Langsung ke konten utama

Self-Love di Era Digital: Mencintai Diri Sendiri di Tengah Gempuran Filter Media Sosial

Ilustrasi perempuan yang menerapkan self-love (talktoangel.com) Pernah nggak sih Puan lagi santai scrolling Instagram atau TikTok, terus tiba-tiba perasaan Puan berubah jadi down ? Buka akun si A, dia baru aja keterima magang di perusahaan multinasional. Geser ke story si B, dia lagi liburan di Bali. Buka TikTok si C, dia lagi share rutinitas glow up yang badannya kelihatan sempurna. Tanpa sadar, jari Puan berhenti bergerak, lalu muncul suara kecil di kepala: "Kok hidup orang lain sempurna banget ya? Kok aku gini-gini aja?" Selamat datang di era digital, di mana membandingkan diri ( social comparison ) bisa dilakukan hanya dalam satu kedipan mata. Di sinilah kenapa self-love atau mencintai diri sendiri bukan lagi sekadar tren atau kutipan keren di Pinterest, tetapi menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup secara mental. Kenapa sih menerapkan self-love di zaman sekarang itu susahnya minta ampun? Karena kita sering lupa kalau apa yang kita lihat di media sosial adalah h...

Caregiver Burnout: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Puan merawat seseorang terdekat Puan dengan membantu menyediakan kebutuhan medis dan pribadi orang yang sedang sakit? Orang tersebut disebut pula caregiver, caregiver merupakan pengasuh yang merawat orang lain ketika orang tersebut sakit sehingga tidak mampu merawat dirinya sendiri. Memang sih, di awal-awal mungkin akan merasa baik-baik saja ketika membantu mereka yang sedang sakit, namun tidak jarang jika dalam kurun waktu yang lama seringkali seorang caregiver kewalahan dan kerap kehabisan tenaga yang menguras emosi, fisik, dan mental. Kalau sudah merasakan stres dan lelah yang mempengaruhi kehidupan kesehatan kamu secara negatif, maka fenomena ini disebut sebagai caregiver burnout.
Kenali tanda tanda caregiver burnout berikut, Puan!

  • Tidak melakukan aktivitas selama beberapa waktu alias kecenderungan menarik diri dari teman-teman dan keluarga
  • Kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya digemari
  • Adanya perubahan pada pola tidur
  • Merasa lelah, baik secara emosional maupun fisik.
  • Cenderung lebih sering sakit
Dilansir dari halodoc, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kelelahan seorang caregiver, antaranya:
  • Caregiver bingung dalam memisahkan peran mereka sebagai pengasuh dengan peran mereka sebagai pasangan, anak, teman, atau lainnya.
  • Biasanya ketika seseorang sakit, seorang caregiver cenderung berharap bahwa pelayanan mereka mampu memberikan efek yang positif pada kesehatan dan kebahagiaan orang yang dirawat. Lalu, ketika hal tersebut terjadi, akan adanya dampak psikolog yang menyerang seorang caregiver.
  • Tuntutan yang terlalu menekan seorang caregiver akan memberikan dampak burnout.
Banyak hal yang bisa Puan lakukan agar menghindari caregiver burnout seperti:
  • Membicarakan tentang perasaan ataupun apa yang menjadi keluhan kepada orang terdekat yang sekiranya paling memahami Puan
  • Pahamilah bahwa kamu tidak mampu merawat mereka secara sendirian alias memerlukan bantuan dalam melakukan beberapa tugas. Jika ada yang memungkinkan untuk bergantian dalam merawat, usahakanlah untuk membagi tugas dengan orang tersebut.
  • Bersikaplah realistis akan penyakit yang dimiliki oleh orang yang sedang dirawat. Jika penyakit tersebut terbilang berat maka Puan harus memerlukan kesabaran ataupun menetapkan ekspektasi yang sewajarnya akan kesembuhan orang tersebut.
  • Jangan lupa istirahat, luangkan waktu untuk diri sendiri meski hanya 1 hingga dua jam. Jangan lupakan pula untuk sesekali melakukan kegiatan yang Puan gemari.

Komentar