik pada hal-hal yang mudah, cepat, dan memberi kesenangan instan. Itulah sebabnya aktivitas seperti scrolling media sosial terasa lebih menggoda dibandingkan dengan menyelesaikan tugas penting yang membutuhkan fokus. Rata-rata perhatian kita juga mudah terpecah, belum satu menit berlalu, pikiran sudah meloncat ke hal lain. 

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Daniel Christian dan Yohanes Budiarto dalam karya berjudul Hubungan “Durasi TikTok dan Rentang Perhatian pada Pengguna Aktif di Usia Dewasa Muda”. Penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara durasi penggunaan TikTok dan kemampuan mempertahankan perhatian. Semakin lama seseorang mengonsumsi konten video berdurasi pendek, semakin rendah rentang fokus yang dimilikinya.


Jadi, Gimana Priska Cara Membangun Disiplin Diri?


Berikut beberapa langkah realistis yang bisa Puan coba:


1. Kenali Pola Distraksi Pribadi

Apa pemicu utama Puan terdistraksi? Notifikasi? Kebiasaan buka Instagram saat bosan? Mulai dari kesadaran seperti ini.


2. Bangun Sistem, Bukan Harapan

Motivasi itu tidak bisa diandalkan setiap hari, tetapi sistem bisa. Gunakan habit tracker, alarm, atau aplikasi pemblokir distraksi seperti Forest atau Focus To-Do.


3. Terapkan Aturan 5 Menit

Jika merasa malas untuk memulai, coba trik sederhana: "Saya hanya akan melakukannya selama 5 menit." Terkadang, hal yang terasa berat di awal justru menjadi lebih mudah ketika mulai dari hal sederhana. Lima menit mungkin terdengar sepele, tetapi cukup untuk memecah rasa malas atau enggan memulai.


4. Pilih Konsisten daripada Sempurna

Lebih baik 10 menit membaca setiap hari daripada 1 jam membaca tapi cuma seminggu sekali. Disiplin dibangun dari langkah kecil yang terus berulang-berulang.


5. Beri Ruang untuk Gagal, Tapi Jangan Jadikan Itu Alasan untuk Menyerah

Hari ini Puan gagal untuk bangun pagi atau melewatkan satu tugas? Wajar. Semua orang pernah tidak konsisten, yang penting, jangan berhenti. Maafkan diri sendiri, lalu mulai lagi besok, karena disiplin bukan tentang sempurna setiap hari, melainkan tentang bangkit setiap kali jatuh.


Di dunia yang terus menuntut kita untuk serba cepat, multitasking, dan selalu aktif, punya self-discipline bukan soal jadi paling sibuk, Puan. Ini tentang bagaimana kita menjaga fokus, memilih energi yang sehat, dan tetap setia pada nilai-nilai diri sendiri. Disiplin bukan berarti Puan harus selalu produktif setiap waktu, melainkan tahu kapan harus melangkah, kapan berhenti, dan terus belajar agar arah hidup tidak ditentukan orang lain, tetapi diri sendiri.




Referensi:

Christian, D., & Budiarto, Y. (2023). Hubungan Durasi TikTok dan Rentang Perhatian Pada Pengguna Aktif di Usia Dewasa Muda. Paedagogy: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 4(4), 1074–1080. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v4i4.3804 

Clear, J. (2021). Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa (A. T. K. Widodo, Penerjemah.). Gramedia Pustaka Utama.


Author & Editor:

Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...