Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Sering Mengabaikan Jam Tidur? Awas Sleep Deprivation!



Di umur segini, setuju ga sih kalo kita jadi sering begadang? Kapan terakhir kali Puan punya waktu tidur yang cukup? Eits, hati-hati ya sama sleep deprivation!

Sering kali, sleep deprivation ini dianggap sepele. Padahal, kurang tidur bisa bikin kita susah fokus, gampang marah, dan sulit mengendalikan emosi. Jadi, jangan heran jika setelah begadang, kita jadi gampang sensitif atau sulit konsentrasi saat bekerja maupun belajar.


Apa itu Sleep Deprivation?

Kondisi saat seseorang kurang tidur atau tidurnya kurang berkualitas disebut sleep deprivation. Idealnya, kita yang sudah dewasa (usia 18 tahun ke atas) butuh tidur 7-9 jam setiap malam.

Dampak dari sleep deprivation ini lumayan mengganggu. Puan jadi susah fokus saat bekerja, belajar, atau menyetir. Selain itu, seseorang yang mengalami sleep deprivation juga bisa jadi sulit memahami emosi orang lain dan mudah merasa kesal, marah, atau cemas.

Sleep deprivation memang bisa bikin aktivitas sehari-hari berantakan. Namun, sering kali kondisi ini disamakan dengan insomnia, padahal keduanya berbeda.


Perbedaan Sleep Deprivation dengan Insomnia

Singkatnya, insomnia itu kondisi di mana Puan susah sekali tidur, meskipun sudah mencoba. Sementara sleep deprivation lebih merujuk pada akibatnya, yaitu ketika Puan memang tidak  tidur dengan waktu yang cukup.

Jadi, insomnia bisa menjadi penyebab sleep deprivation, tapi tidak semua sleep deprivation disebabkan oleh insomnia. Lalu, apa saja penyebab lain dari sleep deprivation?

 

Penyebab Sleep Deprivation

Kebanyakan sleep deprivation disebabkan oleh gaya hidup atau kondisi medis tertentu.

  • Pekerjaan shift, terutama yang dilakukan di malam hari.
  • Konsumsi stimulan seperti kafein, khususnya di sore atau malam hari.
  • Kebiasaan tidur atau sleep hygiene yang buruk.
  • Tingkat stres yang tinggi.
  • Tidur di tempat baru atau asing, misalnya di hotel.
  • Kondisi medis seperti sleep apnea atau napas berhenti saat tidur.
  • Masalah kesehatan mental seperti depresi dan anxiety.

Jika Puan mengalami salah satu dari kondisi di atas, jangan langsung panik. Priska punya beberapa tips yang bisa dicoba untuk memulihkannya.

 

Tips Memulihkan Gejala Sleep Deprivation

Sleep deprivation itu masalah umum dan sering kali bisa diatasi sendiri, selama belum terlalu parah. Namun, kalau gejalanya terus-menerus muncul, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter, ya.

  1. Agar sleep deprivation cepat pulih, Puan dapat menerapkan beberapa tips di bawah ini.
  2. Jadwalkan waktu tidur. Jam tidur yang konsisten bisa meningkatkan kualitas tidur kita.
  3. Sediakan waktu tidur yang cukup. Sesibuk apa pun, tidur itu penting. Ingat, tubuh yang produktif dimulai dari tidur yang cukup.
  4. Jauhi gadget atau lampu terang menjelang tidur. Cahaya dari layar HP dan laptop bisa mengacaukan jam biologis tubuh.
  5. Hindari makan berat sebelum tidur agar tubuh bisa beristirahat dengan sempurna.
  6. Rajin berolahraga. Aktivitas fisik, bahkan sekadar jalan kaki, bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.
  7. Jangan ketergantungan obat tidur. Penggunaan obat tidur dalam jangka panjang, bahkan yang dijual bebas, bisa berdampak buruk bagi kesehatan.


Dengan memahami apa itu sleep deprivation dan bagaimana dampaknya, kita bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga kualitas tidur. Memiliki jadwal tidur yang teratur, menghindari gadget sebelum tidur, dan berolahraga rutin adalah langkah sederhana yang bisa sangat membantu memulihkan gejala sleep deprivation.

Tidur bukan cuma soal memejamkan mata, tapi juga investasi untuk kesehatan dan produktivitas kita di hari mendatang. Yuk, mulai sekarang kita lebih peduli pada waktu tidur!


Referensi

Cleveland Clinic

National Heart, Lung, and Blood Institute of United States


Author & Editor

Dwi Khumaeroh Saadah


Komentar

Rubik Puan Popular

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...