Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Komunitas Kreatif Dukung Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan: Menghadirkan Riri Riza, Inaya Wahid, hingga Budayawan Muda

 


Jakarta, 17 November 2024 – Intoleransi bisa berawal dari benci. Hal tersebut disampaikan oleh Inaya Wahid, seniman muda dan aktivis sosial dalam acara “Satu Akar, Ragam Rupa: Budayawan Muda untuk Toleransi” (17/11) yang diselenggarakan oleh Campaign, startup pemilik aplikasi kampanye sosial bernama Campaign #ForABetterWorld, bekerjasama dengan organisasi non pemerintah yang berfokus pada perdamaian, Search for Common Ground. “Intoleransi punya bahan baku kebencian, sikap mau menang sendiri, narrow minded, self centris, egotistical,” ujar Inaya.


“Sebaliknya, salah satu kunci dalam menciptakan toleransi adalah memproduksi bahan baku seperti empati, perasaan solidaritas, menghargai yang lain, serta menghargai diri sendiri” pungkasnya. Acara yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda dalam mempromosikan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) melalui ekspresi seni dan budaya.


Selain talkshow, acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini juga memamerkan sejumlah karya seni dari para budayawan muda dengan beragam kreasi dan inovasi untuk menyuarakan penghormatan terhadap KBB. Koleksi karya seni ini mencakup beragam bentuk, seperti lagu, tari topeng, buku yang mengangkat perempuan penggerak toleransi, dan pameran interaktif lainnya. “Untuk mengampanyekan kerukunan, kami menggunakan pendekatan kreatif dan imajinatif agar pesan-pesan toleransi ini bisa diterima oleh berbagai kalangan. Seni dan budaya merupakan sarana ideal untuk menyuarakan toleransi karena setiap orang dapat menikmati ekspresi artistik, dan tradisi memiliki tempat yang istimewa di hati setiap komunitas,” ujar Program Director Search for Common Ground, Anis Hamim.


Kemeriahan acara ini dihadiri oleh Perwakilan USAID yang turut hadir dalam acara. “Melalui program ini, USAID memanfaatkan kekuatan teknologi digital, peran pemuda, serta inovasi dalam seni dan budaya untuk mendorong toleransi dan kolaborasi,” kata Yahya Luping, pakar Demokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan USAID Indonesia. "Tujuan kami adalah untuk memperkuat kohesi sosial dan mempromosikan perdamaian di antara masyarakat dari berbagai komunitas,” ujarnya.


Upaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai ini diperluas melalui kampanye sosial di aplikasi Campaign #ForABetterWorld. Project Lead dan Marketing Communications Manager, Laras Sabila Putri, menyampaikan bahwa Campaign terus beradaptasi sebagai platform yang berorientasi pada anak muda, termasuk dengan memadukan kegiatan-kegiatan luring dan daring, “Acara ini merupakan puncak rangkaian dari kampanye sosial Strengthening Interfaith Forums and Youth Engagement in Indonesia to Promote Tolerance (SHIFT). Untuk mendukung inisiatif ini lebih lanjut, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam kampanye sosial #projectSHIFT di aplikasi Campaign #ForABetterWorld, baik sembari menikmati acara maupun setelahnya. Lewat aplikasi ini, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang toleransi sekaligus berkontribusi tanpa mengeluarkan biaya apa pun,” ujar Laras.


Para pengunjung yang berpartisipasi dalam kampanye sosial SHIFT di aplikasi Campaign #ForABetterWorld dapat menyelesaikan aksi sosial, yang secara otomatis akan membuka donasi tanpa mengeluarkan uang sama sekali untuk mendukung KBB di seluruh Indonesia. Sebanyak sembilan kampanye sosial telah diluncurkan yang diinisiasi oleh para pemuda terpilih, salah satunya Sega Jamblang. Hasil kampanye sosial mereka akan digunakan untuk mengajak 100 pemuda di Cirebon belajar toleransi dan perdamaian melalui roadshow rumah ibadah. “Kami bersyukur dapat terpilih menjadi salah satu komunitas yang dapat berkampanye di aplikasi Campaign #ForABetterWorld untuk menjangkau masyarakat lewat aktivasi digital. Sebelumnya, kami juga menyelenggarakan pentas seni bertajuk #TolakBala untuk Cirebon Damai yang berisi orasi,  pertunjukan  kesenian dari lintas agama untuk mengajak masyarakat melestarikan kebudayaan, dan menjaga kerukunan,” ujar Haryono, Ketua Sega Jamblang yang juga merupakan Ketua Pelita Perdamaian Cirebon.


Author: Campaign

Editor: Nazwal Bilbina Budiman

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...