Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Belajar dari Roti Gosong: Mengubah Kesulitan Jadi Kesempatan


Puan, pernah nggak sih ngalamin kejadian yang bikin langsung mikir, "Duh, kok hari ini aku apes banget ya?" Misalnya, salah belok di perempatan, outfit kesayangan ketumpahan kopi, atau lupa bawa dompet. Wajar banget kok kalau jadi bad mood dan bawaannya pengen ngeluh terus, tapi jangan sampai kejadian-kejadian menyebalkan itu ngerusak sisa hari Puan ya.

At the end of the day, semua kesulitan itu pasti bisa dilewati dengan baik kok. Siapa tahu itu justru membawa Puan ke hal-hal baik yang nggak terduga. Masa sih? Nah, ini yang dinamain Burnt Toast Theory. Penasaran kenapa roti gosong bisa jadi filosofi hidup? Yuk, kita bahas!


Burnt Toast Theory Itu Apa Sih?

Burnt Toast Theory adalah cara berpikir untuk menyikapi kejadian menyebalkan dengan santai. Intinya, teori ini mengajarkan kita kalau setiap kesulitan yang kita temui itu sebenarnya lagi membuka jalan untuk sesuatu yang lebih baik.

Terus, apa hubungannya sama roti gosong? Filosofi ini berasal dari gagasan sederhana saat seseorang lagi bikin roti panggang buat sarapan, tapi malah gosong gara-gara kelupaan diangkat. Nah, dari situ, dia punya dua pilihan:

  • Menganggapnya sebagai bencana: Bad mood, terlambat, dan jadi nggak fokus ngerjain hal lainnya.

  • Menganggapnya sebagai "kode" dari alam semesta: Mungkin itu ada hikmahnya, kayak jadi nggak kena macet atau ketemu teman lama.

Menurut Dr. Markley dari Cleveland Clinic, mau roti gosong itu beneran mengubah jalannya hari atau nggak, yang jelas kejadian menyebalkan kayak gitu ngasih kita kesempatan buat belajar gimana cara mengelola emosi, berpikir lebih jernih, dan reset fokus. Jadi, kejadian menyebalkan pun punya sisi positifnya sendiri. Nah, dari sini mungkin Puan bertanya-tanya, apa bedanya ini sama toxic positivity? Eits, jangan salah.


Burnt Toast Theory Berbeda dengan Toxic Positivity

Toxic Positivity itu berarti memaksakan diri atau orang lain buat selalu berpikir positif, padahal lagi di situasi sulit atau sedih. Nah, Burnt Toast Theory nggak begitu. Teori ini justru mengakui kalau kejadian menyebalkan emang bikin kita frustrasi atau bad mood di awal, tapi kita juga bisa melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas, bahwa mungkin ada hikmah di baliknya. Ini bukan tentang menekan emosi negatif, melainkan tentang mencari harapan dan kesempatan di tengah ketidaknyamanan.

Makanya, Burnt Toast Theory ini juga nggak bisa diterapkan untuk semua jenis kesulitan. Seperti yang dikatakan Dr. Theodora Blanchfield di Verywell Mind, teori ini nggak berlaku buat trauma atau pengalaman yang terlalu menyakitkan. Teori ini lebih pas untuk hal-hal yang bikin kita kesal atau kecewa dalam keseharian, seperti gagal interview kerja, digibahin orang, atau hal sepele kayak roti gosong di pagi hari. Kalau Puan masih ragu gimana mindset ini bisa bermanfaat, simak penjelasan selanjutnya ya!


Manfaat Penerapan Burnt Toast Theory di Kehidupan Sehari-Hari

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menerapkan mindset Burnt Toast Theory.

  • Mengajarkan Kita Self-Compassion

Burnt Toast Theory ini ngajarin kita buat maafin diri sendiri. Namanya juga manusia biasa, nggak ada yang sempurna. Jadi, hal-hal kecil yang bikin kesel atau momen nggak nyaman itu pasti sesekali kejadian. Itu bukan berarti kamu punya banyak kekurangan ya, Puan.

  • Membuat Kita Lebih Mindful

Wajar banget kalau Puan bad mood karena kejadian menyebalkan. Makannya, Burnt Toast Theory juga ngajarin kita buat ambil napas sejenak dan menepi dari situasi menyebalkan itu. Kalau kita tenang, kita nggak akan kebawa emosi.

  • Membantu Kita Move Forward

Kalau lagi dihadang kesulitan, biasanya kita langsung mikir gimana solusinya kan? Nah, hal-hal kecil yang bikin nggak nyaman ini justru ngelatih kita buat terbiasa mecahin masalah dan punya toleransi terhadap tekanan. 

Gimana Puan, udah paham betul kan sama Burnt Toast Theory ini? Semoga setelah ini, tiap ada "roti gosong" di hari Puan, bisa disikapi dengan lebih tenang dan positif ya!


Referensi:

Verywell Mind

Cleveland Clinic 

Pure Wow


Author & Editor:

Dwi Khumaeroh Saadah


Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...