Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Belajar Cuek bukan Berarti Nggak Peduli: Law of Detachment

 


    "Apapun yang kita lakukan atau alami, dunia akan terus berputar."

Puan sering denger pernyataan di atas? Pernyataan tersebut memegang arti yang lebih dalam tentang bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari, bahwa pada dasarnya keadaan apapun yang kita jalani, bahkan keputusan atau hasil yang kita dapatkan dalam hidup ini,  kehidupan akan terus berjalan. 

Overthinking terhadap hal yang nggak mendasar itu hanya membuat Puan makin nggak nyaman.

Berkaitan dengan hal itu ketika Puan berpikir bahwa,  "Aku peduli banget sama hal yang aku lakukan, tapi kalau hal itu nggak berjalan sesuai dengan rencana ku dan ngebuat aku kecewa gimana?" Disaat itu juga Puan harus tahu apa itu Law of Detachment. 

Detachment datang dari kata de- dan attachment. Istilah ini dikenalkan oleh Deepak Chopra dalam bukunya, The Seven Spiritual Laws of Success, yang intinya adalah ketika kita melepas keterikatan kita pada satu hal dan membiarkan takdir untuk mengaturnya.

Pasti puan udah nggak asing dengan kata attachment bukan? Kata lainnya adalah ketergantungan atau keterikatan. De- berarti tidak terikat, detachment adalah melepas keterikatan. Attachment  atau keterikatan sendiri dalam dosis yang terlalu banyak bisa jadi masalah.  

Kok jadi masalah?  

Kita ambil contoh di kehidupan, coba Puan ingat kembali  posisi ketika kita sudah yakin kalau kita bakal sukses menaklukan sesuatu. Misalnya ketika Puan berharap untuk lulus ujian atau lulus wawancara kerja, tapi seakan takdir berkata lain ternyata plan dan keyakinan kita terbantai dengan ketidaksesuaian dengan realita.  


Di keadaan ini, Puan cuman bisa ngelakuin dua hal, overanalyzing atau moveon. Namun ketika Puan selalu mengejar kesempurnaan, rasa kepedulian terlalu dalam akan menambah beban Puan.  

Detachment atau memutuskan keterikatan Puan terhadap sesuatu hal, bukan berarti tidak mengapresiasi diri karena pasrah pada keadaan, tapi Puan bener-bener nggak bisa mengontrol penuh atas kenyataan.

Daripada pusing bergelut untuk menganalisis mengapa bisa berakhir di situasi yang bikin Puan nggak puas, coba Puan berpikir bagaimana cara penyelesaiannya. 

Puan bisa mengaplikasikan  Law of Detachment di kehidupan sehari-hari dimulai dari sesuatu  yang sederhana seperti: 

  1. Kehidupan Sosial

Siapa yang ngga pernah peduli soal posisinya di kehidupan sosial? Nggak sedikit mengarah pada keinginan untuk disukai banyak orang. Namun, ngga semua orang bakal peduli  atau suka sama Puan Itu kenyataannya. Jadi daripada terus mencari validasi dari luar, lebih baik  Puan cari validasi itu dari diri sendiri. 


  1. Planning

Dalam kehidupan kita selalu punya rencana terhadap tujuan kita, namun semakin kita berfokus kepada apa hasil dari plan yang kita buat, kita semakin tidak tenang. Jadi yang harus kita lakukan adalah memercayai proses dari rencana yang kita buat tanpa terlalu memfokuskan diri kepada hasil.


  1. Bergelut dengan Pikiran

Ketika kita terlalu dalam memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan, Puan bisa melakukan detachment dengan mengganti pola pikiran seperti, “Apapun yang akan terjadi ada di luar kendali, dan aku percaya bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik.” Sehingga Puan bisa terbebas dari stres. 

Dari hal yang udah dipaparkan sebelumnya, ada beberapa poin penting jika Puan ingin melakukan Law of Detachment

  1. Puan nggak bisa mengambil kontrol penuh atas semua hal 

  2. Puan harus berusaha untuk tidak selalu mengkhawatirkan tentang  hasil 

  3. Semua hal baik akan datang pada waktu dan saat yang tepat

  4. Percaya kepada proses yang dilalui

Referensi:

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...