Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

#Girlhood, Tren yang Memaknai Perjuangan Sesama Perempuan




by Bincang Perempuan

Kalau Puan aktif di social media, mungkin tren ini ga asing lagi buat Puan. Tren dengan foto-foto tone hangat, barang-barang serba pink yang girly, atau foto pertemanan khas anak muda dengan tagar #Girlhood. Tren ini bukan cuma tentang foto-foto visual yang cantik tapi sebenarnya mengangkat sisi emosional dan perjuangan perempuan dalam menjalani hidup mereka.

Apa sih sebenernya Girlhood itu? 

Menurut Cambridge Dictionary, girlhood merujuk pada fase kehidupan remaja perempuan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini, seorang perempuan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Tak jarang, fase ini juga diwarnai dengan pergolakan batin, rasa bingung dan bahkan krisis identitas.

Lalu kenapa tren #Girlhood bisa relevan? 

Tren ini hadir di tengah kebutuhan banyak remaja perempuan untuk dapat dipahami dan divalidasi perasaannya oleh orang sekitar. Di balik unggahan-unggahan manis berisi foto estetik di social media, tersimpan keresahan yang kerap kali tidak terdengar, sering kali ini tentang perasaan tidak cukup, tentang tubuh yang selalu dibandingkan, atau tentang tekanan untuk selalu tampil "baik-baik saja".

Lewat tren girlhood, banyak perempuan akhirnya merasa  punya ruang berbagi cerita yang dulu sulit diucapkan dan ternyata banyak yang merasakan hal sama. “Oh, ternyata bukan aku sendiri yang ngerasa gini.” Dari sanalah muncul kekuatan di atas rasa lega karena akhirnya dimengerti.

Tren ini juga merepresentasikan pergeseran cara perempuan memandang diri mereka sendiri. Dulu, mungkin kita sibuk mengejar standar "perempuan ideal" yang ditentukan orang lain. Tapi sekarang, girlhood mengajak kita untuk berdamai dengan kegagalan, mengakui rasa lelah, dan mencintai versi diri kita yang sedang belajar tumbuh dengan baik dan bukan yang sempurna.

Tren #GirlHood sebagai dukungan sesama Perempuan

Salah satu hal yang menjadi kekuatan dari Girlhood adalah bagaimana tren ini menumbuhkan rasa solidaritas dan dukungan kepada sesama perempuan. Contohnya bisa Puan rasakan ketika seseorang berani bercerita, orang lain merasa terwakili. Saat satu perempuan membagikan pengalamannya tentang kecemasan, misalnya, banyak yang akhirnya merasa, "Aku nggak sendirian." Dari sinilah tumbuh empati. Empati ini tidak hanya hadir di kolom komentar atau fitur repost, tetapi juga di hati, bahwa sesama perempuan saling paham betapa rumitnya tumbuh dalam dunia yang sering kali terlalu menuntut.

Dukungan ini tidak harus besar. Terkadang cuma berupa pesan singkat seperti “kamu nggak salah,” atau sekadar “aku pernah juga.” Tapi efeknya bisa sangat berarti. Girlhood mengingatkan kita bahwa perempuan bukanlah kompetitor, melainkan teman seperjalanan. Perjalanan ini jadi jauh lebih ringan saat dijalani bersama.

Jadi, ketika Puan melihat tagar lain  di media sosial selain #Girlhood yang memaknai perjalanan dari diri perempuan, semoga Puan ingat bahwa ini lebih dari sekadar tren. Ini adalah suara kolektif perempuan yang sedang berusaha memahami diri mereka sendiri dan dalam proses itu, mereka menemukan satu sama lain.

Karena pada akhirnya, girlhood bukan tentang siapa yang paling kuat, paling cantik, atau paling benar. Tapi tentang bagaimana kita saling menemani, saling menerima, dan tumbuh bersama dengan baik.




Referensi

Author : Keisha Najwa Dwi Anggraeni

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...