Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Resiliensi: Siap Hadapi Tantangan Kehidupan - Puan Bisa Health

Aspek aspek utama resiliensi

Image by: NSD.co.id

Puan, pernahkah kamu merasa situasi sulit datang bertubi-tubi? Misalnya, sedang musim ujian, tapi guru juga meminta tugas-tugas dikumpulkan segera. Belum lagi masalah di rumah seperti bertengkar dengan saudara atau orang tua yang sakit. Kalau Puan tetap bisa bertahan saat menghadapi tantangan ini, berarti Puan punya sikap resiliensi yang sangat berguna dalam kehidupan. Sikap ini adalah kekuatan mental yang bisa membantu di segala aspek, mulai dari kehidupan pribadi, akademik, sampai dunia kerja nanti.

Apa itu Resiliensi?

Sebelum melangkah lebih jauh, yuk kita pahami dulu apa sebenarnya resiliensi itu.Menurut Herrman (2011)  resiliensi mengacu pada adaptasi positif, atau kemampuan untuk mempertahankan atau mendapatkan kembali kesehatan mental, meskipun mengalami kesulitan. Resiliensi dapat digunakan sebagai ukuran kemampuan untuk mengatasi stres. Resiliensi berasal dari dalam diri individu, kehidupan mereka, dan lingkungan sekitar yang memfasilitasi kapasitas ini untuk beradaptasi dan "memantul kembali" pada saat menghadapi kesulitan (Windle, Bennert, & Noyes, 2011). Singkatnya, resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi secara positif atau bangkit kembali dari kesulitan.

Dimensi dalam Resiliensi

Menurut Taormina (2015), resiliensi di masa dewasa punya beberapa dimensi penting. Keempat dimensi ini yang menentukan seberapa tangguh kita:

  • Determination

Kekuatan dan keteguhan tujuan yang Puan miliki.

  • Endurance

Ketabahan dan kekuatan untuk terus melangkah di situasi sulit.

  • Adaptability

Fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan tak terduga dalam hidup.

  • Recuperability

Kemampuan untuk pulih dan bangkit kembali dari berbagai masalah.


Manfaat Resiliensi

Tangguh menghadapi masalah itu memang penting, tapi apa saja sih manfaatnya untuk hidup dan kesehatan mental kita?

  1. Membantu Mencapai Tujuan

Resiliensi membuat Puan tidak mudah menyerah saat menghadapi rintangan. Misalnya, kalau Puan punya mimpi masuk perguruan tinggi tertentu, Puan akan terus berjuang meski prosesnya sulit.

  1. Mampu Menghadapi Tantangan Hidup

Dengan resiliensi, Puan tidak akan terjebak dalam pola pikir negatif. Jika gagal di salah satu jalan, Puan akan mencari jalan lain karena tahu masih ada kesempatan.

  1. Hidup Lebih Bahagia dan Sehat

Individu yang resilien biasanya punya pola pikir dewasa dan lebih mudah beradaptasi. Ini akan membuat hidup terasa lebih bahagia.

  1. Memperkuat Hubungan Interpersonal

Orang yang tangguh secara mental tidak gengsi untuk meminta bantuan saat diperlukan. Mereka juga punya kemampuan komunikasi yang baik, sehingga hubungan dengan orang lain juga ikut membaik.

 

Tips untuk Meningkatkan Resiliensi

Lalu, bagaimana cara agar kita  bisa meningkatkan kemampuan resiliensi? Nah, ini dia beberapa tips praktis yang bisa Puan coba!

  1. Menerima Perubahan

Sadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan. Fokuslah pada hal-hal yang bisa Puan kendalikan, bukan yang tidak.

  1. Belajar Mengelola Stres

Saat merasa tertekan, jangan lari atau melampiaskan ke hal-hal negatif. Cari cara sehat untuk melepaskannya, seperti menulis jurnal atau meditasi.

  1. Tingkatkan Problem Solving

Saat menghadapi masalah, alihkan fokus dari memikirkan masalah terus menerus, mulailah mencari solusi.

  1. Jaga Kesehatan Diri

Kesehatan fisik dan mental saling berkaitan. Pastikan Puan makan makanan bergizi, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup.

  1. Temukan Makna dan Tujuan Hidup

Ketika Puan tahu apa yang diperjuangkan, Puan akan punya semangat dan arah yang jelas saat menghadapi tantangan.

Puan, resiliensi bukan berarti kita kebal dari masalah. Itu artinya, meski kita terjatuh, kita punya kekuatan untuk bangkit kembali. Ingat, setiap tantangan adalah kesempatan untuk melatih mental kita. Jadi, mulai dari hari ini, yuk rayakan setiap langkah kecil yang Puan ambil untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh!

Referensi:

Sholichah, I. F., Paulana, A. N., & Fitriya, P. (2019, July). Self-esteem dan resiliensi akademik mahasiswa. In Proceeding National Conference Psikologi UMG 2018 (Vol. 1, No. 1, pp. 191-197).

Mir’atannisa, I. M., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Kemampuan adaptasi positif melalui resiliensi. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice, and Research, 3(02), 70-75.



Author & Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...