Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...
Kaizen
Kaizen adalah konsep yang diterjemahkan sebagai "perbaikan terus-menerus" atau "pengembangan berkelanjutan." Orang Jepang meyakini bahwa melalui perbaikan kecil yang konsisten, kita dapat mencapai kemajuan yang signifikan.
Ikigai
Ikigai adalah konsep Jepang yang berarti "alasan hidup" atau "tujuan hidup." Orang Jepang percaya bahwa menemukan ikigai mereka adalah kunci untuk hidup yang bahagia dan bermakna.
Oubaitori
Oubaitori mengajarkan kita untuk tidak pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Konsep ini mengacu pada ide bahwa setiap individu tumbuh dan berkembang dengan cara yang unik, seperti bunga atau pohon yang mekar pada waktu dan cara masing-masing. Konsep ini juga mengingatkan kita untuk merayakan perbedaan dan kemajuan pribadi kita tanpa dibebani oleh perbandingan.
Keishan
Keishan berarti kreatif, inovatif, dan produktif. Lewat prinsip ini, orang Jepang nggak takut untuk berkarya secara kreatif dan melakukan inovasi-inovasi yang berbeda. Inilah mengapa kita kerap menemui hal-hal yang unik di Jepang. Selain itu, konsep ini juga membuat orang Jepang selalu terbuka mempelajari hal-hal baru saat bekerja.
Makoto
Makoto adalah prinsip hidup lainnya yang membantu orang Jepang dalam menghadapi kemalasan. Makoto berarti "kejujuran" atau "ketulusan." Orang Jepang menganggap kejujuran sebagai nilai yang sangat penting dalam hidup mereka. Mereka berkomitmen untuk menjadi jujur dengan diri sendiri dan orang lain.
Kakeibo
Kakeibo merupakan metode tradisional Jepang untuk mengatur keuangan. Kakeibo adalah buku catatan keuangan yang membantu seseorang mengelola uang dengan bijaksana.
Mottainai
Mottainai merupakan ekspresi yang berarti "jangan buang-buang" atau "hargai sumber daya." Orang Jepang memiliki kesadaran yang kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghormati sumber daya alam. Mereka berusaha menghindari pemborosan dan berpikir secara berkelanjutan dalam penggunaan sumber daya. Dengan menghargai apa yang dimiliki dan tidak membuang-buang, mereka tidak hanya melawan kemalasan tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.
Puan sudah menerapkan yang mana?
Author: Maya Zahwa Aulia
Komentar
Posting Komentar