Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Komunitas Kreatif Dukung Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan: Menghadirkan Riri Riza, Inaya Wahid, hingga Budayawan Muda

 


Jakarta, 17 November 2024 – Intoleransi bisa berawal dari benci. Hal tersebut disampaikan oleh Inaya Wahid, seniman muda dan aktivis sosial dalam acara “Satu Akar, Ragam Rupa: Budayawan Muda untuk Toleransi” (17/11) yang diselenggarakan oleh Campaign, startup pemilik aplikasi kampanye sosial bernama Campaign #ForABetterWorld, bekerjasama dengan organisasi non pemerintah yang berfokus pada perdamaian, Search for Common Ground. “Intoleransi punya bahan baku kebencian, sikap mau menang sendiri, narrow minded, self centris, egotistical,” ujar Inaya.


“Sebaliknya, salah satu kunci dalam menciptakan toleransi adalah memproduksi bahan baku seperti empati, perasaan solidaritas, menghargai yang lain, serta menghargai diri sendiri” pungkasnya. Acara yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda dalam mempromosikan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) melalui ekspresi seni dan budaya.


Selain talkshow, acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini juga memamerkan sejumlah karya seni dari para budayawan muda dengan beragam kreasi dan inovasi untuk menyuarakan penghormatan terhadap KBB. Koleksi karya seni ini mencakup beragam bentuk, seperti lagu, tari topeng, buku yang mengangkat perempuan penggerak toleransi, dan pameran interaktif lainnya. “Untuk mengampanyekan kerukunan, kami menggunakan pendekatan kreatif dan imajinatif agar pesan-pesan toleransi ini bisa diterima oleh berbagai kalangan. Seni dan budaya merupakan sarana ideal untuk menyuarakan toleransi karena setiap orang dapat menikmati ekspresi artistik, dan tradisi memiliki tempat yang istimewa di hati setiap komunitas,” ujar Program Director Search for Common Ground, Anis Hamim.


Kemeriahan acara ini dihadiri oleh Perwakilan USAID yang turut hadir dalam acara. “Melalui program ini, USAID memanfaatkan kekuatan teknologi digital, peran pemuda, serta inovasi dalam seni dan budaya untuk mendorong toleransi dan kolaborasi,” kata Yahya Luping, pakar Demokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan USAID Indonesia. "Tujuan kami adalah untuk memperkuat kohesi sosial dan mempromosikan perdamaian di antara masyarakat dari berbagai komunitas,” ujarnya.


Upaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai ini diperluas melalui kampanye sosial di aplikasi Campaign #ForABetterWorld. Project Lead dan Marketing Communications Manager, Laras Sabila Putri, menyampaikan bahwa Campaign terus beradaptasi sebagai platform yang berorientasi pada anak muda, termasuk dengan memadukan kegiatan-kegiatan luring dan daring, “Acara ini merupakan puncak rangkaian dari kampanye sosial Strengthening Interfaith Forums and Youth Engagement in Indonesia to Promote Tolerance (SHIFT). Untuk mendukung inisiatif ini lebih lanjut, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam kampanye sosial #projectSHIFT di aplikasi Campaign #ForABetterWorld, baik sembari menikmati acara maupun setelahnya. Lewat aplikasi ini, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang toleransi sekaligus berkontribusi tanpa mengeluarkan biaya apa pun,” ujar Laras.


Para pengunjung yang berpartisipasi dalam kampanye sosial SHIFT di aplikasi Campaign #ForABetterWorld dapat menyelesaikan aksi sosial, yang secara otomatis akan membuka donasi tanpa mengeluarkan uang sama sekali untuk mendukung KBB di seluruh Indonesia. Sebanyak sembilan kampanye sosial telah diluncurkan yang diinisiasi oleh para pemuda terpilih, salah satunya Sega Jamblang. Hasil kampanye sosial mereka akan digunakan untuk mengajak 100 pemuda di Cirebon belajar toleransi dan perdamaian melalui roadshow rumah ibadah. “Kami bersyukur dapat terpilih menjadi salah satu komunitas yang dapat berkampanye di aplikasi Campaign #ForABetterWorld untuk menjangkau masyarakat lewat aktivasi digital. Sebelumnya, kami juga menyelenggarakan pentas seni bertajuk #TolakBala untuk Cirebon Damai yang berisi orasi,  pertunjukan  kesenian dari lintas agama untuk mengajak masyarakat melestarikan kebudayaan, dan menjaga kerukunan,” ujar Haryono, Ketua Sega Jamblang yang juga merupakan Ketua Pelita Perdamaian Cirebon.


Author: Campaign

Editor: Nazwal Bilbina Budiman

Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...