Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Coping Mechanism: Strategi Menghadapi Tantangan Hidup

Puan tentunya pernah bukan, merasakan stress? Misal, merasa stress karena pendidikan, pekerjaan, keluarga, hingga masalah percintaan. Ketika merasa stress, dapat dipastikan bahwa Puan akan melakukan suatu tindakan sebagai strategi dalam menghadapi situasi yang menghadapi situasi tersebut. Tindakan tersebut disebut pula sebagai  Coping Mechanism . Bagaimana menerapkan  "Coping Mechanism"  yang tepat?  Walaupun merupakan tindakan pelepasan stres namun nyatanya tak semua tindakan coping mechanism itu positif. Mungkin saja Puan melakukan mekanisme koping hanya untuk mengalihkan Puan dari perasaan stres tanpa menyelesaikan masalah Puan sendiri dan tentunya dapat mengarahkan Puan ke kebiasaan yang tidak sehat. Seperti menyakiti diri sendiri, meminum minuman keras, memakan makanan yang tidak sehat secara berlebihan, menghindari aktivitas sosial dalam jangka waktu yang panjang. Lalu bagaimanakah melakukan coping mechanism secara benar dan tepat? Menurut Lazarus dan Susan...

Membangun Kepercayaan Diri: Menerima Diri Sendiri di Luar Society's Standards

“Society’s Standards”, pernahkah Puan mendengar istilah ini? Gampangnya, society’s standards adalah suatu standar yang dijadikan sebagai suatu acuan. Society’s standards biasanya memegang prinsip kesempurnaan. Oleh karena itu, sebagian besar dari Puan mungkin saja pernah merasakan tekanan dari society‘s standards. Tekanan yang kita rasakan akibat society‘s standards sudah sering kita rasakan bahkan sebelum kita mengenal kata “sempurna”. Banyak dari Puan mungkin pernah didorong untuk menjadi seseorang yang bukan sosok diri Puan hanya untuk bisa masuk dalam society. Society menginginkan Puan untuk menjadi sempurna. Seperti, harus menjadi pintar, lucu, cantik, berbakat, dan masih banyak lagi terkadang hanya untuk bisa diterima di suatu lingkungan. Percayalah Puan, lingkungan seperti sangat tidak sehat untuk ditinggali. Banyak orang diluar sana melakukan hal yang tidak mereka ingin lakukan agar bisa diterima dalam society. Mengubah opini, gaya rambut, fitur wajah, dan lain sebagain...