Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang. Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?” 1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...
Kaizen
Kaizen adalah konsep yang diterjemahkan sebagai "perbaikan terus-menerus" atau "pengembangan berkelanjutan." Orang Jepang meyakini bahwa melalui perbaikan kecil yang konsisten, kita dapat mencapai kemajuan yang signifikan.
Ikigai
Ikigai adalah konsep Jepang yang berarti "alasan hidup" atau "tujuan hidup." Orang Jepang percaya bahwa menemukan ikigai mereka adalah kunci untuk hidup yang bahagia dan bermakna.
Oubaitori
Oubaitori mengajarkan kita untuk tidak pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Konsep ini mengacu pada ide bahwa setiap individu tumbuh dan berkembang dengan cara yang unik, seperti bunga atau pohon yang mekar pada waktu dan cara masing-masing. Konsep ini juga mengingatkan kita untuk merayakan perbedaan dan kemajuan pribadi kita tanpa dibebani oleh perbandingan.
Keishan
Keishan berarti kreatif, inovatif, dan produktif. Lewat prinsip ini, orang Jepang nggak takut untuk berkarya secara kreatif dan melakukan inovasi-inovasi yang berbeda. Inilah mengapa kita kerap menemui hal-hal yang unik di Jepang. Selain itu, konsep ini juga membuat orang Jepang selalu terbuka mempelajari hal-hal baru saat bekerja.
Makoto
Makoto adalah prinsip hidup lainnya yang membantu orang Jepang dalam menghadapi kemalasan. Makoto berarti "kejujuran" atau "ketulusan." Orang Jepang menganggap kejujuran sebagai nilai yang sangat penting dalam hidup mereka. Mereka berkomitmen untuk menjadi jujur dengan diri sendiri dan orang lain.
Kakeibo
Kakeibo merupakan metode tradisional Jepang untuk mengatur keuangan. Kakeibo adalah buku catatan keuangan yang membantu seseorang mengelola uang dengan bijaksana.
Mottainai
Mottainai merupakan ekspresi yang berarti "jangan buang-buang" atau "hargai sumber daya." Orang Jepang memiliki kesadaran yang kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghormati sumber daya alam. Mereka berusaha menghindari pemborosan dan berpikir secara berkelanjutan dalam penggunaan sumber daya. Dengan menghargai apa yang dimiliki dan tidak membuang-buang, mereka tidak hanya melawan kemalasan tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.
Puan sudah menerapkan yang mana?
Author: Maya Zahwa Aulia
Komentar
Posting Komentar