Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Resiliensi: Siap Hadapi Tantangan Kehidupan - Puan Bisa Health

Aspek aspek utama resiliensi

Image by: NSD.co.id

Puan, pernahkah kamu merasa situasi sulit datang bertubi-tubi? Misalnya, sedang musim ujian, tapi guru juga meminta tugas-tugas dikumpulkan segera. Belum lagi masalah di rumah seperti bertengkar dengan saudara atau orang tua yang sakit. Kalau Puan tetap bisa bertahan saat menghadapi tantangan ini, berarti Puan punya sikap resiliensi yang sangat berguna dalam kehidupan. Sikap ini adalah kekuatan mental yang bisa membantu di segala aspek, mulai dari kehidupan pribadi, akademik, sampai dunia kerja nanti.

Apa itu Resiliensi?

Sebelum melangkah lebih jauh, yuk kita pahami dulu apa sebenarnya resiliensi itu.Menurut Herrman (2011)  resiliensi mengacu pada adaptasi positif, atau kemampuan untuk mempertahankan atau mendapatkan kembali kesehatan mental, meskipun mengalami kesulitan. Resiliensi dapat digunakan sebagai ukuran kemampuan untuk mengatasi stres. Resiliensi berasal dari dalam diri individu, kehidupan mereka, dan lingkungan sekitar yang memfasilitasi kapasitas ini untuk beradaptasi dan "memantul kembali" pada saat menghadapi kesulitan (Windle, Bennert, & Noyes, 2011). Singkatnya, resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi secara positif atau bangkit kembali dari kesulitan.

Dimensi dalam Resiliensi

Menurut Taormina (2015), resiliensi di masa dewasa punya beberapa dimensi penting. Keempat dimensi ini yang menentukan seberapa tangguh kita:

  • Determination

Kekuatan dan keteguhan tujuan yang Puan miliki.

  • Endurance

Ketabahan dan kekuatan untuk terus melangkah di situasi sulit.

  • Adaptability

Fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan tak terduga dalam hidup.

  • Recuperability

Kemampuan untuk pulih dan bangkit kembali dari berbagai masalah.


Manfaat Resiliensi

Tangguh menghadapi masalah itu memang penting, tapi apa saja sih manfaatnya untuk hidup dan kesehatan mental kita?

  1. Membantu Mencapai Tujuan

Resiliensi membuat Puan tidak mudah menyerah saat menghadapi rintangan. Misalnya, kalau Puan punya mimpi masuk perguruan tinggi tertentu, Puan akan terus berjuang meski prosesnya sulit.

  1. Mampu Menghadapi Tantangan Hidup

Dengan resiliensi, Puan tidak akan terjebak dalam pola pikir negatif. Jika gagal di salah satu jalan, Puan akan mencari jalan lain karena tahu masih ada kesempatan.

  1. Hidup Lebih Bahagia dan Sehat

Individu yang resilien biasanya punya pola pikir dewasa dan lebih mudah beradaptasi. Ini akan membuat hidup terasa lebih bahagia.

  1. Memperkuat Hubungan Interpersonal

Orang yang tangguh secara mental tidak gengsi untuk meminta bantuan saat diperlukan. Mereka juga punya kemampuan komunikasi yang baik, sehingga hubungan dengan orang lain juga ikut membaik.

 

Tips untuk Meningkatkan Resiliensi

Lalu, bagaimana cara agar kita  bisa meningkatkan kemampuan resiliensi? Nah, ini dia beberapa tips praktis yang bisa Puan coba!

  1. Menerima Perubahan

Sadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan. Fokuslah pada hal-hal yang bisa Puan kendalikan, bukan yang tidak.

  1. Belajar Mengelola Stres

Saat merasa tertekan, jangan lari atau melampiaskan ke hal-hal negatif. Cari cara sehat untuk melepaskannya, seperti menulis jurnal atau meditasi.

  1. Tingkatkan Problem Solving

Saat menghadapi masalah, alihkan fokus dari memikirkan masalah terus menerus, mulailah mencari solusi.

  1. Jaga Kesehatan Diri

Kesehatan fisik dan mental saling berkaitan. Pastikan Puan makan makanan bergizi, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup.

  1. Temukan Makna dan Tujuan Hidup

Ketika Puan tahu apa yang diperjuangkan, Puan akan punya semangat dan arah yang jelas saat menghadapi tantangan.

Puan, resiliensi bukan berarti kita kebal dari masalah. Itu artinya, meski kita terjatuh, kita punya kekuatan untuk bangkit kembali. Ingat, setiap tantangan adalah kesempatan untuk melatih mental kita. Jadi, mulai dari hari ini, yuk rayakan setiap langkah kecil yang Puan ambil untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh!

Referensi:

Sholichah, I. F., Paulana, A. N., & Fitriya, P. (2019, July). Self-esteem dan resiliensi akademik mahasiswa. In Proceeding National Conference Psikologi UMG 2018 (Vol. 1, No. 1, pp. 191-197).

Mir’atannisa, I. M., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Kemampuan adaptasi positif melalui resiliensi. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice, and Research, 3(02), 70-75.



Author & Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...