Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Trust Issues: Mencari Kepercayaan di Tengah Kejujuran yang Terungkap

 

Image by Rimba News


Ketika seseorang merasa ketakutan akan menaruh rasa percaya kepada orang lain karena pengkhianatan, pengabaian, dan manipulasi, maka orang tersebut sudah memiliki trust issue kepada orang-orang yang hendak mereka percayai. Tentu, banyak dari Puan yang memiliki perasaan ini, misal seperti sulit mempercayai pasangan kita, orang tua kita, hingga dokter kita.

Lalu, bagaimana trust issue bisa hadir?

Trust issue bisa hadir di sosok seseorang dikarenakan pernah mengalami suatu hal di masa lalu, biasanya hal yang terjadi bersifat negatif sehingga hal tersebut memberikan dapat kepada sosok korban di masa kini. Salah satunya adalah peran orang tua yang memiliki peran besar dalam kehidupan kita, jika orang tua kita pernah melakukan hal-hal yang sekiranya mempengaruhi kepercayaan kita, maka hal tersebut akan terus berpengaruh di masa kedepannya jika tidak segera ditangani. Jika ditelusuri lebih jauh, sebenarnya faktor kunci dalam menangani trust issues adalah kejujuran dari orang-orang sekitar kita, mengapa seperti itu? Karena sebenarnya hal tersebut ada di dalam diri kita, kitalah yang sedang memerangi rasa ketakutan kita ketika menaruh kepercayaan kepada orang lain.

Dampak dari trust issues ini bisa memiliki dampak yang tidak baik pada hubungan sosial yang Puan jalani, bisa saja menjadi pribadi yang curigaan, pribadi yang posesif hingga pada akhirnya berujung toxic. Lalu, apa sajakah cara-cara untuk mengatasi perilaku ini?

1. Memahami bahwa manusia tidaklah sama

Mayoritas rasa trust issues muncul dikarenakan suatu individu menganggap bahwa orang-orang di sekitarnya sama dengan orang yang pernah berperilaku tidak baik pada dirinya. Misal saja, Puan sedang didekati oleh seorang pria, namun karena Puan pernah diperlakukan dengan tidak baik oleh orang masa lalu Puan, kamu malah berpikir bahwa orang baru di hidupmu nantinya akan berperilaku sama dengan orang masa lalu Puan.

2. Belajar untuk perlahan memaafkan

Puan, walaupun susah sekali rasanya melupakan masa lalu tapi cobalah untuk setidaknya memaafkan kejadian yang lalu. Tidak apa jika pengalaman tersebut membekas hingga pada akhirnya menjadi memori dari dalam diri Puan, namun cobalah untuk memaafkan dan menganggap bahwa hal yang lalu sudah berlalu dan yang masa kini biarlah menjadi masa kini.

3. Komunikasikan mengenai perasaan

Ketika mengalami trust issues tak jarang hal-hal di masa kini menjadi trigger masa lalu. Ketika Puan mengalami hal tersebut cobalah komunikasi mengenai perasaan Puan kepada orang yang terkait. Katakan dengan jelas perihal perasaan kamu tanpa emosi negatif seperti menuntut dan mengatur orang yang terkait. Cobalah untuk melakukan win-win solution ketika sedang berada di posisi tersebut.

4. Menghilangkan rasa trauma akan masa lalu tidaklah mudah, namun jika memilih untuk melangkah satu langkah maju tentulah sudah hebat. Semangat, Puan!❤


Referensi :

www.healthline.com


Author : Namratul Ulya
Editor : Nazwal Bilbina Budiman


Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...