Langsung ke konten utama

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Bicara pada Diri Sendiri: Bermanfaat atau Berbahaya?

 


Photo by Tara Winstead

Tanpa sadar, kita terkadang mendapati diri sedang berbicara sendirian. Pernah tiba-tiba bergumam, "Oke, waktunya kita makan," atau bertanya seolah ada orang lain di dalam diri kita, "Eh, ini lokasinya benar gak, ya?" Entah itu bergumam saat kebingungan, memberikan motivasi saat kesulitan, atau menyuarakan isi pikiran seperti sedang berada di acara podcast, semua itu sangat wajar dan normal.

Berbicara pada diri sendiri bisa menjadi alat komunikasi internal yang kuat. Kebiasaan ini juga dikenal dengan istilah self-talk dalam psikologi. Menariknya, seiring bertambah dewasa, frekuensi berbicara pada diri sendiri cenderung berkurang, tidak seintens saat kita masih kecil.


Apa itu self-talk?

Self-talk atau bicara sendirian adalah cara kita berkomunikasi pada diri sendiri, baik itu dalam hati atau diucapkan dengan keras. Kebiasaan ini punya pengaruh besar terhadap cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Oleh karena itu, penting sekali untuk menyadari apakah self-talk kita cenderung positif, netral, atau negatif. 

Menurut penelitian dari Middle Tennessee State University, self-talk yang positif dapat mencerminkan pengelolaan emosi dan mindfulness yang merupakan kunci dari kecerdasan emosional seseorang. Meskipun sering dilakukan secara spontan, bukan berarti self-talk terjadi tanpa alasan yang jelas.


Kenapa kita bicara pada diri sendiri?

Menurut Dr. Brinthaupt, ada dua teori yang menjadi alasan mengapa seseorang bicara sendirian:

  1. Social isolation theory: Self-talk terjadi sesimpel karena seseorang merasa sendirian dan ingin mengusir sepi.

  2. Cognitive disruption theory: Self-talk terjadi saat seseorang berada di situasi sulit yang memengaruhi kondisi mental mereka.

Jadi, wajar sekali kalau Puan bicara sendiri. Bahkan, hampir semua orang juga begitu. Self-talk bisa jadi cara ampuh untuk memproses emosi dan salah satu cara kita bisa berdiskusi dengan diri sendiri. Selain itu, self-talk juga memiliki banyak sekali manfaat.


Manfaat bicara pada diri sendiri

  • Memperjelas Isi Pikiran

Mengungkapkan isi pikiran secara verbal bisa membuatnya lebih mudah dipahami. Ini memudahkan Puan untuk membuat keputusan, mengatur sesuatu, atau menghadapi masalah.

  • Memotivasi Diri

Memberikan semangat pada diri sendiri dengan kalimat seperti, "Aku pasti bisa!" mampu meningkatkan rasa percaya diri Puan dan membantu menjaga fokus.

  • Mengelola Emosi

Self-talk dapat mengelola perasaan Puan dengan lebih baik. Contohnya, jika Puan gugup sebelum presentasi, mengatakan, "Tenang, udah aku siapin semuanya dengan baik!" bisa sangat membantu mengurangi kecemasan.

  • Memperkuat Pembelajaran atau Hafalan

Berbicara keras-keras saat mempelajari hal baru dapat membantu Puan mengingat dan memahami informasi yang masuk dengan lebih efektif.

  • Memecahkan Masalah Personal

Menyuarakan suatu masalah dengan suara lantang membantu Puan memproses informasi lebih dalam dan objektif, sehingga menemukan solusi yang tepat.


Kapan bicara sendirian bisa jadi tanda bahaya?

Berbicara pada diri sendiri dengan ucapan yang positif memang punya banyak manfaat. Namun, saat ucapan tersebut jadi negatif, ini justru bisa memperkuat emosi buruk. Self-talk yang negatif dapat memicu depresi, rendah diri, dan menyerang kesehatan mental lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan antara self-talk yang sehat dan psikosis. Menurut National Institute of Mental Health of America, self-talk yang sehat itu sifatnya alami, disadari, dan bisa dikendalikan. Sementara itu, psikosis muncul dari persepsi yang diyakini nyata, padahal  itu hanyalah halusinasi. Psikosis yang menjadi gejala utama skizofrenia juga dapat menyebabkan self-talk terdengar kacau dan tidak masuk akal.


Jadi, kunci untuk mendapatkan manfaat dari self-talk terletak pada bagaimana Puan mengelolanya. Jangan terlalu larut pada pikiran negatif dan perlakukan diri Puan dengan kebaikan serta pengertian yang sama seperti saat berinteraksi dengan seorang teman. Saat membuat kesalahan, akui saja dan fokus pada pelajaran berharga yang dapat diambil dari hal tersebut. Dengan begitu, self-talk Puan akan menjadi alat yang kuat untuk menjaga kesehatan mental Puan.



References:

Mosunic, C. (2025, September 3). Why do I talk to myself? What your self-talk means. Calm Blog. https://blog.calm.com/blog/why-do-i-talk-to-myself


Porrey, M. (2025, Juli 20). Is It Normal to Talk to Yourself? Here’s When It’s Not. Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/is-talking-to-yourself-normal-5272241



Author & Editor:
Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers  Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa aktivitas adalah educative talkshow , menjelajahi berbagai booth corner , hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt . Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui ses...

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Mengenal Impulsive Buying: Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

  Ilustrasi seseorang yang melakukan impulsive buying (beyondfinance.com) Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang , masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?" Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying . Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa. Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba? Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau ...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...