Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Simak Beberapa Peluang Kerja Jurusan Psikologi Berikut!

 

Source: Freepik


Apakah ada di antara Puan yang sedang berkuliah di jurusan psikologi atau yang akan mengambil jurusan ini setelah lulus SMA? Psikologi merupakan salah satu prodi yang banyak dicari di dunia kerja. Kemampuan lulusannya untuk menganalisis perilaku dan kepribadian manusia sangat bermanfaat untuk berbagai industri. Psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia serta aktualisasi kejiwaan dan kepribadian. Ilmu psikologi ini seringkali digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam serangkaian aktivitas manusia yang kompleks.


Ternyata prospek kerja lulusan psikologi banyak banget loh, Puan. Berikut beberapa prospek kerja yang amat menjanjikan dari jurusan psikologi:


1. Human Resource Departement (HRD)

Human Resource Development adalah salah satu pekerjaan yang paling diminati oleh para lulusan psikologi loh, Puan. Sebagian besar perusahaan di Indonesia memerlukan Human Resource Development. Profesi ini adalah bagian dari perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia di perusahaan. Apakah HRD menjadi pekerjaan impian Puan?


2. Psikiater

Salah satu jenis pekerjaan yang cocok untuk Puan yang lulus jurusan psikologi adalah psikiater. Ilmu ini menjadi prospek dan peluang bagi profesi dokter yang mempunyai spesialisasi dalam mengatasi gangguan mental. Biasanya psikiater dapat mengatasi masalah jiwa yang ringan sampai persoalan yang berat.


3. Konselor

Salah satu prospek pekerjaan psikologi yang bagus untuk dicoba adalah sebagai konselor. Konselor bertanggung jawab untuk memberikan saran kepada klien. Biasanya pekerjaan ini akan diminta oleh perusahaan untuk konsultasi para karyawannya. Seorang konselor bisa juga menjadi penasihat serta dapat meniti karier di Lembaga Swadaya Masyarakat.


4. Psikolog

Lulusan Psikologi dapat menjadi seorang psikolog. Profesi ini merupakan jenis profesi khusus untuk mengatasi atau membantu gangguan mental manusia, meskipun gaji seorang psikolog terbilang tidak terlalu besar. Saat ini banyak ditemukan orang-orang yang kesehatan mentalnya rapuh, lemah, dan butuh bantuan. Salah satu caranya yakni dapat menghubungi para psikolog di rumah sakit atau klinik terdekat untuk menyelesaikan semua masalah tersebut. Bagaimana, tertarik menjadi seorang psikolog, Puan?


5. Head Hunter

Salah satu prospek kerja jurusan psikologi yang lagi ngehits sekarang adalah Head Hunter. Sebenarnya, pekerjaan Head hunter sama dengan apa yang dilakukan oleh perekrut pekerjaan. Head hunter dengan perekrut sama-sama membantu perusahaan untuk mendapatkan kandidat karyawan/karyawati berkualitas yang layak dipekerjakan. Bedanya, Head hunter bekerja di organisasi yang menawarkan jasa pencarian kandidat pegawai kantoran yang berkualitas. Sementara itu, perekrut pada umumnya bekerja di perusahaan bidang apapun yang memiliki tanggung jawab buat mencari kandidat sesuai kebutuhan perusahaan dan permintaan atasan. Seorang Head Hunter profesional dan berpengalaman dapat memperoleh penghasilan atau gaji hingga lebih dari 10 juta rupiah per bulannya loh, Puan.


Itulah beberapa prospek kerja yang menjanjikan dari jurusan Psikologi, Puan. Masih banyak pekerjaan lainnya jika kamu salah satu lulusan dari jurusan ini. Bagi Puan yang sedang menempuh pendidikannya di Psikologi, semangat ya! Semoga mendapatkan pekerjaan yang Puan impikan. Sedangkan yang masih ragu ingin memilih jurusan ini atau tidak, tidak usah ragu Puan. Prospek kerja jurusan psikologi sangatlah bagus dan menjanjikan. Jadi mantapkan hati dan pilihan Puan yang tahun ini akan masuk ke dunia perkuliahan ya!


Referensi:

https://campus.quipper.com/majors/id-psikologi?source=post_page-----fe0b82aa43de-------------------------------- https://rencanamu.id/cari-jurusan/humaniora/psikologi?source=post_page-----fe0b82aa43de-------------------------------- https://epsikologi.com/peluang-kerja-lulusan-psikologi/?source=post_page-----fe0b82aa43de-------------------------------- https://www.universitas123.com/news/prospek-kerja-lulusan-psikologi?source=post_page-----fe0b82aa43de--------------------------------


Author: Annisa Zahwatul Ummi

Editor: Dita Angelina

Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...