Langsung ke konten utama

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

Bicara pada Diri Sendiri: Bermanfaat atau Berbahaya?

 


Photo by Tara Winstead

Tanpa sadar, kita terkadang mendapati diri sedang berbicara sendirian. Pernah tiba-tiba bergumam, "Oke, waktunya kita makan," atau bertanya seolah ada orang lain di dalam diri kita, "Eh, ini lokasinya benar gak, ya?" Entah itu bergumam saat kebingungan, memberikan motivasi saat kesulitan, atau menyuarakan isi pikiran seperti sedang berada di acara podcast, semua itu sangat wajar dan normal.

Berbicara pada diri sendiri bisa menjadi alat komunikasi internal yang kuat. Kebiasaan ini juga dikenal dengan istilah self-talk dalam psikologi. Menariknya, seiring bertambah dewasa, frekuensi berbicara pada diri sendiri cenderung berkurang, tidak seintens saat kita masih kecil.


Apa itu self-talk?

Self-talk atau bicara sendirian adalah cara kita berkomunikasi pada diri sendiri, baik itu dalam hati atau diucapkan dengan keras. Kebiasaan ini punya pengaruh besar terhadap cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Oleh karena itu, penting sekali untuk menyadari apakah self-talk kita cenderung positif, netral, atau negatif. 

Menurut penelitian dari Middle Tennessee State University, self-talk yang positif dapat mencerminkan pengelolaan emosi dan mindfulness yang merupakan kunci dari kecerdasan emosional seseorang. Meskipun sering dilakukan secara spontan, bukan berarti self-talk terjadi tanpa alasan yang jelas.


Kenapa kita bicara pada diri sendiri?

Menurut Dr. Brinthaupt, ada dua teori yang menjadi alasan mengapa seseorang bicara sendirian:

  1. Social isolation theory: Self-talk terjadi sesimpel karena seseorang merasa sendirian dan ingin mengusir sepi.

  2. Cognitive disruption theory: Self-talk terjadi saat seseorang berada di situasi sulit yang memengaruhi kondisi mental mereka.

Jadi, wajar sekali kalau Puan bicara sendiri. Bahkan, hampir semua orang juga begitu. Self-talk bisa jadi cara ampuh untuk memproses emosi dan salah satu cara kita bisa berdiskusi dengan diri sendiri. Selain itu, self-talk juga memiliki banyak sekali manfaat.


Manfaat bicara pada diri sendiri

  • Memperjelas Isi Pikiran

Mengungkapkan isi pikiran secara verbal bisa membuatnya lebih mudah dipahami. Ini memudahkan Puan untuk membuat keputusan, mengatur sesuatu, atau menghadapi masalah.

  • Memotivasi Diri

Memberikan semangat pada diri sendiri dengan kalimat seperti, "Aku pasti bisa!" mampu meningkatkan rasa percaya diri Puan dan membantu menjaga fokus.

  • Mengelola Emosi

Self-talk dapat mengelola perasaan Puan dengan lebih baik. Contohnya, jika Puan gugup sebelum presentasi, mengatakan, "Tenang, udah aku siapin semuanya dengan baik!" bisa sangat membantu mengurangi kecemasan.

  • Memperkuat Pembelajaran atau Hafalan

Berbicara keras-keras saat mempelajari hal baru dapat membantu Puan mengingat dan memahami informasi yang masuk dengan lebih efektif.

  • Memecahkan Masalah Personal

Menyuarakan suatu masalah dengan suara lantang membantu Puan memproses informasi lebih dalam dan objektif, sehingga menemukan solusi yang tepat.


Kapan bicara sendirian bisa jadi tanda bahaya?

Berbicara pada diri sendiri dengan ucapan yang positif memang punya banyak manfaat. Namun, saat ucapan tersebut jadi negatif, ini justru bisa memperkuat emosi buruk. Self-talk yang negatif dapat memicu depresi, rendah diri, dan menyerang kesehatan mental lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan antara self-talk yang sehat dan psikosis. Menurut National Institute of Mental Health of America, self-talk yang sehat itu sifatnya alami, disadari, dan bisa dikendalikan. Sementara itu, psikosis muncul dari persepsi yang diyakini nyata, padahal  itu hanyalah halusinasi. Psikosis yang menjadi gejala utama skizofrenia juga dapat menyebabkan self-talk terdengar kacau dan tidak masuk akal.


Jadi, kunci untuk mendapatkan manfaat dari self-talk terletak pada bagaimana Puan mengelolanya. Jangan terlalu larut pada pikiran negatif dan perlakukan diri Puan dengan kebaikan serta pengertian yang sama seperti saat berinteraksi dengan seorang teman. Saat membuat kesalahan, akui saja dan fokus pada pelajaran berharga yang dapat diambil dari hal tersebut. Dengan begitu, self-talk Puan akan menjadi alat yang kuat untuk menjaga kesehatan mental Puan.



References:

Mosunic, C. (2025, September 3). Why do I talk to myself? What your self-talk means. Calm Blog. https://blog.calm.com/blog/why-do-i-talk-to-myself


Porrey, M. (2025, Juli 20). Is It Normal to Talk to Yourself? Here’s When It’s Not. Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/is-talking-to-yourself-normal-5272241



Author & Editor:
Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...