Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

In This Economy? Ternyata Begini Cara Gen Z Jaga Kualitas Diri dan Waktu!

 





Image by in.pinterest.com 


              Puan pernah nggak sih, lihat orang di media sosial bilang “In this economy?”

Kalimat ini biasanya dipakai untuk menggambarkan betapa sulitnya melakukan sesuatu di tengah kondisi ekonomi yang nggak bersahabat. Harga kebutuhan terus naik, tapi pendapatan segitu-segitu aja.

              Dilansir dari kumparan.com, frasa ini sering digunakan dengan nada sarkas atau humor untuk mengekspresikan frustrasi terhadap ekspektasi sosial yang terasa nggak realistis di situasi seperti sekarang. Sebagai Gen Z, Puan mungkin sering merasakan pengeluaran yang nggak ada habisnya, tuntutan kerja yang semakin tinggi, dan waktu yang terasa sempit. Di satu sisi, Puan ingin upgrade diri, ikut kursus, atau merawat tubuh. Namun di sisi lain, dompet dan energi kadang nggak mendukung.

            

                Di sinilah Priska mau berbagi tips supaya Puan tetap bisa menjaga kualitas diri (self-quality) dan mengelola waktu dengan cerdas, meski di tengah ekonomi yang bikin kita geleng-geleng kepala. Yuk, simak sampai akhir!


Tips Jaga Kualitas Diri dan Waktu di tengah “In This Economy”


  1. Bikin priority map supaya nggak semua terasa mendesak

Pisahkan mana yang urgent (harus segera) dan mana yang important (penting tapi bisa dijadwalkan). Fokus pada hal-hal penting dan utama setiap hari, sisanya anggap sebagai bonus rutinitas. Puan bisa pakai aplikasi gratis seperti Google Kalender atau Notion supaya lebih terstruktur.


  1. Self-care hemat tanpa bikin dompet seret

Self-care nggak harus skincare mahal atau liburan mewah. Puan juga bisa mulai dari journaling, jalan sore, atau masak meal prep yang sehat dan hemat. Kalau mau, coba juga perawatan homemade yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit, karena yang terpenting dari self-care itu adalah soal konsistensi, bukan gengsi.


  1. Upgrade skill dari sumber gratisan

Banyak kursus gratis yang bisa Puan akses, seperti Coursera, Google Digital Garage, YouTube, atau platform seperti Myskill dan RevoU yang sering mengadakan kelas gratis. Pilih skill yang langsung bisa Puan terapkan di pekerjaan atau side project. Terapkan prinsip 80/20: fokus pada 20% skill yang memberi 80% hasil.


  1. Atur waktu sesuai energi, bukan sekadar jadwal kosong

Coba metode time blocking untuk mengatur jam kerja sesuai ritme energi tubuh Puan. Sisipkan micro-break lima sampai sepuluh menit setiap 90 menit kerja. Hindari multitasking berlebihan karena justru bikin pekerjaan lebih lama selesai.


  1. Bangun support system yang sehat

Temukan lingkungan yang saling mendukung, entah itu teman, komunitas, atau partner kerja. Jangan ragu bilang “tidak” untuk kegiatan yang menyita waktu dan energi tanpa manfaat jelas.


  1. Luangkan waktu untuk hobi

Hobi bisa jadi cara sederhana untuk menjaga kewarasan di tengah kesibukan. Nggak harus mahal, Puan bisa belajar hobi baru lewat TikTok, Instagram, atau YouTube, mulai dari melukis, merajut, masak, sampai berkebun.


Nah, itu dia Puan, sederet langkah kecil yang bisa menjaga kualitas diri dan waktu tanpa bikin kantong jebol. Mungkin terlihat sederhana, tapi kalau dilakukan konsisten, dampaknya bisa besar.


Ekonomi mungkin nggak selalu ramah, Puan.

Namun, arah hidup tetap bisa kita kemudikan.

Langkah kecil yang konsisten akan jadi pijakan, dan hati yang tekun akan jadi kekuatan.

In this economy, we rise, we adapt, we thrive!



Referensi:

Kumparan. (2024, Juni 20). Apa Itu In This Economy? Ini Penjelasannya. Diakses pada 10 Agustus 2025. https://m.kumparan.com/berita-terkini/apa-itu-in-this-economy-ini-penjelasannya-25akQUdEOXV/full


Author & Editor:

Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...