Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

In This Economy? Ternyata Begini Cara Gen Z Jaga Kualitas Diri dan Waktu!

 





Image by in.pinterest.com 


              Puan pernah nggak sih, lihat orang di media sosial bilang “In this economy?”

Kalimat ini biasanya dipakai untuk menggambarkan betapa sulitnya melakukan sesuatu di tengah kondisi ekonomi yang nggak bersahabat. Harga kebutuhan terus naik, tapi pendapatan segitu-segitu aja.

              Dilansir dari kumparan.com, frasa ini sering digunakan dengan nada sarkas atau humor untuk mengekspresikan frustrasi terhadap ekspektasi sosial yang terasa nggak realistis di situasi seperti sekarang. Sebagai Gen Z, Puan mungkin sering merasakan pengeluaran yang nggak ada habisnya, tuntutan kerja yang semakin tinggi, dan waktu yang terasa sempit. Di satu sisi, Puan ingin upgrade diri, ikut kursus, atau merawat tubuh. Namun di sisi lain, dompet dan energi kadang nggak mendukung.

            

                Di sinilah Priska mau berbagi tips supaya Puan tetap bisa menjaga kualitas diri (self-quality) dan mengelola waktu dengan cerdas, meski di tengah ekonomi yang bikin kita geleng-geleng kepala. Yuk, simak sampai akhir!


Tips Jaga Kualitas Diri dan Waktu di tengah “In This Economy”


  1. Bikin priority map supaya nggak semua terasa mendesak

Pisahkan mana yang urgent (harus segera) dan mana yang important (penting tapi bisa dijadwalkan). Fokus pada hal-hal penting dan utama setiap hari, sisanya anggap sebagai bonus rutinitas. Puan bisa pakai aplikasi gratis seperti Google Kalender atau Notion supaya lebih terstruktur.


  1. Self-care hemat tanpa bikin dompet seret

Self-care nggak harus skincare mahal atau liburan mewah. Puan juga bisa mulai dari journaling, jalan sore, atau masak meal prep yang sehat dan hemat. Kalau mau, coba juga perawatan homemade yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit, karena yang terpenting dari self-care itu adalah soal konsistensi, bukan gengsi.


  1. Upgrade skill dari sumber gratisan

Banyak kursus gratis yang bisa Puan akses, seperti Coursera, Google Digital Garage, YouTube, atau platform seperti Myskill dan RevoU yang sering mengadakan kelas gratis. Pilih skill yang langsung bisa Puan terapkan di pekerjaan atau side project. Terapkan prinsip 80/20: fokus pada 20% skill yang memberi 80% hasil.


  1. Atur waktu sesuai energi, bukan sekadar jadwal kosong

Coba metode time blocking untuk mengatur jam kerja sesuai ritme energi tubuh Puan. Sisipkan micro-break lima sampai sepuluh menit setiap 90 menit kerja. Hindari multitasking berlebihan karena justru bikin pekerjaan lebih lama selesai.


  1. Bangun support system yang sehat

Temukan lingkungan yang saling mendukung, entah itu teman, komunitas, atau partner kerja. Jangan ragu bilang “tidak” untuk kegiatan yang menyita waktu dan energi tanpa manfaat jelas.


  1. Luangkan waktu untuk hobi

Hobi bisa jadi cara sederhana untuk menjaga kewarasan di tengah kesibukan. Nggak harus mahal, Puan bisa belajar hobi baru lewat TikTok, Instagram, atau YouTube, mulai dari melukis, merajut, masak, sampai berkebun.


Nah, itu dia Puan, sederet langkah kecil yang bisa menjaga kualitas diri dan waktu tanpa bikin kantong jebol. Mungkin terlihat sederhana, tapi kalau dilakukan konsisten, dampaknya bisa besar.


Ekonomi mungkin nggak selalu ramah, Puan.

Namun, arah hidup tetap bisa kita kemudikan.

Langkah kecil yang konsisten akan jadi pijakan, dan hati yang tekun akan jadi kekuatan.

In this economy, we rise, we adapt, we thrive!



Referensi:

Kumparan. (2024, Juni 20). Apa Itu In This Economy? Ini Penjelasannya. Diakses pada 10 Agustus 2025. https://m.kumparan.com/berita-terkini/apa-itu-in-this-economy-ini-penjelasannya-25akQUdEOXV/full


Author & Editor:

Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...