Langsung ke konten utama

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

#Girlhood, Tren yang Memaknai Perjuangan Sesama Perempuan




by Bincang Perempuan

Kalau Puan aktif di social media, mungkin tren ini ga asing lagi buat Puan. Tren dengan foto-foto tone hangat, barang-barang serba pink yang girly, atau foto pertemanan khas anak muda dengan tagar #Girlhood. Tren ini bukan cuma tentang foto-foto visual yang cantik tapi sebenarnya mengangkat sisi emosional dan perjuangan perempuan dalam menjalani hidup mereka.

Apa sih sebenernya Girlhood itu? 

Menurut Cambridge Dictionary, girlhood merujuk pada fase kehidupan remaja perempuan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini, seorang perempuan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Tak jarang, fase ini juga diwarnai dengan pergolakan batin, rasa bingung dan bahkan krisis identitas.

Lalu kenapa tren #Girlhood bisa relevan? 

Tren ini hadir di tengah kebutuhan banyak remaja perempuan untuk dapat dipahami dan divalidasi perasaannya oleh orang sekitar. Di balik unggahan-unggahan manis berisi foto estetik di social media, tersimpan keresahan yang kerap kali tidak terdengar, sering kali ini tentang perasaan tidak cukup, tentang tubuh yang selalu dibandingkan, atau tentang tekanan untuk selalu tampil "baik-baik saja".

Lewat tren girlhood, banyak perempuan akhirnya merasa  punya ruang berbagi cerita yang dulu sulit diucapkan dan ternyata banyak yang merasakan hal sama. “Oh, ternyata bukan aku sendiri yang ngerasa gini.” Dari sanalah muncul kekuatan di atas rasa lega karena akhirnya dimengerti.

Tren ini juga merepresentasikan pergeseran cara perempuan memandang diri mereka sendiri. Dulu, mungkin kita sibuk mengejar standar "perempuan ideal" yang ditentukan orang lain. Tapi sekarang, girlhood mengajak kita untuk berdamai dengan kegagalan, mengakui rasa lelah, dan mencintai versi diri kita yang sedang belajar tumbuh dengan baik dan bukan yang sempurna.

Tren #GirlHood sebagai dukungan sesama Perempuan

Salah satu hal yang menjadi kekuatan dari Girlhood adalah bagaimana tren ini menumbuhkan rasa solidaritas dan dukungan kepada sesama perempuan. Contohnya bisa Puan rasakan ketika seseorang berani bercerita, orang lain merasa terwakili. Saat satu perempuan membagikan pengalamannya tentang kecemasan, misalnya, banyak yang akhirnya merasa, "Aku nggak sendirian." Dari sinilah tumbuh empati. Empati ini tidak hanya hadir di kolom komentar atau fitur repost, tetapi juga di hati, bahwa sesama perempuan saling paham betapa rumitnya tumbuh dalam dunia yang sering kali terlalu menuntut.

Dukungan ini tidak harus besar. Terkadang cuma berupa pesan singkat seperti “kamu nggak salah,” atau sekadar “aku pernah juga.” Tapi efeknya bisa sangat berarti. Girlhood mengingatkan kita bahwa perempuan bukanlah kompetitor, melainkan teman seperjalanan. Perjalanan ini jadi jauh lebih ringan saat dijalani bersama.

Jadi, ketika Puan melihat tagar lain  di media sosial selain #Girlhood yang memaknai perjalanan dari diri perempuan, semoga Puan ingat bahwa ini lebih dari sekadar tren. Ini adalah suara kolektif perempuan yang sedang berusaha memahami diri mereka sendiri dan dalam proses itu, mereka menemukan satu sama lain.

Karena pada akhirnya, girlhood bukan tentang siapa yang paling kuat, paling cantik, atau paling benar. Tapi tentang bagaimana kita saling menemani, saling menerima, dan tumbuh bersama dengan baik.




Referensi

Author : Keisha Najwa Dwi Anggraeni

Komentar

Rubik Puan Popular

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!

Image by: Roxie Nafousi Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya?  Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html   Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending -nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain. Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Pa...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Kenapa Sih Penting untuk Percaya Diri? Self development atau pengembangan diri adalah proses sadar untuk terus memperbaiki diri, baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, maupun keahlian. Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan diri adalah percaya diri. Tanpa kepercayaan diri, semua potensi yang Puan miliki bisa “terkunci”. Padahal, percaya diri bukan bawaan lahir, tapi ia bisa dilatih lewat pengalaman dan pola pikir yang tepat. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), orang yang memiliki self-confidence tinggi lebih mudah mengambil keputusan, berani mencoba hal baru, dan punya tingkat stres lebih rendah. Kenapa Perempuan Muda Masih Sering Ragu? Puan, nggak sedikit perempuan muda yang merasa “nggak cukup baik”. Apalagi di era media sosial, di mana kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai “comparison trap” dan sering jadi penghalang utama kepercayaan diri. Kabar baiknya, dengan growth mindset, rasa ragu itu bisa beru...

Hidup Tanpa FOPO: Rahasia Menjadi Lebih Percaya Diri

      Image by  pngtree.com Puan pernah enggak sih saat ketika sudah rapi lalu berdiri di depan cermin sambil bertanya ke diri sendiri, seperti “Penampilan aku udah OK belum ya?”, “Make up aku berlebihan enggak ya?”, atau “Aku kelihatan aneh enggak ya pakai baju ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena Puan khawatir dengan pandangan orang lain? Kalau iya, bisa saja Puan sedang mengalami FOPO atau Fear of Other People’s Opinions. Apa itu FOPO? Mengutip dari laman Harvard Business Review , Fear of Other People’s Opinions atau FOPO merupakan istilah yang mengarah pada perasaan cemas yang berlebihan terhadap pandangan orang lain. Alasan timbulnya perasaan cemas, takut, atau tegang ketika akan melakukan suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang ialah karena khawatir terhadap ketidaksetujuan sosial pada diri sendiri. Istilah FOPO dicetuskan oleh Michael Gervais, PhD - seorang psikolog sekaligus penulis, yang memiliki pandangan bahwa rasa ketakutan ini merupa...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...