Langsung ke konten utama

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

MICAM DAN MIPEL: KEUNGGULAN ALAS KAKI DAN BARANG KULIT ITALIA TAMPIL DI INDONESIA


Jakarta, 29 Mei 2025 — MICAM Milano sebagai pameran alas kaki internasional dan MIPEL selaku pameran barang-barang kulit dan aksesoris mode internasional, berpartisipasi dalam inisiatif penting bersama di Jakarta untuk mempromosikan dua pameran dagang unggulan di pasar Indonesia dan Asia Tenggara. 


Kedua pameran dagang tersebut akan menyajikan penawaran pameran dan tren industri mereka kepada publik Indonesia selama acara cuplik kilas (teaser) untuk memicu peluang bisnis baru di pasar Indonesia dengan potensi tinggi selama BTN Indonesia Fashion Week 2025.


Acara dibuka Duta Besar Italia untuk Indonesia, H.E. Roberto Colamine, Komisaris Dagang Italia dari Italian Trade Agency, Dr. Paolo Pinto, dan Ketua Indonesia Fashion Week, Ibu Poppy Dharsono.


Perwakilan dari Italia Dr. Matteo Scarparo memberikan presentasi tentang Micam dan Mipel kepada peserta forum pelaku industri dari retail, wholesale, ecommerce, serta manufakfur alas kaki, kulit, dan aksesoris. Selain itu, perwakilan dari sekolah Arsutoria Dr. Matteo Pasca dan Dr. Valentino Parlato memberikan presentasi tentang tren fashion dan pengumuman beasiswa untuk mahasiswa Indonesia berbakat di bidang desain mengikuti program di Milan, Italia.


Kehadiran pameran dagang asal Italia ke Indonesia pada BTN Indonesia Fashion Week, menurut H.E. Roberto Colamine sebagai Duta Besar Italia untuk Indonesia, bertujuan untuk melihat dan mengamati secara langsung potensi besar industri fashion Indonesia, terutama alas kaki atau sepatu, agar terkoneksi dengan para desainer muda berbakat Tanah Air melalui edukasi dan kolaborasi unik serta membantu brand mereka untuk berkembang memperluas jangkauan pada pameran di Milan. 


"Fokusnya pada pengembangan identitas nasional Indonesia yang kuat dalam desain fesyen, serta menciptakan kemitraan saling menguntungkan antara perusahaan Italia dan merek-merek Indonesia," kata Colamine.


Indonesia merupakan produsen alas kaki terbesar kelima di dunia dan pusat kekuatan ekonomi nan berkembang pesat, muda, dan penuh ambisi. Kolaborasi antara MICAM dan Indonesia Fashion Week bertujuan untuk meletakkan dasar bagi dialog konstruktif antara generasi desainer muda dan industri manufaktur Italia dan Eropa.


Dalam konteks geopolitik diwarnai ketidakpastian ketika pasar cenderung menutup diri, MICAM memainkan peran mendasar sebagai platform untuk perbandingan antara produksi dan distribusi dunia di sektor alas kaki, antara industri kreativitas dan kemampuan menerjemahkan ide estetika menjadi produk jadi, kemudian mendukung masuknya koleksi alas kaki terbaik di pasar internasional,” papar Giovanna Ceolini selaku Presiden MICAM.


Mengembangkan desainer muda dan mewariskannya semangat menciptakan koleksi alas kaki berarti membangun ikatan untuk mengembangkan hubungan bisnis lebih kuat dan lebih langgeng di masa mendatang.


Manufaktur Eropa, pasar internasional, tengah mencari figur-figur kreatif baru nan mampu mendongkrak ekspor. Indonesia merupakan peluang penting untuk bisa memanfaatkannya, dengan margin pertumbuhan signifikan. Kemitraan dengan Indonesia Fashion Week diharapkan dapat mengonsolidasikan hubungan antara dua negara saling melengkapi, di momen penting ulang tahun ke-100 MICAM dengan memberikan penghargaan kepada dua desainer muda Indonesia terbaik kursus spesialisasi di sekolah desain sepatu bergengsi sebagai bagian dari proyek MICAM Academy.


Acara cuplik kilas (teaser) akan diselenggarakan bersamaan dengan Jakarta Fashion Week menjadi kesempatan untuk bertemu dengan para pembeli, distributor, dan pengecer setempat. MICAM juga akan mempersembahkan kepada komunitas mode setempat perpanjangan dari Proyek Akademi MICAM untuk menjembatani Italia dan Indonesia, sebuah program beasiswa bergengsi ditujukan bagi dua mahasiswa desain mode Indonesia untuk mengikuti kursus intensif tingkat lanjut selama 10 minggu untuk desain koleksi alas kaki di sekolah Arsutoria di Milan, salah satu sekolah paling terkenal di dunia dalam bidang tersebut.


Proyek ini merupakan kesempatan unik bagi para talenta muda Indonesia untuk membenamkan diri dalam budaya alas kaki berkualitas tinggi khas Italia,” lanjut Ceolini. “Program ini bukan hanya momen pelatihan, tetapi juga jembatan budaya

sesungguhnya antara kedua negara, nan akan membantu menyebarkan pengetahuan dan hasrat ‘Made in Italy’ di antara generasi baru kreator Indonesia”.


Kolaborasi tersebut membuka babak baru bagi ekosistem fashion Tanah Air, terutama alas kaki nan jarang beroleh perhatian penuh, dan khususnya lagi menjadi peluang besar bagi desainer muda, pelaku kreatif, dan pengrajin lokal. 


Sinergi antara MIPEL dan MICAM, dua pameran dagang internasional unggul di sektor barang dari kulit dan alas kaki, merupakan kekuatan strategis luar biasa dengan tujuan untuk mempromosikan kreativitas dan inovasi dimiliki brand Italia dan juga merek internasional,” kata Claudia Sequi sebagai Presiden MIPEL.


Kolaborasi dengan Indonesia Fashion Week memungkinkan untuk lebih memperkuat visi sinergis dan merupakan peluang besar tidak hanya untuk visibilitas, tetapi juga untuk pertumbuhan bersama di sektor strategis bagi Italia dan Indonesia.


Pasar muda, dinamis, dan berkembang seperti pasar Indonesia merupakan tempat ideal untuk memulai sinergi baru, pertukaran budaya, dan peluang bisnis. Menampilkan diri untuk bersatu dalam konteks ini berarti tidak hanya meningkatkan keterampilan khas masing-masing, tetapi juga mengirimkan pesan jelas dan kuat: Italia percaya pada dialog antarbudaya, pada persentuhan kreatif, dan pada potensi internasionalisasi sebagai pengait fundamental pembangun hubungan bisnis solid dan langgeng nan mampu menghasilkan nilai bersama.


Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan besar bagi Indonesia Fashion Week 2025 menjadi tuan rumah bagi MICAM dan MIPEL dalam pratinjau eksklusif ini. Kolaborasi ini tidak hanya merupakan perayaan keterampilan dan dialog internasional, tetapi juga peluang menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi bersama, khususnya dalam industri fesyen kulit. Kami percaya ini adalah waktu yang tepat bagi Italia, ikon sejarah keunggulan dalam fesyen, untuk mengkonsolidasikan kehadirannya di kawasan Asia-Pasifik, khususnya di Indonesia, sebagai pasar dinamis dengan lebih dari 285 juta penduduk. Dengan pengetahuan teknis dan kolaborasi ditawarkan, termasuk program beasiswa, kami yakin kemitraan ini akan mempercepat pengembangan industri kulit di Indonesia, sekaligus membuka pasar baru dan luas bagi brand Italia. Bersama-sama, kita membangun masa depan lebih kuat bagi industri alas kaki dan barang-barang dari kulit yang atas dasar tradisi, didorong oleh keahlian, dan terinspirasi oleh inovasi,” kata Poppy Dharsono selaku Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode (APPMI) dan Presiden Indonesia Fashion Week:  


Paolo Pinto, Direktur Badan Perdagangan Italia di Jakarta, menyimpulkan, "Pada tanggal 29 Mei kita merayakan Hari Buatan Italia dalam rangka Pekan Mode Indonesia, salah satu acara internasional terpenting di sektor ini. Pada kesempatan ini, sebagai bagian dari kebijakan promosi terpadu Kedutaan Besar Italia, kami telah menyelenggarakan pertemuan di mana perwakilan Assocalzaturifici akan berbicara untuk mempromosikan industri alas kaki dan barang dari kulit Italia dan untuk meningkatkan perhatian Indonesia terhadap pameran sektor MICAM dan MIPEL, yang akan diadakan di Milan pada bulan September."




Author: IFW


Editor: Cut Desyanti






Komentar

Rubik Puan Popular

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...