Langsung ke konten utama

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Indonesia Fashion Week 2025 Resmi Digelar Merayakan Keragaman Kultur Jakarta


Jakarta, 28 Mei 2025 — Indonesia Fashion Week (IFW) 2025 sebagai pekan mode terbesar di Indonesia secara resmi digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, (28/5). IFW sebagai medium terbesar ekosistem fashion di Indonesia ingin memberikan platform kepada para pelaku pada sektor industri mode Tanah Air dengan mengajak ratusan desainer, pemilik brand, pemilik rumah mode, pengrajin karya mode dan kriya, hingga pelaku UMKM turut ambil peran merayakan keragaman kultur Jakarta dengan mengusung tema Ronakultura Jakarta.

Ronakultura merupakan gabungan dari kata Ronak (semarak) dan Kultura (budaya), sehingga bermakna menggambarkan semangat Jakarta sebagai kota dinamis, terus bergerak, dan penuh warna sebagai tempat budaya tradisional serta gaya hidup kontemporer saling bersilangan membentuk otentisitas khas Jakarta. Digelar selama sepekan penuh, mulai Rabu, 28 Mei - Minggu, 1 Juni 2025, BTN Indonesia Fashion Week 2025 menampilkan lebih dari 200 desainer dan 200 tenant dari seluruh Indonesia dengan program mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan, dan sajian kuliner dirancang untuk membangun ekosistem fashion nan kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

BTN Indonesia Fashion Week 2025 merupakan hasil kolaborasi antara APPMI, Bank BTN sebagai title sponsor dan official bank partner, serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai inspirasi utama tema Ronakultura Jakarta mencerminkan semangat ibukota sebagai budaya nan hidup, meriah, dan penuh warna. Fashion bukan sekadar tampilan, tetapi bentuk ekspresi budaya dan identitas. Lewat Ronakultura, IFW 2025 ingin memperlihatkan bagaimana Jakarta berproses menjadi inspirasi sekaligus panggung bagi kreativitas nan terus berevolusi membentuk identitas,” kata Poppy Dharsono pada sambutan perayaan pembuka BTN Indonesia Fashion Week 2025.


Pada perayaan pembuka BTN Indonesia Fashion Week 2025 menghadirkan Tarian Nanda Abnon by Teater Abnon, fashion show spesial Lilit Melikyan (Armenia) dan Angelina Kamalyan (Armenia), Rajarezza (Malaysia), Misan Kopakas (Indonesia), Nanie Rachmat (Indonesia) dan Parade Busana, serta penampilan musisi Difky Khalif. IFW bukan semata pekan mode, tetapi bagian tak terpisahkan dari pendorong industri kreatif khususnya mode Tanah Air. 


BTN hadir di sini muncul di depan nama Indonesia Fashion Week sebagai tanda kolaborasi jangka panjang. BTN siap mendukung sektor ekonomi terutama fashion dan lifestyle sebab menjadi warisan dan kekayaan budaya agar menjadi multiplier effect terutama UMKM sebagai penopang perekonomian Indonesia,” kata Rully Setiawan selaku Direktur SME dan Ritel Funding Bank BTN. 


Selain para desainer kenamaan Indonesia, gelaran BTN Indonesia Fashion Week 2025 turut menghadirkan desainer Internasional. Kehadiran para desainer Internasional menegaskan kehadiran posisi Jakarta sebagai simpul nan semakin relevan di jaringan fashion dunia. Kolaborasi internasional merupakan jembatan penting untuk membuka akses dan pengaruh mode secara global, dan secara langsung mendorong perekonomian Indonesia. 


IFW tak hanya pameran mode tapi menunjukkan fashion tidak hanya tren tetapi nilai nan dipegang teguh. Kolaborasi seluruh ekosistem fashion Tanah Air tidak hanya dapat memajukan industri fashion tetapi juga kekayaan ragam lokal Indonesia. Tidak lupa kami gaungkan untuk mendukung bangga, bela, dan beli produk dalam negeri, dan bisa dimulai dari lingkup terkecil,” kata Dyah Roro Esti, selaku Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Republik Indonesia. 

  

Fashion memang erat kaitannya dengan ekonomi bahkan pada skala mikro. BTN Indonesia Fashion Week 2025 tidak hanya menghadrikan jenama fesyen atau rumah mode dan karya desainer, tetapi juga pelaku UMKM mode agar berdampak lebih luas. 


Sudah menjadi bukti BTN Indonesia Fashion Week 2025 telah menjadi ajang global bukan saja diplomasi budaya dan ekonomi juga pendukung ekosistem fashion sampai skala UMKM. Saya berterima kasih telah mengaitkan koperasi dengan industri fashion,” kata Ferry Joko Juliantono Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia.


Author: IFW

Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...

Konsisten: Kunci Keberhasilan Perubahan

Image by: Tamasia.co.id Puan, pernahkah ngerasain susah banget buat konsisten? Misalnya, sudah bikin resolusi tahun baru untuk tidak begadang, tapi setelah dua bulan, balik lagi deh ke kebiasaan scroll TikTok sampai tengah malam. Kok susah banget ya buat tetap konsisten? Kenapa kita susah konsisten? Sebelum bahas lebih jauh, yuk pahami dulu apa itu konsistensi. Menurut KBBI, konsisten berarti tetap, nggak berubah-ubah, taat asas, atau selaras. Namun, kita sering menyamakan konsistensi dengan kesempurnaan. Contohnya, seseorang punya target tidur jam 9 malam setiap hari. Namun suatu waktu ia harus ngerjain tugas sampai jam 11, lalu langsung merasa gagal. Padahal sebenarnya, kalau dia masih bisa tidur sebelum jam 12, itu tetap jauh lebih baik daripada begadang. Nah, mindset “harus selalu sempurna” inilah yang sering bikin kita cepat menyerah saat ada satu hari bolong. Konsistensi bukan berarti 100% Puan, konsistensi itu nggak harus 100% setiap hari, kok. Ada kalanya kita cuma bisa kasih...

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...