Source: Bookshop.org Hai Puan! Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya. Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...
Pernahkah Puan merawat seseorang terdekat Puan dengan membantu menyediakan kebutuhan medis dan pribadi orang yang sedang sakit? Orang tersebut disebut pula caregiver, caregiver merupakan pengasuh yang merawat orang lain ketika orang tersebut sakit sehingga tidak mampu merawat dirinya sendiri. Memang sih, di awal-awal mungkin akan merasa baik-baik saja ketika membantu mereka yang sedang sakit, namun tidak jarang jika dalam kurun waktu yang lama seringkali seorang caregiver kewalahan dan kerap kehabisan tenaga yang menguras emosi, fisik, dan mental. Kalau sudah merasakan stres dan lelah yang mempengaruhi kehidupan kesehatan kamu secara negatif, maka fenomena ini disebut sebagai caregiver burnout.
Kenali tanda tanda caregiver burnout berikut, Puan!
- Tidak melakukan aktivitas selama beberapa waktu alias kecenderungan menarik diri dari teman-teman dan keluarga
- Kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya digemari
- Adanya perubahan pada pola tidur
- Merasa lelah, baik secara emosional maupun fisik.
- Cenderung lebih sering sakit
- Caregiver bingung dalam memisahkan peran mereka sebagai pengasuh dengan peran mereka sebagai pasangan, anak, teman, atau lainnya.
- Biasanya ketika seseorang sakit, seorang caregiver cenderung berharap bahwa pelayanan mereka mampu memberikan efek yang positif pada kesehatan dan kebahagiaan orang yang dirawat. Lalu, ketika hal tersebut terjadi, akan adanya dampak psikolog yang menyerang seorang caregiver.
- Tuntutan yang terlalu menekan seorang caregiver akan memberikan dampak burnout.
Banyak hal yang bisa Puan lakukan agar menghindari caregiver burnout seperti:
- Membicarakan tentang perasaan ataupun apa yang menjadi keluhan kepada orang terdekat yang sekiranya paling memahami Puan
- Pahamilah bahwa kamu tidak mampu merawat mereka secara sendirian alias memerlukan bantuan dalam melakukan beberapa tugas. Jika ada yang memungkinkan untuk bergantian dalam merawat, usahakanlah untuk membagi tugas dengan orang tersebut.
- Bersikaplah realistis akan penyakit yang dimiliki oleh orang yang sedang dirawat. Jika penyakit tersebut terbilang berat maka Puan harus memerlukan kesabaran ataupun menetapkan ekspektasi yang sewajarnya akan kesembuhan orang tersebut.
- Jangan lupa istirahat, luangkan waktu untuk diri sendiri meski hanya 1 hingga dua jam. Jangan lupakan pula untuk sesekali melakukan kegiatan yang Puan gemari.
REFERENSI:
Author: Namratul Ulya
Edithor: Maya Zahwa Aulia
Author: Namratul Ulya
Edithor: Maya Zahwa Aulia
Komentar
Posting Komentar