Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Komunitas Kreatif Dukung Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan: Menghadirkan Riri Riza, Inaya Wahid, hingga Budayawan Muda

 


Jakarta, 17 November 2024 – Intoleransi bisa berawal dari benci. Hal tersebut disampaikan oleh Inaya Wahid, seniman muda dan aktivis sosial dalam acara “Satu Akar, Ragam Rupa: Budayawan Muda untuk Toleransi” (17/11) yang diselenggarakan oleh Campaign, startup pemilik aplikasi kampanye sosial bernama Campaign #ForABetterWorld, bekerjasama dengan organisasi non pemerintah yang berfokus pada perdamaian, Search for Common Ground. “Intoleransi punya bahan baku kebencian, sikap mau menang sendiri, narrow minded, self centris, egotistical,” ujar Inaya.


“Sebaliknya, salah satu kunci dalam menciptakan toleransi adalah memproduksi bahan baku seperti empati, perasaan solidaritas, menghargai yang lain, serta menghargai diri sendiri” pungkasnya. Acara yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda dalam mempromosikan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) melalui ekspresi seni dan budaya.


Selain talkshow, acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini juga memamerkan sejumlah karya seni dari para budayawan muda dengan beragam kreasi dan inovasi untuk menyuarakan penghormatan terhadap KBB. Koleksi karya seni ini mencakup beragam bentuk, seperti lagu, tari topeng, buku yang mengangkat perempuan penggerak toleransi, dan pameran interaktif lainnya. “Untuk mengampanyekan kerukunan, kami menggunakan pendekatan kreatif dan imajinatif agar pesan-pesan toleransi ini bisa diterima oleh berbagai kalangan. Seni dan budaya merupakan sarana ideal untuk menyuarakan toleransi karena setiap orang dapat menikmati ekspresi artistik, dan tradisi memiliki tempat yang istimewa di hati setiap komunitas,” ujar Program Director Search for Common Ground, Anis Hamim.


Kemeriahan acara ini dihadiri oleh Perwakilan USAID yang turut hadir dalam acara. “Melalui program ini, USAID memanfaatkan kekuatan teknologi digital, peran pemuda, serta inovasi dalam seni dan budaya untuk mendorong toleransi dan kolaborasi,” kata Yahya Luping, pakar Demokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan USAID Indonesia. "Tujuan kami adalah untuk memperkuat kohesi sosial dan mempromosikan perdamaian di antara masyarakat dari berbagai komunitas,” ujarnya.


Upaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai ini diperluas melalui kampanye sosial di aplikasi Campaign #ForABetterWorld. Project Lead dan Marketing Communications Manager, Laras Sabila Putri, menyampaikan bahwa Campaign terus beradaptasi sebagai platform yang berorientasi pada anak muda, termasuk dengan memadukan kegiatan-kegiatan luring dan daring, “Acara ini merupakan puncak rangkaian dari kampanye sosial Strengthening Interfaith Forums and Youth Engagement in Indonesia to Promote Tolerance (SHIFT). Untuk mendukung inisiatif ini lebih lanjut, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam kampanye sosial #projectSHIFT di aplikasi Campaign #ForABetterWorld, baik sembari menikmati acara maupun setelahnya. Lewat aplikasi ini, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang toleransi sekaligus berkontribusi tanpa mengeluarkan biaya apa pun,” ujar Laras.


Para pengunjung yang berpartisipasi dalam kampanye sosial SHIFT di aplikasi Campaign #ForABetterWorld dapat menyelesaikan aksi sosial, yang secara otomatis akan membuka donasi tanpa mengeluarkan uang sama sekali untuk mendukung KBB di seluruh Indonesia. Sebanyak sembilan kampanye sosial telah diluncurkan yang diinisiasi oleh para pemuda terpilih, salah satunya Sega Jamblang. Hasil kampanye sosial mereka akan digunakan untuk mengajak 100 pemuda di Cirebon belajar toleransi dan perdamaian melalui roadshow rumah ibadah. “Kami bersyukur dapat terpilih menjadi salah satu komunitas yang dapat berkampanye di aplikasi Campaign #ForABetterWorld untuk menjangkau masyarakat lewat aktivasi digital. Sebelumnya, kami juga menyelenggarakan pentas seni bertajuk #TolakBala untuk Cirebon Damai yang berisi orasi,  pertunjukan  kesenian dari lintas agama untuk mengajak masyarakat melestarikan kebudayaan, dan menjaga kerukunan,” ujar Haryono, Ketua Sega Jamblang yang juga merupakan Ketua Pelita Perdamaian Cirebon.


Author: Campaign

Editor: Nazwal Bilbina Budiman

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...