Langsung ke konten utama

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Tips agar Tetap Tenang di Bawah Tekanan




 Hidup terkadang menghadapkan kita pada tantangan yang tak terduga. Misalnya, Puan harus menyelesaikan tugas kelompok sendirian karena teman yang tidak kooperatif, atau merasa terbebani oleh ekspektasi tinggi dari atasan di kantor pada proyek yang Puan kerjakan. 


Situasi-situasi sulit tersebut dapat memicu perasaan panik dan terbebani yang membuat Puan salah langkah. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki skill tetap tenang di bawah tekanan. 



Pentingnya tetap tenang di bawah tekanan


Dengan tetap tenang, Puan bisa berpikir lebih jernih, tetap terkendali, dan mengambil keputusan yang lebih baik. Namun, tetap tenang bukan berarti mengabaikan stres, melainkan mengelolanya dengan baik. Seperti memilih untuk merespons situasi dengan bijak, bukan bereaksi secara impulsif.


Bersikap tenang di bawah tekanan menunjukkan kekuatan, ketahanan, dan kecerdasan emosional. Kabar baiknya, skill ini bisa Puan latih. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan konsep mindfulness. Dengan begitu, Puan tidak hanya akan lebih tenang, tetapi juga bisa menciptakan lingkungan belajar atau kerja yang lebih positif dan terarah.



Bagaimana mindfulness membantu kita agar tetap tenang?


Saat kita berada di bawah tekanan, pikiran kita sering kali panik dan cemas karena membayangkan hal buruk yang mungkin akan terjadi. Dengan mindfulness, kita bisa memfokuskan perhatian pada saat ini.


Mindfulness membantu kita melepaskan diri dari pemicu stres dan memberi ruang untuk ketenangan. Meskipun hanya beberapa menit dalam sehari, latihan mindfulness sangat membantu kita tetap tenang saat tertekan.


Jadi, dengan mindfulness, Puan dapat lebih fokus pada momen saat ini, daripada terus memikirkan kemungkinan terburuk.



Tips agar tetap tenang di bawah tekanan dari ahlinya


Berikut ini adalah beberapa tips agar tetap tenang di bawah tekanan yang dibagikan oleh pemimpin tim penjinak bom (Explosive Ordnance Disposal) dari Angkatan Laut AS dalam wawancaranya bersama Barking Up The Wrong Tree.


  1. Hindari rabbit hole

Jangan terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang tidak ada habisnya. Sebaliknya, coba tanyakan pada diri sendiri, "Masalah serupa apa yang pernah aku hadapi?" Lalu, gunakan pengalaman itu untuk menilai situasi dengan tenang.


  1. Kendalikan apa yang bisa dikendalikan

Pernahkah Puan berpikir betapa berbahayanya mengendarai motor atau mobil? Namun, hal itu tidak membuat Puan cemas, kan? Itu karena Puan merasa memegang kendali. Perasaan mengendalikan situasi inilah yang membuat Puan merasa aman.


  1. Fokus pada langkah selanjutnya

Singkirkan pikiran negatif, buat keputusan, dan fokus pada satu langkah berikutnya. Dengan begitu, Puan akan tetap tenang dalam menghadapi tekanan seberat apa pun.


Ingatlah Puan, tetap tenang di bawah tekanan adalah sebuah kekuatan. Kendalikan apa yang bisa dikendalikan, fokus pada satu langkah selanjutnya, dan ubah tekanan menjadi pemicu kesuksesan. Puan pasti bisa melakukannya!



Referensi:

Calm.com

Bakadesuyo.com


Author & Editor:

Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...