Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Mengenal Coping Mechanisms, Strategi Mengatasi Stres yang Umum ala Gen Z!

  Image by  Baylor Lariat Di tengah era digital yang berkembang pesat dengan mobilitas serba cepat, generasi kita dihadapkan pada tantangan baru dalam mengelola stres yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari tuntutan akademik, tekanan media sosial, urusan pekerjaan hingga overthinking soal masa depan, semua bisa membuat pikiran terasa penuh dan melelahkan. Nah, disinilah peran coping mechanisms menjadi sangat penting. Namun, Puan tahu nggak sih, coping mechanisms itu apa? Secara sederhana, coping mechanisms adalah cara atau strategi yang dilakukan seseorang untuk menghadapi dan mengelola stres atau tekanan emosional dalam hidupnya. Umumnya, strategi ini terbagi menjadi dua jenis utama: Adaptive Coping Strategi ini merupakan cara yang sehat dan positif dalam menghadapi stres seperti olahraga ringan, journaling , atau praktik mindfulness . Tujuannya bukan hanya untuk meredakan stres sesaat tidak juga membantu kita tumbuh dan berkembang...

Mindfulness: Ketika Puan Belajar Hadir Sepenuhnya

  Puan pernah gak sih, merasa hari-hari padat, tapi di penghujung hari rasanya tetap hampa? Semua dikerjakan, tapi rasanya autopilot . Makan sambil scroll , ngobrol sambil mikirin kerjaan, istirahat pun masih kepikiran to-do list.   Nah, itu mungkin pertanda bahwa Puan kehilangan satu hal penting, yaitu kehadiran diri . Dan di sinilah mindfulness bisa jadi jawabannya. Apa itu Mindfulness? Mindfulness adalah kemampuan untuk sadar penuh pada momen saat ini, tanpa menghakimi. Bukan soal meditasi di pegunungan atau duduk berjam-jam. Namun, tentang hadir di tengah rutinitas, benar-benar merasakan, bukan sekadar menjalani.  Menurut Jon Kabat-Zinn, pelopor mindfulness modern dan pendiri program Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR), mindfulness adalah: “Kesadaran yang muncul dari memberi perhatian, dengan sengaja, pada saat ini, tanpa menghakimi.” Kenapa Puan Kehilangan Kehadiran? Dengan kehidupan modern yang penuh distraksi: notifikasi, target, ekspektasi sosial, dan tekan...

Afirmasi, mantra positif untuk capai versi terbaik diri sendiri

Image by: Rumah Sakit Jiwa Aceh Puan, apa rasanya dipuji oleh orang lain? Pasti rasanya senang dan bikin mood bagus seharian. Nah, hubungannya apa sama afirmasi? Afirmasi adalah kata-kata positif seperti pujian yang kita ucapkan kepada diri sendiri, dengan tujuan meningkatkan percaya diri, membentuk pola pikir positif dan menyingkirkan pikiran negatif. Disampaikan oleh Catherine Moore, psikolog dari Positive Psychology, afirmasi positif adalah pernyataan positif yang digunakan untuk menyingkirkan pikiran negatif. Pernyataan ini ditanamkan oleh diri sendiri kepada diri sendiri. Manfaat afirmasi positif 1.       Meningkatkan percaya diri Afirmasi positif dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri yang mungkin sempat menurun. 2.       Mengurangi pikiran negatif Jika afirmasi dilakukan secara konsisten, Puan menanamkan keyakinan positif terhadap diri sendiri. Akibatnya, pikiran negatif akan semakin berkurang. 3.       Meningkatkan optimisme De...

“Aku Gak Kayak Cewek Lain…” Saatnya Kita Ngobrolin Tren Pick-Me Girl Tanpa Judging!

  Image by :  Ultimagz Kalau Puan sering scroll TikTok atau X, pasti Puan pernah dengar istilah “ pick me girl ” cewek yang seolah-olah bilang, “Aku beda dari cewek lain, lho.” Biasanya, ini untuk dapat perhatian cowok dengan cara menjelekkan sisi feminin, seperti bilang “Aku nggak suka dandan karena cewek itu ribet.” Apa Sih Pick‑Me Girl Itu? Menurut psikolog dari Universitas Airlangga, Dr. Ike Herdiana: Mengaku “aku berbeda dari cewek kebanyakan.” Sering merendahkan perempuan lain. Memperlihatkan sisi yang dianggap menarik bagi cowok   Kenapa Bisa Terjadi? Internalized Misogyny ! Tren ini bukan cuma gaya bicara. Ini soal patriarki dan misogini yang sudah tertanam , hingga perempuan juga menjelekkan sesamanya demi validasi laki-laki. Studi akademis juga mendukung bahwa tren TikTok tersebut memperkuat stereotip gender, rivalry,  dan memperlemah solidaritas antar perempuan. Dampak Negatifnya Lingkungan jadi gak nyaman Kalau perempuan saling merendah dan bersaing, nantinya...