Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Sering Mengabaikan Jam Tidur? Awas Sleep Deprivation!



Di umur segini, setuju ga sih kalo kita jadi sering begadang? Kapan terakhir kali Puan punya waktu tidur yang cukup? Eits, hati-hati ya sama sleep deprivation!

Sering kali, sleep deprivation ini dianggap sepele. Padahal, kurang tidur bisa bikin kita susah fokus, gampang marah, dan sulit mengendalikan emosi. Jadi, jangan heran jika setelah begadang, kita jadi gampang sensitif atau sulit konsentrasi saat bekerja maupun belajar.


Apa itu Sleep Deprivation?

Kondisi saat seseorang kurang tidur atau tidurnya kurang berkualitas disebut sleep deprivation. Idealnya, kita yang sudah dewasa (usia 18 tahun ke atas) butuh tidur 7-9 jam setiap malam.

Dampak dari sleep deprivation ini lumayan mengganggu. Puan jadi susah fokus saat bekerja, belajar, atau menyetir. Selain itu, seseorang yang mengalami sleep deprivation juga bisa jadi sulit memahami emosi orang lain dan mudah merasa kesal, marah, atau cemas.

Sleep deprivation memang bisa bikin aktivitas sehari-hari berantakan. Namun, sering kali kondisi ini disamakan dengan insomnia, padahal keduanya berbeda.


Perbedaan Sleep Deprivation dengan Insomnia

Singkatnya, insomnia itu kondisi di mana Puan susah sekali tidur, meskipun sudah mencoba. Sementara sleep deprivation lebih merujuk pada akibatnya, yaitu ketika Puan memang tidak  tidur dengan waktu yang cukup.

Jadi, insomnia bisa menjadi penyebab sleep deprivation, tapi tidak semua sleep deprivation disebabkan oleh insomnia. Lalu, apa saja penyebab lain dari sleep deprivation?

 

Penyebab Sleep Deprivation

Kebanyakan sleep deprivation disebabkan oleh gaya hidup atau kondisi medis tertentu.

  • Pekerjaan shift, terutama yang dilakukan di malam hari.
  • Konsumsi stimulan seperti kafein, khususnya di sore atau malam hari.
  • Kebiasaan tidur atau sleep hygiene yang buruk.
  • Tingkat stres yang tinggi.
  • Tidur di tempat baru atau asing, misalnya di hotel.
  • Kondisi medis seperti sleep apnea atau napas berhenti saat tidur.
  • Masalah kesehatan mental seperti depresi dan anxiety.

Jika Puan mengalami salah satu dari kondisi di atas, jangan langsung panik. Priska punya beberapa tips yang bisa dicoba untuk memulihkannya.

 

Tips Memulihkan Gejala Sleep Deprivation

Sleep deprivation itu masalah umum dan sering kali bisa diatasi sendiri, selama belum terlalu parah. Namun, kalau gejalanya terus-menerus muncul, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter, ya.

  1. Agar sleep deprivation cepat pulih, Puan dapat menerapkan beberapa tips di bawah ini.
  2. Jadwalkan waktu tidur. Jam tidur yang konsisten bisa meningkatkan kualitas tidur kita.
  3. Sediakan waktu tidur yang cukup. Sesibuk apa pun, tidur itu penting. Ingat, tubuh yang produktif dimulai dari tidur yang cukup.
  4. Jauhi gadget atau lampu terang menjelang tidur. Cahaya dari layar HP dan laptop bisa mengacaukan jam biologis tubuh.
  5. Hindari makan berat sebelum tidur agar tubuh bisa beristirahat dengan sempurna.
  6. Rajin berolahraga. Aktivitas fisik, bahkan sekadar jalan kaki, bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.
  7. Jangan ketergantungan obat tidur. Penggunaan obat tidur dalam jangka panjang, bahkan yang dijual bebas, bisa berdampak buruk bagi kesehatan.


Dengan memahami apa itu sleep deprivation dan bagaimana dampaknya, kita bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga kualitas tidur. Memiliki jadwal tidur yang teratur, menghindari gadget sebelum tidur, dan berolahraga rutin adalah langkah sederhana yang bisa sangat membantu memulihkan gejala sleep deprivation.

Tidur bukan cuma soal memejamkan mata, tapi juga investasi untuk kesehatan dan produktivitas kita di hari mendatang. Yuk, mulai sekarang kita lebih peduli pada waktu tidur!


Referensi

Cleveland Clinic

National Heart, Lung, and Blood Institute of United States


Author & Editor

Dwi Khumaeroh Saadah


Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...