Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

In This Economy? Ternyata Begini Cara Gen Z Jaga Kualitas Diri dan Waktu!

 





Image by in.pinterest.com 


              Puan pernah nggak sih, lihat orang di media sosial bilang “In this economy?”

Kalimat ini biasanya dipakai untuk menggambarkan betapa sulitnya melakukan sesuatu di tengah kondisi ekonomi yang nggak bersahabat. Harga kebutuhan terus naik, tapi pendapatan segitu-segitu aja.

              Dilansir dari kumparan.com, frasa ini sering digunakan dengan nada sarkas atau humor untuk mengekspresikan frustrasi terhadap ekspektasi sosial yang terasa nggak realistis di situasi seperti sekarang. Sebagai Gen Z, Puan mungkin sering merasakan pengeluaran yang nggak ada habisnya, tuntutan kerja yang semakin tinggi, dan waktu yang terasa sempit. Di satu sisi, Puan ingin upgrade diri, ikut kursus, atau merawat tubuh. Namun di sisi lain, dompet dan energi kadang nggak mendukung.

            

                Di sinilah Priska mau berbagi tips supaya Puan tetap bisa menjaga kualitas diri (self-quality) dan mengelola waktu dengan cerdas, meski di tengah ekonomi yang bikin kita geleng-geleng kepala. Yuk, simak sampai akhir!


Tips Jaga Kualitas Diri dan Waktu di tengah “In This Economy”


  1. Bikin priority map supaya nggak semua terasa mendesak

Pisahkan mana yang urgent (harus segera) dan mana yang important (penting tapi bisa dijadwalkan). Fokus pada hal-hal penting dan utama setiap hari, sisanya anggap sebagai bonus rutinitas. Puan bisa pakai aplikasi gratis seperti Google Kalender atau Notion supaya lebih terstruktur.


  1. Self-care hemat tanpa bikin dompet seret

Self-care nggak harus skincare mahal atau liburan mewah. Puan juga bisa mulai dari journaling, jalan sore, atau masak meal prep yang sehat dan hemat. Kalau mau, coba juga perawatan homemade yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit, karena yang terpenting dari self-care itu adalah soal konsistensi, bukan gengsi.


  1. Upgrade skill dari sumber gratisan

Banyak kursus gratis yang bisa Puan akses, seperti Coursera, Google Digital Garage, YouTube, atau platform seperti Myskill dan RevoU yang sering mengadakan kelas gratis. Pilih skill yang langsung bisa Puan terapkan di pekerjaan atau side project. Terapkan prinsip 80/20: fokus pada 20% skill yang memberi 80% hasil.


  1. Atur waktu sesuai energi, bukan sekadar jadwal kosong

Coba metode time blocking untuk mengatur jam kerja sesuai ritme energi tubuh Puan. Sisipkan micro-break lima sampai sepuluh menit setiap 90 menit kerja. Hindari multitasking berlebihan karena justru bikin pekerjaan lebih lama selesai.


  1. Bangun support system yang sehat

Temukan lingkungan yang saling mendukung, entah itu teman, komunitas, atau partner kerja. Jangan ragu bilang “tidak” untuk kegiatan yang menyita waktu dan energi tanpa manfaat jelas.


  1. Luangkan waktu untuk hobi

Hobi bisa jadi cara sederhana untuk menjaga kewarasan di tengah kesibukan. Nggak harus mahal, Puan bisa belajar hobi baru lewat TikTok, Instagram, atau YouTube, mulai dari melukis, merajut, masak, sampai berkebun.


Nah, itu dia Puan, sederet langkah kecil yang bisa menjaga kualitas diri dan waktu tanpa bikin kantong jebol. Mungkin terlihat sederhana, tapi kalau dilakukan konsisten, dampaknya bisa besar.


Ekonomi mungkin nggak selalu ramah, Puan.

Namun, arah hidup tetap bisa kita kemudikan.

Langkah kecil yang konsisten akan jadi pijakan, dan hati yang tekun akan jadi kekuatan.

In this economy, we rise, we adapt, we thrive!



Referensi:

Kumparan. (2024, Juni 20). Apa Itu In This Economy? Ini Penjelasannya. Diakses pada 10 Agustus 2025. https://m.kumparan.com/berita-terkini/apa-itu-in-this-economy-ini-penjelasannya-25akQUdEOXV/full


Author & Editor:

Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...